Keinginan Sora Rassam untuk liburan terwujud setelah dia bekerja keras, dia mendapatkan cuti selama seminggu.
Dia memilih liburan di negara M yang terkenal romantis dan mewah.
Tapi kejadian demi kejadin yang tak terduga di alaminya, dia melakukan pre wedding dan menikah dengan seorang pria tampan dan kaya keturunan bangsawan,Aaron Markle.
Aaron Markle seorang pria dingin dan licik,yang terlihat hangat hanya saat berhadapan dengan neneknya.
Setelah sora pulang dari liburannya dia menyadari bahwa dia sedang hamil.
Sora sebenarnya adalah satu satunya Nona besar keturunan keluarga Rassam,keluarga terkaya di negara A.
Bagaimana kelanjutan kisah Sora dan Aaron yang melakukan pernikahan tanpa terencana. Penasaran kan di baca yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessiel Karen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Seperti bermimpi
Sekembali dari makan malam di pinggir jalan Sora dan Aaron hanya mematung di depan kamar mereka.
"Kau tidur di kamarku!" Perintah Aaron.
"Suamiku kau aja yang tidur di kamarku."
Sora tersenyum menggoda Aaron.
"Oke kalau itu mau kamu."
Aaron menerima ajakan Sora lalu menggendongnya menuju kamar Sora.
"Tunggu tunggu,sebaiknya kita tidur sendiri sendiri aja deh. Ucap sora
"Kau mempermainkan aku ya?"
Wajah Aaron terlihat marah.
"Enggak...aku cuman takut."
"Takut jika kau makan." Sora mengecilkan suaranya.
"Ha...ha...ha."
"Memang seharusnya malam ini aku memakanmu."
Aaron meletakkan tubuh Sora di atas tempat tidur secara perlahan.
Tubuh Sora menjadi kaku,matanya di paksakan untuk terpejam, keringatnya keluar membasahi dahinya.
"Puff..Puff..."
"Ha...ha...ha.."
Aaron tidak kuat menahan tawanya melihat Sora yang seperti itu.
"Kau benar benar takut aku makan ya."
"Apaan sih,kamu ngejek aku ya?"
"Aku tuh gak pernah deket ma laki laki,apalagi di sentuh."
"Bukannya malam pertama kita, aku udah nyentuh kamu berkali kali.
"Beda lah kan waktu itu aku gak sadar."
"Tenang aku akan ngajari kamu pelan pelan."
"Malam ini cukup tidur dalam pelukanku aja."
Aaron memeluk Sora dengan erat karna tidak ingin kehilangan Sora lagi.
Sora yang baru pertama kali tidur di peluk oleh seorang pria tidak bisa memejamkan matanya.
"Suamiku."
"Emmm."
"Aku gak bisa tidur..."
"Seumur hidup baru kali ini aku di peluk orang lain selain orang tua dan kakekku."
"Aku suamimu bukan orang lain."
"Sekarang tidurlah"
Tangan Aaron menutup mata sora dengan paksa.
Sora membuka matanya lagi.
"Kenapa lagi?" Tanya Aaron.
"Aku mau ganti baju dulu,celana ini menyiksaku aku gak bisa bernafas."
"Baiklah aku juga mau ganti baju,ingat kau gak boleh mengunci pintumu!"
"Kalo enggak akan aku dobrak pintunya."
"Huft, iya baik suamiku."
"Kok dia tau sih apa yang aku pikirin." Batin Sora.
Setelah Aaron menganti bajunya dengan baju yang lebih santai,dia masuk ke dalam kamar Sora dan menghampiri Sora yang sudah berada di atas tempat tidur.
"Dia sudah tidur ya,cepat sekali." Batin Aaron.
Aaron menyusupkan tangannya di belakang leher Sora dengan tangan satunya memeluk tubuh sora.
Sora bergerak memutar tubuhnya menghadap dada Aaron dan tak di sangka sora memeluk tubuh Aaron.
Sengaja atau tak di sengaja Aaron terlihat bahagia karna malam ini bisa memeluk wanita yang selama ini membuatnya tersenyum dan yang membuat hidupnya menjadi penuh warna.
Malam ini mereka lewatkan dengan berpelukan.
---------------------------
Di ruang kerja kediaman rassam.
Terlihat Steve Rassam sedang serius berbicara di telepon.
"Tuan steve,Aaron Markle adalah putra dari Ron Markle.
"Dia putranya?"
"Iya tuan."
"Kami mengikuti Aaron Markle sampai ke kota portland."
"Di portland?"
"Iya tuan steve."
"Sora saat ini juga di kota portland, dia kan bekerja di perusahaan M,apa jangan jangan Sora ke portland bersama Aaron Markle."
Batin Steve Rassam.
"Kami telah melihat tuan Aaron dan nona Sora malam ini,mereka berdua sedang berjalan di pinggiran kaki lima,dan mereka terlihat sangat dekat,saya akan mengirimkan fotonya di ponsel anda."
Sesaat setelah steve mematikan telponnya,ada beberapa pesan yang masuk.
