NovelToon NovelToon
Mayang Dan Bima

Mayang Dan Bima

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:99.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rumaika

[[ TAMAT ]]

IG : @rumaika_sally

Menikahi temen sebangku semasa SMA. Bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumaika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kecurigaan

Bima ikut bergabung, ia membawa kameranya. Tadi Mamanya ingin lihat foto yang mereka ambil saat camping. Bima berganti baju, celananya pendek. Mata Mamanya melirik. Ia mencari luka yang tadi disebut Bima. Tak ada. Ah, anak ini bohong. Benar-benar bohong. Ia benar-benar berkelahi.

Bagaimanapun, Mamanya terlihat seneng. Tak disangka anak lelakinya bisa juga punya teman. Mayang menunjuk foto yang ia ambil. Foto Bima sedang mengajari temannya bermain gitar, yang lain terlihat serius memperhatikan.

"Ini Bima lagi ngapain?" Tante Asti bertanya.

"Itu ngajarin Edo main gitar. Mayang yang foto diam-diam," Mayang yang menjawabnya sembari tertawa. Bima hanya diam saja. Ia tahu Mamanya senang.

"Loh ini kenapa nangis. Mayang juga nangis," Papa Mayang terlihat khawatir.

"Oh, ini lagi ngomongin perpisahan. Terus anak-anak minta maaf satu sama lain. Ya gitu lah intinya," Bima menjelaskan.

Tante Asti melihat foto-foto itu lagi dengan teliti. Mencari Bima dalam foto, ia ingin melihat kapan anak itu terluka bibirnya. Ia lihat di awal foto bibir Bima belum terluka.

"Bima ke studio ya. Mau pindahin file."

"Mayang ikut Mas Bima ya," ia minta izin ke Papanya.

Bima dan Mayang asyik mengedit video momen mereka dan teman-teman. Juga video lain yang meraka buat.

Papa Mayang dan Mama Bima tinggal berdua.

"Ris, kamu tadi nanya nggak bibir Bima kenapa sobek begitu?"

"Katanya ditonjok temannya. Ah siapa tadi namanya. Ketua kelas pokoknya."

"Hah, kok bisa?"

"Katanya Bima dikira maling. Bima kencing malam-malam terus ribut-ribut nabrak sesuatu. Dia diserang dari belakang."

Tante Asti terlihat tak percaya. Seperti ada yang aneh dari cerita ini. "Bima sendiri, Ris yang cerita?"

"Iya," jawabnya singkat lalu kembali menyeruput kopinya.

"Siapa tadi nama temannya yang mukul dia?"

"Aduh, siapa ya tadi. Ba...Bani? Ah bukan. Ba..."

"Bagas?" Tante Asti menebak.

"Nah iya."

"Kamu yakin?

"Iya Bagas. Tadi pas jemput aku juga ketemu anaknya.

Hal mengganjal itu tersingkap sudah. Bima, tak mungkin anak itu tak bertengkar. Mana mungkin jatuh seperti itu. Kakinya tak luka sedikitpun seperti yang ia bilang.

Sebenernya, Mama Bima membersihkan kamar Bima. Pekerjaannya sudah agak sedikit ringan. Tinggal beberapa yang ia selesaikan. Ia di rumah itu sendirian, berpikir pasti Mayang dan Bima pasti sedang bersenang-senang. Lalu teringat Mayang yang hari ini ulang tahun, ia teringat putri kecilnya. Bayi malang itu. Ah seandainya dia masih hidup. Ia tiba-tiba rindu. Kenangan buruk dan kehilangan membuatnya menyingkirkan semua barang-barang yang mengingatkannya pada kesedihan. Tapi ia ingat, Wira sempat memotret bayi kecilnya beberapa ssat setalh ia lahir. Bima menyimpan fotonya. Ia mencamfinya di kamar Bima.

Ia tak menemukannya. Entah dimana aanakitu menyimpan. Tapi ia menemukan hal lain. Surat itu. Ia baca karena penasaran. Tangannya gemetar. Surat cinta, ada nama Mayang disebut-sebut. Hatinya mencelos. Ia baca sekali lagi. Tapi ia mengenali tulisan tangan Bima. Ini bukan tulisan Bima. Ditelusurinya surat itu. Akhirnya ia menemukan nama. Terulis di sampulnya. "Bagas."

Ia bertanya-tanya mengapa surat itu ada di laci Bima. Apakah Mayang malu dan memberikannya pada Bima karena bingung. Bagaimanapun Mayang sepolos itu. Mungkin ia malu mengatakan pada Papanya. Tapi siapa Bagas?

Sore ini pertanyaan dalam kepalanya terjawab. Anak itu. Bagas. Ia yakin penulis surat itu, dia pasti Bagas yang sama dengan Bagas yang memukul Bima.

Kenapa Bima dipukul? Pertanyaan berganti. Dan surat itu? Bagaimanapun ia pernah remaja. Tiba-tiba ia merasa takut. Bimanya tak pernah berhubungan dengan gadis manapun. Apa mungkin Bima dan Mayang...Ah, ia buang jauh-jauh pikirannya itu.

Ia mengalihkan perhatiannya. Papa Bima masih ada di depannya. Menikmati kopi sambil memandangi layar ponselnya.

"Ris, apa Mayang pernah pacaran?"

Haris nampak terkejut. Ia menggeleng cepat. Putri kecilnya, apa iya dia secepat ini dewasa?

"Kenapa, Ti?"

"Nggak papa. Cuma nanya. Kalau ada yang suka sama Mayang? Gimana? Kalau Mayang juga suka."

