Warning!!!
SUDAH TERBIT CETAK, DI LARANG PLAGIAT!!!
Juara 6 Contest horor n thriller Noveltoon.
Di novel horor ini terdapat mantra-mantra jawa kuno, yang dipercaya oleh masyarakat jaman dulu, sekedar mengingatkan para pembaca sekalian, lebih baik dibaca didalam hati saja, jangan di ucapkan.
Namaku Rania Putri Sejagad, saat ini aku masih kelas 2 Sekolah Menengah Pertama di Jakarta.
Saat kenaikan kelas 3 mendadak orang tuaku dipindah tugaskan ke Kalimantan, dan orang tuaku memutuskan menitipkanku di desa nenekku, Desa Rawa Belatung namanya.
Kemudian orang tuaku juga memindahkan sekolahku di lereng gunung, sejak tinggal di Desa Rawa Belatung aku mulai bisa melihat sesuatu yang tak kasat mata, ini lah kisah ku.
SEASON 2 BERJUDUL PENELUSURAN GAIB RANIA.
IG: Author_noviputri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi putri ang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror hantu pocong.
Dook.. dook.. dookk...
Suara jendela seperti ada yang mengetuk.
Tulong congculi...
Lagi lagi suara itu membuat Rania dan Wati beringsut masuk kedalam selimut, Karena penasaran Rania berusaha mengintip siapa yang berada dibalik jendela kamar nya.
Saat Rania membuka selimutnya Dia terkejut melihat ada yang berdiri didepan jendela nya sosok itu dibalut kain kafan yang masih terikat dikepala nya.
"Pocong". Gumam Rania dalam hati.
"Ada siapa Rania diluar sana". Tanya Wati yang akan mendongakan kepala nya keluar dari selimut.
"Jangan melihat keluar Wati, Nanti Kau akan terkejut". Jawab Rania dengan jantung yang berdegup kencang.
Karena Wati terlalu penasaran dan ingin tahu, Dia mendongakan kepala nya keluar dari selimut.
Seketika Wati berteriak ketakutan, Lalu dengan cepat Rania membungkam mulut Wati dengan tangan nya.
"Kau jangan berteriak Wati nanti hantu itu akan nekat masuk kesini". Ucap Rania berbisik ditelinga Wati menakuti nya supaya Dia tidak berteriak dan membuat kegaduhan.
"Aku aku takut Rania". Ujar Wati berbicara perlahan.
"Tenanglah Kita tunggu sampai pocong itu pergi". Tungkas Rania yang bingung harus berbuat apa.
"Peter.. Peter... Kau minta tolong saja pada temanmu itu". Seru Wati.
"Tidak bisa Wati karena saat ini Peter sedang berada dirumah Mbah Karto untuk menemui mama nya".
Bleek.. blekk.. bleekk...
Suara itu berjalan menjauhi jendela kamar mereka, saat suara itu sudah tidak terdengar lagi Rania dan Wati mengambil langkah seribu menuju kamar simbah.
Dengan nafas tersengal sengal keduanya sampai di dalam kamar simbah dan menjelaskan jika ada sosok pocong yang berdiri didepan jendela kamar nya.
Simbah yang mendengar cerita kedua cucu nya hanya terdiam, Dan mengatakan jika pocong itu adalah tetangga mereka pak Kasmuri yang baru saja meninggal tadi siang.
Sepertinya benar desas desus warga jika ada yang lupa melepas tali pocong pak Kasmuri, sehingga dia bangkit dari kubur dan meminta dilepaskan tali pocong nya.
Tidak lama kemudian bude Walimah pun masuk ke kamar Simbah dengan nafas yang tersengal sengal sama seperti Rania dan Wati, bude Walimah berkata jika ada sosok pocong yang mengetuk jendela kamar nya.
Malam itu suasana berubah mencekam karena teror dari hantu pocong itu, tidak ada yang bisa dilakukan mereka selain berdoa pada Tuhan supaya pocong itu tidak mengganggu lagi.
Simbah yang ingin memberitahukan pada pihak keluarga pak Kasmuri merasa tidak enak hati memberi kabar jika pak Kasmuri bangkit dari kubur nya dan menjadi pocong.
Akhirnya mereka semua memilih tidur bersama sama di kamar simbah karena mereka masih terbayang sosok pocong itu.
Keesokan hari nya saat bude ingin belanja ke tukang sayur langganan nya, Ada beberapa tetangga yang berbicara jika semalam mereka di datangi sesosok pocong yang meminta tolong.
Bude yang mendengar pembicaraan tetangga nya pun mengaku jika dia dan Kekuarga nya juga di datangi pocong itu, Kebanyakan dari mereka mengatakan jika hantu pocong itu adalah hantu pak Kasmuri yang tali kain kafan nya lupa dilepaskan dan bergentayangan dikampung untuk meminta tolong supaya tali pocong nya segera dilepaskan.
Mereka semua ingin mengatakan yang sebenarnya pada keluarga pak Kasmuri tapi tidak ada yang berani, Karena keluarga mereka masih dalam suasana berduka.
Kemudian bude Walimah pulang ke rumah dan memberitahu simbah jika tetangga yang lain juga ada yang didatangi hantu pocong itu.
*
*
* Bersambung *
hebat si author bikin saya kesel x hari ini😁😁😁