NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Deretan mobil SUV hitam tanpa pelat nomor melaju kencang, lalu mendadak berhenti secara di depan pagar Klinik Herbal Nirwana Medika.

Ckiiiiiith!

Pintu-pintu mobil terbuka. Lebih dari dua puluh orang pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam dan kacamata gelap melangkah keluar.

Para pria itu memancarkan aura membunuh yang hingga membuat warga miskin yang sedang mengantre berobat langsung melangkah mundur ketakutan.

Srett! Klak-klak!

Tanpa peringatan, beberapa pria bertato di barisan depan menarik pistol dari balik jas mereka, mengarahkannya langsung ke udara dan ke arah para asisten klinik.

"Semua diam di tempat! Jangan ada yang bergerak atau mencoba memanggil polisi!" teriak seorang pria berpipi sumbing yang menjadi pimpinan pengawal.

Bayu dan para pemuda desa yang sedang menumbuk obat di halaman samping langsung berdiri, menutupi jalan masuk dengan wajah tegang.

"K-kalian siapa?! Ini tempat pengobatan, dilarang membawa senjata tajam atau senjata api ke sini!" gertak Bayu, berusaha memberanikan diri meski dadanya berdebar kencang.

Pria sumbing itu melangkah maju, lalu menghantamkan gagang pistolnya ke meja pendaftaran hingga kayu tebal itu terbelah dua. Brak!

"Tutup mulutmu, Bocah! Panggil tabib utama tempat ini sekarang juga! Jika bos kami tidak bisa disembuhkan hari ini, kami tidak cuma meratakan bangunan megah ini... kami akan membakar seluruh tempat ini beserta kalian hidup-hidup!" bentak pria sumbing itu garang.

Mahardika melangkah keluar dengan tenang. Di belakangnya, Amel memegang ujung baju ayahnya.

"Menodongkan senjata di tempat orang yang sedang berobat. Sopan santun kalian benar-benar buruk," kata Mahardika dengan suara rendah.

"Sopan santun?! Di dunia kami, senjata adalah aturan! Kamu yang bernama Mahardika, kan?! Jangan banyak bacot! Cepat obati bos kami!" perintah pria itu.

Pintu SUV bagian tengah terbuka. Dua orang pengawal bertubuh besar memapah seorang pria paruh baya keluar dari mobil.

Pria itu mengenakan kemeja sutra hitam berdada terbuka, memperlihatkan tato naga emas yang membentang di lehernya.

Wajahnya pucat pasi bagaikan mayat, bibirnya menghitam, dan dari sela jarinya yang menekan dada, terus menetes darah berwarna kehitaman yang berbau amis.

Pria itu adalah Tuan Naga, pimpinan tertinggi sindikat Dunia Hitam yang menguasai wilayah pesisir luar kota.

Tuan Naga terbatuk keras. Darah kental kembali menyembur dari mulutnya, mengenai tanah gembur di depan pintu klinik.

"T-Tabib Mahardika... Mereka bilang... kamu punya ilmu ajaib. Sembuhkan aku... Berapa pun uang yang kamu minta... ratusan miliar... akan kuberikan..." suara Tuan Naga terdengar serak dan berat, dengan rasa sakit yang luar biasa.

Mahardika tidak melirik tumpukan koper uang yang dibawa anak buah Tuan Naga.

Ia memejamkan mata sejenak, mengaktifkan penglihatan tembus pandangnya.

Di dalam tubuh Tuan Naga, Mahardika melihat gumpalan energi hitam keunguan yang sangat pekat sedang mengamuk hebat.

Energi itu memakan saluran darah, menggerogoti organ dalam, dan menghancurkan pembuluh jantung Tuan Naga secara perlahan.

"Ini bukan penyakit medis... Ini adalah hantaman Chi Jahat tingkat tinggi. Seseorang telah menghantam pembuluh darah utamanya dengan teknik Pemutus Jantung," batin Mahardika.

Pria sumbing itu kembali mengacungkan pistolnya tepat ke dahi Mahardika. "Kenapa kamu malah diam?! Cepat obati Bos Naga! Kalau kamu menggelengkan kepala, kupastikan peluru ini menembus kepalamu detik ini juga!"

Amel melangkah satu langkah di depan ayahnya. "Paman jahat! Jangan nodong Papa pakai besi hitam itu!" teriak Amel membela ayahnya.

"Amel, mundur sebentar ya, Sayang," kata Mahardika lembut seraya mengusap rambut putrinya.

Mahardika lalu mendongak, menatap pria sumbing itu dengan energi kehidupan membuat tubuh mereka seketika lemas.

