NovelToon NovelToon
My Perfect Teacher

My Perfect Teacher

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: lisaautmptri

Alesha Az-Zahra jatuh cinta pada pandangan pertama dengan guru SMA nya yang tampan, setahun memendam perasaan suka pada guru itu akan kah Alesha memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya?

"Hm," jawaban pak Rezel yang singkat padat dan tidak jelas itu membuat Alesha ingin menembaknya dengan serius, menembak dengan pistol, senapan atau sniper kalau perlu.

Mencintai pak Rezel itu melatih kesehatan mental Alesha, selain sikap nya yang galak dan menyebalkan dia juga kalau bicara sangat tidak jelas. Bicara pendek menyebalkan, bicara panjang malah lebih menyebalkan!

Di mata seorang Alfarezel Savian, Alesha adalah seorang gadis yang terlihat sangat mirip dengan seseorang di masalalu nya. Hal itu membuat nya cukup tertarik pada gadis itu, sampai suatu hari gadis itu datang dan menyatakan perasaan pada nya.

Siap mengikuti cerita mereka? Jangan lupa klik favorit terlebih dahulu agar mendapat notifikasi saat update :)
follow akun ig @_lisaautmptri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ide Gila : Perjodohan

Akhir pekan yang membosankan seperti biasa nya, Alesha bergulingan tidak jelas di kasur nya. Gadis itu belum keluar kamar sejak pagi, dia masih sibuk berbalas pesan dengan

pak Rezel.

“ Dek? Di panggil bunda!” suara Andri terdengar dari luar, Alesha malas sekali menjawab nya.

“ Dek, dengar gak sih? Di panggil bunda!” sekarang kepala nya muncul dari balik pintu, membuat Alesha terpaksa menoleh.

“ Iya bang, tunggu sebentar!” Alesha dengan malas turun dari  tempat tidur, melempar ponsel nya ke sembarang arah lalu keluar dari

kamar.

“ Kenapa bunda?” tanya Alesha menghampiri ruang makan, bunda nya sedang minum teh dengan santai.

“ Ayah belum keluar dari ruang kerja?” pertanyaan kedua menyusul setelah gadis itu duduk dan mencomot buah.

“ Nanti ikut bunda yuk,

ketemu sahabat lama bunda.”

“ Yang mana? Teman arisan bunda ya?” tanya Alesha malas, dia punya pengalaman tidak mengenakkan kalau ikut bunda nya ke acara arisan. Bunda nya itu akan lupa waktu karena bergosip dan dia di tinggalkan sendiri di antara para ibu-ibu lain yang obrolan nya

tidak dia mengerti sama sekali.

“ Bukan, teman bunda waktu kuliah dulu. Kemarin bunda belanja di butik, eh ternyata butik nya punya teman bunda itu. Bunda baru tahu lho kalau itu punya dia, padahal itu butik

langganan bunda.”

“ Kok bisa?”

“ Ya dia jarang datang, sibuk dirumah aja kata nya. Nanti siang mau ketemuan di kafe, ikut bunda ya. Dia punya anak cowok lho, ganteng katanya.” Bunda bercerita dengan antusias

mengenai teman lama nya. Alesha menyimak sembari menghabiskan apel besar yang

baru berkurang beberapa gigitan.

“ Jangan bilang bunda mau main jodoh-jodohan, aku gak mau ah bun.”

Biasa nya kalau udah ngajak ketemuan sambil bahas anak begini pasti mau

jodoh-jodohan,di novel kan suka nya begitu. Anak sekolah udah di jodohin di

suruh nikah, kata nya perjanjian dari kecil. Udah gitu di jodohin sama om-om

yang umur nya beda jauh atau sama teman satu sekolah, ketua osis atau cowok

nakal, ih amit-amit!

Alesha sudah ngeri sendiri dengan pemikiran nya, lagi pula hari begini memang nya masih ada orang tua yang menjodohkan anak nya dengan anak teman lama mereka. Padahal masih sekolah sudah di paksa menikah, sudah gitu nanti si anak teman nya ini ternyata

adalah musuh bebuyutan atau orang yang menyebalkan dan nanti mereka akan jatuh

cinta setelah pernikahan. Hihh itu sih nama nya kebetulan yang terlalu di paksakan, Alesha tidak bisa membayangkan kalau dia mengalami hal semacam itu.

“ Hahaha bukan gitu sayang, kenalan aja dulu sama anak nya, hitung-hitung nambah teman gitu.” Bunda semakin berinisiatif dan Alesha semakin malas.

“ Teman aku udah banyak di sekolah bunda, gak perlu nambah lagi.” Menggigit besar apel merah nya.

“ Aku juga udah punya pacar, jadi jangan jodoh-jodohin aku. Ini kan bukan zaman Siti Nurbaya atau dunia novel bun,”

“ Iya-iya kamu mikir nya kejauhan atuh, kita cuma mau ngobrol aja sama tante Rita.”

