NovelToon NovelToon
MENANTU IBU 2

MENANTU IBU 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:662.6k
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Setelah menjadi istri Ardiaz Kavian, Tya semakin tahu karakter orang-orang di keluarga besar Kavian. Sebagai seorang insan yang biasa hidup tenang meski ekonomi pas-pasan, kini dirinya harus terbiasa dengan pasang surut permasalahan di keluarga suami yang tidak kekurangan harta tapi miskin ilmu agama.

"Yang penting suami dan mertua baik, yang sirik biarkan saja berisik."

MENANTU IBU 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Rendah Hati Saja

Ternyata sudah ada Jordan di ruang tamu sedang berbincang dengan Ibu Suri. Menjadi yakin jika ajakan Diaz mundur waktu berangkat ke Bekasi hanya bercanda. Masalahnya, Tya sudah punya rencana dan kesepakatan berkumpul dengan teman-temannya siang ini di Mie Ayam Mang Didi di jam istirahat Yuni yang kerja di garmen. Sementara tiga teman Tya lainnya waktunya lebih fleksibel karena pedagang di toko milik orang tua.

"Berangkat sekarang, Bos?" tanya Jordan yang segera berdiri dan menghampiri Diaz yang menenteng koper di tangan kiri, tangan kanan memeluk pinggang Tya. Ia mengambil alih koper.

Nempel mulu si bos. Dikira gue bakal iri. Padahal .... iya.

"Sekarang. Kecuali lo mau ngopi dulu."

"Nani aja siang ngopinya, Bos."

"Awas aja oleng lagi kayak kemarin."

Jordan nyengir. Sementara Tya tertawa. Semalam Diaz sudah bercerita cerita memalukan yang dialami Jordan.

"Oleng kenapa Jordan?" Ibu Suri dibuat penasaran melihat gestur Jordan yang terlihat malu ditambah Tya yang berusaha mengerem tawa panjang.

"Jelasin, Jo!" Perintah Diaz. Tangan yang memeluk pinggang Tya sejak menuruni tangga, beralih merengkuh bahu sang istri yang sebenarnya ingin dikurung dulu di kamar. Pagi ini icibos sangat on fire begitu melihat Tya sudah dandan cantik. Tapi agenda sidak pabrik sudah dibuat. Ia harus disiplin memimpin tugas.

"Anu, Bu .... Kemarin salah masuk room. Lagi meeting sama klien di resto jepang, saya keluar dulu revisi menu untuk tamu yang tidak jadi order sashimi. Pas kembali lagi malah masuk ke room yang isinya emak-emak lagi joget-joget depan kamera. Semua sampe berhenti joget dan natap saya. Saya langsung minta maaf salah masuk. Terus ada yang nyeletuk, 'berondong manis jangan sampai lepas!'.

Panik lah saya karena pintu langsung dikunci sama emak gendut. Terus ditarik-tarik harus ikutan bikin konten joget. Pipi saya dicubit-cubit sama yang lainnya. Takut banget diperkosa sama mereka. Saya telepon Mas Diaz minta tolong. Akhirnya selamat." Pungkas Jordan dengan bahu bergidik.

Ibu Suri tertawa terpingkal-pingkal sampai matanya berair. "Diaz, padahal biarin aja dulu. Tunggu sampai wajahnya Jordan penuh cap bibir, kecupan sayang emak-emak."

"Kasian, Bu. Takut trauma jadi makin terlena ngejomblo," sahut Diaz enteng.

Jordan hanya bisa melotot sebentar. Tak leluasa berekspresi. Sungkan ada nyonya besar. Beda dengan Tya yang cekikikan. Hiburan pagi.

Setelah pamit pada Ibu Suri, mobil Rubicon mulai keluar dari gerbang. Jordan menjadi driver mobil kesayangan Diaz yang duduk di jok belakang bersama Tya. biasanya kalau jalan berdua, Diaz akan duduk di depan menemani Jordan.

"Bey, udah fix. Aku jadi ngumpul jam 12 di mie ayam." Tya membuka percakapan setelah mengirim pesan di grup jika dirinya sedang dalam perjalanan menuju Bekasi.

"Jadi nunggunya di pabrik ya? Kan deket tinggal nyebrang ke tempat mie ayam." Diaz merayu ulang agar mau ikut dengannya. Siapa tahu Tya yang sudah bilang tidak mau show off kalau punya suami CEO pabrik garmen Primatex, berubah pikiran.

