Wanita cantik dan pintar berprofesi sebagai dokter berusia 25 tahun. Terpaksa menikah dengan seorang presdir terkaya di negaranya.
Seorang pria tampan dan kaya raya tapi begitu sombong dan kasar berusia 30 tahun.
"Saya muak dengan wajahmu, jangan coba-coba muncul dihadapanku."
" GLENN VICTOR JANUAR"
"Jika itu maumu, tolong lepaskan saya." Saya berhak mendapatkan kebahagian.
"JASLINE ALEXSANDRA"
#SEASON 2#
Pria tinggi dan tampan berusia 25 tahun baru saja mengantikan posisi sang Daddy sebagai CEO di perusahaan terkenal dan terbesar yaitu "JANUAR GRUP"
"Kau harus membayar atas perbuatan kejimu! kau menghancurkan harapanku! aku sangat membencimu! aku sangat membencimu"
"SKY FIDELL JANUAR"
Wanita cantik dan manis berusia 24 tahun. Dia adalah wanita kurang beruntung dimasa kecilnya, bahkan sampai saat ini masalah selalu membuntutinya. Kesalahan yang menerpanya telah mencoreng namanya, sehingga dia mempertanggungjawabkan. Dia pasrah seak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34
🍁🍁🍁
Satu bulan berlalu.
Jasline dan Mami Ana sedang di Rumah Sakit ternama milik keluarga mereka. Jasline ingin memeriksa kandungannya, karena selama ini belum pernah dibawa untuk kontrol.
"Mari Nyonyah silahkan masuk" ucap hormat seorang suster.
Jasline dan Mami Ana masuk mengikuti suster tersebut.
"Selamat siang Nyonyah dan Nona! silahkan Nona berbaring" ujar Dokter kandungan.
Dokter itu menyibak baju yang dikenakana Jasline dan mengolesi jel dipermukaan perutnya.
"Lihat ini? bintik hitam seperti biji kacang ini adalah bayi-bayi Nona" jelas Dokter menerangkan hasil USGnya.
"Maksud Dokter apa?" Mami lebih duluan bertanya.
"Nona Jasline mengandung bayi kembar" ucap Dokter tersenyum.
Deg
Jasline dan Mami Ana kaget tak menyangka apa yang didengarnya sekarang. Mereka sangat bersyukur atas anugerah dan titipan yang diberikan.
"Terimakasih sayang....kamu memberi dua cucu sekaligus buat kami" ucap Mami dengan mata berkaca-kaca merasa terharu dan memeluk menantunya.
"Iya Mi....ternyata Jas mempunyai anak kembar" sahutnya sembari meneteskan air mata bahagia.
Dokter dan suster terharu melihat momen didepan mata mereka.
"Untuk mengetahui jenis kelamin bayi Nona belum terlihat, usia kehamilan Nona 8 minggu" jelas Dokter berkepala 4.
"Bagaimana kandungannya Dok?" tanya Mami antusias.
"Kandungan Nona Jasline tidak ada masalah, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dan jangan setres. Apa Nona mengalami masalah selama kehamilan?
"Iya Dok saya sering mual dan muntah, selera makan berkurang" keluhnya.
"Jangan khawatir hal seperti itu lumrah terjadi pada tahap kehamilan semestri pertama bahkan sampai semestri ketiga. Saya akan kasi vitamin dan obat pereda mual" jelasnya.
Kedua wanita cantik beda usia ini sekarang berada di Restoran yang khusus menyajikan makanan khas Indonesia. Karena Jasline ingin sekali memakan masakan tempat asalnya. Mami langsung menyetujuinya karena dia tidak ingin jika cucu-cucunya nanti ileran. Mereka juga menghubungi Papi agar dia dan Vino menyusul ke Restoran sekaligus memberi kabar gembira.
"Vino sayang....sebentar lagi cucu Oma ada tiga" ucap Oma.