Alesha akhirnya menyetujui setelah lelah mendengar bujuk rayu bunda nya, bunda nya itu kan kalau sudah menyuruh sesuatu harus di turuti. Dan karena itu pula lah sekarang

dia ada di kafe ini bersama bunda nya, sudah hampir setengah jam, namun wanita

yang bernama Rita itu belum juga nampak batang hidung nya. Alesha sudah kesal

sekali, padahal niat nya dia ingin berleha-leha saja di kamar sembari berkirim

pesan dengan pak Rezel, tapi pacar nya itu juga kata nya ada keperluan di luar.

“ Bun, teman bunda kapan datang nya sih?” Alesha mengaduk-aduk gelas nya yang hanya tersisa bongkahan es batu.

“ Sebentar lagi.” Bunda berujar tenang, wanita itu masih sibuk memilih barang di aplikasi belanja online.

Alesha merengut semakin kesal, kenapa juga mereka harus janjian disini, kafe ini isi nya semua anak muda yang sedang kencan!

Hanya Alesha dan bunda nya

saja yang tidak bersama pasangan nya dan ada seorang pemuda yang tidak jauh

dari meja mereka, sepertinya sedang menunggu kekasih nya juga.

Seorang wanita paruh baya nampak dari pintu, sepertinya wanita itu yang di tunggu Alesha dan bunda nya. Alesha menyikut bunda nya, saat wanita itu mendekat ke meja mereka.

“ Aduh Laras, maaf sekali aku terlambat,” ujar nya dengan nada sungkan, wanita itu menaruh tas nya di meja lalu berpelukan singkat dengan bunda.

“ Tidak apa-apa, kami juga baru sampai.” Ujar bunda ramah lalu kembali duduk.

Baru sampai apa nya? Minuman bunda sudah habis itu, minuman ku juga!

Alesha mendengus saja.

“ Ini?..,” wanita itu menunjuk Alesha dengan tatapan tanya.

“ Ini anak bungsu ku, nama nya Alesha. Ayo sayang perkenalkan diri sama tante Rita.” Bunda menyenggol bahu Alesha.

“ Halo tante, aku

Alesha.” Alesha tersenyum sopan dan mencium tangan wanita yang kulit nya sudah

nampak garis halus namun penampilan nya masih modis itu.

“ Wah Alesha sudah besar ya, cantik nya. Kamu masih sekolah?” tanya Rita sembari mencium singkat pipi Alesha.

“ Iya tante masih sekolah hehehe,” Alesha kembali duduk setelah wanita itu melepaskan kedua bahu nya.

Setelah nya obrolan mereka larut seputar kesibukan sehari-hari dan masalah pekerjaan. Yang di takutkan Alesha sekarang benar-benar terjadi, dia hanya akan menjadi pendengar

setia yang planga-plongo tidak jelas menyimak obrolan bunda nya dan tante Rita.

Entah membahas apa saja dua wanita itu, dari membahas kenangan masa kuliah

mereka, model baju kekinian, sampai membahas harga garam yang kata nya naik dan harga cabai yang mahal nya sudah seperti harga emas.

Gadis itu hanya mengaduk gelas nya tidak jelas sembari mengamati sejoli yang duduk di depan mejanya, si cowok merangkul mesra dan menyuapi kekasih nya.

Alesha melotot tajam, harus apa mengumbar kemesraan di tempat umum begini? Membuat iri saja! Gadis itu membuka ponsel, namun pesan nya belum juga di balas oleh pak Rezel.

Semakin membuat nya kesal.

“ Anak mu tidak jadi datang?” bunda bertanya antusias, sudah penasaran sekali setampan apa anak nya tante Rita itu,

“ Sebentar ku hubungi dulu,” Rita mengambil ponsel dari dalam tas nya.

“ Halo nak,” suara nya terdengar keras setelah nada tersambung, wanita itu mendekatkan ponsel ke bibir. Alesha menahan senyum, kebiasaan yang satu ini sepertinya terjadi pada

semua orangtua ya. Kalau menelfon dengan suara keras setengah berteriak,

mendekatkan ponsel ke mulut segala.

“ Jadi datang tidak? Teman mama dan anak nya sudah menunggu lho,”

Tidak tante, saya tidak nunggu anak tante tuh! Cuma bunda yang nunggu!

“ Oh jadi belum selesai? Ya sudah tidak apa-apa, lain kali kita atur lagi.” Suara tante Rita berubah kecewa, setelah menutup telfon dia tersenyum sungkan dengan rasa

bersalah.

“ Ternyata pekerjaan anak saya belum selesai,” ujar nya dengan senyuman tertahan.

