NovelToon NovelToon
Mama Untuk Alleta

Mama Untuk Alleta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Menikah Karena Anak / Cinta setelah menikah / Anak Genius / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: ALphino

Apa kamu pernah mendengar, bahwa Tuhan memberi rasa sedih kepada manusia dalam takaran yang sama jadi jika hari ini kamu menghabiskan rasa sedihmu, maka esok hari yang tersisa hanya bahagia.

Ehmm, mungkin itu yang di alami Raina, hidup melarat selama puluhan tahun, berbagai cobaan telah mendera keluarganya, namun dia tetap percaya, bahwa Tuhan bekerja dengan caranya sendiri.

Pertemuan Raina dengan keluarga Sebastian mengubah hidupnya, juga mengubah hidup orang-orang di sekitarnya, hingga dia harus menjadi ibu dari seorang gadis kecil yang bernama Aleta.

Lalu bagaimana rasanya menjadi ibu tanpa mengandung, tapa melahirkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALphino, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 : Takut kehilangan Aleta.

"makanya mas, jadi orang jangan kepedean"? Raina masih terkekeh ketika air muka Allan tiba-tiba berubah.

Sepersekian detik, Aleta telah berpindah ke gendongan allan, tangan kirinya menahan Aleta sedangkan yang kanan menarik Raina yang masih mengelap air matanya karena terlalu banyak tertawa.

"kita pulang rain". Kata Allan sembari berjalan menuju pintu keluar.

Raina memang cerdas, tanpa banyak bertanya dia langsung memahami situasi, jika orang lain akan sibuk bertanya, dia justru berusaha mengimbangi langkah lebar suaminya meski kesulitan. Raina maklum akan keadaan keluarga mereka yang tidak seperti rumah tangga normal manusia biasa, mereka memiliki segudang masalah yang menumpuk karena masa lalu Allan.

Bahkan si kecil Aleta juga tidak protes sama sekali ketika papanya menghentikan paksa permainannya, seolah dia telah di setel untuk menghadapi kerasnya kehidupan yang rumit ini.

"jalan pulang pak". Titah Allan pada pak jaya sopir mereka.

"iya pak". jawab pak jaya singkat dengan menunduk sopan.

"mas..".

"sepertinya aku melihat Valerie".

"ah.. kita bahas nanti saja mas". Raina melirik Aleta yang mulai menguap karena mengantuk.

"maaf ya sayang, kita harus pulang, papa ada pekerjaan". Tangan kekar Allan menepuk pundak Aleta, beberapa saat kemudian Aleta sudah menutup mata.

"aku melihat Valerie". Allan mengulangi perkataanya setelah memastikan Aleta sudah benar-benar tidur.

"dimana?"

"di sekitar kasir".

"kamu yakin? tapi kenapa kamu harus lari mas?"

"aku takut dia mengambil Aleta". Allan terlihat murung, tangannya mendekap erat tubuh anaknya, dia tidak akan rela jika tiba-tiba Valerie mengambil Aleta.

"mas..kalau memang Valerie pengen ngambil Aleta, pasti dia datang kerumah,dia tau rumah kita, lagi pula kalau Valerie dateng jangan pernah tutupi apapun dari Aleta". Raina yang lemah lembut mampu meredam gemuruh di hati Allan.

"kamu benar rain, aku harus jujur sama dia, Aleta berhak tau kebenarannya".

"jangan takut, Aleta pasti tau siapa yang menyayangi dia sejak kecil, dia tidak akan dengan mudahnya pergi mengikuti Valerie".

"Tapi untuk saat ini aku belum siap". Allan membuang pandangan keluar jendela, jelas tergambar di sorot matanya bahwa ada rasa takut yang menyelimutinya.

"saat ini, yang harus kita waspadai adalah Monica". bisik Raina.

"aku sudah berusaha sekuat tenaga rain". Dengan nada putus asa Allan mengusap rambutnya dengan keras, dia frustasi.

"yang penting kita berusaha sebaik mungkin mas, apapun hasilnya serahkan sama Allah".

"iya rain, kamu memang yang terbaik, makasih ya kamu udah mau Nerima aku dan Aleta".