"Maksud Mami? Mami tau bukan cucu kita mau dua" ujar Papi tak mengerti.
"Iya Oma, kata Opa benar" Vino menimpali.
"Bukan dua tapi tiga. Disini ada dua cucu kita dan adik Vino" titah Oma sembari mengusap perut menantunya.
"Mommy hamil anak kembar" ucap langsung Jasline.
"Benarkah? terimakasih Tuhan! terimakasih nak kamu memberi kami cucu bahkan lebih dari satu sekaligus." Ucap bahagia Papi dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Pi" Jasline terharu dan bersyukur memiliki mertua yang sangat baik, menyayanginya dan menerima dirinya.
"Hore...." girang Vino loncat-loncat.
Mereka tertawa melihat tingkah lucu Vino.
"Sayang kamu harus banyak makan, sekarang kalian bertiga" ucap antusias Mami sembari menyendoki makanan dipiring menantunya.
"Oma benar Mom! Mom harus banyak makan biar kedua adik bayi Vino cepat besar" ucap polosnya.
Mereka kembali terkekeh atas kepolosan seorang Vino.
🍁🍁🍁
Ke esokan harinya Vino jalan-jalan mengilingi menara Eiffel, walaupun sudah berkali-kali dia kesana tapi tiada kata bosan baginya. Karena Opa Oma dan Mommy tidak bisa menemaninya, mereka menyuruh kepala pelayan untuk menemani Vino jalan-jalan. Untuk terakhir kalinya Vino ingin menghabiskan waktunya jalan-jalan, karena besok dia dan Mommy kembali ke Indonesia tapi bukan ke Jakarta tapi ke sebuah pulau terpencil dan susah dijangkau.
Vino tidak henti-hentinya memotret dirinya diberbagai tempat, kadang dia menyuruh paman kepala pelayan memotretnya.
Asik-asiknya dia memotret pemandangan tiba-tiba dia mendengar tangisan anak perempuan. Vino mencari kearah tangisan dan dia langsung menghampirinya.
"Mami....mami....kemana? Vita sangat takut Mami" tangisnya memanggil Maminya belum menyadari kedatangan Vino.
Vino kaget ternyata anak perempuan itu bisa berbahasa Indonesia.
"Kamu kenapa?" tanyanya duduk disebelahnya.
"Mami hilang" sahutnya merasa kaget ternyata ketemu dengan orang bisa berbahasa Indonesia.
"Memang Mami mu kemana?" tanya Vino lagi.
"Aku tidak tau tadi Mami bilang ingin beli air minum disana, tapi sampai sekarang Mami belum ada" terangnya.
"Kok kamu bisa berbahasa Indonesia?" ucap Vino.
"Karena aku berasal dari Indonesia dan berlibur disini" jelasnya.
"Wah berarti kita sama, aku juga berasal dari Indonesia dan sedang berlibur ditempat Opa Oma ku." Balasnya.
"Siapa nama mu?" tanya anak perempuan cantik dan manis itu.
"Kenalkan nama ku Vino! nama mu sendiri?" balik bertanya.
"Aku Vitalia" ucapnya.
"Mari aku bantu mencari Mami mu" saran Vino.
Cukup lama mereka mencari Mami Vita dengan bantuan paman kepala pelayan juga, dan akhirnya mereka bertemu. Sebenarnya Mami Vita juga mencari anaknya.
Dan sekarang Vino dan Vita berada ditempat gembok cinta. Mereka membeli gembok cinta dan menulis namanya. Kuncinya juga ditulis nama masing-masing.
"Ini kunci gembok persahabatan kita, simpanlah" ujar Vino.
"Vita sudah tulis nama Vita juga dikunci ini, kakak juga harus menyimpannya." Sahutnya.
"Ayo kita ambil tali merah ini, biar bisa dibuatkan kalung" Vino meraih tali benang merah dan memasukan kekunci mereka masing-masing.
Vino memasangkan tali benang itu keleher Vita, begitu juga dengan Vita memasangkan keleher Vino.