“ Wah rajin sekali, akhir pekan begini masih di sibukkan dengan pekerjaan. Anak mu idaman sekali Rita,” bunda semakin semangat membahas anak nya tante Rita yang tidak jelas

nama dan wujud nya itu. Alesha sama sekali tidak tertarik untuk mendengarkan.

“ Ya dia memang bekerja di perusahaan kami, jadi hanya bekerja setiap akhir pekan.”

“ Wah, pantas saja perusahaan suami mu jadi yang terbesar di kota ini ya. Aku iri sekali,” bunda berujar penuh kekaguman.

“ Suami mu juga terkenal sekali di kota ini, aku iri.” Tidak mau kalah mengungkapkan kekaguman.

“ Bagaimana kalau kita jodohkan saja anak kita,” tanya bunda semangat. Alesha dan tante Rita tersedak mendengar nya. Gadis itu menyikut lengan bunda nya.

“ Bunda, jangan malu-maluin ah!” bisik Alesha kesal lalu tersenyum pada tante Rita.

“ Aku juga ingin nya sih begitu, tapi bagaimana ya. Anak ku sudah punya kekasih,”

“ Saya juga punya pacar kok tante.” Jawab Alesha semangat, enak saja dia mau di jodohkan dengan orang

tidak jelas. Mana sudah bekerja lagi, pasti sudah tua.

Aku udah punya calon suami yang tampan, pintar dan pekerja keras. Kurang apa lagi

coba?

“ Yah sayang sekali ya,” dua wanita itu berujar kompak dengan nada kecewa.

“ Tapi kita tetap harus mempertemukan mereka, siapa tahu mereka akan jatuh cinta pandangan pertama dan

menerima perjodohan ini walaupun sudah punya kekasih, kan kalian bisa

memutuskan hubungan.” Ide gila tante Rita tercetus, wanita itu menatap Alesha

dan bunda nya bergantian.

“ Wah iya juga, kalau begitu kita atur pertemuan selanjut nya. Makan malam keluarga saja bagaimana?

Setelah itu membicarakan tanggal pertunangan,” bunda menyahut dengan ide yang jauh lebih gila.

Hei-hei! Apa-apaan sih ini, mau jodohin anak kok kayak mau belanja online aja gampang

nya! Aku gak mau, aku sudah punya pak Rezel yang sempurna tahu!

“ Bunda, tante. Apa tidak sebaiknya kita pulang, sudah sore.” Alesha menunjuk kaca jendela, di luar sana sudah temaram dengan rintik hujan kecil. Alesha harus cepat mengakhiri pembahasan tidak masuk akal ini sebelum kedua wanita itu benar-benar

merealisasikan ide gila nya.

1
Murni Cimuu
novel yg ini kemana ya kk
ratu qingyi 😌
pengen nge reward lagi
ratu qingyi 😌
kak novel yang ini kemana ya
Hyeon0_0: yahh kenapa di unpublish sihh kak padahal mau ngulang lagi bacanya karna suka banget sama cerita ayu dan ananta
total 5 replies
Dwi Antika
seruuuu
Cucun Sukmawati
entah sudah ke berapa x nya q baca kisah rezel sama alesha,,g ada bosen bosennya🥰🥰🥰
Renjani Soraya
author ny kurang pandai mencari visual sesuai karakater ya, kembangkan lagi daya halu ny ya thor hikk.. hikk.. hik
Renjani Soraya
diihhh ga cocok ah rezel ny kurang macoo
tanty yana
udah baca beberapa kali dan ga bosan
Afani Famela
baca ke 4 kali cuma beda2 akun aja😂
Zunia Momy Arshya
ok
Selvinahaechan
omg eunwoo😭😍
Fitri Talib Jelani
Payah Reza egois, Shinta tak punya malu.
Selvinahaechan
novel yg bagus dngn jln cerita yg mnarik, dan visual yg sngt oke bagi aku yg pecinta drama Korea, china, jepang, dan Thai
semangat thor 😊
Fitri Talib Jelani
Kenapa sih Rezel janji akan menemui Sinta di apartemennya.
niranirauci srileilafauziah
ya ampun ngakak abis sambil ngebayangin si joni jd pemandu suara sumpahh ajaib ampe tangan yg kaku bisa bisa kesleo gegara melambay lambay ga jelas ..
niranirauci srileilafauziah
seru banget ni cerita,😍😍😍
niranirauci srileilafauziah
ya ampun ampe pegel nih pipi ketawa mulu gara gara tingkah alesya..neng jual mahal dikit siapa tau guru tersayang mu yg gantian nyariin 🤣🤣🤣🤣
Cucun Sukmawati
entah keberapa x q baca novel ini,,g ada bosannya 🥰🥰🥰🥰🥰
Ika Ratna
yang mbeb.. kiss me plis 😘😘😘
Alvaro Alfahri
nah kan kebakarang jenggot gak tuh,,,
enak kan zel pak rezel 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!