NovelToon NovelToon
Cinta Putih

Cinta Putih

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Badboy / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

18+
Lucia Jayanti, wanita cantik berumur 27 tahun, seorang ibu tunggal yang bekerja keras bertahan hidup bersama putri semata wayangnya.

Aldrich Mahendra, seorang Casanova, muda,tampan dan kaya. Dia tidak pernah mencintai wanita. Baginya, wanita hanyalah hiburan satu malam.

Tapi takdir mempertemukan mereka berdua, akankah Aldrich merubah pandangannya tentang wanita setelah bertemu Lucia?

Ikuti kisah mereka yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau harus bertanggungjawab!

Adakah readers di sini yang belum baca 'dari cekcok jadi cinlok'?

Kalau belum, cus baca novel akoh yang satu itu ya. Di sana kalian bisa tahu siapa Arina.

Kalau g baca g papa juga sih, tetep di jelasin kok di sini 🤭

.............

readers: karepmu apa sih Thor? gawe puyeng 😑

othor: promosi 😁

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Aldrich berjalan sedikit menjauh dari Luci agar bisa dengan tenang menelpon Arina.

Tenang? dia sangat merasa tak tenang saat ini.

Dia memang pernah melakukannya sekali dengan Arina, pun dia tak lupa memakai kond*mnya, tak mungkin kan kalau dia sampai kejebolan.

Tapi kenapa Melani bicara seperti itu?

Tuut... tuut... tuut...

"Hallo?"

"Hallo, Arina? ini gue Aldrich." Aldrich mendesah lega saat panggilan telponnya di angkat oleh Arina.

"Ada apa?"

"Apa bener, Lo hamil?" Aldrich langsung to the point, dia tak mau berlama-lama merasa gundah.

"...."

"Na?"

"Kamu tahu dari siapa?"

Deg! Jantung Aldrich serasa berhenti berdetak, seluruh badannya terasa lemas. Ini tak mungkin terjadi kan?

"Apa itu... anak gue?" Tanya Aldrich dengan sangat lirih. Dia takut jika itu benar adanya.

Aldrich tak mau berpisah dari Luci, tapi dia juga tak mungkin melepas tanggung jawabnya.

Aldrich terus berharap dalam hati, jika Arina menjawab 'bukan'.

"Bukan."

Aldrich bernapas lega, "kalau..."

Tut Tut Tut.

Arina sudah menutup telponnya.

Aldrich menatap ponselnya sambil mengernyitkan dahi, tapi ya sudahlah, yang penting dia sudah tau jawabannya.

Dengan langkah ringan Aldrich kembali ke tempatnya semula untuk menemui Luci dan memberitahunya tentang jawaban dari Arina.

Dia tak mau Luci salah paham.

Saat mendengar ucapan Melani, Aldrich sempat shock dan takut. Bukan karena kabar tentang Arina hamil yang membuatnya takut, tapi karena perasaan Luci, dia tak mau Luci marah dan menjauh darinya. Perasaan cintanya baru di balas kan? baru saja!

"Lho? Luci mana?" Aldrich terkejut saat tak mendapati Luci dan Vin-vin di tempat dia meninggalkannya tadi.

Di sana hanya ada Melani yang sedang duduk dengan santai sambil asyik memakan churros dari kotak makan milik Vin-vin.

"Pergi." Jawabnya santai.

Aldrich melotot sambil merampas kotak makan yang di pegang Melani. "Kalau sampai Luci putusin gue, mati Lo!" Aldrich menunjuk kepala Melani dengan jari telunjuknya dan menghentakannya hingga membuat Melani terdorong ke belakang.

"Al! kamu jahat!" Melani bangun dari duduknya sambil menghentakkan kakinya.

"Mulut Lo itu yang busuk!" Ketus Aldrich sambil berlalu meninggalkan Melani.

Aldrich mengambil ponselnya dan dengan segera menelpon Luci.

"Hallo."

"Kamu di mana, sayang?" Aldrich bukan lebay, dia hanya tak mau kehilangan Luci.

"Aku di mobil. Vin-vin ngantuk."

"Oh, aku ke sana." Setelah mematikan ponselnya, Aldrich buru-buru menuju mobilnya yang terparkir di halaman depan Studio.