"Yaudah. Nggak papa. Lagian kamu tahu aku kan, Ti. Aku yang bakalan nganterin mereka pacaran kemana-mana. Awas saja ada yang berani macam-macam sama anakku. Aku pernah muda juga, Ti. Aku nggak ngelarang anakku cinta-cintaan. Tapi ya, rasanya kok belum rela putri kecilku tumbuh dewasa cepat sekali."

Asti mengangguk-angguk. Ia menikmati kopinya kembali. Ingin rasanya ia bertanya. Kalau Bima yang suka gimana? Nyatanya ia urungkan. Diapun tak siap sebenarnya dengan perasaan itu.

"Aku lihat anak-anak dulu ya, Ris."

Mama Bima membuka pintu studio Bima dengan hati-hati. Terlihat Bima tertidur di karpet dengan berselimut. Ia memang kadang suka tidur di studio ini dibandingkan dengan kamarnya sendiri. Dia atasnya ada Mayang yang tidur di sofa. Memakai selimut yang sama. Biasanya ia akan membiarkannya. Tapi kali ini kenapa rasanya berbeda ya. Prasangkanya membawa pikirannya kemana-mana. Akhirnya ia kembali ke Haris. Ia ingin banyak lagi mengobrol hal-hal serius.

Bima terbangun. Dilihatnya Mayang. Ia tertidur pulas. Ia benahi lagi selimutnya, tadinya tertarik ke bawah kareba sebagian ia pakai. Sofa itu memang dirancang nyaman karena Bima sering tidur malam di situ. Tetapi badannya agak sakit, seharian tadi. Ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya mengambil bantal dan selimut untuk dirinya sendiri agar nyaman. Ia membuka pintu dengan hati-hati, takut mengagetkan Mayang.

Bima berjalan pelan menuju kamarnya. Dilihatnya sekilas ada dua bayangan di teras samping. Rupanya Mamanya dan Papa Mayang. Ia terhenti sejenak. Mamanya nampak bersandar dengan nyaman di bahu Om Haris. Om Haris mengelus rambut Mamanya di belakang. Ada perasaan tak suka muncul dalam hatinya. Ia kembali ke studio tanpa rasa tenang sama sekali. Pikirannya melayang jauh. Ia tak bisa tidur malam itu.

1
Qaisaa Nazarudin
Penuh liku2 banget hubungan mereka,tapi mengambil waktu yg lama juga nuat mereka nikah sungguhan ya..
Apapun karya mu bagus thor,,Aku salut sgn perjuangannya Bima 👍🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹
Qaisaa Nazarudin
Menurutku cara mayang ini salah,Tempat istri adalah disisi suaminya apapun keadaannya,apalagi sekarang keadaan Bima yg madih terpuruk dan tergoncang,Mayang harus menjadi kekuatan utk Bima,Bukannya malah ninggalin suami,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Astaga Mayang ingat status kamu,kamu gak bisa lg seenakbya ngadih nomor kamu ke pria lain..apalagi Reza terang2 an bilang alesannya utk apa..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Makanya seharusnya bilang aja tunangan,apa susahnya sih kalo gak mau jujur udah suami istri..
Qaisaa Nazarudin
Udah sakit baru mau cari MANTAN ISTRINYA.. kalo aku jadi Asti ogah ambil tau soal mantan suami lagi,,Aku bukan orang yg sabar dan terlalu pemaaf orgnya,.Jadi sekali di selingkuhin,Seumur hidup akan ku ingat,aku langsung dikte kalo kamu itu org yh gak ku anggap lagi,,
Qaisaa Nazarudin
#Udah SAH gitu..
Qaisaa Nazarudin
Tunangan aja,jgn adek atau sepupu lah,sekurang2 nya mereka harus jgn menutupi ikatan mereka sepenuhnya,sekurang2 nya irg tau mereka ada hubungan spesial gitu,takutnya ada yg ganggu..
Qaisaa Nazarudin
#Ibu angkat
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayang masih manggil TANTE Asti?? Udah jadi Mertua juga inu angkat juga, Harusnya panggil MAMA juga dong..
Qaisaa Nazarudin
KARMA buat papanya selingkuhin istrinya sendiri,ninggalin anak dan istri,Nah sekarang dia yg di tinggalin,, Mantoopp👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor🥹🥹🥹😫😫😫😫😫😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Mengambil alih pengasuhan Mayang?? Bukannya Mayang mmg udah istrinya Bima ya,, jadi Mayang udah jadi tanggungjawab nya Bima,walaupun umur mayang masih dibawah standar umur utk menikah tp tetap pernikahannya dlm agama itu SAH..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok papanya Mayang meninggal?bukannya td udah sadar ya saat Bima ngadih minum..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,ku bilang juga apa!!! Hadeeuuhh..Rumit..
Qaisaa Nazarudin
Apa papanya Mayang dan mamanya Bima mulai ada hubungan?? Dan nyata nya Bima juga suka sama Mayang..
Qaisaa Nazarudin
Papanya Mayang dan mamanya Bima tuh pekerjaan mereka apa? kok mereka harus pindah ke sini,daerah terpencil,pantesan Bima gak suka,dia itu anak kota,,
Qaisaa Nazarudin
#Dendam mu
Qaisaa Nazarudin
Kasihan sama mama kamu Bim,Dendam ku sama papa kamu,terus kenapa mama kamu yg jadi mangsa nya,harusnya kamu banggain tuh mama kamu,Tunjukkan ke papa kamu,kalo kamu bisa sukaes tanpa beliau..
Nita Yulianita
ceritanya bagus.. tiap bab di like.. semangat thor
Rumaika Sally: thankyou, Kak. baca cerita aku yang lain juga yuk
total 1 replies
Nita Yulianita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!