seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Makan Malam Bersama Yeti & Ziyan
Yuda mengerti perasaan istrinya, hanya bisa menghibur gadis itu! karena Yuda yakin kalau Dore adalah pria yang baik, tentang sikap suka memiliki banyak wanita itu sudah di bilang wajar dan berbaik hati karena menyelamatkan wanita dari kelaparan di zaman yang mengalami kelangkaan sumber daya.
Paling hanya beberapa orang yang punya persedian beras, dan mereka adalah pengusaha atau pihak pemerintah. “Sudah! Jangan sedih lagi, itu sudah berlalu lama banget.”
Kirana langsung cemberut menatap suami nya. “Hmph! Mas gak tau aja, kak Leni hampir bunuh diri saat itu.”
Degh!,
Yuda langsung menatap istri nya terkejut. “Ehehe! Itu udah lama banget mas saat aku masih umur 17 tahun, tidak papa! Kalian tunggu di sini, biar Leni panggil Bi Yeti dan putri nya ke sini.”
Yuda ingin menghalangi dan hendak menyuruh Kirana, tapi Leni sudah lebih dulu berjalan cepat keluar dari rumah. Kebetulan hari juga sudah mulai gelap, Yuda menyuruh Kirana mencuci buah di dapur, siapa tahu Leni lupa.
Sembari menunggu istri nya kembali, Yuda menuju kamar nya lalu menaruh semua uang di meja begitu saja, karena sebelum nya Yuda memberikan malah di tolak oleh kedua istri nya hanya karena ini bayaran dari tuan muda Dore yang mereka takuti.
“Aneh! istri ku sama sekali tidak mata duitan! Berbeda banget dengan wanita di zaman modern, yang apapun pasti minta duit,” gumam Yuda lalu membaringkan tubuh nya sebentar, sekedar meluruskan punggung nya, yang baru saja pulang dari kota.
Yuda merasa mata nya berat. “Kenapa mata ku berat sekali.”
“Lebih baik mandi dulu supaya lebih segeran,” gumam nya, sambil melangkah menuju kamar mandi, tanpa Yuda duga kalau ada seseorang yang mengintip dari sejak tadi lewat jendela kamar nya.
Begitu melihat Yuda tak terlihat, orang dengan kain menutupi wajah nya, langsung pergi seperti nya, orang ini adalah mata-mata entah di kirim oleh siapa.
~
Di meja makan kini bertambah dua personil, yang biasanya Yuda hanya duduk bertiga dengan istri nya, kini juga hadir Yeti dan putri nya Ziyan.
“Ziyan! Ayo, makan yang banyak supaya cepat besar,” ucap Yuda menyodorkan potongan paha ayam kepada gadis imut itu.
Bu Yeti yang melihat itu meneteskan air mata nya. “Makasih ya, Yuda! Entah sudah berapa kali Ziyan selalu mengeluh lapar, tapi.. setelah kepergian suami ku, aku sulit mendapat makan.”
Yuda terkejut tapi mencoba bersiap santai, dan menunjukkan sikap empati nya. “Bi Yeti, tidak usah berterimakasih, Bi Yeti juga sering bantu istri ku, mulai sekarang kalau kalian lapar bisa datang ke sini, aku jamin ada sepiring nasi untuk kalian makan.”
“Aku tak tahu lagi harus bicara apa Yuda, kamu selama ini sudah banyak membantu kami, dan untuk merepotkan kamu bibi tidak mau membebani kamu,” ucap nya dengan air mata berurai dengan penuh kesedihan, membuat Kirana yang biasanya paling doyan makan ikut menetes kan air mata.
“Ah, tidak sama sekali bibi,” jawab Yuda. “Lagian kematian Bagas itu di sebabkan oleh ku! Aku menghidupkan istri dan putri nya, anggap sudah menghargai dia dan berterimakasih kepada bibi Yeti atas apa yang di lakukan nya selama ini.” Yuda tahu bi Yeti adalah istri dari preman, tapi hati wanita itu begitu bersih sama sekali berbanding terbalik dengan suami nya.
