Note : Novel ini terinspirasi dari Komik Forged Success dan Celestial Emperor.
Kisah ini berawal dari seorang pemuda yang awalnya hampir mengalami kematian.
Seluruh keluarganya tewas beserta seluruh penduduk desanya dibantai. Pemuda ini adalah Zhang Xian En yang akhirnya menjadi murid seorang pendekar pedang terkenal.
Setelah berlatih dengan giat dan menyelesaikan latihan, Zhang Xian En memutuskan untuk pergi mengembara selama beberapa waktu.
Suatu hari setelah dia pulang dari pengembaraanya, dia kemudian membalas dendam atas kematian orang tua dan saudaranya.
Setelah membalaskan dendamnya, Zhang En kemudian pergi mengarungi Alam yang lebih tinggi untuk menjadi seorang Pendekar Pedang Terhebat sepanjang masa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aka xin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 34. Hadiah Kaisar & Provokasi 3 Ketua Sekte
Ketua Xin Long yang masih duduk tenang kursinya sedikit mencurigai Kelompok Sekte golongan Hitam yang memisahkan diri dari dekat mereka.
Ketua Xin Long mencoba memfokuskan indera pendengaran jurus jarak jauh miliknya untuk mengetahui rencana Kelompok sekte golongan hitam.
Beberapa saat kemudian, Ketua Xin Long membuka matanya dan sudah mendengar sedikit rencana mereka.
"Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh penerusku apapun yang terjadi" ucap Ketua Xin Long didalam hatinya.
•••
Para peserta berhasil masuk juara 10 besar pada pertandingan turnament Kekaisaran sudah berbaris sejajar berdiri ditengah lapangan turnament.
Setelah mereka menunggu, Kaisar Zhu Xuan didampingi Permaisuri dan juga Putri Yhu Zhu Xuan menuju kearah para peserta pemenang menemani kaisar memberikan hadiah kepada mereka semua.
Dibelakang mereka juga terlihat 2 orang jenderal kekaisaran serta pelayan yang sedang mengikuti mereka dari belakang.
Saat Putri Yhu Zhu melihat Zhang En tidak jauh dari tempat pemuda itu berdiri, Putri Yhu Zhu tampak malu-malu dan semakin terpesona akan ketampanan Zhang En.
Ketika pandangan mata mereka saling bertemu, Putri Yhu Zhu menampilkan senyuman terbaiknya kepada Zhang En, Tapi sayang, Zhang En hanya membalasnya dengan hanya menganggukan kepala tanpa ekspresi dan tidak membalas sedikitpun
"Dasar laki-laki tidak berperasaan. Aku akan membalasmu 10 kali lipat, aku juga akan membuatmu menyesal" ketus Putri Yhu Zhu memasang wajah cemberut.
Mendengar perkataan putrinya, Permaisuri Zhu hanya melirik Zhang En lalu melihat tingkah putrinya yang sedang kesal itu.
Putri Yhu Zhu merasa sangat kesal sekali kepada Zhang En karena tidak menunjukkan ketertarikan sedikitpun kepada dirinya sama seperti sebelum-sebelumnya.
Kaisar Zhu Xuan berhenti tepat dihadapan mereka. 10 peserta itu termasuk Zhang En yang juga ikut berbaris memberi penghormatan kepada kepada Kaisar.
"Hormat kami kepada yang mulia kaisar Zhu" ucap mereka serempak.
"Selamat kepada kalian semua yang berhasil memenangkan pertandingan turnament tahun ini, kalian semua sungguh sangat berbakat terlebih kepada peserta yang masuk juara 1 2 dan 3. Kalian semua sudah bertarung dengan segenap kekuatan dan juga kemampuan yang kalian miliki. Karena itu, sesuai yang aku janjikan pada awal pertandingan sebelumnya, aku akan memberikan kalian hadiah"
Kaisar berjalan lalu menyerahkan hadiah kepada setiap peserta pemenang turnament. Peserta yang mendapatkan giliran terakhir untuk diberikan hadiah adalah Zhang En karena menjadi juara 1.
Kaisar Zhu berjalan kearahnya kemudian menyerahkan sebuah cincin yang mirip seperti cincin penyimpanan miliknya.
"Didalam cincin itu ada hadiah untukmu dan karena kamu tidak berasal dari sekte manapun, kamu dapat memilih sekte yang kamu mau dan akan menjadi murid langsung ketua sekte yang kamu pilih" ucap Kaisar Zhu.
Zhang En yang masih berdiri lalu memeriksa isi cincin yang diberikan oleh kaisar. Didalam cincin itu dia melihat tumpukan 4 juta koin emas dan juga 1500 pil tingkat atas sesuai hadiah yang sudah diumumkan sebelumnya.
Zhang En merasa senang karena dapat memenuhi janji dan harpan dari gurunya Tetua Chao Pao untuk memenangkan turnament kekaisaran.
"Satu lagi, aku akan memberikan hadiah khusus untukmu" ucap kaisar sambi mencari sesuatu dari dalam jubahnya lalu mengeluarkan sebuah lencana dari balik bajunya.
"Ini adalah lencana khusus anggota keluarga kekaisaran, aku akan memberikan lencana ini padamu suapaya kamu bisa menemuiku secara langsung kapanpun, juga kamu bisa mengunakan lencana itu menunjukan identitasmu disetiap tempat yang ada dikekaisaran ini." ucap Kaisar Zhu sambil menepuk bahu pemuda itu lalu pergi menuju kursi utama.
Zhang En yang menerima lencana itu kemudian melihat pola berbentuk mahkota terukir pada bagian tengah lencana itu, lalu memasukannya kedalam cincin penyimpanannya.
