NovelToon NovelToon
Sins Of The Playboy

Sins Of The Playboy

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.

Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.

Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.

Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.

Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.

~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Sinar matahari pagi Chicago menerobos masuk melalui celah-celah gorden tirai kamar rawat VIP nomor satu Stone Hospital.

Cahaya itu menerangi aroma antiseptik yang bercampur dengan keheningan mencekam yang belum juga memudar sejak semalam.

Di atas ranjangnya, King Stone telah terjaga sejak pagi. Setelan pasien rumah sakit sutra hitam yang dikenakannya tampak sedikit kusut, senada dengan gurat frustrasi yang samar di wajah tampannya yang berahang tegas.

Bunyi cklek pelan dari pintu memecah kesunyian.

Olivier Martinez melangkah masuk dengan keanggunan seorang dokter profesional yang mutlak.

Jubah putih kedokterannya terayun lembut seiring langkah kakinya yang konstan. Rambut cokelat gelapnya dicepol rapi di belakang kepala, menampilkan leher jenjangnya yang indah tanpa cela.

Di tangannya, sebuah papan klip berisi grafik rekam medis terbaru siap untuk diisi. Wajahnya datar, sepasang mata bulatnya sedingin hamparan es di danau Michigan saat musim dingin.

"Selamat pagi, Tuan Stone," sapa Olivier dengan nada suara yang monoton, sepenuhnya formal tanpa ada riak emosi sedikit pun. Ia berjalan menuju sisi ranjang, memeriksa tabung infus dan mesin monitor tanpa sekali pun menatap langsung ke dalam manik mata King.

King Stone menatap wanita di hadapannya. Rasa rindu, penyesalan, dan ego yang telah terkubur selama sepuluh tahun mendadak bergejolak, memicu insting lamanya sebagai seorang penakluk yang tidak pernah ditolak.

King menegakkan punggungnya sedikit, bersandar pada bantal empuk sembari menyunggingkan sebuah senyuman miring yang sangat tipis—sebuah senyuman penuh pesona yang selama masa kuliahnya selalu berhasil membuat para gadis bertekuk lutut dalam hitungan detik.

King sengaja merendahkan pitch suaranya menjadi bariton yang dalam dan serak, mengaktifkan taktik playboy internasionalnya yang telah melegenda.

"Pagi yang cerah, Dokter Martinez. Kurasa penangananmu semalam sangat luar biasa. Luka di perutku tidak lagi terasa se-menyiksa saat melihatmu berjalan masuk ke kamar ini."

Olivier menghentikan gerakan tangannya yang sedang memeriksa selang infus. Ia tidak tersipu, tidak juga menunjukkan tanda-tanda gugup seperti ratusan wanita yang pernah mendengarkan kalimat manis King.

Olivier hanya menoleh lambat, menatap lurus pada wajah King dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa muak yang teramat dalam.

Sebuah dengusan sinis lolos dari bibir tipis Olivier. Ia menjatuhkan kembali papan klipnya ke atas meja nakas dengan bunyi ketukan yang disengaja.

"Simpan bualan murahanmu itu untuk para wanita simpananmu di luar sana, Tuan Stone," balas Olivier, suaranya terdengar sangat tajam dan dingin, menusuk langsung ke pusat harga diri King.

"Di mataku, pesona murahan internasional yang sangat kau agungkan selama sepuluh tahun terakhir ini... sudah tidak ada bedanya dengan tumpukan sampah yang membusuk di dermaga selatan. Menjijikkan."

Kata-kata Olivier laksana tamparan tak kasat mata yang membuat senyuman di bibir King Stone lenyap seketika. Rahang pria itu mengeras, dan kilat amarah bercampur rasa terluka melintas cepat di mata elangnya. Namun sebelum King sempat membalas kalimat menusuk tersebut, pintu kamar rawat VIP kembali terbuka lebar tanpa ketukan.

"Uncle King!!!"

