NovelToon NovelToon
MY LOVELY BRONDONG

MY LOVELY BRONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikahmuda / Berondong
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Calon suaminya tak datang saat hari H pernikahan, Pevita menangis dan malu sekali. Ditambah amarah sang papa sangat terlihat jelas, keluarga dokter dipermalukan sampai begini tentu tak terima.

Keajaiban justru datang dari Kalandra, keponakan ibu tiri Pevita, dengan berani maju, berniat menggantikan sang pengantin pria. Jelas saja Pevita tak mau, tapi melihat kesungguhan Kalandra, papa Pevita pun menerima.

"Kamu tuh bocil, kenapa sok-sok an mau menikahiku segala sih?" protes Pevita setelah rangkaian pernikahan selesai malam itu.

"Namanya juga jodoh, tidak akan salah alamat kan," Pevita hanya memutar bola mata malas mendengar ungkapan hati sang suami yang terpaut usia 2 tahun lebih muda darinya.

Dunia Pevita siap gonjang-ganjing karena pemuda brondong ini. Alamak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIKEROYOK

"Kapan anak BEM bikin perhitungan sama suami Pevita?" tanya Andro, dirinya sudah sehat dan sudah masuk kuliah. Selama perawatan, dia sedang menyusun caranya balas dendam pada bocah cilik itu. Masih mahasiswa baru padahal. Andro juga sedikit kesal, permintaan di grup BEM untuk segera eksekusi suami Pevita belum ditanggapi anggota lain. Ilyas memang membalas tapi wakil ketua itu hanya bilang fokus ke kesehatan dulu saja, Ndro.

Dalam hatinya tak terima, ia merasa tak dibela oleh rekan organisasinya. Padahal, mereka selalu bilang jangan sampai ada kekerasan fisik di lingkungan kampus, tapi suami Pevita sudah keterlaluan main fisik hingga Andro masuk rumah sakit.

"Kayaknya gak perlu, Ndro!" ucap Gita yang pernah mendengar, Ethan, si ketua BEM tidak setuju akan permintaan Andro."

"Kok bisa?" Andro kecewa berat. Ia merasa Kala sudah menginjak harga diri anak BEM, kenapa mereka malah menilai tak perlu. "Gue kekerasan fisik, Git. Ya kali mahasiswa baru itu dibiarkan saja!" Gita tersenyum sini. Ia berdiri sembari menepuk pundak Andro.

"Sadar, lo dulu yang nonjok dia!" ucap Gita membuat Andro terdiam seketika. Dari mana mereka tahu?

Andro tetap tak terima, ia pun meminta bantuan pada komunitas balap liarnya, menceritakan drama yang ia alami. Sontak saja memicu semangat anggota komunitas untuk memberi perhitungan pada Kala. Andro mengirim foto Kala agar mereka bersiap untuk mengeksekusi.

Sedangkan Kala hari ini diminta bolos oleh Pevita. Maklum hari ini sang istri sedang kosong kuliah, jadwal perkuliahan digeser ke hari lain. "Ya gak bisa gitu dong, Sayang. Aku juga wajib masuk," Kala ngotot untuk tetap masuk. Dirinya juga heran kenapa Pevita malah merengek agar Kala bolos, padahal biasanya Pevita selalu bilang tugas kita adalah kuliah, awas sampai bolos. Tapi hari ini, sungguh Pevita melanggar ucapannya sendiri.

"Kenapa sih? Mau kencan?" tanya Kala, ini tinggal berangkat, tapi Pevita malah memeluk pinggangnya, mana erat lagi. Si istri manja itu menggeleng. "Atau mau mendesah?" barulah Pevita melepas pelukannya, jurus jitu agar sang istri kembali normal. Kala tertawa.

"Kamu hati-hati, nyalakan live location kamu, kalau aku telepon harus angkat, bawa charger agar gak ada alasan baterai mati!" titah Pevita

dan diiyakan oleh Kala.

"Diantar sopir!" Kala melongo dengan penawaran sang istri. Sejak kapan Kala harus pakai sopir segala.

