Nia sangat mencintai Ronald dan menerima segala kekurangan yang dimilikinya, namun sayang segala cinta yang diberikan hanya dibalas dengan guratan demi guratan luka di hati. Saat Daniel datang dengan cinta baru akankah pintu hati Nia akan terbuka kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cek Lab
Welcome back home....
Finally, Nia pulang lagi ke rumah Ronald. Rumah mereka. Ronald sudah menjemputnya dan berjanji akan ikut diperiksa juga di dokter. Ronald juga berjanji tak mau memaksa jika Nia tidak mau menginap dirumah Mama Sri.
Ronald juga memberikan hadiah spesial untuk Nia. Saat di mobil tadi Ia meminta Nia membuka dashboard, Nia pikir Ronald minta diambilkan sesuatu, dompet atau apa gitu. Betapa terkejutnya Nia saat dibukanya dashbord tersebut ternyata sebuah hp baru dibelikan untuknya.
Kalau untuk hadiah, memang Ronald sangat royal. Hp lamanya saja sebelumnya diganti dengan blackberry terbaru. Eh sekarang sedang booming aplikasi whatsup dya juga belikan hp android terbaru. Nia tersenyum senang mendapatkan hadiah dari suaminya. Diciumnya pipi Ronald yang sedang menyetir sambil mengucapkan terima kasih. Semoga kebahagiaan ini selamanya, doa Nia dalam hati.
Sejak ditinggal Nia sudah bisa diduga, rumah bak kapal pecah. Lantai kotor karena tak disapu dan dipel. Cucian piring menumpuk. Baju kotor bertebaran dimana-mana. Oh my God....
"Bi Isah kemana Mas? Kok rumah kayak kejatuhan bom atom saja?" Nia kaget melihat rumahnya yang berantakan.
"Bi Isah ijin pulang kampung, anaknya mau nikahan di kampung" jawab Ronald sambil membawakan tas berisi pakaian Nia dan menaruhnya di meja ruang tamu. Ronald lalu melangkah menuju lemari es dan mengambil minuman bersoda, diteguknya minuman tersebut untuk menghilangkan hawa panas diperjalanan.
"Terus, aku bersihin sendiri gitu?" tanya Nia balik.
"Iya aku bantuin"
Nia menguncir rambut panjangnya dan bersiap untuk bertempur dengan pekerjaan rumah. Ia mencuci baju dan mencuci piring. Sementara Ronald menyapu dan mengepel lantai. Selesai beberes, rumah pun bersih kembali.
****
Hari ini jadwal Nia konsultasi ke dokter. Sudah 6 bulan Nia rutin melakukan konsultasi dengan dokter. Lagi-lagi Ia periksa seorang diri. Kemana Ronald? Ronald sedang ada tugas luar kota. Belum pernah sekalipun Ronald menemaninya periksa ke dokter. Janji Ronald untuk dites pun belum ditepati karena kesibukannya bekerja. Selain sering ke luar kota, Ronald juga hari sabtu sering lembur. Waktu mereka berdua bertemu pun semakin jarang.
Berangkat dan pulang kerja pun sekarang Nia naik angkutan umum. Ronald sudah jarang bahkan hampir tak pernah mengantar jemputnya lagi. Awalnya hanya setiap sabtu Ronald lembur dan masih antar jemput Nia. Namun sejak sering pulang malam, Nia tak lagi di jemput. Terkadang Ronald pulang kerja disaat Nia sudah tertidur. Hubungan suami istri diantara mereka pun sudah jarang dilakukan, bahkan bisa sebulan sekali.
Sebenarnya Nia merasa minder jika datang konsultasi. Melihat pasangan lain datang dan memeriksa kandungannya, Ia hanya seorang diri tanpa ditemani suaminya, belum hamil pula. Sedih hati Nia. Namun usahanya tak pernah putus untuk memiliki momongan.
Hasil pemeriksaan Nia lagi-lagi normal dan tak bermasalah. Nia hanya diberikan tips dan trik oleh dokter untuk mendapatkan anak, juga dikasih vitamin. Mengkomsumsi vitamin secara rutin membuat tubuh Nia yang awalnya langsing dengan berat 45kg sekarang naik drastis menjadi 60kg. Efek vitamin membuatnya jadi nafsu makan dan ngemil akibatnya melarlah sudah badan Nia.
Dokter kembali meminta Nia membawa suaminya untuk diperiksa. Sudah 6x pertemuan namun sang suami tak juga ikut diperiksa. Nia berjanji pada sang dokter akan mengajak suaminya pada pemeriksaan berikutnya.
