Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 BENAR JUGA
"Selamat pagi tuan Alex". Sapa asisten prianya dengan mengenakan kemeja membungkuk hormat.
" pagi Roy". Jawab nya melangkah melewati nya.
Di dalam ruang tamu begitu estektik dengan benda-benda bunga mawar merah di atas meja di sekeliling rumah. seakan-akan membawa dirinya di sebuah alam menyegarkan dengan aroma bunga yang wangi enak. Salah satu pelayan rumah mengganti kan bunga mawar yang baru di atas meja itu. Senyum tipis di bibir Alex melihat bunga mawar itu yang baru saja di ganti yang baru. Ia melangkah menghampiri meja yang sudah ada bunga mawar di atas meja itu.
jari-jari tangan menyentuh dengan lembut di atas bunga mawar merah dengan menatap obsesi yang ingin rasanya memiliki lebih dari sekedar bunga biasa.
"Bunga ini... khusus untuk mu sayang ku.. ". Alex berkata pada sebuah bunga yang ia sentuh. Alex jabut bunga lalu menari-nari seperti orang yang benar-benar yang aneh sembari tersenyum bahagia di ruang tamunya. terlihat Alex seperti membayangkan Luna yang berdansa bersamanya.
Seorang asisten Alex yaitu roy melihat gelagat tuanya yang makin aneh. ia hanya berdiri terdiam memperhatikan kelakuan tuanya itu.
****
****
****
"Hei Denis! ". Panggil Vendra terduduk di sofa. saat ini mereka berada di hotel sedang duduk di sofa
" hmmm! ". Jawabnya sembari main ponsel yang ia gengam
" Aku harus dapat kerja. aku tidak mungkin minta uang ke ayahku. di tambah aku sangat bosan diam di hotel terus. carikan kerjaan untuk ku". Ucap Vendra melihat Denis yang hanya main ponsel nya.
Denis menoleh dan berkata____
"mau jadi pacar ku...nanti dapat uang dariku". Ucap Denis senyum genit
" iiihhhh! apaan! aku minta carikan kerja bukan jadi pacar!". Jawabnya sinis tengil
"Ya sudah... apa salahnya kamu minta kerjaan pada Luna yang sudah kamu tolong. bukannya mau deketin dia". Ujar Denis
Vendra terdiam saat Denis beri saran, yang di katakan Denis agak bener nya juga. dirinya tidak kepikiran sejauh itu.
" Iya juga! kamu pintar". ucap Vendra tersenyum
Denis langsung merasa di puji hingga ekpresi nya berubah kesenangan.
Vendra ambil ponsel di atas meja untuk menelepon Luna meminta kerjaan padanya. Ekpresi wajah Denis berubah saat melihat Vendra main ponsel.
"Mau apa?? ". tanya Denis bingung
" mau nelepon Luna minta kerjaan ". Vendra berkata sambil tekan tombol menghubungi
" Tidak harus nelepon juga! nanti aja kalau dia butuh kamu". Ujar nya
Vendra tidak jadi menelepon Luna langsung ia matikan ponsel nya.
"terus ...nunggu berapa lama? ". tanya Vendra kesel.
" bukan begitu. caranya dengan hal baik. maksudnya saat dimana dia merasa tidak aman pasti butuh asisten. ketimbang jadi pelayan, jadi kantor atau jadi pembersih halaman rumah. lebih baik jadi Asisten, kalau jadi Asisten kemana-mana kamu ikutin dia. itu lebih mudah ". Ujar Denis
" iya juga. kalo di pikir-pikir. dan kalau aku jadi asisten nya otomatis Luna pasti bertemu dengan Rajab dan aku bisa mengawasi mereka ". ucap Vendra
" nah.. itu tau ".
Vendra pun terdiam mengerti akan menunggu Luna nelepon balik semoga saja dirinya dibutuhkan jadi asisten akan lebih leluasa bisa mencari tahu lebih dalam lagi.
****
****
****
Di rumah Ambarawa
Di ruang tamu tampaknya Oma melangkah menghampiri Kasih. Kasih yang sedang terbaring merebahkan tubuh di kursi sofa panjang dengan santai tidak menyadari kalau Oma melangkah mendekat.