"Yang, yang terakhir boleh gak aku tolak. Kurang sat set, Yang!" rengek Kala, namun Pevita menggeleng. Sejak shubuh tadi, perasaannya gak enak, ada yang mengganjal saja. Ia tak mau sang suami kenapa-napa. Pesan Kaffa tempo hari agar Pevita dan sang suami untuk hati-hati terus memenuhi pikirannya. Terlebih tadi malam, Kaffa memberi tahu kalau Andro sudah keluar rumah sakit. Makin khawatir saja Pevita, ditambah anak BEM tak mau ikut campur urusan pribadi Andro.

"Pakai sopir atau gak usah berangkat kuliah!" kalau sudah begini, Kala bisa apa. Dia tidak mungkin bolos, penilaian untuk jadi tim proyek Pak Thoriq itu tidak boleh meninggalkan kelas. Mau tak mau dia diantar sopir. Sungguh aneh, Pevita terkesan sangat posesif.

"Mas, nanti kalau butuh pindah tempat kuliah, langsung chat saja ya, Mas!" ucap pak sopir saat Kala hendak keluar mobil.

"Mamang gak pulang saja?" tawar Kala, namun mamang menunjukkan ponselnya, ada sebuah pesan dari Pevita Mang. Jaga suami aku sampai pulang. Makasih.

"Dia kenapa sih," protes Kala sembari membuka pintu mobil setelah mengucap oke dan terimakasih. Kala sebenarnya tak punya pikiran macam-macam, hanya satu moment saat di kamar tadi sedikit memengaruhi fokusnya di kelas.

Sang istri mengucap, jaga diri. Hati-hati gak perlu sok jagoan, cukup jadi mahasiswa baik tanpa ada kasus pengeroyokan.

Tak mungkin sang istri sekhawatir itu, kalau tidak ada yang mendasari. Namun sampai menjelang sore, Pevita hanya kirim pesan seperti biasa menanyakan sudah sholat, sudah makan, sampai jam berapa mata kuliah, kapan pulang. Hanya itu saja. Tak menceritakan apa yang menjadi istri posesif.

Kala baru menyadari akan firasat sang istri, saat mereka menuju jalan pulang, Mamang merasa ada yang mengikuti, terlihat dari spion mobil. "Siapa ya, Mas?" tanya mamang heran, Kala pun menoleh, dan dugaan Mamang sepertinya benar. Tiga motor gede dengan pengendaranya menggunakan helm teropong, mulai mendekati mobil yang ditumpangi Kala. Hanya saja mereka berada di jalan yang cukup ramai, jadi belum ada kesempatan untuk melancarkan aksi.

"Cari jalan yang ramai saja, Mang!" ujar Kala mulai panik karena ada lemparan batu yang mengenai kaca belakang mobil.

"Ini siapa juga yang mau rusuh ya, Mas?" tanya mamang, khawatir ada yang tidak suka dengan keluarga Pevita dan menyerang Kala sebagai menantu.

Kurang 10 menit lagi sampai rumah, melewati jalan yang tidak terlalu ramai, mereka beraksi. Tiba-tiba ada yang mepet ke bodi mobil, dan pyar sisi kaca jendela Kala dipukul dengan tongkat baseball. "Awas, Mas!" ujar Mamang dengan tetap menjaga kestabilan mobil. Sialnya, di depan sudah ada yang blokade jalan.

"Tabrak, Mang!" ujar Kala tak mau berhenti karena ini sudah masuk ke area pengeroyokan. Mamang pun mengikuti perintah sang majikan, tapi sialnya ban mobil mereka sepertinya ditembak, mobil seketika oleng. Mau tak mau, Mamang menabrakkan mobil ke pohon pinggir jalan. "Tetap di mobil, Mang!" pinta Kala sembari menghubungi call center polisi. Kalau pun harus berantem gak pa-pa, tapi Mamang?