Suara cempreng seorang anak kecil memecah ketegangan yang hampir membekukan ruangan tersebut.

Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun berlari masuk dengan langkah tegap, mengenakan jaket denim mini dan celana jins hitam yang sangat modis.

Bocah itu adalah Xander Stone, putra tunggal dari Kaelix Hayes Stone.

Di belakangnya, menyusul seorang anak perempuan berusia Lima tahun bernama Kyara Stone, yang sedang digandeng oleh ayahnya, Kendrick Stone. Kyara tampak menggemaskan dengan gaun merah muda, membawa sebuah boneka beruang kecil di pelukannya.

Olivier otomatis mundur selangkah, memberikan ruang bagi anak-anak tersebut. Suasana kamar yang semula dipenuhi ketegangan asmara masa lalu yang beracun, mendadak berubah dengan kedatangan para penerus klan Stone.

Di ambang pintu, berdiri dua pria yang melengkapi legenda lama Chicago. Kendrick Stone, sang pangeran kedua yang selalu memasang wajah santai namun penuh tipu daya, masuk sembari menggendong Kyara dengan satu tangan.

Di sebelahnya, berjalan dengan langkah lambat yang teramat tenang dan mengintimidasi, adalah Kaelix Hayes Stone, si bungsu dari tiga bersaudara.

King, Kendrick, dan Kaelix.

Di masa lalu, saat mereka masih menduduki bangku high school, tiga bersaudara ini dikenal dengan julukan pangeran Triple K.

Mereka adalah kombinasi maut antara ketampanan aristokrat, kekayaan tanpa batas, dan reputasi gelap yang membuat seluruh seisi sekolah tunduk. King adalah sang pemimpin yang arogan, Kendrick adalah si konyol yang licik, dan Kaelix adalah yang paling dingin, misterius, serta sama sekali tidak tersentuh oleh siapa pun.

Olivier Martinez menatap ketiga pria dewasa itu bergantian. Ingatan masa mudanya di koridor sekolah sempat berputar sesaat, namun ia dengan cepat menekannya dalam-dalam. Ia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk bernostalgia atau merindukan masa-masa di mana dirinya pernah menjadi bagian dari lingkaran hidup Triple K.

Baginya, masa-masa itu telah selesai dan dikubur bersama rasa sakitnya.

Xander, anak laki-laki Kaelix, berjalan mendekati ranjang King dengan ekspresi yang sangat tenang untuk anak seusianya—sebuah sifat turun-menerus dari ayahnya. Namun, ketika bocah itu mendongak menatap King, Olivier yang berdiri di sisi lain ruangan tidak bisa menahan pandangannya untuk tidak terpaku pada wajah anak tersebut.

Xander memiliki fitur wajah yang luar biasa tampan, namun yang paling mencolok dan unik adalah sepasang matanya. Mata kanan Xander berwarna biru safir yang jernih, sementara mata kirinya berwarna cokelat gelap yang hangat. Sebuah kondisi heterokromia langka yang justru membuat ketampanannya terlihat magis dan tidak nyata.

Olivier yang pada dasarnya menyukai anak-anak, merasakan dinding es di wajahnya sedikit mencair saat menatap Xander.

Mengabaikan keberadaan King dan Kendrick, Olivier memilih untuk melangkah mendekati Kaelix yang berdiri diam di dekat sofa kulit, bersedekap dengan aura tak tersentuh yang pekat.

"Anakmu ganteng, Kae..." ucap Olivier dengan nada suara yang tulus, sebuah senyuman tipis yang murni akhirnya terukir di bibirnya setelah sekian lama. "Mata uniknya itu... benar-benar membuatnya terlihat seperti pangeran kecil yang keluar dari buku dongeng."

Kaelix Hayes Stone tidak menoleh sepenuhnya. Pria bungsu Stone yang terkenal paling dingin dan tidak pernah membiarkan orang asing mendekatinya itu hanya melirik Olivier dari sudut matanya yang tajam. Ekspresi wajahnya tetap datar, sedatar dinding pembatas kastel mereka.

