Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 2 Aku ingin kita bercerai
Zea segera beranjak dari duduknya meninggalkan Ryan yang masih berdiri menatap sinis pada Zea.
“Mau kemana kamu Zea?” Ryan tak terima dengan sikap tenang Zea, padahal tadinya Ryan berharap Zea marah dan mereka bertengkar hebat setelah itu Ryan ada alasan untuk keluar dari rumah mereka.
“Aku mau ke kamar mas, ada yang bisa aku bantu lagi mas?” tanya Zea balik, Ia menjawab pertanyaan Ryan sambil tersenyum manis, hal yang biasa dilakukannya ketika melihat Ryan kesal padanya.
“aku mau bicara!” Ryan ingin memberi tahu Zea kalau dirinya dan Freya sudah menjadi sepasang kekasih, dan Ryan ingin Zea minta cerai padanya.
“Bicara masalah apa mas Ryan?” Zea dengan raut wajah dinginnya bertanya balik pada suaminya itu.
Ryan tertegun melihat raut wajah Zea yang tak seperti biasanya, boleh dibilang Zea belum pernah menatapnya dengan cara seperti ini, dengan cepat Ryan mengontrol perasaannya.
“Masalah tadi siang, aku mau mengatakan….” tiba tiba lidah Ryan terasa kelu untuk mengatakan atau memperjelas hubungannya dengan Freya mantan kekasihnya yang dulu menolak diajak menikah karena kedua orang tua Freya tidak setuju dengan Ryan yang hanya seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan.
“Hhhmm ada masalah apa ya?” Zea sengaja mempermainkan perasaan Ryan yang terlihat sedikit ragu untuk mengatakan keinginannya.
“Apa kamu sekarang tidak merasa, hidup kamu dalam masalah?” Ryan memancing reaksi Zea dengan balik bertanya.
“Namanya hidup pasti ada masalah, kalau nggak mau ada masalah mati saja mas!” sahut Zea
“Zea..! jaga bicara kamu jangan kasar! aku suami kamu Zea!” bentak Ryan, Ia tersentak kaget ketika kata mati yang Zea ucapkan seolah menyumpahi dirinya agar segera meninggal.
“Apa sih mas Ryan, dari tadi bawaannya marah terus, kamu ada masalah apa sama aku! kalau ada masalah dengan orang lain jangan pelampiasannya sama aku dong, nggak enak banget dari tadi di bentak nggak jelas sama kamu”
Ungkapan Zea membuat Ryan terdiam, tanpa di sadari oleh Ryan sejak tadi Ia terlihat kesal pada Zea, dan itu di perhatikan oleh Zea.
“Sorry Zea….” Ryan spontan meminta maaf pada istrinya tersebut, Zea hanya melengos dingin mendengar kata maaf dari Ryan.
“Kamu marah Zea..” Ryan kembali mengajak Zea bicara
“Marah? marah karena apa?” Zea pura pura tidak mengerti maksud dan tujuan Ryan menanyakan hal ini padanya.
“Jangan pura pura nggak tahu Zea!” bentak Ryan
“Kamu mending mandi deh mas, persiapkan dirimu dengan baik, setelah itu baru bicara denganku, harus banget ya sekarang membahas hal yang aku anggap nggak penting!”
tegur Zea, Ia malah menyuruh Ryan membersihkan dirinya dan mempersiapkan kata kata yang akan Ryan katakan pada Zea.
Ryan melotot ketika mendengar apa yang Zea katakan padanya, sisi lain dari seorang Zea baru di sadari oleh Ryan.
[Zea bisa tegas dan judes juga, ternyata selama ini aku belum terlalu mengenal Zea, banyak hal yang masih Zea sembunyikan dariku]
Ryan tanpa banyak bicara langsung pergi meninggalkan istrinya itu, ada sedikit rasa bersalah di diri Ryan, tapi semuanya kalah dengan ambisinya untuk bisa kembali bersatu dengan Freya, wanita yang dulu sangat dicintainya.
[Mas Ryan sepertinya ingin segera mengakhiri pernikahan kami, oke mas aku akan permudah jalan kamu untuk menikah dengan wanita itu]
Tekad Zea, Ia juga nggak mau diperlakukan sewenang-wenang oleh Ryan, walaupun tidak ada orang yang akan membelanya, Zea akan mempertahankan harga dirinya sebagai istri dan juga seorang wanita.