"Mas, gimana ini kita keluar saja gimana?" pikir Mamang, pasalnya mereka sudah memukul badan mobil, dan terpaksa mereka keluar saat salah satu dari mereka menyiramkan bensin. Wah, daripada terpanggang mending keluar deh, siapa tahu ada orang lewat juga.

Begitu keduanya keluar, Mamang langsung dipukul dengan baseball auto pingsan, tinggal Kala. Ia akan menggunakan keahliannya taekwondo untuk melindungi diri.

"Banci sih kalau gak mau lepas helm, gue gak tahu kalian siapa, tapi yang jelas kalau kalian laki lepas helm itu," pinta Kala dengan posisi ancang-ancang. Agak ketar-ketir juga ini tiba-tiba datang kelompok mereka.

"Bacot!" Kala langsung diserang, ia sebisa mungkin melawan, tapi kala masa begini, Kala pun tak bisa berbuat apa-apa, ia langsung dipiting dan dihajar, bahkan ponselnya dibanting. Wajahnya sudah babak belur dan dia terkapar, perintahnya jangan sampai mati, dan Kala pun tergeletak di jalan begitu saja.

Beberapa warga yang tak bekerja dan kebanyakan ibu-ibu langsung mendekati Kala saat komplotan itu pergi. Lekas dari mereka memesankan taksi online dan membawa Kala dan mamang ke rumah sakit, tak lupa mereka mengambil plastik untuk menyimpan ponsel rusak Kala.

1
Septyana Kartika
neeeek....aku bawa lakban nih..
yuk bisa yuk kita lakban bntar aja
Lel: gak bisa napas ntar
total 1 replies
apiii
Makan soto di sore hari,Ditambah kecap rasanya gurih.Para pembaca setia menanti,Ayo author ketik lagi dengan gigih🤭
Lel: capeeekkkk kriting akooohh
total 1 replies
apiii
dosa ga si kalo papa pevita bius neneknya kala?
Lel: bolej🤣🤣🤣
total 1 replies
Vivi Zenidar
ajak nenek ke tengah laut...... refresing..... pas di tengah laut.... ceburin
Lel: nguras laut sekalian
total 1 replies
Lel
jahat gak sih 🤣
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
maaf typo g ini pev, boleh ngomong sm kala dl? tp yg tnya pevita🙏
Lel: oke mksh
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
🤣🤣🤣mlh bhs perihal gaya d ranjang
Lel: biasa anak gen z main ceplos aja
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh nenek crwet itu dr papa e kala? brti mm kala sm bunda pevita ipar?
Lel: iyes tul
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nk ra eling wes umur tak tempeleng🤣🤣 lambene ra duwe rem si nenek
Lel: ihhh tapi ada loh semakin tua semakin cerewet
total 1 replies
Sherly Neovita
🥰🥰🥰🥰🥰
Septyana Kartika
nek pulang yuk
besok jadwal latihan Zumba lo
Lel: hwkwkkwklw pinggang copottt
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
gt g boleh d lawan ya , orgtua kolot merasa bener sndiri anak menghargai mlh mkn njengkeli kl nyakitin orgtua g dosa..minimal dksh sadar bentak aja biar degdeg ser jantungnya🤣🤣
Lel: serangan jantung dong nanti
total 1 replies
Vivi Zenidar
speechless..,.. ngadepin nenek
Lel
nanti dikira durhaka
Wahyuni Abuzar
🙄
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
pake tongkat g si nenek, kl iya ambil tongkatnya pev jgn buat mukul tp bkn nenek itu tersandung🤭
Lel: dijegal aja gitu kah🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
langkah yg benar pev , krg kasar mnrtku gtulah org tua d maklumi trs ngelunjak
Septyana Kartika
nek....jalan jalan yuk ...pake sepatu roda...aku dorong deh dari belakang
Lel: jatuh dong kakkkk🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Vivi Zenidar
Nenek bisa dibikin struk Thor??????
Lel: kayaknya butuh bantuan lantai kamar mandi ya🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jahat banget mulutnya , untung tua kl enggak udh pevita tampol kan
Lel: iya bakal ditampol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!