karena sebuah hutang, Rere Margaretha, seorang remaja cantik yang berusia 19 tahun harus dipaksa menikah dengan CEO di perusahaan di mana Rere bekerja.
Sean Agipratama, seorang pria dewasa berusia 32 tahun, pria dingin dan arrogant, harus menikahi gadis yang tidak ia cintai karena tujuannya.
akankah pernikahan yang mereka jalani sesuai dengan tujuan Sean, atau malah sebaliknya.
ikuti terus ceritanya agar tau kelanjutannya 🤗
ikuti ig author untuk informasi MPH
@aran_diah
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arandiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 35
Selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
“Sean, selamat datang di acara pesta penyambutan ku ini, terima kasih sudah mau datang dan secara tidak langsung kau juga menyambut kepulangan ku ke tanah air,” ucap Liora percaya diri.
“Aku merindukan mu,” menghambur memeluk Sean tanpa mempedulikan Rere.
“Aku harap kau menjaga batasan mu, aku datang bukan untuk menyambut mu, aku hanya ingin mengenalkan mu pada istriku,” ucap Sean santai sambil melepaskan pelukan dari wanita masa lalunya.
“Oh, maafkan aku, aku hanya terbawa suasana saat melihatmu, aku tau kamu juga sangat merindukan aku hingga kau rela menikahi wanita ini untuk memancingku bukan,” ucap Liora sarkas melirik sinis pada Rere dan itu membuat lidah Sean seakan kelu tak berani menjawab.
Sedangkan Rere hanya diam dan mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut wanita cantik yang ada di hadapannya, lebih sakit saat Suaminya sendiri hanya diam tak menjawab pertanyaan dari wanita dari masa lalunya.
‘Apakah benar aku hanya pancingan? Kenapa suamiku tidak menjawab? Terus apa selama ini? Dia mulai baik padamu dan memberikan harapan cinta palsunya, kenapa rasanya begitu sakit, bahkan sebelum ke sini dia mulai menciumku dengan sangat lembut,’ batin Rere yang merasa sesak dengan keadaan yang telah menimpanya.
“Tuan, saya mau ke toilet dulu, permisi,” ucap Rere sambil pergi meninggalkan sepasang kekasih itu mungkin jauh lebih baik, pikir Rere.
“Lihatlah, mana ada sepasang suami istri yang menyebut pasangannya Tuan,” ucap Liora sarkas dan tersenyum sinis sesaat melirik Sean yang masih melihat punggung istrinya kian menjauh.
“Itu karena dia menghargai diriku,” sergah Sean yang tak terima dan menatap Liora dengan tajam.
......................
Brukk!
“Aww,” ringis Rere terjatuh karena menabrak seseorang.
“Nona, maafkan saya,” sambil membantu Rere berdiri.
“Tidak apa Tuan, saya juga bersalah karena tidak melihat anda,” ucap Rere sambil merapihkan gaunnya tanpa menoleh.
“Loh, Rere? Kamu sama siapa kesini Re?” tanya seorang pria yang tak lain adalah Bryan yang baru tau bahwa wanita itu adalah cintanya.
“Bryan, aku sama suami aku, kamu di undang juga?” tanya Rere tersenyum hangat seperti biasanya.
“Iya, aku di undang, mana suami kamu Re? Kenapa kamu sendiri?” tanya Bryan celingukan mencari pria yang menjadi saingannya.
Sedangkan Rere yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya menunduk menahan air mata yang sedari tadi ingin keluar, Bryan yang melihat Rere menundukkan matanya kini merasa bersalah karena sudah menyinggungnya, ia tau kalau Sean dulu pernah hampir menikah dengan model cantik itu sebelum pergi.
Bryan semakin geram pada Sean karena sudah menyakiti dan mempermainkan Rere, gadis yang sangat ia cintai dan ia jaga.
‘Aku akan merebut mu dari suami yang tidak tau diri itu Re, aku janji akan membahagiakanmu,’ batin Bryan dengan tekat yang sudah matang.
“Ayo ikut aku!” menari tangan Rere menuju taman belakang.
“Kita mau kemana? Nanti Tuan Sean mencari ku,” ucap Rere ragu.
“Apa kau masih mengkhawatirkan itu? Apa kau tidak melihat dia bersama wanita masa lalunya yang mungkin saja masih ia cintai, lihat! Apa dia mencari mu saat ini?” tanya Bryan menghentikan langkah kakinya dan menatap nanar pada wanita yang sudah terisak karena pertanyaannya.
“Apakah aku akan di buang?” tanya Rere sambil menunduk sedangkan tubuhnya bergetar karena menahan tangisannya.
“Tenanglah, meskipun itu terjadi, aku akan tetap bersamamu dalam suka maupun duka, menangislah dan jangan kau tahan luka yang ada di hatimu, aku ada di sini, bersamamu,” menari Rere dalam dekapannya dan mengelus punggung Rere.
“Hikss, hikss, hikss,” tangis Rere pun pecah dalam pelukan pria yang selama ini menjadi dewa penolongnya.
*To be continue*
Terima kasih,,,
...****************...
Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,, 🤗
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,, 😘
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,, 🤗
Follow IG Author @aran_diah