NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:39.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Selama ini, aku bertahan bukan karena masih mencintaimu, Arsen. Bukan juga karena aku lemah. Tapi, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuat kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Kabar Baik?

"Kenan!"

Rendra masuk ke dalam rumah sambil terus memanggil cucunya.

"Kenan!" teriaknya lagi. Namun, tidak ada jawaban.

Di tengah langkahnya, ia berpapasan dengan salah satu pelayan.

"Di mana Kenan?" tanya Rendra.

"Tuan muda sedang berada di ruang kerja, Tuan."

Tanpa menunggu lebih lama, Rendra segera menuju ruang kerja itu. Bahkan, ia langsung membuka pintunya tanpa mengetuk terlebih dahulu.

"Kenan!"

Kenan sedikit terkejut. Ia mengangkat kepala, lalu berdecak pelan.

"Ck, mengagetkan saja," gerutu Kenan.

Rendra menghampiri meja kerja dan langsung duduk di kursi di depannya.

"Kakek membawa kabar baik."

"Kabar baik apa?" tanya Kenan datar, matanya kembali tertuju pada laptopnya.

"Alena. Dia akan bercerai dengan suaminya."

"Oh."

Jawaban singkat itu membuat dahi Rendra berkerut. "Reaksi macam apa itu?" protesnya. "Ini kabar bagus untukmu, Ken! Itu berarti kamu masih punya kesempatan untuk—"

"Kek," potong Kenan tegas. "Berhenti menjodoh-jodohkan ku dengan wanita mana pun. Apalagi dengan Alena."

"Kenapa? Alena itu wanita yang baik."

Kenan akhirnya mengalihkan pandangannya. "Kek, dia sudah menikah."

"Sebentar lagi dia bercerai!" seru Rendra.

Kenan mengembuskan napas pelan, lalu menatap kakeknya dengan curiga. "Ngomong-ngomong, dari mana Kakek tahu dia akan bercerai?"

"I-itu..."

Tatapan Kenan semakin tajam. "Kakek bertemu dengannya, ya?"

Rendra langsung salah tingkah. "Kakek..." Ia akhirnya menghela napas panjang. "Baiklah. Tadi Kakek bertemu Alena di halte bus. Dia menceritakan semuanya."

Kenan menyandarkan tubuhnya ke kursi, kedua tangannya terlipat di depan dada.

"Aneh. Untuk apa dia menceritakan masalah pribadinya pada Kakek?"

"Aish, jangan berpikir macam-macam." Rendra melambaikan tangannya. "Alena bukan wanita seperti itu. Justru Kakek yang memaksanya bercerita."

Kemudian, Rendra mulai menceritakan pertemuannya dengan Alena di Halte bus.

Saat melihat raut sedih di wajah Alena, ia tidak bisa menahan rasa penasarannya.

"Ada apa, Alena?" tanyanya lembut. "Apa sedang terjadi sesuatu?"

Alena tersenyum kecil sambil menggeleng. "Tidak ada apa-apa, Kek."

"Jangan bohong. Kakek bisa melihat kalau ada yang mengganggu pikiranmu." Rendra menatapnya lekat. "Apa kamu sedang punya masalah dengan suamimu?"

Alena kembali menunduk. Kali ini, ia memilih diam.

"Ceritakan saja pada pak tua ini." Rendra tersenyum hangat. "Tenang, Kakek sangat pandai menyimpan rahasia."

Alena terkekeh pelan. "Terima kasih, Kek. Tapi... ini urusan rumah tanggaku. Rasanya kurang pantas jika aku membebani Kakek dengan masalahku."

"Kenapa tidak pantas?" sahut Rendra. "Meskipun Kakek orang luar, setidaknya Kakek bisa memberimu nasihat. Kakek sudah melewati banyak pahit-manis kehidupan."

Ia lalu menundukkan kepala dan memasang wajah sedih. "Lagipula, usia Kakek sudah tua. Entah sampai kapan Kakek masih bisa mendengarkan cerita orang lain."

"Kakek!" tegur Alena dengan wajah tidak senang. "Jangan pernah mengatakan hal seperti itu."

Rendra tersenyum penuh kemenangan. "Nah, kalau begitu, tidak ada salahnya bercerita pada Kakek, kan?"

Alena mengembuskan napas panjang. "Suamiku selingkuh, Kek."

"Apa?" Mata Rendra membelalak. "Selingkuh?"