"Simpanlah baik-baik! semoga suatu saat kita bertemu lagi" ucap Vino.
"Kakak juga harus menyimpannya, ini kunci tanda cinta kita" candanya tertawa.
"Kamu masih kecil sudah tau tentang cinta" cibir Vino.
"Ayo kita berfoto" ajak Vita.
Mereka berfoto berdua dengan dua macam gaya. Yang pertama Vino mencubit pipi Vita sembari menatapnya, yang kedua Vita tiba-tiba mengecup pipinya Vino.
Mereka hanya menyimpan dua buah foto, Vita mengirim foto ke ponsel Vino dan mereka bertukar nomor.
"Kakak jika kita sudah dewasa nanti Vita ingin menikah dengan kak Vino" ucap polosnya Vita didepan Mami dan paman kepala pelayan.
"Ust....masih kecil sudah membahas pernikahan, padahal sekarang aja masih ngompol" ledek Mami Vita.
"Mami....jangan mengada-ngada! Vita tidak pernah ngompol ditempat tidur" marahnya.
"Ampun-ampun....Mami bercanda" sahutnya.
Vino tersenyum melihat Ibu dan anak tersebut.
"Nak Vino dengar? putri kecil tante ini ingin menikah dengan Vino jika sudah dewasa nanti! tante sih memberi restu saja." Ungkapnya karena dia merasa mustahil.
"Hemmm" ucap Vino dan Vita.
"Maaf Vita dan tante Vino pamit pulang duluan"
"Apa tidak sekalian dengan kami saja Vino?" tawar Mami Vita.
"Rumah Oma Vino dekat tante" sahutnya.
"Bay....bay...." ucap mereka berdua sembari melambaikan tangannya.
Tiba saat Jasline dan Vino akan kembali ke Indonesia.
"Sayang.....Mami akan sangat merindukan kalian" ucap Mami terisak.
"Mami jangan sedih, jika rindu Mami bisa mengunjungi kami" Jasline menenangkan ibu mertuanya.
"Tolong jaga cucu-cucu Mami! ingat kamu jangan terlalu lelah dan setres" nasehatnya.
"Mami tenang saja, Jas akan menjaganya."
"Opa Oma.....Vino akan rindu sama kalian" ucapnya sedih.
"Iya sayang kami juga akan rindu dengan kehebohan mu" sahut Oma.
"Iya cucu Opa! sudah tidak ada lagi yang memandikan Gogi dan Gaga dua anji**g kesayangan Opa" ucap sedih Opa dengan kepergian menantu dan cucu-cucunya.
"Opa Oma....baik-baik disini ya? ingat Opa jangan banyak bergadang dan bertempur dimalam hari, akibat dari itu Opa selalu menolak jika diajak Vino main ludo disiang hari karena alasan ngantuk dan capek. Oma juga jangan selalu mengajak Opa buat bergadang dan bertempur dimalam hari." Ucap santai polosnya.
Opa dan Oma membulatkan mata mendengar ucapan Vino, mereka tau arti dari ucapan Vino. Jasline mengelengkan kepala mendengar kepolosan anak angkatnya. Opa dan Oma merasa malu terhadap menantunya atas ucapan Vino.
"Papi....." Mami mengertakkan giginya mengeram marah dan menatap tajam suaminya
"I'am sorry sayang...." lirihnya pelan menatap istrinya.
"Papi....Mami....kami pamit! jaga kesehatan Papi dan Mami" ucap Jasline terisak sembari memeluk mertuanya bergantian.
Vino juga memeluk Opa dan Omanya, mereka menangis melepas kepergian dan perpisahan tersebut, bahkan semua pelayan dirumah itu juga ikut menangis dan merasa sedih karena mereka sudah akrab, apalagi atas kebaikan dan kesopanan Nona mereka tersebut.
Bersambung.....
🌷🌷🌷
Jangan lupa like dan comennya👌