“Iya bi, betul! Kak Leni juga pernah cerita, kalau bibi suka bantu kak Leni, kalau sedang sakit sakitan,” Kirana yang tak tahan ikut bersuara menenangkan bi Yeti.
Wanita dewasa namun tidak tua itu terharu dengan kebaikan keluarga Yuda, padahal dulu ia berpikir kalau Yuda hanya pria yang sama seperti suami nya, preman dan kasar kepada istri nya.
Namun hal itu terbantahkan, dengan kenyataan yang hari ini ia saksikan, bukan kah penderitaan yang di rasakan oleh kedua istri nya, melainkan kenikmatan hidup yang tidak akan di dapatkan wanita lain seperti dirinya.
“Sudah ya Bi, Ziyan kan sudah makan bibi juga harus makan, setelah ini bawa bahan makanan buat beberapa hari makan bibi dan Ziyan,” Yuda paham dan tahu, pembagian makanan dari pemerintah berupa belalang kaleng masih sekitar sepuluh hari.
Dan sebelum itu seorang janda hanya bisa bersabar untuk bisa makan. “Tap-..
“Tidak ada tapi tapian, kalau menolak aku akan marah selamanya, dan gak akan peduli sama bibi lagi,” ucap Yuda tegas, namun di balik ucapan keras nya, kepedulian yang begitu jelas terlihat.
“Baiklah..!” pasrah nya.
Malam itu Yeti dan Ziyan, yang biasa hidup dalam gelap rumah dan makan dengan air di campur beberapa belalang kaleng merasakan enaknya makanan.
Setelah selesai makan Bi Yeti sudah terlihat lebih ceria, tidak seperti sedih sebelum nya! Apalagi melihat Ziyan yang juga kekenyangan.
“Ziyan udah kenyang belum Hem..?”
“Sudah paman Yuda, makasih ya, udah ngasih Ziyan sama ibu makan..!” ucap bocah itu sambil merapatkan dua tangan nya di depan dada.
Yuda melihat itu tersenyum kecil lalu mengelus kepala Ziyan. “Pintar, ohya kalau habis makan, bagus nya makan buah dulu, biar sehat.”
Pada saat itulah Kirana datang sambil membawa buah-buahan yang beberapa sudah di potong agar lebih mudah di makan. “Buah datang,,,”
“Kamu ini...!” Leni menggeleng kepala melihat tingkah adik nya, yang memang sedikit barbar tapi kalau di rumah ini, suami nya justru sangat menghargai sikap adik nya itu.
“In-ini beneran buah, Yuda maaf bukan bibi berpikiran buruk, dari mana kamu mendapatkan semua bahan makanan seenak ini, dan juga buah-buahan..!” Yeti dari awal ingin memendam pertanyaan nya itu, agar tidak menyinggung Yuda.
Tapi rasa penasaran nya, lebih tinggi. “Ouh itu, aku mendapatkan nya! Tentu saja dengan kerja keras dari kota, dan aku punah rahasia yang tidak bisa di jelaskan,” jawab Yuda, semah orang pasti melihat sudah dua hari ia terus berangkat ke kota, dan rahasia yang di maksud adalah sistem.
“Oke! Bibi paham, kamu sangat hebat, bahkan di saat orang lain menderita tidak bisa makan, kalian masih bisa makan enak di rumah..!” ceplos bi Yeti membuat Yuda dan kedua istri nya terdiam.
Bi Yeti tersadar kalau ucapan nya barusan telah menyinggung hati Yuda segera hendak menjelaskan. “Maksud–..
“Aku paham kok Bi, nggak papa, kami gak tersinggung hanya saja kami juga tetap memikirkan warga desa, beberapa hari lagi aku akan membuat stan makan nasi putih gratis, bagi semua warga desa kita..!”
Degh!,
“Ka-kami beneran Yuda, ma-mau mendirikan stan makan gratis!”
“Iya,” jawab Yuda enteng.
“Na-nasi putih..!”
Yuda mengangguk “Yap...! Betul!”