"Nggak ah. Mau nunggu di rumah aja. Nanti Rahma, Nisa, Lusi, bakal nyamper. Jadi berangkat bareng jam setengah dua belas. Nanti mau boncengan dua motor ya, Bey."

Tangan Diaz terulur mengusap-usap dagu Tya. "Kamu ini anomali. Di saat yang lain bangga, pamer punya pacar yang ngaku CEO. Ini yang real punya suami CEO malah diumpetin."

Tya sedikit memiringkan badan menghadap Diaz. Tersenyum miring. "Eits jangan salah. Aku sangat bangga dan cinta sama Abey. Personalnya bukan jabatannya. Mending kita biasakan rendah hati agar disukai banyak orang, hidup lebih tenang, dan derajat diangkat sama Allah."

Diaz mengedip slow motion lalu tersenyum lebar. "Amazing mindset. Makin cinta sama Ayang ... Sini peluk."

Kondisi pengemudi yang telinganya jelas mendengarkan percakapan dua orang di belakang, memutar-mutar bola mata begitu mendengar ucap manis Diaz.

Tya menahan tangan Diaz sambil geleng-geleng kepala. "Stop! Malu ada orang."

"Nggak ada, sayang. Yang di depan itu setan."

Jordan menegakkan punggung. Berdehem.

"Abey, jangan gitu."

"Kan katanya kalau lagi berduaan, yang ketiganya setan."

"Oh iya bener."

Hacihhh!

Jordan menggosok ujung hidungnya.

"Kenapa lo bersin?" tanya Diaz. Curiga Jordan sengaja mengganggu.

"Maaf. Hidung mendadak gatal dengar raja setan ngebucin."

"HEH!" Diaz melotot.

Tya tertawa kecil. Cukup mengusap-usap punggung tangan Diaz, kekesalan suaminya itu akan mereda.

***

Tiba di Bekasi, Diaz lebih dulu mengantarkan Tya karena konsisten tidak mau ikut ke pabrik. Di satu sisi, momen kedatangannya ini memang kurang tepat jika mengajak Tya. Mengingat sidak ini tanpa konfirmasi dulu ke GM pabrik. Sengaja. Diaz sudah mengantongi data baru setelah beberapa hari yang lalu dilakukan investigasi oleh utusannya dari kantor pusat bekerjasama dengan orang dalam pabrik yang dipercaya loyalitasnya.

Tya menaikkan kedua alisnya begitu turun dari mobil. Ada yang berbeda dengan pekarangan rumahnya. Ada atap kanopi yang tiang penyangganya estetik. Berubah tertegun melihat ada mobil sedan hitam yang mirip dengan mobilnya.

"Bey, tamu yang jajan mobilnya sama kayak mobilku," bisik Tya menghampiri Diaz yang turun belakangan.

"Emang itu mobilmu."

"Eh?!"

Diaz menahan senyum melihat Tya mendekati mobil lalu melihat plat nomor. Ia melihat Susan membuka pintu rumah. Menyapa sambil tersenyum lebar.

"Ih, kok bisa. Siapa yang bawa? Kapan?" Tya menatap Diaz. Ini menjadi kejutan yang tak terduga.

"Tadi subuh sama Pak Anwar. Aku nggak mau istriku perginya pakai motor. Aku nggak tenang kerja. Takut kenapa-kenapa."

Tya tersenyum tersipu. Mengalungkan tangan di lengan Diaz tanpa sanggup berkata-kata. Apalagi kemudian Diaz mencium puncak kepalanya. Makin salting.

Aduh, Joko! Rasa hati ibarat es krim yang baru dibeli tapi langsung meleleh oleh panasnya suhu planet Bekasi ini.

"Tya, Diaz, masuk yuk." Susan menginterupsi pasangan yang baru saja datang sudah memamerkan kemesraan.

Lain halnya Jordan yang menyibukkan diri dengan mengecek mobil, memastikan pintu belakang tertutup rapat, setelah menyimpan koper di teras.

Tadi telinga gue terkontaminasi. Sekarang mata ternoda. Nasib.

"Aku nggak masuk ya, Mbak. Mau langsung ke pabrik. Nitip Tya aja." usai bersalaman dengan Susan, Diaz melihat arloji di pergelangan tangan kirinya. Harus tiba di pabrik sesuai rencana.

"Oke, Diaz. Mau bawa cemilan nggak buat teman ngopi nanti di pabrik? Aku udah siapin." Susan sebenarnya sudah tahu rencana Diaz itu karena tadi berbalas pesan dengan Tya.