"sama-sama mas, aku bersyukur banget kamu ada di hidupku". Raina mencium punggung tangan Allan, mengalirkan ketenangan ke dalam hati suaminya.

-

Tin tin tin

Sebuah mobil mencoba mendahului mobil yang di kendarai Allan dan Raina, hari ini mereka berencana membeli beberapa ikan untuk isi kolam mereka.

"shit.. ". Allan menginjak pedal rem mendadak sampai Raina terlempar ke depan, untungnya sabuk pengaman terpasang dengan sempurna.

Sesosok wanita cantik ramping turun dari mobil sport yang memotong jalan mereka, Raina tidak mengenalinya, wanita itu mendekat lalu mengetuk kaca jendela bagian kemudi.

"Hima?" Allan membuka pintu ketika wanita itu melepas kacamata hitamnya.

"mas?"

"dia temanku rain, sebentar". Allan keluar dari mobil meninggalkan Raina dengan segunung tanda tanya.

Mereka berdua terlihat cek-cok, Raina tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan karena mereka berbicara agak jauh dari mobilnya, Allan terlihat frustasi, berkali-kali dia menjambak rambutnya sendiri, sedangkan si wanita yang di sebut Allan bernama Hima itu berkali-kali mengusap airmata.

Beragam gejolak menyerbu relung hati Raina, suaminya sedang berdebat dengan wanita lain di depan matanya, tanpa dia tau apa yang menjadi duduk permasalahan antara mereka.

Lantunan lagu Christina Perri yang berjudul human mengiringi kegundahan hati Raina, dia sangat ingin keluar dan menanyai dua manusia yang sedang bertengkar hingga menarik perhatian pengguna jalan lain, namun niatnya dia urungkan, bukan karena dia tidak memiliki nyali, dia hanya takut jika kenyataan yang sedang dia pertanyakan adalah sebuah fakta menyakitkan.

Perlahan bibirnya bergetar, airmatanya mengalir, Raina membuang muka, apa tidak cukup dengan Monica? kenapa harus ada wanita lain lagi?

Allan menatap ke arah mobil mereka, melihat Raina yang sedang sibuk bermain handphone, dia kembali melihat Hima, wanita itu sudah menangis sejadi-jadinya. Beberapa saat kemudian, datang sebuah mobil Honda Brio yang berhenti di belakang mobil supra yang di tumpangi Raina, Allan tidak terlalu memperhatikan, hanya menoleh sekilas, Hingga akhirnya terdengar suara pintu mobil di tutup. Raina menghilang bersama mobil tadi.

Pikiran Allan semakin kacau, dia ingin sekali pergi, tapi urusannya dengan Hima belum selesai, wanita itu menahan Allan agar tidak pergi. Allan yang sudah putus asa mendengarkan satu demi satu kata yang keluar dari bibir Hima, wanita itu tampak menyedikan dengan mascara yang luntur bersama airmatanya, membentuk garis kehitaman yang membelah pipi putihnya.

Wanita itu limbung, lalu jatuh pingsan, Allan yang kebingungan langsung membawa wanita itu ke klinik terdekat, bibirnya pucat, tangan dan kakinya dingin. Allan masih menungguinya hingga dia sadar, meski dokter bilang dia hanya dehidrasi dan stress tapi Allan tidak tega meninggalkannya begitu saja.

Berkali-kali Allan menelpon Raina, namun selalu mendapat penolakan, pesan yang dia kirimpun seolah diabaikan.

Allan memijit pelipisnya yang mendadak pusing, lalu memukul tengkuknya yang terasa berat. Satu masalah lagi harus di tanggung olehnya,bahkan ketika masalah lain belum menemukan titik terang.

Hima tidak juga membuka mata, Allan yang sudah terlampau sabar memilih meninggalkannya karena wajah Raina terus menghantui pikirannya.

"rain, mana Allan?" tanya Bu Lidya ketika melihat Raina turun dari mobil asing.

"lagi ada perlu ma". Raina tersenyum tulus pada Bu Lidya, namun sorot matanya tidak bisa menyembunyikan perasaanya yang sedang tidak karuan.

"ada apa rain?"

"ngga ada apa-apa kok ma, Raina naik dulu ya". Bu Lidya mengangguk, jiwa keibuannya begitu peka.