Saat melihat Luci sedang duduk manis di dalam mobil, hatinya sangat lega.

Jantung yang dari tadi berpacu dengan cepat, seketika normal kembali.

Dengan perlahan Aldrich membuka pintu dan masuk. Dia menoleh ke arah Vin-vin yang sedang terlelap di kursi belakang, lalu dia memandang Luci.

"Luci..." Aldrich meraih jemari Luci dan menciuminya.

"Kita pulang ya, kasihan Vin-vin." Luci menarik tangannya dari genggaman Aldrich dan menatap lurus ke depan.

Entah kenapa hati Aldrich terasa nyeri. Tadi pagi mereka sudah sangat dekat, bahkan Luci sudah tak menolak lagi saat Aldrich menyentuhnya, bahkan menciumnya. Tapi sekarang Luci kembali menjaga jarak seperti dulu.

Sambil menarik napas panjang, Aldrich mulai menjalankan mobilnya. Mereka berdua terus terdiam selama perjalanan.

Aldrich terus melirik tangan Luci yang terpangku di atas kedua kakinya, sulit di raih, terlalu jauh.

Padahal dia sangat ingin menggenggamnya dan menciuminya seperti saat berangkat tadi.

"Hhuft!" Lagi-lagi Aldrich mendesah.

Setelah sampai di rumah, dengan cekatan Aldrich membopong Vin-vin yang masih tertidur dan membawanya menuju kamar Luci.

Dengan perlahan Aldrich merebahkan tubuh mungil itu dan mengecup keningnya.

"Papi sayang Vin-vin." Bisik Aldrich.

Vin-vin mengangguk dalam tidurnya sambil tersenyum. Aldrich pun tersenyum bahagia.

"Aku juga akan istirahat." Ucap Luci, sambil rebahan di samping Vin-vin.

Aldrich buru-buru menarik tangannya, "nggak! ayo bicara dulu." pintanya.

Luci hanya diam sambil menatap Vin-vin, dia enggan menatap Aldrich.

Karena tak mendapatkan respon dari Luci, Aldrich pun mendekati Luci dan membopong tubuhnya lalu membawanya keluar dari kamar.

Luci memekik kaget, tapi buru-buru dia menutup mulutnya, takut Vin-vin terkejut dan bangun dari tidurnya.

Aldrich terus membawa Luci dan menurunkannya di sofa, di depan TV.

Lalu dia berlutut di depan Luci sambil menggenggam tangannya.

"Yang Melani bilang itu bohong, sayang. Kamu jangan percaya ya?" Ucapnya sambil menciumi punggung tangan Luci.

Luci tertunduk dan tak lama dia mulai terisak.

"Kenapa nangis? jangan menangis, plis." Aldrich bangun dan duduk di samping Luci, dia menghapus air mata yang mengalir deras di pipi putih Luci dengan jemarinya.

"Jika kamu terus bersamaku dan Vin-vin, mengabaikan keberadaan anak dalam kandungan Arina itu, apa bedanya kamu dengan dia yang sudah meninggalkan aku dan Vin-vin?"

"Jangan jadi lelaki jahat seperti dia! bertanggung-jawab lah, aku nggak apa-apa." Luci tertunduk sambil terus menangis.

Melihat Luci yang begitu sedih bahkan pundaknya bergetar hebat karena sesenggukan, hati Aldrich jadi nelangsa.

Dia merutuki dirinya sendiri atas perbuatan tak bermoralnya selama ini, ya walaupun semua itu di dasari perasaan suka sama suka, tapi hari ini Aldrich merasa begitu menyesali tindakannya.

"Luci... sayang..." Aldrich meraih Luci dan memeluknya erat.

"Kalau dia benar-benar anakku, aku akan bertanggung jawab! sungguh! tapi tanpa meninggalkan kalian berdua." Aldrich mengeratkan pelukannya.

Luci masih terisak dalam pelukan Aldrich. Aldrich bahkan merasa kaosnya sudah basah karena air mata Luci yang terus mengalir deras.

"Dengarkan aku, sayang..." Aldrich mengurai pelukannya dan menatap Luci yang masih tertunduk. Dia mengangkat dagu Luci dan menatap manik mata coklat terang miliknya.