"Terima kasih," jawab Kaelix pendek. Suaranya terdengar sangat berat, dingin, dan tanpa intonasi emosi apa pun—sebuah respons khas dari seorang Kaelix yang tidak tersentuh oleh pujian duniawi.

Melihat interaksi tersebut, Kendrick Stone yang dasarnya tidak pernah bisa membaca situasi dengan serius, langsung terkekeh keras. Ia menurunkan Kyara dari gendongannya, membiarkan putrinya bermain dengan boneka beruang di kursi, lalu berjalan mendekati ranjang King dengan seringai jahil yang kentara.

"Wah, wah, lihat ini! Dokter Martinez tampaknya sangat menyukai gen klan Stone," seloroh Kendrick dengan nada kocak yang disengaja, menyenggol bahu King yang masih berbaring kaku.

Kendrick mengedipkan matanya ke arah Olivier dengan jenaka. "Tenang saja, Olivier. Kalau kau menikah dengan King nanti, anakmu dan King juga pasti bakalan ganteng juga cantik. Gen dari kakak sulungku ini tidak kalah maut dengan gen milik Kaelix, tahu! Lagipula, kalian berdua kan punya banyak... sejarah masa lalu."

Mendengar ucapan Kendrick yang kelewat batas dan murahan itu, mata bulat Olivier mendadak menyipit tajam, memancarkan kilat kemarahan yang berapi-api.

Seluruh rasa hormatnya sebagai seorang dokter residen senior seolah menguap digantikan oleh rasa geram yang meluap-luap.

"Berengsek, tutup mulut murahanmu, Kend!" bentak Olivier, tidak lagi memedulikan etika rumah sakit atau fakta bahwa ada anak-anak di dalam ruangan itu.

Suaranya ditekan serendah mungkin namun sarat akan ancaman yang mematikan. Ia menunjuk Kendrick dengan papan klipnya.

"Kau sudah menjadi ayah dari seorang putri yang cantik, tapi otak dan mulutmu masih saja gila dan tidak berpendidikan seperti saat di high school!"

Kendrick langsung mengangkat kedua tangannya ke udara, berpura-pura ketakutan dengan tawa kecil yang masih tersisa di sudut bibirnya. "Woah, santai, Dokter. Jangan galak-galak, nanti luka jahitan King bisa terbuka lagi karena ketakutan melihatmu."

King Stone yang sejak tadi menyimak pembicaraan hanya bisa mengepalkan tangannya di balik selimut.

Ucapan konyol Kendrick sebenarnya menorehkan luka baru di hatinya, mengingatkannya pada kenyataan pahit bahwa impian untuk memiliki masa depan dan anak bersama Olivier telah ia hancurkan sendiri sepuluh tahun yang lalu atas nama sumpah dan topeng sialan yang ia kenakan.

King melirik Kendrick dengan tatapan elang yang sangat tajam, memberi isyarat mutlak pada adiknya itu untuk menghentikan leluconnya sebelum ia sendiri yang akan turun dari ranjang dan menghajar wajah konyol itu.

Olivier menarik napas panjang, menstabilkan kembali detak jantungnya yang sempat memburu akibat emosi. Ia merapikan jubah putihnya, kembali memasang topeng profesionalismenya yang sedingin es, lalu menatap King Stone untuk terakhir kalinya pagi itu.

"Pemeriksaan tanda-tanda vital Anda selesai, Tuan Stone. Grafik pemulihan Anda akan saya laporkan langsung pada Dr. Richard," ujar Olivier dengan nada yang kembali formal dan datar, seolah ledakan kemarahannya pada Kendrick beberapa detik lalu tidak pernah terjadi.

"Saya sarankan Anda membatasi jumlah kunjungan agar tekanan darah Anda tidak melonjak akibat percakapan yang tidak penting."