Putri Yhu Zhu mengikuti ayahnya kemudian melirik sebentar ke arah Zhang En. Gadis itu tau alasan kenapa ayahnya memberikan lencana khusus kepada Zhan En sebagai bentuk untuk menjalin hubungan dekat dengan pemuda itu.
Mendengar penjelasan Kaisar serta mendapat lencana khusus langsung dari Kaisar, Zhang En terkejut dan tidak menyangka hal itu. Beda halnya dengan peserta lain yang hanya merasa iri kepada Zhang En karena oramg yang memiliki lencana khusus dari kaisar bukan orang sembarangan.
Semua orang yang hadir juga merasa terkejut, bahkan para pejabat serta bangsawan kelas atas merasa iri kepada keberuntungan pemuda itu.
Mereka tidak menyangka Zhang En mendapatkan lencana yang sangat di inginkan oleh setiap orang. mereka juga memulai merencanakan untuk membangun hubungan baik dengannya untuk membangun kepentingan mereka dimasa depan.
•••
Tidak lama setelah itu, Ketua-Ketua Sekte besar menuju tempat Zhang En untuk merekrut pemuda itu. Mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing serta mengatakan berbagai hal untuk menarik perhatian Zhang En.
Sekte Api surgawi, seekte tongkat sakti, sekte Iblis Haus Darah, Sekte Lembah Tengkorak dan sekte Gagak Hitam, Sekte Awan Biru berlomba terus memberikan berbagai penawaran kepada Zhang En. Tetapi Zhang En tidak merasa tertarik sedikitpun dengan mereka semua.
Sedangkan Ketua Xin Long yang ada dikerumunan itu hanya diam saja tanpa melakukan perdebatan diantara ketua sekte lainnya.
"Maaf Ketua Sekte semuanya, Aku tidak bisa memutuskannya" Zhang En berjalan meninggalkan kerumunan itu lalu mendekati Ketua Xin Long.
"Apakah kakek ketua sekte seperti mereka?" Tanya Zhang En ingin mengetahui identitas ketua Xin Long sesungguhya.
"Hehehe.. Anak muda, bisa dibilang seperti itu"jawab ketua Xin Long.
"Yasudah, Aku akan memilih ikut bergabung dengan sekte Kakek saja" kata.Zhang En tanpa banyak tanya karena masih penasaran dan juga sedikit tertarik dengan ketua Xin Long untuk mengetahui cara menggunakan Batu kristal merah pemberian ketua Xin Long.
Mendengar perkataan Zhang En, Sebagian ketua sekte yang ada disitu hampir muntah darah mendengar keputusan Zhang En yang tanpa pikir panjang.
Ketua Sekte dari golongan putih hanya menghela nafas menerima keputusan Zhang En dan tidak terlalu mempersalahkannya. Sedangkan sekte golangan aliran hitam seperti Sekte Iblis Haus Darah, Sekte Lembah Tengkorak dan Sekte Gagak Hitam merasa keberatan dan tidak ingin Zhang En masuk kedalam kubu aliran putih karena akan menjadi ancaman terbesar mereka suatu saat nanti.
"Kami tidak menerima keputusanmu itu nak" ucap Ketua sekte lemba tengkorak.
"Benar.. Kamu harus menghargai kami disini yang dari tadi berusaha untuk merekrutmu" sambung ketua sekte iblis haus darah.
"Apa alasanmu memilih pria tua yang kemampuanya tidak sebanding dengan kami" Ucap ketua Sekte Gagak Hitam merasa hebat memprovokasi ketua Xin Long karena didukung oleh 2 orang ketua sekte lainnya.
Ketua Xin Long hanya menampilkan senyum nya tanpa mengatakan apa-apa. Zhang En yang diam mendengar perkataan mereka juga tidak merespon ucapan mereka.
"Kakek, ayo kita pergi ke sekte kakek" kata Zhang En .
Mendengar perkataan Zhang En, Ke 3 orang itu tidak ingin membiarkan hal itu dan harus menjalankan rencana mereka untuk menyingkirkan Zhang En secepat mungkin sebelum menjadi pendekar yang bisa saja menghancurkan mereka dimasa depan.
Salah satu ketua dari golongan sekte golongan putih memberikan suaranya "Jangan terlalu memaksakan kehendak karena pilihan ada ditangan pemuda itu" ucapnya ingin menenangkan situasi.
Semakin lama perdebatan diantara mereka semakin memanas. Kaisar tidak bisa mengambil keputusan sepihak karena dapat menjadi boomerang jika salah dalam mengambil keputusan.
Apa lagi 3 orang ketua sekte itu adalah ketua dari 3 sekte besar golongan aliran hitam dan dapat membuat kekacauan jika menggabungkan kekuatan mereka.
"Apa maksud kalian mengatur keputusanku" tanya Zhang En lantang. "Apa hak kalian menentukan sesuatu berdasarkan keinginan kalian?"
Diam-diam mereka senang karena sudah berhasil memprovokasi Zhang En. Mereka memiliki alasan untuk menyerang pemuda itu.
"Hei bocah.. jangan berlagak sok-sokan dihadapan kami. suruh si tua bangka itu maju menghadapi kami kalau dia sanggup" sambil menunjuk ketua Xin Long.
"Kalau aku menghadapi mereka secara sekaligus mungkin aku akan kalah" Gumam Ketua Xin Long.
Sampai bertemu pada pertarungan dibab selanjutnya. Jangan lupa like dan juga vote nya kalau berkenan.
sama seperti perampok...
tolong koreksi thor
Ini salah satu yg terbaik...