Keserakahan Para pendekar semakin menjadi jadi, Rakyat biasa menjadi korban keserakahan para pendekar yang menginginkan menjadi yang tertinggi di dunia persilatan, Tangisan para rakyat terdengar di mana mana, bau anyir darah seolah menjadi wangi yg biasa tercium di berbagai tempat.
Seorang anak muda yg lahir di antara keluarga kecil, dan lahir dengan bakat yg luar biasa menjadi yatim piatu karena kedua orangnya mati karena pembantaian, sedangkan dirinya yang selamat dari insiden tersebut lari tunggang langgang dengan luka di sekujur tubuh, lalu jatuh di jurang tanpa dasar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rzii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Racun Matahari
" Senopati, aku tugas kan kau untuk memimpin pasukan untuk menyerang Kadipaten Saroka, kepung mereka dari segala penjuru, minta mereka menyerah dan menyerahkan Arum Kenanga dengan suka rela, jika mereka menolak bumi hanguskan mereka, bunuh semua orang di kadipaten Saroka kecuali Arum Kenanga " Ucap Adipati Watu Jajar memberikan perintah lalu pergi meninggalkan pertemuan
" Baik Gusti Adipati " Jawab Senopati itu
Lalu melangkah menyusul Adipati Watu Jajar meninggalkan Balai pertemuan sedangkan punggawa yang lain masih diam saja di tempat mereka karena masih berfikir tentang apa yang akan terjadi kedepannya
Adipati Watu Jajar yang baru saja meninggalkan Balai pertemuan langsung menuju kamarnya untuk mengistirahatkan badan dan pikiran nya sejenak yang sudah kacau sejak tadi
Adipati Watu Jajar yang sudah merasa sangat kelelahan sampai tidak waspada terhadap sekitarnya sehingga dengan mudah Ranu masuk menyelinap ke kamarnya melalui jendela setelah menyusup diam diam melewati para prajurit yang berkeliling mengawasi keadaan
Sebelum menyelinap ke Kadipaten Watu Jajar, terlebih dahulu Ranu menggunakan salah satu Ajian yang ia pelajari dari kitab Naga Surgawi yaitu Ajian Grojokan Sewu, Ajian ini adalah salah satu Ajian langka yang terdapat di dalam kitab Naga Surgawi, Dengan ajian ini Ranu Sadewa bisa merubah wujudnya menjadi berbagai macam mahluk hidup seperti hewan dan pohon, bahkan orang sudah menguasai ajian ini dengan sempurna bisa merubah wujud mereka menjadi sama persis dengan orang lain, bukan hanya wujudnya saja tapi juga suaranya sehingga bisa melakukan penyusupan dengan maksimal tanpa di ketahui oleh orang lain kecuali orang orang yang sudah memiliki kekuatan setingkat atau satu tingkat di bawah dewa
Ranu yang sudah berhasil menyusup ke dalam Kadipaten dengan menggunakan wujud orang lain lalu melangkah menuju tempat tidur sang Adipati, setelah dekat dengan tempat Adipati Ranu mengambil salah satu pedang yang terdapat di dekat nya lalu meletakkan ujung pedang di leher Adipati
" Hey Adipati tua bangka bau tanah bangun lah, nimas Arum Kenanga sudah ada di kamar mu " Ucap Ranu Sadewa dengan berbisik
Mendengar seseorang menyebut nama Arum Kenanga, Adipati Watu Jajar yang sudah di mabuk nafsu terhadap wanita cantik anak Adipati Saroka pun langsung membuka matanya, akan tetapi begitu terkejut nya ia bukan Arum Kenanga yang menyambut nya tapi ujung pedangnya saat ini sedang menempel di leher nya
" Kau.." Ucap nya terkaget dengan amarah yang hampir meluap tapi ucapannya terputus karena Ranu Semakin menekan ujung pedang itu dan salah satu tangan nya menutupi mulutnya dengan kepala menggeleng seakan memberikan kode untuk tidak berkata dengan suara keras