"Foto foto ini...apakah Aaron adalah kekasih Sora?"
"Jika begitu aku harus memberitahu ayah untuk tidak terburu buru merencanakan pernikahan Sora dengan keluarga Torres."
Batin steve.
"Cekleeek"
Seseorang membuka pintu.
Steve mengalihkan pandangannya dan melihat siapa yang masuk ke ruangannya.
"Sayaang ini sudah larut malam sebaiknya kau istirahat." Ucap Viona mamanya Sora.
Steve hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Pandangan Viona teralihkan pada ponsel suaminya terlihat foto seseorang yang dia kenal.
Viona memegang tangan steve dan menariknya untuk melihat foto dalam ponsel suaminya.
"Sora?"
"Sayang foto ini...?"
"Apa ini kekasih Sora?"
"Entahlah."
"Kita tunggu saja saat Sora pulang nanti." Ucap steve.
"Aku setuju,kita akan menunggu Sora pulang dan mengatakan kepada kita siapa pria ini.
-------------------------
Pagi harinya...
Di kamar Aaron dan Sora.
"Tok tok tok."
Aaron terbangun oleh suara ketukan pintu.
Melihat Sora masih di sebelahnya Aaron tersenyum,wajahnya terlihat bahagia.
"Dia imut banget kalo lagi tidur." Batin Aaron sambil mengecup dahi lalu turun ke bibir Sora.
"Tok tok tok."
Dengan malas Aaron turun dari tempat tidur menuju pintu dan membukakannya.
Ternyata fredy yang mengetuknya.
"Tuan muda maaf mengganggu anda."
"Ada apa?"
"Nyonya besar menunggu anda untuk sarapan bersama."
"Nenek?"
"Kapan nenek ke sini?"
"Kemaren malam tuan muda,nyonya besar kemari mencari anda, karna tuan muda tidak ada di kamar nyonya menginap di hotel ini dan sekarang menunggu untuk sarapan bersama."
"Dan satu lagi tuan muda."
"Katakan."
"Nona sarah dan tuan vian sekarang sarapan bersama dengan nyonya besar."
"Mereka lagi."
Aaron terlihat malas untuk bertemu dengan dua bersaudara itu.
"Baik aku akan bersiap,katakan kepada nenek aku membawa seseorang."
"Kau hanya perlu sampaikan aku membawa rara gwen,bukan Sora Rassam." Perintah Aaron.
"Baik tuan muda."
Aaron menutup pintu dan kembali ke atas tempat tidur.
Aaron memeluk dan menyusuri leher Sora dengan mulutnya.
Aaron melepaskan bajunya dan sekarang berada di atas tubuh Sora.
Tangannya mulai bergerilya menyentuh pay***a Sora.
Sora seperti bermimpi ada seseorang yang memeluk dan menciuminya.
Alis Sora mengernyit.
Di antara setengah kesadarannya Sora berbicara dalam hatinya.
"Kok rasanya ada yang cium aku, inikan mimpi,rasanya kok kayak beneran."
Tangan Sora meraih dan meraba sesuatu yang menindih tubuhnya.
"Inikan..."
Sora membuka matanya,dia kaget karna yang dia rasakan bukan mimpi.
Apalagi bajunya sudah setengah terangkat ke atas.
Sora secara reflek memukul bahu Aaron.
Aaron tidak memperdulikan pukulan sora dan terus menyerang Sora dengan ciuman yang liar.
"Mungkin dengan ini aku bisa buat dia berhenti." Batin Sora.
Sora mencubit samping perut Aaron.
Reflek Aaron menghentikan ciumannya.
"Auw.."
"Kau ingin bunuh aku ya." Ucap Aaron.
Sora segera duduk dan mundur perlahan,lalu merapikan bajunya.
"Bunuh apaan sih aku kan cuma mencubitmu."
"Habisnya kamu sih...,aku kaget tau."
"Baru pertama kali ada pria yang menciumku pagi pagi gini."
Aaron masih mengelus elus bekas cubitan Sora,kulit Aaron yang putih mulus terlihat memerah dan ada luka lecet.
Sora merasa bersalah,ternyata cubitannya membuat Aaron terluka.
"Sakit ya? Maafin aku ya suamiku."
Sora mendekat dan melihat.
"Bentar aku obati."
"Udah gak perlu,aku mau mandi."
Aaron turun dari tempat tidur,memakai bajunya lagi dan keluar dari kamar Sora dengan perasaan kesal.
"Dia marah ya."
"Itu kan salah dia,ngapain pagi pagi mesumnya kumat." Batin Sora.
"Kau juga mandi,bersiap siaplah kita akan sarapan,dan aku akan ngenalin nenekku."
Ucap Aaron sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sora.
"Nenek?"
"Aduh gimana nih."
"Aku nanti harus ngomong apa sama neneknya Aaron.
Perasaan Sora campur aduk,tidak tau harus bagaimana nanti berhadapan dengan nenek Aaron.
kapan lg ya ketemu up nya?
ksh 1 vote ya sambil nungguin karyamu up lg.