[Untuk apa mempertahankan pria yang sudah tidak menginginkan kita lagi, sia sia menjalani pernikahan seperti itu] gumam Zea dalam hati.
***
Setelah membersihkan badannya Ryan kembali mengajak Zea bicara, seolah dia sedang di kejar target, dan sekarang harus di selesaikan dengan cepat.
“Zea…” panggil Ryan yang datang menghampiri Zea yang masih betah duduk di ruang tengah di rumah mereka tersebut.
“Iya mas Ryan…” sahut Zea tapi matanya tetap melihat pada ponsel yang ada di tangannya.
“Aku mau kita bercerai Zea!” tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba Ryan ingin menceraikannya
“bercerai? kenapa mas?” Zea menatap tajam ke arah Ryan yang langsung membuang wajahnya menghindari tatapan tajam dari istrinya.
“Kamu tanya kenapa Zea? kamu nggak sadar ya, penampilan kamu itu loh sangat sederhana dan tidak mencerminkan istri dari seorang pengusaha muda seperti aku ini”
“dan juga kamu hanya beban untuk hidupku, gaya kampungan kamu itu membuat aku malu memperkenalkan kamu adalah istriku!”
Ryan menjelaskan kalau dirinya sudah tak nyaman dengan penampilan Zea yang sangat sederhana dan terkesan kampungan, Ryan tak menginginkan wanita seperti Zea untuk menjadi istrinya lagi.
Zea tak bisa berkata kata karena dia sangat kaget saat ini. Zea menatap wajah Ryan dengan tatapan tak percaya, kalau kata kata keluar dari mulut Ryan, setelah diam sesaat untuk menenangkan dirinya.
Zea menggeleng kepalanya sebelum mengatakan apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
“Memangnya kamu merasa sudah sangat sukses sekali ya mas Ryan, sampai kamu begitu tingginya menilai dirimu sendiri, kamu lama lama sombong juga ya mas, dulu kamu nggak angkuh seperti ini!”
sindir Zea, Ia mempertanyakan sikap Ryan yang sekarang sudah berubah menjadi sombong.
“Aku bukan sombong Zea, aku realistis! kamu yang tidak pernah mau maju, sudah tahu suami kamu ini seorang pengusaha muda, kamu harus merawat badanmu dan merubah penampilanmu, jangan seperti ini dong Zea, aku kan malu membawa kamu ke acara penting dan bertemu dengan rekan bisnisku!”
Dengan angkuh nya Ryan menyampaikan pendapatnya tanpa mengindahkan perasaan Zea yang bagai tertusuk duri, mendengar hinaan dari laki laki yang telah menjadi suaminya itu.
“Memangnya kamu pernah memberi aku uang lebih untuk biaya perawatan kecantikan untukku! nggak kan? terus kenapa kamu sekarang menuntut aku untuk berpenampilan seperti wanita lainnya”
Zea tanpa rasa takut menjawab apa yang Ryan katakan, sebelumnya Zea hanya tersenyum atau tertawa kecil ketika Ryan berkata sedikit kasar padanya, atau menyindir penampilan sederhana Zea.
Dulu Zea sempat mempertanyakan sikap ketus dan kasar Ryan ketika mengkritik penampilannya, dan sekarang Zea tahu ternyata Ryan suka membandingkan penampilannya dengan wanita yang sekarang menjadi selingkuhannya.
“Ya kamu kan bisa minta uang nya sama aku Zea, kamu yang perlu, harus kamulah yang berinisiatif untuk meminta uang perawatan kecantikan padaku!” Ryan yang tak mau disalahkan malah menyalahkan Zea yang tidak pernah meminta uang lebih padanya.
“Kalau kamu mau istri kamu cantik langsung dikasih uang, jangan di tunggu istri kamu meminta terlebih dahulu” balas Zea dengan sengit, Ryan terpaku melihat sikap perlawanan dari Zea.
“Terserah kamu mau bilang apa Zea, aku akan menceraikan kamu secepatnya!” Ryan sudah tidak mau berdebat lagi dengan Zea yang selalu menyudutkannya berdebat kali ini.
“Silahkan Ryan! kalau perlu jatuhkan talak padaku sekarang juga” Zea bukannya takut atau menangis memohon mohon pada Ryan, malah dengan senang hati minta ditalak sekarang juga.