NovelToon NovelToon
CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:123.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Fath

Kehidupan Lambok yang memutuskan menduda setelah kepergian sang istri, Tiana Kartika. Dia akan fokus merawat anak-anaknya buah cinta dengan Tia.
Adik iparnya, Nindi yang belum juga menikah karena belum mendapatkan jodoh seperti keinginannya. Dia juga berat jika harus meninggalkan keponakannya.
Atala dan Twins yang tumbuh besar tanpa seorang Mama tetapi tak pernah kurang kasih sayang Mama karena Auntie Nindi yang menyayangi mereka seperti Mama.
Atala yang tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan, membuat banyak wanita yang tergila-gila padanya tak terkecuali dengan Vita yang diam-diam menyukai Kakaknya.
Terkuaknya status Atala, membuat Atala terpukul dan mulai mencari Orangtua kandungnya.
Bagaimana kisah cinta Nindi selanjutnya? Apakah dia akan mendapatkan pendamping seperti Lambok?
Bagaimana usaha Atala yang mencari orangtua kandungnya, akankah berhasil?
Seseorang yang berasal dari masa lalu akan datang lagi, Siapakah dia?
Selamat membaca novel edisi kedua dari 🌷"Derita, Akankah Berakhir?"🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Fath, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal Deh

Nindi dan Marcel sudah berada di dalam kamar. Nindi hendak membuka gaunnya.

"Yang... Minta tolong dong." Kata Nindi pada Marcel.

Marcel dengan senang hati membantu Nindi menurunkan resleting gaunnya. Tapi dasar Marcel, tangannya malah sudah kemana-mana yang berhasil membuat Nindi mendesah.

"Yaaang... Aku mau mandi. Gerah." Kata Nindi.

Marcel melucuti semua pakaian Nindi. "Apa ini? Ya Allah....! Gagal deh." Marcel terlihat kecewa.

Nindi terkekeh melihat wajah Marcel yang ditekuk.

"Ah Kamu.. tadi siang diajakin, gak mau. Sekarang malah tamunya datang... Hadeeehhh... Gagal lagi... gagal lagi." Gerutu Marcel.

"Ini kan semua salah Kamu, Yang." Canda Nindi.

"Kok jadi Aku yang disalahin? Mang Aku undang itu tamu?" Marcel tampak kesal.

"Hehehe... Gara-gara mikirin Kamu terus, Aku jadi setress dan cape. Hampir setiap hari Aku berenang di Sungai nangkap ikan biar bisa melupakan Kamu." Nindi mengrucutkan bibirnya.

Marcel terkekeh. "Maaf Yaang...." Marcel segera menggendong tubuh Nindi yang hanya memakai pakaian dalam ke kamar mandi.

Di kamar mandi. Marcel terus merengek minta dibantu menyalurkan hasratnya.

"Jangan Sayaang.... Sayang kalau dibuang. Itu kan bakal junior Kita." Nindi mencoba memberi pengertian pada Marcel.

"Nanti kan produksi lagi." Canda Marcel.

"Tapi kan jadi gak bujang lagi, dong?!" Canda Nindi.

"Hehehehe... Iya ya. Ya deh Aku tahan. Aku juga mau merasakan awal menyerahkan bujangku padamu." Kata Marcel.

Nindi memeluk tubuh Marcel. Marcel membalasnya. Mereka akhirnya saling memandikan.

Marcel melaksanakan shalat isya seorang diri. Nindi hanya memperhatikan sambil merapikan pakaian Marcel kedalam lemari pakaian. Tak lama Marcel mengambil Al Quran yang sudah Nindi keluarkan dari kopernya.

Kemudian Marcel mulai mengaji. Nindi duduk disebelah Marcel. Sesekali Nindi membetulkan bacaan Marcel. Maklum Marcel masih harus banyak belajar.

Marcel mengecup bibir Nindi karena Nindi membantunya. "Terima kasih Sayaang..." Kata Marcel.

"Aku senang melakukannya karena Kamu mau belajar." Kata Nindi.

Marcel telah menyelesaikan bacaannya. Dia meletakan Al Quran nya dengan rapih.

Marcel menggendong tubuh Nindi. Nindi seketika kaget dengan perlakuan Marcel. "Aaaawww..." Teriak Nindi.

"Yaaang... Kamu gak lapar? Kita kan belum makan malam." Tanya Nindi.

"Ya Yang, Aku lapar. Cuma Aku malu mintanya." Kata Marcel.

"Kok gitu siihh? Kamu kan suami Aku. Sekarang Kamu sudah jadi anak Ibu." Nindi mengrucutkan bibirnya dan itu membuat Marcel gemas. Marcel merengkuh tengkuk Nindi dan melakukan rujak bibir, hingga Nindi terengah.

