Saling selingkuh, mewarnai kehidupan rumahtangga Dave, dan Alana.
Hingga keduanya menyadari adanya cinta pada diri masing-masing, disaat rumahtangga yang mereka jalani, berada diujung tanduk. Dan cinta itu semakin kuat, dengan kehadiran sikembar Louis, dan Louisa.
Ikuti kisah cinta Alana, dan Dave yang merupakan saudara tiri.
IG. Popy_yanni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesalnya, Dave.
Dia memandang Dave dengan linangan airmata, saat laki-laki itu berlalu dari kamar mereka. Alana begitu merasa terhina, dan juga kecewa, dengan apa yang baru saja dilakukan Dave padanya.
Bangun dari atas ranjang, menuju ruang ganti untuk mengenakan kembali pakaiannya.
"Aku tidak tau, sampai kapan aku bertahan dengan ini semua. Tinggal dengan laki-laki yang sama sekali tidak mencintaiku, dan mencintai wanita lain." Gumamnya, dengan senyuman yang nyaris tak terlihat.
Setelah mengenakan kembali pakaiannya, Alana segera berlalu kembali ketempat tidur, membaringkan badannya, dan menyelimuti seluruh tubuhnya, dan berusaha untuk memejamkan matanya.
Melangkahkan kaki ditengah keheningan malam, menuju kamarnya yang berada di lantai dua itu. Saat sudah berada dikamar, Dave mendapati Alana sudah tertidur, dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, dan hanya menyisahkan sedikit rambut yang terlihat.
"Apakah kau sudah tidur, Alana?! maafkan aku, tadi Laura menelpone memintaku besok untuk menemaninya, mencari gaunnya yang akan dia pakai, dihari pernikahan kita." Ucapnya, dengan merangkak naik keatas ranjang, dan berbaring disebelahnya.
"Itu bukan urusanku, Dave?! dan aku tidak perduli." Jawabnya, dengan tidur masih membelakangi laki-laki itu.
"Kalau kau mau, ayo besok kita pergi bersama mencari gaun untukmu juga, dan juga mengajak Louis, dan Louisa."
"Maaf, aku tidak bisa. Dan aku tidak mengijinkan, kau membawa kedua anakku."
Menghembuskan napas kasar, berusaha untuk mengerti apa dengan apa yang dikatakan Alana.
"Maafkan aku, karena sudah membuatmu terjebak dengan situasi seperti ini. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku, kalau aku sangat mencintai Laura, Alana?! dan apakah kau tidak bisa sedikit baiknya padanya, setidaknya hargailah dia sebagai kekasihku?" Ucap Dave, dengan nada memohon.
"Aku lelah Dave..? aku cape..?!" Dengan tetesan bening yang sudah kembali mengalir, saat mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu.
"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan, denganmu. Aku sudah putuskan untuk menetap diLondon. Aku akan membeli rumah untuk kita. Dan membangun cabang perusahaan disini, lagipula pembangunan hotelnya, sudah 99 persen."
"Apakah salahsatu alasannya, karena kau juga tidak ingin jauh dari Laura?! jadi kau memutuskan, untuk tidak balik keAmerika?"
"Yaa, itu salahsatu alasan utamanya. Aku ingin selalu dekat, dengan wanita yang aku cinta. Tapi kau tidak perlu khawatir, aku akan tetap berusaha adil, karena bagaimanapun kau adalah ibu dari kedua anakku."
Alana hany bisa menangis dalam hati, saat mendengar apa yang dikatakan Dave. Dan dia tidak menyangkah Dave, begitu mencintai kekasihnya itu, hingga membuatnya memutuskan untuk menetap diLondon.
Terdengar pesan pendek pada phonsel miliknya, dan Alana segera meraih phonselnya, yang dia letakkan dibawa bantal yang dia pakai.
Membuka aplikasi IGnya, dan mendapat pesan dari Louis.
Pesan
Apakah, kau sudah tidur?
Senyuman seketika membingkai diwajahnya, dan ada sedikit rasa bahagia dalam diri Alana, saat Louis mengirim pesan buatnya.
Belum." Balasnya, singkat.
Ada beberapa model gaun disalahsatu bouitique, milik sahabatku, dan sepertinya ini sangat cocok untukmu dan aku akan mengirimkannya gambar gaun-gaun tersebut buatmu.