Alena mengangguk pelan. "Dia mengkhianati ku selama satu tahun." Ia tersenyum pahit. "Dan, yang lebih menyakitkan, kedua mertuaku mengetahui semuanya dan bahkan merestui hubungan mereka."

"Mereka juga berencana mengusirku dari rumah tanpa memberiku apa pun."

Wajah Rendra mengeras. "Kurang ajar!" geram Rendra. "Bagaimana bisa ada keluarga seperti itu?"

Alena hanya tertawa getir.

"Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Rendra.

"Aku sudah mengumpulkan bukti perselingkuhan mereka. Tapi menurutku, itu masih belum cukup."

"Kenapa? Bukti itu sudah lebih dari cukup untuk menuntut hak mu."

"Itu memang benar." Alena mengusap cincin di jarinya. "Tapi, rasanya tidak adil bagiku."

Ia menatap lurus ke depan. "Perusahaan yang sekarang suamiku kelola dibangun dari uang hasil penjualan rumah peninggalan orang tuaku. Itu satu-satunya warisan yang mereka tinggalkan untukku," seru Alena dengan suara bergetar. "Aku menyerahkan semuanya karena percaya padanya. Tapi sekarang, dia ingin mengusirku dan mengambil semuanya."

Rendra mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Keterlaluan."

Alena tertawa pahit. "Kalau aku tidak bisa mendapatkan perusahaan itu sepenuhnya, maka aku akan menghancurkannya. Biar mereka juga merasakan sakit yang selama ini aku rasakan."

Tatapan Alena berubah tajam, penuh tekad. "Itulah alasan kenapa aku mencari pekerjaan sekarang. Selain ingin mengembangkan diriku, aku juga ingin mengumpulkan uang untuk menyewa pengacara terbaik." Ia lalu sedikit mendekat ke arah Rendra. "Dan yang paling penting, aku bisa melawan suamiku dari dalam perusahaan pesaingnya. Aku berharap, itu bisa menjadi awal kehancuran mereka."

"Kalau begitu, aku tahu orang tepat yang bisa membantumu," ujar Rendra.

"Benarkah?" Wajah Alena berbinar. "Siapa, kek?" tanyanya.

"Tentu saja Cucuku."

***

Setelah mendengar semua cerita itu, ruang kerja mendadak hening.

Wajah Kenan perlahan berubah serius. Ia menyadari, di balik senyuman yang tenang, wanita itu sedang memikul luka yang begitu dalam.

Kenan akhirnya menarik napas panjang. "Kakek memang luar biasa," ucapnya.

Rendra langsung tersenyum bangga.

"Tapi..." Wajah Kenan berubah kesal. "Kenapa Kakek selalu menggunakan alasan usia tua untuk memaksa orang lain, hah?"

Rendra berdecak pelan. "Sudahlah. Itu tidak penting."

Mata Kenan membelalak. "Tidak penting bagaimana? Kakek selalu melakukan itu!"

"Kamu ini terlalu banyak protes." Rendra melambaikan tangannya. "Yang penting sekarang, kamu harus membantu Alena."

Kenan mengusap wajahnya frustasi. "Membantu bagaimana, Kek? Aku sudah menerimanya bekerja di perusahaan. Apa itu masih kurang?" Ia menggeleng pelan. "Lagipula, perselingkuhan suaminya adalah urusan rumah tangga mereka. Kita hanya orang luar. Sebaiknya jangan ikut campur."

Rendra mendengus kasar. "Tapi, Alena sedang sendirian. Dia membutuhkan dukungan." Ia menatap cucunya lekat-lekat. "Bukannya kamu pernah bilang suaminya itu adalah rival mu? Kamu bahkan tidak menyukainya. Kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini."

Kenan terdiam beberapa saat. Namun, akhirnya ia menggeleng.

"Lupakan saja, Kek. Aku tidak suka mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain."

Rendra mendecak kesal. "Ck, dasar bocah bodoh."

Kenan hanya mengembuskan napas panjang. Berdebat dengan kakeknya memang tidak akan ada habisnya.

"Oh, ya." Tiba-tiba Rendra teringat sesuatu. "Kenapa saat Kakek mengatakan bahwa kamu adalah pemilik WIN Group, Alena justru tertawa? Dia seperti tidak percaya."

Kenan tertegun. "Kakek memberitahunya?"

Rendra mengangguk tanpa rasa bersalah. "Kakek hanya menawarkan bantuan saja," ucapnya.

Kenan menghela napas berat.