Marcel melepas pagutannya sambil terkekeh. "Enak Yang, bibir Kamu."

Nindi tersipu malu. "Mau makan gak?" Tanya Nindi lagi.

Marcel mengangguk dan segera menggandeng tangan Nindi keluar kamar.

Fitri, Ibu dan Fahmi tersenyum melihat Marcel dan Nindi yang terlihat bahagia.

"Makan dulu Nak. Nanti baru istirahat." Kata Ibu.

"Ya Bu... Marcel lapar. Dia senang dengan rendang buatan Ibu." Kata Nindi.

Ibu tersenyum. "Alhamdulillaah kalau masakan Ibu cocok buat Marcel."

"What's Ibu say, Honey?" Tanya Marcel pada Nindi.

Nindi menjelaskan pada Marcel yang tadi Ibu bilang.

Marcel tersenyum. "Terima kasih Bu." Kata Marcel terbata-bata mengucap kata Terima kasih.

Yang lain tertawa mendengar ucapan Marcel. Mereka pun makan dengan penuh suka cita.

Marcel dan Nindi sudah berada didalam kamar. Marcel masih duduk di sofa. Rumah Ibu memang sudah di renovasi, karena Nindi yang memintanya. Mereka saling bantu biaya merenov rumah Ibu.

Kamar Nindi sekarang lebih luas dari sebelumnya. Tia meminta kamarnya dibongkar saja agar kamar Nindi menjadi luas.

Tia fikir, Dia sudah mempunyai rumah dekat Ibu.

Nindi mendekati suaminya. "Kamu belum mau tidur, Sayang?" Tanya Nindi yang meletakkan kepala di bahu Marcel.

"Aku masih merasa kenyang. Tadi makan banyak sekali." Kata Marcel.

Nindi terkekeh. "Abis Kamu lahab banget makannya, jadi Aku tambahin lagi. Yaaaang...."

"Yup..." Sahut Marcel.

"Cerita dong Kamu bisa sampai disini?" Pinta Nindi.

"Kamu mau tahu aja apa mau tahu bingit?" Kata Marcel dengan bahasa Indonesia.

Sontak saja Nindi kaget dan menatap lekat wajah Marcel. "Siapa yang ajarin?" Nindi penasaran.

"Kepo deeehhh Kamu." Canda Marcel.

"Iihhh...." Nindi mencubit pinggang Marcel. "Mulai ya... main rahasia-rahasiaan sama Aku..." Nindi mengrucutkan bibirnya.

"Tadi Fathir dan Atala mengajariku, Miss Dokter." Canda Marcel.

"Huuuhh... Awas saja Fathir dan Atala besok." Ancam Nindi.

"Eeiittss... Kamu mau apakan mereka. Mereka kan anak-anak tampan Kamu." Canda Marcel.

"Kepoooo deeehhh Kamu...." Nindi mencibirkan bibirnya.

"Hahahahah...." Marcel memeluk tubuh Nindi gemas.

Marcel mulai bercerita sambil tak melepas pelukannya pada Nindi.

FLASH BACK ON

Marcel duduk termenung di balkon kamarnya. "Nindiiii... Kenapa Kamu meninggalkan Aku? Ya Tuhan, apa yang harus Aku lakukan?"

Tiba-tiba ponselnya berdering. Marcel bergegas ke kamar mengambil ponselnya yang berada diatas meja.

Marcel membuka pesan masuk. "Bagaimana? Sudah Kamu baca suratku?" pesan dari Lambok.

"Astaga... Aku lupa. Aku belum membaca surat itu. Aku letakan dimana ya?" Marcel baru mengingat, dua hari yang lalu saat keberangkatan Nindi dan Keluarga Lambok, Jeni memberinya amplop dari Lambok.

Karena Marcel sangat sedih dan galau, dia melupakan suratnya.

Marcel memeriksa keranjang baju kotornya. Rumahnya berantakan. Baju kotor tergeletak disana-sini. Nindi mampu membuat dirinya kacau balau.

Marcel tak menemukannya. Dia mengingat-ingat. "Oohh yaaa... Aku masih pake blazer Dokter." Marcel bergegas mengambil blazernya yang tergantung begitu saja. Marcel memeriksa setiap kantong.

"Ini dia." Marcel membuka amplop surat itu. Dia duduk berselonjor dibawah ranjangnya.

"Aku akan membuat Adikku melupakanmu, Jika Kamu tak juga datang untuk menikahinya dan memenuhi persyaratannya."

"Aku sudah selipkan kartu nama sahabatku, jika Kamu berubah pikiran."

Hanya itu pesan yang ditulis Lambok. Sebuah kartu nama terselip di amplop. Marcel mengambilnya. Dia membacanya.

