NovelToon NovelToon
MY DEVIL PARTNER

MY DEVIL PARTNER

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:360.7k
Nilai: 5
Nama Author: musbich

"Kamu pikir aku memperhatikanmu? Aku hanya khawatir dengan lingkunganmu. Akan ku habiskan yang berani mengganggumu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

PARIS POINT OF VIEW:

Masih di dalam mobil dengan suasana hujan yang sangat deras, mesin mobil menyala tapi mobil belum bergerak dan tetap pada tempat nya.

Sedangkan aku yang merasa canggung setelah dhika menciumku barusan, hanya bisa terdiam memperhatikan hujan yang semakin deras.

Apa yang harus ku lakukan?

Kenapa aku bisa mendapatkan suami yang mengagumkan seperti Dhika?

Yang ku takuti saat ini hanyalah ‘aku takut tiba tiba jatuh cinta padanya,’

Perilakunya padaku akhir akhir ini menjadi sangat baik dan pengertian padaku, tidak bisakah dia berubah menjadi manusia dingin dan pemarah seperti dulu supaya aku lebih mudah membencinya lagi.

Entahlah apa yang terjadi pada diriku? Akhir akhir ini aku sangat suka menghabiskan waktu dengannya, meskipun terkadang berakhir dengan perdebatan tak jelas.

Tapi dia memang benar, aku suka mengikuti kemanapun dia pergi. Aku merasa nyaman saat berada di dekatnya. Setiap waktu bersama nya membuat hatiku bergetar, dan aku enggan berpisah dengannya. Kenapa dulu aku tidak kuliah kedokteran saja seperti yang disarankan mamaku supaya aku bisa mengikutinya kemana saja.

Aku takut tidak bisa mengendalikan perasaanku saat dekat dengaannya. Ini akan sangat sulit sekali, bahkan aku tergoda meskipun dia dalam keadaan tidak rapi seperti ini.

Dia menggulung kemejanya yang basah sampai siku. Rambutnya yang berantakan membuatnya terlihat semakin mengagumkan dan sexy saja.

Aku menggigit bibir bawahku membayangkan saat dia menaklukkanku di atas ranjang. Ini benar benar memalukan! Bisa bisanya aku memikirkan itu di saat hujan seperi ini.

“Apa kita harus tetap di sini menunggu hujan reda?” Tanya Dhika.

Apapun yang dia katakan, aku hanya tertuju pada bibirnya yang sexy dalam keadaan basah karena air hujan.

“Terserah kamu saja,” kataku mengalihkan pandanganku untuk menahan hasrat ini.

Dhika melajukan mobil nya menuju rumah. Memarkirkan mobil di halaman rumah, terlihat hujan yang mulai mereda. Terdapat rintikan gerimis yang membuatku sedikit berlari untuk masuk ke rumah.

“Wah, kakak kehujanan?” Tanya kanaya menatapku dengan gaun yang sudah basah.

“Deras sekali hujan nya, Kay. Kok sepi? Mana papa sama mama?” tanyaku.

“Ada acara, mungkin akan pulang malam,” kata kanaya seraya membuka kulkas.

“Pulang malam?” suara Dhika membuat jantungku berdetak lebih cepat saja.

“Tadi papa bilang begitu sih,” sahut kanaya.

“Kalau begitu aku membersihkan diri dulu,” kataku sedikit berjalan lebih cepat menuju kamar.

Suara langkah kaki Dhika yang berjalan di belakangku membuat hatiku semakin berdegub kencang. Apa apaan ini? Kenapa aku tidak bisa bersikap seperti biasanya lagi?

“Paris,” dhika menahan tanganku sesaat setelah kami masuk dan dia menutup pintu kamar kami.

“Apa?” tanyaku lirih.

“Kamu kenapa diam saja sejak di mobil tadi? Apa aku melakukan kesalahan?” Tanya nya belum melepas tanganku.

“Tidak,” sahutku cepat serya menggigit bibir bawahku.

Ada apa dengan otakku? Apa aku sudah benar benar menyukai dokter abal abal pecinta belatung ini?

“Lalu kenapa?” Tanya dhika menatapku.

“Aku—“ kataku tidak bisa melanjutkan kata kataku karena tertuju pada bibir nya.

“Kenapa?” Tanya dhika yang terlihat khawatir seraya mengusap pipiku.

Tangannya terasa dingin di pipiku membuat gairahku semakin meningkat. Ini benar benar gila. Apa yang terjadi pada diriku?

“Kamu dingin?” Tanya nya seraya menarik pinggangku hingga tak ada jarak pada tubuh kami.

Tubuhku meremang.