"Kenapa memangnya? Bukannya kalian sudah bertemu dan mengenal satu sama lain?"

"Kakek tidak akan mengerti," gumam Kenan. Pikirannya langsung melayang pada pertemuan pertamanya dengan Alena.

Saat itu, ia datang dengan pakaian sederhana dan bahkan sempat dianggap sebagai orang biasa. Sejak awal, Alena memang tidak pernah melihatnya seperti seorang pemilik perusahaan besar.

"Ada apa sebenarnya, Ken? Apa jangan-jangan, kamu belum bertemu dengannya?"

"Tentu saja sudah Tapi... Ah, lupakan!" Kenan menutup laptopnya, lalu menyandarkan tubuh ke kursi. "Syukurlah kalau dia tidak percaya aku adalah pemilik WIN Group."

"Hah?"

1
Muft Smoker
jgn marah2 kek ,, namany juga ank2 ,, 😂😂😂😂 ,,
nakal sdkit gpp ,, yg penting nnti kek dapet cucu menantu idaman ,,
nunik rahyuni
bocah nakal lg kasmaran kakek..relakan saja hp jadulnya...untuk kelancaran menjemput calon cucu menantu🤣🤣🤣
Ma Em
Alena semangat ya dan kamu jgn mau direndahkan Arsen , Kenan pasti bohong pada Alena bahwa dia menggantikan kakek Rendra .
sunaryati jarum
Orang panik juga bisa lupa.sampai menggandeng tangan.orang tidak merasa.Untuk.Arsen Emak beritahu ya kamu memiliki masalah kesuburan jadi diaknosa saat masih jadi suami Alena kemungkinan kecil membuat pasangan kamu hamil
Muft Smoker: atuh perlu di pertanyakan atuh mak ,, ank di kandungan erina????😲😲😲😲😲
total 1 replies
sunaryati jarum
Astaga kirain emak Kenan baca pesan di Hp Alena, ternyata.hp kakek Rendra dibaea🤣🤣🤣
sunaryati jarum
O yang baca Tuan Kenan,ya.Sudaj berani baca pesan di Hp Alena
Yeni Astriani
ternyata saingan terberat Kenan dalam mendapatkan perhatian Alena Kakek Rendra sampai mencuri hape kakek nya sendiri biar gak bisa kencan sama Alena.
aduhh😂😂😂
nunik rahyuni
kan...kenan nakal..orsng tua dikerjai...sampai seisi rumah di balik cuma cari hp..tp sang cucu yg licik menguntit nya🤣🤣g ada nyali nya kenan...klo suka bilang bos
Heny
SUAMI YG GK BERSYUKUR DPT ISTRI SETIA DAN BAIK HATI
Heny
Main cabtik Alena
Heny
Alena yg sabar
nunik rahyuni
yg di beri kbr si kakek tp notif nya msuk di hp kenan jg🤣🤣🤣l modus kenan licik
Muft Smoker
jgn2 yg nerima pesan bukan kek rendra tp si kenan ,,
😂😂😂😂
sunaryati jarum
Bosnya suka kamu,dia bayar dengan dana pribadi ,dia mengatakan dana perusahaan agar kamu tidak menolak.Untuk urusan Arsen di perusahaan ASN kamu tidak perlu kawatir,dari hasil sidang dan terungkapnya fitnah Arsen padamu, Arsen sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi.Apalagi jika perselingkuhannya diungkap, mungkin para pemegang saham memintanya mundur
sunaryati jarum
Semangat dan sukses Alena.Dan emak ingin segera melihat kehancuran Arsen dan keluarganya termasuk selingkuhannya
sunaryati jarum
Kenan Pepet Alena dengan dalih menemani kakek Rendra.Cerdas juga bisa memanfaatkan kedekatan kakeknya dengan Alena 🤣🤣🤣👋👋
Ma Em
Semangat Alena semoga kamu makin sukses selalu bahagia tinggalkan masa lalu menuju masa depan yg bahagia , semoga Arsen tdk akan pernah bahagia bersama selingkuhan nya dan mendapatkan balasan yg lbh menyakitkan .
Muft Smoker
tdk perlu memandang lg kebelakang Alena ,, anggap aj mereka mimpi buruk yg perlu km lupain ,,
Muft Smoker
tkuut kesaing ma kakek ny sndriii yx kenan😂😂😂😂😂
sunaryati jarum
Arsen yang menghubungi atau ada bukti baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!