*******
Sebulan sudah berlalu sejak pemeriksaan terakhir. Sesuai perintah dokter Nia harus mengajak Ronald periksa. Ya, saatnya Ia menagih janji Ronald yang diucapkannya saat menjemput Ia dulu.
Ronald baru pulang kerja jam 1 malam. Nia sudah tidur namun terbangun saat suaminya pulang. Sudah seminggu ini Ronald tidak pulang dengan bau alkohol. Ya, sejak sering pulang malam Ronald suka mengkonsumsi alkohol, Ronald berdalih Ia harus menemani kliennya minum biar lebih akrab dengan klien. Namun seminggu ini tidak dilakukannya tak tahu mengapa. Justru ini kesempatan bagus buat Nia, karena syarat pengecekan ****** adalah tidak mengkonsumsi alkohol selama 2-5 hari. Ronald juga tidak minum kopi karena Nia berangkat naik angkutan umum tak sempat membuatkannya kopi. Sebelumnya dokter sudah memberitahu syarat tes ****** apa saja. Pas lah sudah ini saatnya.
Jadwal praktek dokter jam 11 siang. Nia sudah booking lewat telepon sejak jam 7 pagi agar dapat urutan awal. Nia membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas.
"Mas... Mas... bangun..."
"Mas.. bangun.... "
"Kenapa bangunin pagi-pagi sih? kan sekarang hari sabtu. Aku gak lembur hari ini" Ronald menjawab dengan mata masih tertutup.
"Jadwalnya check up hari ini"
"Yaudah kamu naik taksi saja. Ambil uangnya di dompet aku buat ongkos taksi"
"Gak mau. Aku mau dianterin kamu" rengek Nia.
"Aku masih ngantuk. Biasanya juga kamu check up sendiri" Ronald hendak menarik selimut lagi namun ditariknya selimut itu oleh Nia.
"Dokter nyuruh kamu diperiksa juga"
"Nanti saja periksanya. Aku masih ngantuk" Ronald berusaha mengambil kembali selimut dari Nia.
"Nanti kapan? Kamu kan sudah janji mau diperiksa?" Nia menagih janji Ronald.
"Bisa besok-besok gak sih? Aku ngantuk banget nih" tolak Ronald.
"Nanti kapan? Sudah 6x check up kamu selalu saja nolak dan gak pernah datang untuk periksa. Alesannya lemburlah. Pulang malamlah. Masih ngantuklah. Jangan kebanyakan alasan kamu Mas" Nia mulai marah, Ronald pun menyadari kemarahan istrinya. Ia pun langsung bangun.
"Iya kita pergi sekarang. Gak usah ribut pagi-pagi. Aku mandi dulu" Ronald langsung masuk kedalam kamar mandi.
Selesai mandi dan sarapan mereka pun berangkat ke Rumah Sakit. Nia beruntung mendapat nomor urut 2. Dokter pun sudah datang jam 11, biasanya baru setengah 12 datang. Nomor urut Nia pun dipanggil. Nia dan Ronald masuk ke dalam kamar periksa.
"Siang Dok" sapa Nia.
"Siang Ibu Nia. Akhirnya bisa ditemani suaminya ya Bu" Dokter menyambut kedatangan Nia dengan senyum ramahnya.
"Iya Dok"
"Baiklah karena sudah ditemani suaminya kita langsung aja ya cek lab ****** saja ya. Ini saya kasih surat pengantarnya untuk Bapak agar di cek spermanya" Dokter lalu menuliskan surat pengantar dan memberikannya pada Nia. "Vitaminnya saya resepkan hanya untuk setengah bulan saja ya. Nanti temui saya lagi begitu hasil tes ny sudah keluar"
"Baik Dok. Terima kasih"
Nia dan Ronald lalu mendaftar untuk tes ******. Petugas memberitahu syarat test dan sudah lolos semua. Petugas lab lalu memberikan sebuah tabung untuk diisi ****** dan mengantar Ronald ke ruangan khusus. Nia menemani Ronald selama pengambilan ******. Setelah dimasukkan ke tabung Nia memberikan kepada petugas lab.
"Hasilnya sekitar hari senin ya Bu" Petugas lalu memberikan surat untuk mengambil hasilnya nanti. Nia sudah tak sabar menunggu hasilnya. Sementara Ronald santai saja dan yakin hasilnya akan bagus.