"Kasih! ". Panggil Oma
" hemmm.! ". jawabnya yang hanya terdiam tetap terbaring sembari main ponsel nya tidak menoleh melihat Oma nya yang ada di belakang dirinya.
Oma menghela nafas capek melihat kelakuan cucu perempuan nya begitu enak bersantai tidak ada sopannya.
" Bisakah kamu bicara yang bener! respon yang benar. DUDUK YANG BENAR. OMA MAU BICARA PENTING! DUDUK!!! ". Perintah Oma sentak
Tangan kiri mengarok kepala di belakangnya yang gatal serasa males banget harus bicara sama Oma nya. Kasih bangun berlahan duduk dengan benar di hadapan Oma nya. Oma pun duduk di sofa di depan cucu perempuan nya yang pemalas itu.
"ada apa Oma? ". Tanya Kasih serasa bete
" Oma tahu. kamu dan saya tidak terlalu suka. Tapi saya yakin kamu juga tahu hubungan Rajab dan Luna seperti apa. Iya kan? ". Kata Oma melihat wajah cucunya dengan ekpresi datar
" Iya. .. Terus.. kenapa? ". Tanya Kasih
" Saya. sebenarnya ingin meminta bantuan padamu untuk melakukan hal kecil untuk Rajab dan Luna ". Jawab Oma
Ekpresi wajah Kasih berubah bingung entah apa maksud dari Oma nya, Kasih tidak paham.
" Maksudnya bagaimana, aku tidak mengerti? ".
" Saya minta kamu bikin mereka sering bertemu paling tidak mereka saling bicara satu sama lain. itu lebih cukup. Tapi sebenarnya saya menginginkan mereka untuk tidur seranjang agar lebih mudah ke jejang pernikahan ". Minta Oma
" hah? ". Seketika Kasih terkejut dengan permintaan Oma nya yang tidak mungkin ia bisa lakukan. " Oma aku salah dengar ini. kenapa Oma berfikir begitu? itu akan membuat Rajab makin menderita ". Kata Kasih Kedua alis mata bergerak kebawah seperti nya Kasih kurang nyaman dan tidak suka rencana Oma nya itu.
"lakukan saja. ini juga kebaikan untuk Rajab kedepan nya". minta Oma langsung bangkit berbalik melangkah jalan pergi begitu saja.
Melihat Oma nya, Kasih hanya terdiam bengong ia masih bingung. entah bagaimana harus di lakukan.
Kemudian Kasih memberitahu pada Wilda ibu kandung nya Rajab di dalam kamarnya berdiri saling berhadapan..
"Jadi Oma merencanakan itu? ". Tanya Wilda
" iya! sebenarnya aku kurang suka. apa salahnya sih... mereka berdua secara alami saja tanpa harus campur tangan. menurut ku ini akan membuat mereka berdua akan kecewa. terutama kak Rajab, dia pasti marah dan kecewa ". Ujar Kasih serasa tak habis pikir dengan pola pikiran Oma nya.
" Lakukan saja. ikuti apa yang di katakan Ibu". Kata Wilda
Kasih pun langsung terkejut. "hah! serius? ".
" iya". jawab wilda
Kasih hanya menggeleng kepala bingung.
Setelah bicara sama ibu sambung nya yaitu wilda kini Kasih melangkah jalan di lorong rumah berfikir bingung heran.
"Haduh... kenapa jadi aku sih... yang melakukan nya. kenapa enggak orang lain sih.! ". Kasih berkata bicara diri sendiri sembari melangkah jalan menyusuri lorong.
Sesampainya di halaman rumah, Kasih melangkah jalan mendekati sebuah mobil merah itu. Kasih menekan tombol di layar ponsel seperti nya ia menghubungi seseorang. ia angkat ponsel menempel kan ke telinga kanan nya.
"hallo.. ini aku! kita ketemuan di tempat biasa". Ucap nya. Kasih langsung menutup telepon tarik pintu mobil, lalu masuk kedalam mobilnya tidak lupa menutup pintu.
di dalam mobil ia pasang sabuk pengaman.
" hari ini bener-bener tidak masuk di akal". Kasih berkata bicara diri sendiri sambil memasang sabuk pengaman nya. lalu menyalakan mesin mobil langsung gas jalan pergi meninggalkan rumah.