" Tenang lah Adipati tua, aku tidak akan membunuhmu jika kau menuruti ucapan ku " Ucap Ranu Sadewa Sembari kembali menekan ujung pedang nya lebih kuat lagi
" Apa yang kau mau, dan siapa dirimu " kata Adipati Watu Jajar dengan pelan
" Perkenalkan nama ku Hanggareksa, mau ku ? itu gampang sekarang kau bangun dan duduk lah dengan manis di kasur mu yang empuk ini " Jawab Ranu sengaja menyamar kan namanya karena tidak mau terjadi sesuatu yang buruk suatu saat nanti
Adipati Watu Jajar lalu perlahan bangkit dari tidurnya dan dan duduk di atas kasurnya, saat ini ia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti permintaan Ranu
" Jadi Sekarang katakan apa mau mu ? Kau mau emas ? atau Wanita ? akan ku berikan semua yang kau minta asal lepaskan aku " Ucap Adipati Watu Jajar
" Haha.. Aku tidak mau semua yang kau tawarkan tadi Adipati tua, aku hanya kau hentikan niatmu untuk memperistri Arum Kenanga, dan tarik kembali seluruh pasukan yang suruh tadi untuk menyerang Kadipaten Saroka " Ucap Ranu Sadewa
" Itu tidak mungkin, Siapa kau berani nya..." Ucap Adipati Saroka dengan suara yang agak tinggi tapi ucapannya kembali terputus saat ia merasa setetes darah keluar dari kulit lehernya
" Hey Adipati tua, Sudah ku katakan untuk tidak bersuara dengan keras, atau saat ini juga kau akan mati dengan kepala terpisah " Ucap Ranu sedikit mengancam karena merasa kesal
" Baik baik, aku aku akan pelan pelan saat berbicara " ucap Adipati Watu Jajar dengan ketakutan
" Aku mohon, akan ku berikan semua hal yang kau minta asal kau tidak meminta ku untuk berhenti mengejar Arum Kenanga dan menarik kembali Pasukan ku " Lanjut nya
" Hey... Apa kau pikir kau dalam posisi bisa tawar menawar ? ingat Adipati tua, aku bisa dengan mudah menyelinap ke tempat tanpa seorang pun yang tahu, Aku bisa saja membunuh mu saat ini juga, kemudian aku bisa bumi hanguskan Kadipaten Watu Jajar ini dengan mudah meski aku sendirian, setelah itu akan ku kirim semua prajurit yang kau kirim tadi untuk menemani mu bertemu dewa neraka " Ucap Ranu Sadewa dengan kesal
" Apa kau tidak sayang nyawa mu sendiri Adipati tua, Lebih baik kau duduk manis saja di singgasana mu, jadikan rakyat mu menjadi tenteram dan bahagia, juga sayangilah dua istrimu jika tidak ingin kau mati mengenaskan " Lanjut Ranu
Adipati Watu Jajar lalu terdiam, lalu melihat Ranu dengan seksama, ia pikir karena Ranu tidak memakai pakaian punggawa maka Ranu bukan lah Rakyat atau punggawa Kadipaten Saroka asli
" Jika dilihat dengan seksama, Orang ini pasti hanya orang suruhan Kadipaten Saroka, dia tidak akan lama berada di Kadipaten itu, untuk sementara akan ku ikuti kemauannya, akan kirimkan mata mata ke Kadipaten Saroka untuk mengawasi orang ini, jika ini telah pergi maka aku akan kembali mengejar Arum kenanga " Kata Adipati Watu Jajar dalam hati
" Baik lah, akan ku turuti perintah mu, tapi tolong jangan bunuh aku " Ucap Adipati Watu Jajar pelan
" Hm.. Baiklah Adipati tua, aku tidak akan membunuhmu saat ini " Ucap Ranu lalu menjauhkan pedang yang ia pegang
" Sekarang aku mau kau buka mulut " Perintah Ranu