Raina menuju kamar Aleta, dia masih tidur siang. Dengan lembut Raina membelai puncak kepala anak sambungnya, air matanya mulai menganak sungai, Dia sangat menyayangi Allan dan Aleta, tapi Allan seolah tidak perduli dengan perasaannya, bahkan dia tidak menahan ketika Raina pergi

Dengan kecepatan tinggi Allan meninggalkan klinik, pikirannya sudah tidak karuan, mengingat Raina yang pergi begitu saja, pasti akan terjadi kesalah pahaman lagi antara mereka berdua.

"ma, dimana Raina?" sorot mata Bu Lidya terlihat tidak bersahabat.

"di atas". jawabnya ketus.

Dengan kekuatan penuh Allan melompati dua anak tangga sekaligus untuk segera mencapai kamar Aleta.

"mama janji, apapun yang terjadi antara mama dan papa, mama akan ada di samping Aleta". kata Raina pada Aleta yang masih terlelap.

Allan yang mendengarnya langsung merasakan sengatan yang menusuk tepat di hatinya, semarah itukah Raina?

1
Hayati Nufus
lama2 malas baca kebejatan Allan maaf ga lanjut jijik
Omah Tien
malas baca nya
Omah Tien
ko jelek
Tamirah
Kasihan Riana dapat barang bekas.mending barang bekas beneran bisa dipakai tanpa rasa sakit dihati.
Tamirah
benar benar bejat Alan dan Monica..Thor kok bisa buat cerita spt ini ya . apa bisa dibilang normal, istri sah gk di sentuh wanita jalang dipelihara disetubuhi tanpa status yg jelas, sangat sangat menjijikkan... .!
Tamirah
kok bisa ya sdh menikahi Raina masih mau berzina dgn dokter laknat gak bermoral dikamar yg sama lagi betul betul bejat tuh Alan dan Monica. kalau nulis novel ya ada pesan moral nya dong..semua agama kan melarang umat nya berbuat amoral.
Tamirah
memang ada yg gk beres dgn kehidupan Alan dan pengasuh nya Marni. kalau Alan itu papanya Aleta tentu ada sesuatu yg disembunyikan.Lanjut Thorrrrrrr.
Tamirah
mulanya membantu orang tua yg memang perlu dibantu untuk menuju kekantor polisi.tebakanku org tua itu bukan orang bisa dan tentu punya anak laki laki tampan dan bertemu dgn wanita yg sdh menolong ayah nya. begitu kira kira yg sering sy baca .
VaNiLaLuLaBo
tak guna air mata C Allan tu ... sakit hati aku....hahahahaha
VaNiLaLuLaBo
aku tak berasa sedih baca kisah Allan yg sedih menitiskan air matanya... aku nyampah dgn perwatakan c Allan... hahahahaha ... mcm dia pulak yg tersakiti,konon sedih sudah buat hidup anak org kucar kacir .. entah kenapa,aku Tk dpt selami watak c Allan ni .. maaf sudah terlanjur tk suka Dr awal sih... watak Rain, Aletta, bapak Rain aku sedih....
VaNiLaLuLaBo
air mata buaya tu C Allan.... sikit² nangis ... konon sedih.... tp tak insaf²... pooodhaaaa
Ruzita Ismail
Luar biasa
Wiwik Andayani
Alan orang Situbondo ko spt opa korea
VaNiLaLuLaBo: penduduk Situbondo orgnya seperti apa Dek?
total 1 replies
23. Satrio Gumelar
wih,kampung rawa jakarta,itu mah rumah masa kecil ane,sebelah mana nya mba rain
Mamma Miauw
Luar biasa
Lendra Wati
bagus dan menarik
Lilis Chandra
bagus
Nia Yusniah
awal yg sedih
Mia Sukatmiati
aneh kok mamanya Allan kayak gak ada sayang sayangnya sama Aleta,,pdhl begitu sayang dan welcome sama Raina yg bukan siapa siapanya,,ada apa dengan Aleta
VaNiLaLuLaBo: adu domba si Marni kali....
total 1 replies
sherly
pelakor ngelunjak perlu diceburin ke laut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!