"Ustadz Muhammad Joey William. Direktur Perusahaan Global Mercedez." Kata Marcel.

"Sepertinya Aku tak asing dengan nama ini?" Marcel mengingat.

"Ya Tuhan... Jadi dia seorang muallaaf dan sekarang sudah menjadi ustadz?" Gumam Marcel.

Marcel tahu betul siapa Joey. Dia orang yang sangat taat pada Agamanya yang terdahulu. Marcel sering bertemu dengannya kala sedang beribadah hari minggu.

"Gak nyangka. Dia yang sangat taat, bisa pindah kepercayaan. Marcel menghela nafas." Marcel bergegas berdiri. Dia melihat keadaan apartemennya.

"Ya Tuhan... Kaya kapal pecah." Marcel mengusal rambutnya kasar.

Marcel mulai memunguti baju-baju kotornya dan membawanya ke belakang. Dia masukan ke mesin cuci dan menekan tombol on pada mesin cuci.

Perabotan rumah tangga Marcel memang sudah lengkap. Nindi yang membantunya melengkapi karena mereka berencana akan berumah tangga. Tapi Nindi mengajukan syarat. Akhirnya terus tertunda rencana pernikahan mereka.

Marcel mulai merapikan apartemennya. Menyapu dan mengepel. Juga mencuci perabotan dapur yang kotor, Sambil menunggu mesin cuci selesai.

Marcel menghela nafas melihat apartemennya yang terlihat rapih dan bersih. Dia melihat Nindi tersenyum di sofa depan Tivi. Nindi memang senang sekali berada disana.

Marcel menggeleng. "Kamu tak ada disini, tapi bayanganmu masih saja menggodaku." Marcel tersenyum.

Kemudian Marcel membersihkan dirinya, mencukur bulu-bulu di wajahnya yang sudah dua hari tak dia bersihkan.

FLASHBACK OFF.

Nindi merebahkan tubuhnya berselonjor di sofa. Kepalanya berada diatas paha Marcel.

Marcel mengusap kepala Nindi lembut. "Kalau ngantuk, tidur yah. Ceritanya besok saja. Aku mau ke sungai tempatmu mancing. Sepertinya asyik." Kata Marcel.

Nindi mengangguk. Nindi hendak bangun. Tapi Marcel langsung menggendong tubuh Nindi ke ranjang. Marcel meletakan tubuh Nindi perlahan. Marcel mengecup kening Nindi.

"Kapan tamu nya pulang?" Tanya Marcel.

"Seminggu." Kata Nindi singkat.

"What's??!! Oh My God. Lama sekali." Marcel terlihat kesal.

"Sabar ya, Yang..." Goda Nindi.

"Minggu depan bukannya sudah puasa yah? Ya Allah... puasa dobel deh Aku." Marcel menepuk keningnya sendiri.

"Hehehehe..." Nindi terkekeh. "Mang kenapa Yang?" Tanya Nindi.

"Berarti Aku nganggur sebulan lebih, dong?!" Marcel merajuk.

"Loh mang kenapa?" Nindi heran.

"Kan kalau puasa gak boleh berhubungan Yang?" Kata Marcel.

"Kamu ada-ada saja. Yang gak boleh berhubungan itu setelah adzan subuh sampai maghrib, Sayang. Selebihnya boleh." Kata Nindi.

"Benarkah..??? Alhamdulillaah..." Marcel memeluk tubuh Nindi erat.

1
Maura
kalau ada visual lebih bagus thor
Egi
Mengharukan tapi akhirnya menyenangkan. Beragam masalah dan beragam penyelesaiannya
???
semoga orang baik
???
kok namanya bisa samaan gitu emang jodoh nya nindi kali ya 😄
Egi: marcellino lefrant yg aktor laga itu😂😂😂
total 4 replies
???
😱😱😱😱😰
???
nindi masih setia menunggu ya😄
???
klo untuk yg satu ini aku no coment 😷
Egi: wkwkwk
total 1 replies
???
iya Marcel gimana ya, selamat kah😳
???
oh... jd begitu 😥
???
hm... hm... jadi ikutan haus juga😌😆
???
perlu ijab kobul lg gk ya?
???
mungkin krn wajah Tia mirip sm anaknya pak Carlos, atau bisa jd Pak Carlos menganggap Tia anaknya krn tdk mempunyai anak
Egi: betul bgt ka😄
total 1 replies
???
syukur lah.. 🥰🥰😇
???
lanjut
???
berarti emang bener yah sis Maria sm Tia itu orang yg sama?
???
agak2 risih gk sih😆🙃
???
masih penuh dgn teka-teki 🤨
???
sister/suster ya 😄
???
jangan2... ah gk tau lah lanjut baca aja drpd penasaran 😄
???
serupa tapi tak sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!