Tapi apakah pas, buatku?" Dengan membalas, pesan dari Louis.
Dave tampak sedikit penasaran, raut wajahnya menatap dengan intens, Alana yang tengah sibuk dengan phonselnya, padahal wanita itu, mengatakan akan tidur.
"Tadi kau mengatakan kalau kau mau tidur, dan juga lelah. Terus kenapa kau masih sibuk, dengan phonselmu? dan siapa yang mengirim pesan buatmu?"
"Teman, dan dia sangat baik." Jawab Alana, dengan posisi tidur masih mempunggungi Dave.
"Laki-laki, atau perempuan?!" Tanya Dave, yang terlihat semakin gusar.
"Laki-laki atau perempuan, memang apa hakmu untuk melarangku?!" Jawabnya, asal.
Dave terlihat meradang, dengan jawaban dari wanita berambut panjang itu, dan dia berusaha untuk meredam emosinya.
"Aku ini calon, suamimu Alana?!" Dengan nada, mulai meninggi dari sebelum.
Menyunggingkan senyuman sinis disudut bibirnya, saat mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu.
"Memang kau adalah calon suamiku, apakah kau lupa kalau kau mengatakan padaku, kalau kita menikah hanya karena anak-anak. Dan aku rasa suatu saat kau akan menjadikan Laura, ibu tiri dari Louis, dan Louisa. Dan aku rasa akupun, harus begitu memberikan kedua anakku, ayah tiri." Jawabnya, santai.
Langsung membalikkan tubuh Alana dengan sangat kasar, hingaa posisi sekarang Alana berada dibawa, kukuhannya. Walaupun ada perasaan takut, Alana mencoba untuk berani saat melihat tatapan Dave, yang begitu membunuh.
"Ingat Alana?! sampai kapanpun, itu tidak akan pernah terjadi!" Ucapnya, dengan nada penuh penekanan.
"Lepaskan aku Dave..?! kau menyakitiku?! memang salah, kalau aku menjalin hubungan dengan pria lain?! bukankah, kaupun menjalin hubungan dengan Nona Laura?! "
"Katakan, siapa pria itu, Alana?!"
Mendorong dengan keras Dave, dan segera beranjak dari ranjang.
"ini sudah sangat malam, dan akan tidur bersama dengan Louisa, dan Louis. Dan aku rasa kau juga harus segera beristirahat, bukankah besok kau akan pergi bersama kekasihmu itu, dan mungkin saja besok dia bukan hanya mengajakmu menemaninya mencari gaun, bisa saja dia mengajakmu untuk bercinta juga. Jadi aku rasa kau harus mempersiapkan tenagamu, untuk melayaninya besok." Ucapnya, dengan berlalu begitu saja.
"Alana...? Alana....?" Panggilnya, tapi tidak dindahkan oleh wanita cantik itu.
Brengsek kau Alana?!! sampai kapanpun, itu tidak akan pernah terjadi." Jawabnya, dengan raut wajah yang begitu memerah.
****
Menghembuskan napas, yang terasa begitu sesak didadanya dengan tetesan bening, yang kembali mengalir.
"Kau tidak mencintaiku, Dave?! terus apa arti pernikahan kita ini?! aku juga ingin kau mencintaiku, seperti kau mencintai Laura, walaupun hubungan kita ini, ada karena kesalahan. Tapi apasalahnya, kalau kita belajar untuk saling mencintai, agar tidak menyakiti hati kedua anak kita, dan juga Papa. Tapi sepertinya kau tidak bisa seperti itu, Dave?! karena hatimu, sudah terisi oleh Nona Laura. Jadi ijinkan aku, untuk mencintai laki-laki lain." Gumamnya, dengan linangan airmata.
Terdengar kembali pesan pendek pada phonselnya, dan seketika senyuman mengembang diwajahnya, saat Alana melihat gambar-gambar gaun, yang dikirim Louis untuknya.
Pesan.
Pilihlah gaun mana yang kau suka, aku akan membawanya untukmu. untuk ukurannya kau tidak perlu khawatir, karena aku sudah meminta Bibi Paula mengambil salahsatu ukuran dari gaunmu.
Tersenyum bahagia, saat membaca pesan itu.
"Kau sangat baik, Louis? seandainya saja dia sepertimu, pasti aku akan sangat bahagia?" Gumamnya, dengan senyuman kecil diwajahnya.