Adipati Watu Jajar yang sudah di ambang ketakutan dan tidak tau apa yang ingin Ranu lakukan segera membuka mulutnya, sehingga beberapa detik kemudian ia merasa sesuatu tertelan di tenggorokan nya
" Apa itu, apa yang kau lakukan " Ucap Adipati Watu Jajar ketakutan
" Tenanglah, itu hanya racun, namanya Racun Matahari, Seperti namanya racun itu tidak akan membunuhmu, racun itu hanya akan membuat tenggorokan mu terasa sangat panas seperti terbakar matahari sehingga rasanya kau ingin mati saja " Jawab Ranu santai
" Tapi tenang, aku akan memberikan penawarnya, kau minum penawar racun ituj setiap satu purnama, penawar racun itu akan habis setelah satu tahun, dan setelah satu tahun carilah aku untuk meminta penawar racun itu lagi " lanjut nya lalu melempar sebuah botol berisi obat penawar dari Racun Matahari
" Aku melakukan itu karena takut kau akan ingkar janji Adipati tua, dan dengan ini kau tidak akan berani melakukan penyerangan terhadap Kadipaten Saroka, karena setiap kau mengerahkan tenaga dalam mu, maka tenggorokan mu akan terasa sangat panas, jika kau tidak percaya kau boleh mencoba mengeluarkan tenaga dalam mu "
" Karena aku masih banyak urusan, aku pergi dulu, selamat mencoba " Ucap Ranu Lalu pergi melesat meninggalkan Adipati Watu Jajar dengan menggunakan Ajian Langkah kilat Dewa Naga
Setelah kepergian Ranu, Adipati Watu Jajar yang masih tidak percaya dengan perkataan Ranu kemudian mencoba mengeluarkan tenaga dalamnya, saat awal awal ia mengeluarkan tenaga dalam ia masih tidak mendapatkan keanehan yang terjadi sampai saat beberapa menit ia mengeluarkan tenaga dalamnya, hawa panas perlahan muncul entah dari mana lalu terkunci di pusat tenggorokan nya, rasa panas yang Adipati Watu Jajar rasakan semakin lama semakin panas hal ini membuat nya berteriak kesakitan sehingga mengagetkan para prajurit penjaga
Prajurit penjaga yang mendengar lolongan kesakitan dari Adipati Watu Jajar berhamburan masuk untuk mengetahui apa yang terjadi
" Gusti Adipati apa yang terjadi " Tanya salah seorang prajurit tapi tak mendapat jawaban hanya tangan Adipati yang tegak menunjuk ke arah botol penawar racun yang tadi jatuh saat rasa panas mulai datang
Prajurit yang seakan mengerti langsung mengambil dan membuka tutup botol itu lalu segera memasukkan sebutir obat penawar ke dalam mulut Adipati, beberapa saat kemudian kondisi Adipati berangsur pulih tapi langsung pingsan karena kelelahan
" Cepat.. bantu aku menaikkan Gusti Adipati ke atas kasur dan kau panggil tabib untuk memeriksa Gusti Adipati, yang lain jaga di sini aku akan memanggil tuan senopati serta keluarga kadipaten untuk segera datang ke sini " Ucap salah satu prajurit memberikan perintah
*****
Terima kasih atas like komentar vote dan hadiah nya temen temen, mohon maaf jika jarang update, hal ini karena pekerjaan yang menumpuk dan cuaca yang tidak stabil membuat badan gampang drop, sekali lagi mohon maaf temen temen
dan minta tolong jika berkenan silahkan bantu author dengan like Vote hadiah dan komentarnya temen temen
Oh iya teman.. untuk yang suka genre Romance, author lagi coba coba buat karya baru dengan genre Romance, silahkan cari di kolom pencarian dengan judul novel menari bersama hujan atau langsung klik profil author untuk langsung membacanya, jangan lupa like dan komentarnya juga temen temen karena selain gratis like dan komen bisa nambah pahala