Dia mengangkat daguku dengan tangan kanannya sementara tangan kiri nya setia berada di pinggangku. Dengan lembut dia merasakan bibirku, reflek ku pejamkan mata ini menikmati bibirnya yang daritadi menggodaku.

Suara hujan kembali deras, tapi ciuman kami semakin liar. Aku yang sedari tadi menginginkannya tapi tidak berani menciumnya duluan karena takut dhika akan meledekku, sekarang aku tidak menyia nyiakan kesempatan bagus ini. Aku membalas ciumannya sebisaku.

“Kamu semakin pintar berciuman saja,” kata dhika di tengah tengah ciuman kami.

Aku tidak peduli dengan apa yang dia katakan, aku semakin erat meremas rambut nya menyalurkan segala hasrat yang ingin ku sampaikan. Perlahan tangan nakalnya menarik tali gaunku, mencari resleting di bagian belakang dan dengan terampil membukanya hingga gaunku terjatuh di lantai.

Matanya yang berkabut tertuju pada dadaku, kali ini benar benar tak ada penolakan dariku. Aku menyetujui apapun yang dia lakukan pada tubuhku di atas ranjang.

Deruan napasnya yang sedang aktif naik turun di atas tubuhku membuatku semakin memanas dan mencengkeram lengannya lebih erat.

“Mhhh…” hanya terdengar beberapa kali lenguhan dari kami berdua.

Ini benar benar luar biasa, bahkan saat dia ambruk di atas tubuhku karena pelepasannya .

“Kamu lelah?” Tanya dhika seraya mencium dahiku sejenak.

Dia melepaskan penyatuan kami dan berbaring di sampingku, kami berdua saling mengatur napas di bawah selimut yang sama.

“Aku sudah menyiapkan manager untukmu,” kata dhika seraya memeluk tubuhku lebih erat, bahkan napasnya terasa menggelikan di pipiku.

“Ku pikir kamu yang akan menjadi managerku,” kataku memainkan rambut nya yang sedikit basah karena air hujan tadi.

“Aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku, tapi aku yang akan menentukan menerima tawaran iklan untukmu atau tidak,”

“Curang, aku tidak bisa mengaturmu dalam pekerjaan tapi kamu bisa mengaturku,” cebikku dengan hati yang berdegub kencang karena posisi kami yang sangat intens ini.

“ Aku suka mengaturmu,” kata dhika terkekeh menenggelamkan kepalanya di dadaku.

“Dhika—“ protesku karena geli.

“Kenapa? Tidak boleh seperti ini?” Tanya nya.

Pertanyaan polos macam apa itu?

Membuatku malu saja untuk menjawab nya.

“Siapa yang bilang tidak boleh?” kataku gugup.

“Berarti boleh,” katanya seraya mengendus endus di bagian itu, sedangkan aku menggeliat menahan geli.

“Apa kamu berniat menceraikanku?” pertanyaan meluncur dari mulutku begitu saja.

Dhika melepaskan pelukannya dan menatapku sejenak.

“Apa maksudmu?” Tanya nya.

“Maksudku, orang yang kamu tunggu sudah datang dalam hidupmu lagi. Apa kamu akan kembali pada nya?” tanyaku hati hati.

“Kenapa harus kembali padanya jika sudah ada kamu, dan kamu perlu tahu jika aku tidak pernah menunggu nya,”

“Kamu tidak perlu menjelaskannya padaku, bukannya kita hanya teman di atas ranjang saja?”

“Kamu menganggapku begitu?” Tanya dhika dengan raut wajah kecewa.

“Bukannya kamu yang menganggapku seperti itu? Kamu melakukan apapun padaku tanpa cinta kan? Aku merasa seperti jalang saja saat ini,” kataku nanar.

“Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu,” kata dhika menghembuskan napasnya berat.

“Lalu?” tanyaku meminta penjelasan tentang hubungan kami.

“Sudah ku bilang jika kamu istriku,”

“Hanya karena kita suami istri?” tanyaku kecewa mendengar jawaban nya.

“Tidurlah, atau kamu mau membersihkan diri dulu kemudian tidur?” kata Dhika mengambil pakaian dari lemari. Dia memakainya dan keluar dari kamar.

Rasanya aku ingin menangis saat ini juga, aku benar benar merasa seperti jalang sekarang. Bahkan jika dia sudah tak menginginkanku, dia bisa membuangku kapan saja.

Aku terisak di dalam selimut cukup lama, aku memang manusia paling bodoh. Setelah puas menangis, aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badanku.