Tanpa menunggu jawaban dari King atau pamit pada pangeran Triple K lainnya, Olivier membalikkan tubuhnya dengan anggun.

Langkah kakinya terdengar tegas memecah keheningan koridor saat ia melangkah keluar dari kamar rawat VIP nomor satu, meninggalkan ruangan yang kini kembali tersedot ke dalam pusaran aura dingin yang mencekam.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
maaf Thor Aku bacanya sampai di sini saja.🙏
Rosdianah 🌷: siap kak 🫶
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Semu Sembako apa sih Thor... kok Aku jadi ngelag ya.🤔🤣
Rosdianah 🌷: Author ingat sembako 🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah iya 48jam itu sama saja dengan 2hari Marthin....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kayaknya Author suka tipe perempuannya lebih Tua dan Laki²nya brondong.🤣🤣✌️
Rosdianah 🌷: hahah 🤣🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau beneran Nora jadi nikahnya dengan Xander, Aku sintil kamu Thor.😁
Rosdianah 🌷: nggak kak🫶 Xander Punya cerita sendiri di sebelah, " I Hired A billionaire" judulnya
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Aku lebih dukung Nora dengan Nicole daripada dengan Xander Thor.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kok malah jadi hubungan dengan sepupuan Thor.... 🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan sampe deh Xander jadi jodohnya Nora karna mereka sepupu terus usia mereka juga lebih tua Nora Thor... rasanya ga enak banget dengernya.😁✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
si mantan playboy, mesumnya ga terkira... sekarang ngerasain gimana rasanya nelen ludah sendiri kan🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor emang ga ada baju / gaun tidur sampe Oliv pake jubah mandi saat tidur yang ada masuk angin dong.🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: author Sampe lupa kasih dia baju😭🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kasar banget Liv...🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sah juga King ga jomblo lagi.🤣🤣🤣
Untung nenek tua sudah tobat kalau ngga sudah Aku dorong tuh sekalian... Bercanda.🤣🤣🤣✌️✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laahh Anda juga salah sebagai Orang tua Kyle Emma karna dulu kalian menekan King untuk menuruti kemauan Grandmaman tanpa ngasih kesempatan dia buat me.ilih pilihan hidupnya sendiri... jadi bukan sepenuhnya salah King tapi Para Tetua juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ngapain sih Lynne Freya ngalangin jalan King buat ngenalin Nora pada Orang tuanya harusnya kalian sebagai menantu paling muda di keliarga itu ngehargai King sebagai Kaka ipar dan Tetua di rumah itu bukan ngejegal dengan melontarkan kalimat² yang kurang pantas di depan anak² lecil... rasanya gimana ya... kayak kurang sopan banget.
harusnya dahulukan dulu King ketemu Kyle sama Emme setelah mereka selesai bicara penting baru kalian komentarin.😤
maaf ya Thor karna Aku komen gini.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
malah sibuk berdebat di depan anak kecil.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akhirnya terkuak juga.
O ya mungkin maksudnya "Mencuri sebagian diriku bukan sebagai diriku" ya Thor.
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak reader 🫶🥰
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm ternyata lagi adu tak tik nih... tapi masa keluarga Stone ga bisa nyari tau tentang Olivier yang sudah mempunyai Nora.. padahal mereka Orang paling berpengaruh di banding dokter Ricard dan Olivier.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah kan cemas juga Liv.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
biarlah King dan keluarga Stone tau kalau Nora ada Liv, karna biar seburuk apapun King dulu padamu tapi Dia ayahnya dan suatu saat juga bakal ketemu karna takdir terutama takdir yang di buat oleh Author.🤣✌️
capek juga kalau harus di sembunyikan...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Semungut King... sudah dapet lampu ijo dari sang Ratu.🤭🤭🤭
tinggal cari tau lebih lagi tentang Oliv biar Kamu bisa berjuang lebih gesit lagi kalau tau sudah memiliki Putri kecil yang cantik dan pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!