Brak! Deg!

Para pengawal bersenjata mendadak berlutut di atas tanah secara bersamaan.

Tangan mereka gemetar hebat, tak sanggup menahan bobot pistol yang tiba-tiba terasa seberat bongkahan besi ratusan kilogram.

Pistol-pistol itu terlepas dari genggaman dan jatuh di atas tanah.

"A-apa ini...?! Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak?!" jerit pria sumbing itu dengan napas tersengal-sengal, matanya terbelalak penuh ketakutan.

Mahardika melangkah pelan mendekati pria sumbing itu, lalu menatapnya dari atas.

"Senjata api milikmu tidak ada artinya di sini. Nirwana Medika adalah tempat untuk menyelamatkan nyawa, bukan tempat untuk memamerkan kekerasan. Jika kamu ingin bosmu hidup, buang semua senjatamu dan berlututlah dengan benar!" kata Mahardika dingin.

Tuan Naga yang menyaksikan keajaiban tersebut merinding.

Pria tua yang sudah puluhan tahun melintasi pertumpahan darah di dunia hitam itu tahu betul, pemuda di hadapannya bukanlah manusia biasa.

Ini adalah sosok master ahli seni beladiri dan pengobatan tingkat legendaris yang mustahil dilawan dengan peluru!

"D-Diki... lempar senjatamu...! B-berlutut pada Tabib Mahardika... Cepat!" perintah Tuan Naga seraya menahan sakit.

"T-tapi Bos...!"

"Lakukan, Bodoh!" bentak Tuan Naga terbatuk-batuk.

Pria sumbing itu dan seluruh pengawalnya dengan wajah pucat pasi menundukkan kepala dalam-dalam ke tanah, memohon ampun. "Maafkan kami, Tabib! Ampuni kelakuan kami! Tolong selamatkan Bos kami!"

Mahardika menarik kembali tekanan energinya. Ia kemudian menatap Tuan Naga yang terkulai lemah.

"Bawa dia masuk ke dalam ruang perawatan," perintah Mahardika pada Bayu dan para asistennya.

"Energi racun di tubuhnya sudah hampir menyentuh jantung. Jika terlambat lima menit lagi, tidak akan ada obat di dunia ini yang sanggup menyelamatkan nyawanya," kata Mahardika denga suara tenang kembali.

1
Wega Luna
asyik kak less punya novel baru 😍
Wega Luna
kok bisa kecolongan sih ,
Wega Luna
malu GK tuh malu dong🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
yang bener namanya Lena,Rina atau Ningsih Thor?
less22: Ningsih🤣🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ga pp miskin penyakit yg penting kan sehat masih hidup 🤪🤪
less22: kwkwk betul tuh🤣
total 1 replies
Wega Luna
bales gini dik"setidaknya tidak seperti mantan istriku yg rela membuang darah dagingnya sendiri demi menjadi simpanan pria pebinor seperti mu",,bales ka bales jgn lupa sindir tentang tanah ,atau perlu sindir"jangan jangan penyakit ku ini ulahmu yh Ningsih"
less22: nah iya🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
tak sabar nunggu dika tlp baakoro
less22: kwkwkw iya tuh🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ayo semangat Thor lagi seru ini 👍
less22: hahah, besok lagi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus thorr rupa x baskoro orang baik berati ada yg jahat pake nama x untung curang jg ttg tanah panti t4 amel dulu
Wega Luna
Baskoro itu suami kedua nya si Ningsih?
less22: bukan, tapi pemilik perusahaan besar. tapi Siska bekerja sama dengan baskoro, Ningsih dan suami barunya
total 1 replies
Wega Luna
jangan jangan yg membuat dia sakit dan meracuni panti yh Siska dan Ningsih serta keluarga barunya
less22: aamiin, ada buku baru lagi nih, mampir ya kak🥰
total 9 replies
Sarah
makin seru ceritanya
less22: wah Terima kasih, 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 love you sekenlbon karet e orang
total 3 replies
Icha Arlita
ayo Mahardika di tolong biar tetangga kmu pada tau gimana hebat ny kamu sekarang👍
less22: asekkkk
total 1 replies
less22
okehh
Icha Arlita
ayo lanjut Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
TUAN AMIR
sambung lagi thor
Icha Arlita
seru pokok nya
less22: wahhh Terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
ayo sat set 🤭
Icha Arlita
lagi Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
Icha Arlita
zahen vino letisya itu sapa Thor kok jadi bingung sih 🤦
less22: aduuu, salah pula tadi🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!