"Aku sudah menelpon Arina, dan di bilang yang di dalam kandungannya itu bukan anakku." Ucap Aldrich dengan tegas.

"Lalu anak siapa?"

Aldrich menggelengkan kepalanya, dia juga tak tahu. Dia belum sempat menanyakannya karena Arina dengan cepat langsung menutup telponnya.

"Kalau ternyata benar anakmu, tapi dia berbohong, bagaimana?"

"Itu salahnya sendiri kan? kenapa dia harus menutupinya dariku." Aldrich mulai malas membahas masalah ini. Yang dia tahu Arina bilang bukan, berarti memang bukan!

Kalau Arina ternyata berbohong, ya itu salahnya sendiri.

"Al..." Luci menatap manik mata Aldrich yang menyiratkan sedikit keraguan. "Jangan sampai kamu menyesal. Jangan sampai ada anak-anak yang di tinggalkan seperti Vin-vin." Bisik Luci mengingatkan

Aldrich masih terdiam, dia teringat tadi Arina menutup telponnya begitu cepat tanpa mendengarkan ucapannya, apakah benar ada yang Arina sembunyikan? Apakah Arina benar-benar mengandung anaknya dan enggan jujur pada Aldrich, tapi kenapa?

Aldrich menggenggam jemari Luci dan meremasnya, "apapun yang terjadi nanti, apapun hasilnya nanti, jangan pergi dari ku ya... tetaplah bersamaku Luci. Aku ingin kita menikah." Pinta Aldrich sambil menciumi punggung tangan Luci.

Luci menatap Aldrich dengan lekat, dia tahu Aldrich pun sangat bingung, "aku akan terus bersamamu." Janji Luci.

Aldrich tersenyum lalu mengecup bibir Luci singkat kemudian menatap manik mata Luci dengan lekat, "ayo kita ke Jogja, menemui Arina dan meminta jawabannya! supaya hati kita tenang."

Luci menganggukkan kepala, setuju dengan keputusan Aldrich.

1
Dewi Sri
Sdh baca cerita anak nya cuus ke cerita ini
Tamie: cuss markucus...
total 1 replies
Meili Rahma
Devan 🗿
Meili Rahma
Vincia = Kevin X Lucia ?
Meili Rahma
oh aku baru faham pas si devian bilang ayah Kevin
yang suka sama devian itu loh?
key atau apalah itu jadi itu tho
kirain apa gua juga bingung jadi Devi pas denger cerita keluarga vivin
Meili Rahma
ternyata mama luci lebih sengsara dari menantunya 😭
Meili Rahma
aku malah mulai di cerita"dinafkahi berondong" seharusnya kan cinta putih dulu!!
ya kali aku bacanya di mulai dari 3-1-2 Kanan aneh baca endingnya dulu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamie: nggak apa-apa kak, sah2 aja kok, hehe...
total 1 replies
Sri Ariyanti
aku suka karya2mu
Tamie: makasih kk.. yuk baca yang terbaru, hehehe...
total 1 replies
juwita
suka cerita nya yg karakter cweknya pd dewasa saling menghargai
juwita
knpa g naik pesawat biar cpt atuh al. ky orh susah aj g pny uang buat beli tiket🤣🤣
juwita
dasar playboy cap badak saking saltingnya sm kusen di tabrak untung kusenya g penyok🤣🤣
juwita
g ada siomay ya🤣🤣
juwita
kamu udh terluci luci aldrik mknya berhenti jd playboy cap badak🤣🤣
juwita
harusnya bc ini dl baru bc di nafkahi berondong. ini aq ke balik bcnya🤣🤣
Meili Rahma: sama mbak udah kebablasan mungkin baca ulang 🤣
total 1 replies
Yanti yulianti
seru
Bunda Fiya
/Good//Good/
Tamie: Terima kasih🙏
total 1 replies
Ratna_1729
ngomong aja, boleh ngajak anak nggak?
𝓙𝑬𝓜𝑨ѕ⍣⃝✰zc❖: Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul seseorang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seorang Sadewa yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 1 replies
tanpa nama
🤣Gitu2 emakmu bob
tanpa nama
Wkwkwkkk
tanpa nama
Cmburuuuu
tanpa nama
Wkwkwkk🤣 balas dendam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!