NovelToon NovelToon
BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

Siap, ini deskripsi singkat yang diambil dari naskah yang kamu kirim (lebih sesuai dengan konflik, karakter, dan tensinya):

Dalam sebuah perjanjian yang tak bisa dihindari, Talia harus menerima takdirnya untuk menikah dengan Etnan—pria dingin, penuh kuasa, dan menyimpan banyak sisi yang tak terduga.

Di balik hubungan yang terlihat formal, terselip ketegangan, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap. Kehadiran Sophia yang obsesif, serta perasaan tersembunyi dari orang-orang di sekitar mereka, membuat hubungan itu semakin rumit.

Namun di antara sindiran, sentuhan yang tak diinginkan, dan emosi yang saling ditahan—perlahan tumbuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kewajiban.

Cinta yang seharusnya tidak ada… justru mulai mengikat mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 : TERJAGA DARI ILUSI

Ketika fajar mulai menyingsing di ufuk timur, membiaskan cahaya merah muda keperakan menembus gorden kamar, kedua anak manusia itu terlelap dalam dekapan yang teramat erat, saling mengunci satu sama lain dalam kehangatan yang sesungguhnya.

Hah!

Ethan Noah Taylor tersentak bangun dengan napas memburu. Ia langsung menegakkan tubuhnya di atas ranjang, meraup wajahnya yang basah oleh keringat dingin. Jantungnya bertalu begitu keras, berkejaran dengan kesunyian malam yang mendadak terasa mencekam.

Ethan mengedarkan pandangan kelamnya ke sekeliling ruangan. Kamar ini gelap, sunyi, dan pengap.

Ia menoleh ke samping tempat tidur. Kosong. Selimut beludru di sebelahnya masih tersusun rapi, dingin, dan tak tersentuh.

Ethan tertegun, menatap kedua telapak tangannya sendiri yang masih bergetar. Aroma vanila yang memabukkan dan rasa manis dari bibir ranum Talia yang baru saja ia kecap dengan begitu nyata... ternyata hanya sebuah ilusi. Sialan. Malam pertama yang penuh gairah dan penyerahan mutlak tadi hanyalah sebuah mimpi yang diciptakan oleh alam bawah sadarnya sendiri.

Kenyataan yang sesungguhnya menghantam Ethan seperti godam tak kasat mata: ia masih berada di kamar tidurnya yang dingin di lantai bawah, di ujung koridor sunyi. Ia tidak pernah melangkah naik ke lantai atas, tidak pernah menggendong istrinya, dan batas kamar yang ia agungkan semalam masih berdiri kokoh tanpa retak sedikit pun.

Ethan turun dari ranjang dengan gusar. Ia melangkah mendekati jendela kamar, menatap halaman samping mansion yang diselimuti kegelapan sepertiga malam. Pria itu mencengkeram kusen jendela dengan kuat hingga urat-urat tangannya menyembul. Egonya terluka parah.

Ia membenci fakta bahwa meskipun otaknya mati-matian menolak ikatan pernikahan perjanjian damai ini, tubuh dan alam bawah sadarnya justru mendambakan Natalia Oliver Smith dengan begitu liar.

...***...

Keesokan paginya, sinar matahari kembali menyinari mansion mewah tersebut. Talia terbangun di kamar utama lantai atas dengan tubuh yang terasa segar setelah tidur yang cukup nyenyak, meski hatinya masih menyimpan sedikit rasa canggung akibat kejadian kemarin.

Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan gaun terusan kasual, Talia melangkah turun ke lantai bawah. Begitu tiba di area dapur, ia mendapati Ethan sudah berdiri di sana, rapi dengan setelan jas kerja lengkap dan sedang menyesap kopi hitamnya.

Aroma mint dan parfum maskulin pria itu langsung menginvasi indra penciuman Talia, mendadak memicu kembali ingatan tentang ciuman panas mereka di anak tangga kemarin pagi. Talia berdeham pelan untuk menetralkan rasa gugupnya.

"Selamat pagi."

Ethan menurunkan cangkir kopinya. Ia menoleh, menatap Talia dengan sorot mata yang kembali sedingin es—bahkan terasa jauh lebih berjarak dan kaku dari biasanya.

Mimpi semalam membuat Ethan merasa sangat frustrasi, dan cara terbaik untuk menyembunyikan rasa bersalahnya adalah dengan memasang kembali topeng angkuhnya rapat-rapat.

"Selamat pagi," sahut Ethan, suaranya datar tanpa emosi, sama sekali tidak mencerminkan pria yang semalam mencium kening Talia dalam mimpi.

"Aku sudah meminta pelayan untuk mengantar bahan makanan siang nanti. Aku pergi ke kantor sekarang."

Tanpa menunggu balasan dari Talia, Ethan meraih tas kerjanya dan melangkah lebar menuju pintu utama, meninggalkan Talia yang hanya bisa menatap punggung suaminya dengan kerutan di dahi.

Talia berjalan mendekati meja konter, menatap cangkir kopi Ethan yang masih menyisakan asap tipis. Gadis Smith itu menghela napas panjang. Sikap Ethan yang kembali mendingin di pagi hari ini menegaskan padanya bahwa dinding pembatas di antara mereka masih terlalu tebal untuk diruntuhkan.

Nyatanya, malam pertama yang sesungguhnya di antara mereka masih menjadi rahasia yang teramat jauh untuk digapai.

1
Amila FM,IG:amilaeditslife
seruuu, recommended kalau yang suka cerita pasangan powerful
Amila FM,IG:amilaeditslife
tolong itu si Ethan jgn plin plan, nggak usah kebanyakan ngeles dan sandiwara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!