Setelah berpikir beberapa detik, Diaz mengangguk.

Susan masuk. Tak lama kemudian keluar lagi sambil menenteng kantong plastik dengan logo Dapur Bunda Nesh.

"Makasih, Mbak. Nesha ke mana?"

"Nesha ikut Kak Bisma ke studio. Udah dua kali ikut kegiatan ayahnya. Pulangnya sekitar jam dua."

Diaz manggut-manggut. Sekali lagi ia pamit pada Tya dan Susan. Dengan langkah tergesa menuju pintu kiri depan. Di mana Jordan sudah dalam posisi siaga duduk di jok kemudi.

Setelah mobil Diaz hilang dari pandangan, Tya menyusul Susan yang masuk lebih dulu karena ada pembeli yang harus dilayani. Dua jendela yang diubah fungsi menjadi toko mini yang etalase kacanya fleksibel bisa didorong keluar dan tarik ke dalam saat tutup, membuat toko sangat estetik. Selain bersih dan rapi tentunya.

"Mbak, kapan pasang kanopi? Kok nggak bilang-bilang?" kesempatan bertanya baru ada sekarang setelah sang kakak ipar bisa duduk santai.

Susan terkekeh. "Sengaja surprise for you. Itu juga atas permintaan yayangmu, Tya."

"Hah?"

Kejutan apalagi ini?

1
Shee_👚
betul mending jujur dari pada nanti jadi bumerang kedepannya
Shee_👚
ya elah mantan pake acara laporan terserah situ mau tinggal dimana, di kutub juga bodo amat😏
Shee_👚
keceplosan pak anwar🤭
Bunda Idza
let's go mas Diaz....kami tunggu kejujuran mu 😊
secret
nahhh benerrr massee mending ceritaaa sm neng tya biar ga jd boomerang kedepannya
terima kasihh upnyaa teteehhh, selaluu nungguinnn😍
srimusvita
wah masa muda mas Diaz sempat nakal ya..secara sembunyi2 dari ibu kyk nya....ketahuan ibu bs dihukum mas Diaz tidur di kamar tamu nya Tya...🤣
sikepang
nah itu pilihan yg bagus Diaz jng sampe salah paham nanti timbul, apalagi itu manta kayak calon² lakor 🤭
Dinda Putri
gak pakek lama dong pak bos Diaz harus wajib cerita ke Tya soal si shopia yg matanmu itu Tya GK mungkin marah eh kok ibu suri smpai GK tau klu Diaz punya mantan shopia .
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
N I A 🌺🌻🌹
jadi penasaran ama cerita masa lalu diaz sama mantan🤔🤔🤔
tq up nya akak nia🙏🙏
N I A 🌺🌻🌹
good job diaz👍👍👍 itu baru laki sejati👍👍👍
wayan sriani
jd penasaran kenangan masa lalu Diaz sama Sofia itu apa ya.... ditunggu ceritamu ya Diaz
N I A 🌺🌻🌹
wah apakah mantan berniat jadi pelakor🤔🤔🤔🤔
Neng Ima Adhikari
Nah gitu donk, Mas Diaz.. gentle, kudu jujur sama istri.. jangan ada dusta diantara kalian.. biar rumah tangga makin adem tanpa ada bayang-bayang mantan..
kadang emang mantan itu dengan tidak tau dirinya datang tiba-tiba.. entah apa tujuannya...

Pak Husain dalam pengawasan Mas Diaz 😆😆
N I A 🌺🌻🌹
keceplosan pak anwar😂😂😂
N I A 🌺🌻🌹
cie yg lagi kepo sama calon bapak sambung semua orang di interogasi🤭
Eulis🌹🌹Mυɳҽҽყ☪️
Duduk di kursi depan lagiii...yeaahhh.



Lanjut nonton. terimakasih teh Nia 🥰🥰☕☕
N I A 🌺🌻🌹
Alhamdulillah mencutul juga, hadir mas diaz☝️😊
Wahidah Aja
nah gitu bapak ceo harus cerita dan jujur sama istri daripada istri tau dari yg lain hayooo kan berabe 🤭
Nur Wakidah
bener Mas , , , mendingan jujur deh daripada dipendem jadi beban pikiran gk tenang 😂😂😂 apalagi ntar klo Tya tau dari orang lain malah brabe deh urusannya , ,, tp Tya pasti menanggapi dengan bijak deh gk langsung marah2 gk jelas 🤣🤣🤣 ngreog kaya Leony atau Selly klo lagi kumat 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!