Cukup lama aku berendam air hangat di dalam, melepaskan segala penat yang muncul hari ini. Setelah ku rasa cukup, aku keluar kamar mandi masih mengenakan handuk.

Terlihat 3 boneka beruang berukuran besar tengkurap di kasur. Boneka kesukaanku yang ada di film ‘we bare bears’. Aku mendekati boneka itu, terselip kartu kecil di telinga beruang kutub berwarna putih. Dengan cepat aku membukanya,

❤️I Love You,

Dhika,❤️

Dhika? Aku tersenyum membaca tulisan singkat di kartu itu. Lalu kemana dia sekarang? Aku meraih ponselku yang ada di kasur, terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari Dhika.

Apa dia menelponku saat aku berendam tadi? Tiba tiba ponsel yang ku pegang bergetar lagi. Ku lihat nama suamiku muncul di layar ponsel. Dengan cepat aku menyentuh symbol berwarna hijau.

“Sudah mandinya?” suara dhika terdengar di ujung sana.

“Hem,”

“Lama sekali mandimu, bahkan pintu kamar mandipun terkunci,”

“Aku takut ada yang mengintip,” sahutku malas.

“Maaf, tidak bisa menemanimu tidur malam ini,”

Aku melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 8 malam.

“Lalu?” tanyaku cuek.

“Sudah melihat kejutan dariku?” Tanya nya menunggu jawabanku.

“Hem,”

“Hanya hem saja? Kamu tidak suka? Padahal aku sudah mempersiapkannya jauh jauh hari,” kata dhika terdengar kecewa.

“Kamu dimana?”

“Maaf, aku ada autopsy mendadak kali ini. Aku berangkat dengan tergesa gesa tadi, jadi tidak sempat berpamitan. Jangan lupa makan, aku mencintaimu,” kata Dhika.

Aku tersenyum mendengar nya, tanpa menjawab ucapannya. Aku terdiam cukup lama dengan senyuman yang mengembang sempurna.

“Paris? Kamu belum menutup sambungannya kan? Kenapa diam saja?” Tanya nya.

“Cepatlah pulang, aku menunggumu,” sahutku tersenyum lebar kali ini.

“Jangan menungguku, aku tidak bisa berjanji pulang jam berapa,”

“Pulang pagi?”

“Mungkin,”

“Jangan lupa makan,” kataku seraya menggigit bibir bawahku.

“Pasti,”

“Terimakasih kejutannya,” kataku.

“Kamu suka?”

“Suka,”

“Mana yang kamu suka? Ada tiga beuang kesukaanmu? Kamu suka panda? Beruang kutub atau beruang coklatnya?” Tanya dhika.

“Aku suka tulisan dalam kartumu, I love you too, Dhika,” kataku seraya menutup panggilan nya.

1
Rahmawati
bagus banget
ratna wati
suka
Cecilia Woen
Kecewa
Mhira Tzabit
hahahahahhaha
Caturtws
baik baik baiiiikkkk sangat baiiiikkkk
Caturtws
kak gimana kabarnya
Ade Jayanti
ceritanya hampir mirip Drakor justice farners. bedanya dokter d film sudah Mateng umurnya dan tidak ada drama percintaan nya. tapi hampir 60% Cerita nya mirip, karakter dokternya juga mirip, kasus2 kriminal juga mirip.
Caturtws
nunggu banget lanjutan angel in crime
Novianti Ratnasari
paris tuh terlalu di manja am pph nya am kkek nenek nya jd gt
Novianti Ratnasari
Paris ngikut jejak ibu nya😂😂😂😂
Khalisah Rochman
author pinter bgt.... semua ilmu ad di novelmu thor 😍😘😘😘
Khalisah Rochman
keren thor.... luar biasa karyamu.... the best pokokx... lope lope sekebon deh 😍😘😘😘😘❤❤❤
RINDU ⭕
Author, ceritanya bagus dan seru, maaf, penulisan nama diawali huruf besar ya, Zea
⭐⭐⭐⭐⭐🙏🙏
Indah Nihayati
bagus thor mampir nih
Nur Yuliastuti
suka dg cerita ini,, ku kesini llagi Thor 🤗

sehat sehat sll yaa 🤗
Nur Yuliastuti
baiklah Yesha,, tunjukkan pesonamu Paris 🤗
Nur Yuliastuti
🤭🤭🤭
Nur Yuliastuti
lagi 😃
Nur Yuliastuti
kangen Dokter Dhika jd kesini 😍
Riska Wulandari
lah kalo g ada Ratu ntar d panggil apa,??Mahar atau Dhika juga???🤭🤭🤣🤣
terimakasih cerita menghiburnya thor..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!