NovelToon NovelToon
DOSEN DUDA DINGIN

DOSEN DUDA DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Dosen
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: BJP

Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.

Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Keesokan harinya, Zafana dan Roos sama-sama mendapat panggilan dari kampus untuk memeriksa beberapa nilai. Keduanya bertemu diruang kelas dengan Roos yang sudah sampai lebih dulu.

"Hai kakak ipar"sapa Zafana saat ia sampai didalam kelas dan mendudukan diri disamping Alea yang sedang sibuk bermain ponsel.

"Apa sih lo, dateng-dateng girang banget"jawab Roos

"Dih? Sensian banget lo, berantem sama abang gue ya?"tanya Zafana.

"Gak ada tuh"jawab Roos terus terang. "Yaudah yaudah, pulang ngampus gue mau ngajak lo makan, di restoran tante gue yang baru buka, lo mau kan?"ucap Zafana.

"Mau aja sih gue, tapi gue bilang ke abang lo dulu nih"jawab Roos.

"Cielah yang sekarang pacaran sama abang gue sok banget lo"cibir Zafana yang diakhiri tawaan.

"Ya iya lah, emang lo doang yang bisa dapetin pak Oliver"jawab Roos yang juga diakhiri oleh tawaan.

Keduanya melanjutkan sesi bercanda mereka tentang kedua lelaki yang sekarang sudah menjadi pasangan mereka. Hingga dosen pun masuk dan membagikan hasil nilai dan beberapa arahan menuju sidang yang akan berlangsung beberapa bulan kedepan. Selesai dengan agenda kampus, mereka segera bergegas pergi menuju restoran milik tante Zafana yang letaknya agak jauh dari kampus mereka.

"Eh Le, lo tau gak gosip nya si Gina sama dosen yang tadi masuk ke kelas?"tanya Zafana.

"Dih ada angin apa lo bawain gosip buat gue?"jawab Roos.

"Roos lo tuh kenapa sih daritadi dah-dih dah-dih mulu? Sewot banget bawaannya"ucap Zafana.

"Ya enggak apa-apa sih, tapi iya gue denger tuh Na, tapi gue gak tau juga Gina yang digosipin tuh yang mana"jawab Roos.

"Itu lho Le, Gina yang mahasiswa pinter di kelas sebelah itu..lo tau dong pasti"ucap Zafana.

"Yang rambutnya agak merah bukan sih?"tanya Roos.

"Nah iya itu..ternyata dia kayak gitu ih gue mah ngeri tau"jawab Zafana.

"Iya ya, orang mah mikir daripada tidur sama dosen tapi cuma dikasih nilai mending jadi pacarnya aja yang langsung bakal dinikahin, ya gak Zafa? Gitu kan?"ucap Roos.

"Itu mah lo nyindir gue namanya"jawab Zafana.

Roos yang memang ingin membuat Zafana panas hanya bisa memperlihatkan deretan giginya tanpa dosa.

"Zafana"

Langkah keduanya terhenti saat suara berat nan familiar itu memanggil nama gadis yang sedang cemberut didekat lorong fakultas hukum. Keduanya menoleh kearah tangga yang berada disebelah kiri lalu tersenyum menyapa.

"Sudah selesai?"

"Udah mas, ini aku sama Roos juga udah mau pulang"jawab Zafana.

"Yasudah, hati-hati"ucap Oliver.

Zafana mengangguk, "mas masih sibuk?"

"Gak terlalu, paling nanti sore mas sibuknya di kantor"jawab Oliver.

"Yaudah, mas jangan lupa nanti makan siang, aku sama Roos mau makan Siang di resto tante yang baru buka..nanti kalau ada waktu luang mas kesana juga ya"ucap Zafana.

"Iya Na, kamu sama Roos hati-hati dijalan ya"jawab Oliver.

"Iya mas. Kalau gitu aku sama Roos pergi dulu ya mas"ucap Zafana yang langsung diangguki oleh Olivee.

"Pak, duluan ya"ucap Roos sopan.

"Iya Roos, hati-hati"jawab Oliver.

Zafana dan Roos melanjutkan langkah mereka dengan senyuman yang canggung. Sedangkan dari belakang Oliver hanya bisa menghembuskan napasnya perlahan. Saat melihat Zafana ia sangat senang dan ingin membawanya ke ruangan kerja miliknya dan memeluknya dengan erat. Tapi niatan itu hilang saat sosok Roos hadir disamping Zafana.

Semenjak Rina jatuh sakit pekerjaan Oliver otomatis menjadi dua kali lipat lebih banyak. Belum lagi dengan permasalahan yang muncul satu-persatu di kantornya, membuat Oliver harus merelakan waktu luangnya bersama anak-anak habis oleh pekerjaannya.

"Lain kali"gumam Oliver lalu beranjak pergi dari tempat sebelumnya ia berdiri.

Sampainya Zafana dan Alea direstoran milik adik dari Clara disambut hangat oleh Clara, Damian, Kak Alaska dan kedua anak Oliver yang ikut meramaikan restoran tersebut.

"Kok kamu disini, kak?"tanya Roos pada Alaska setelah Alaska menghampirinya.

"Iya, kan tau kamu mau kesini jadi aku pualng cepet"jawab Alaska.

Roos hanya meliriknya tajam lalu duduk tepat disamping Clara, tempat duduk yang sebelumnya diduduki oleh Alaska.

"Hai, Zafa!"sapa Alda, tante Zafana sekaligus adik dari Clara.

"Hai, tante...tante apa kabar?"tanya Zafana

"Tante sehat sayang, kamu sendiri aja nih Zafa?"jawab Alda.

"Sendiri, tante"ucap Rheyna.

"Oliver gak kesini, Na?"tanya Alaska.

"Enggak Ka, dia lagi sibuk di kampus"jawab Zafana.

"Nak Oliver kayaknya lagi banyak trouble ya Naa dia kantornya"ucap Damian.

"Emm..mungkin? Eh kok jadi bahas mas Oliver? Bahas yang lain aja"jawab Zafana.

"Eh nama kamu siapa? Kok cantik betul"tanya Alda pada Roos.

"Roos tante, temannya Zafana--"

"Pacarnya aku juga, tante"sela Alaska membuat Roos langsung menoleh kearahnya.

"Oalah ini toh, ayu tenan yo Ka"ucap Alda

(Cantik banget ya Ka)

"Kanca ne anakku yo mesti ayu"ucap Damian dengan bangga

(Temannya anakku ya pastilah cantik)

"Kak, mereka ngomong apa?"bisik Zafana pada Alaska.

"Mereka bilang kalau pacar aku tuh cantik banget"Alaska balik berbisik.

"Ck bohong kamu, itu mah kamunya aja kan?"jawab Roos.

"Serius itu artinya"ucap Alaska.

Roos hanya mendelik membuat Alaska tersenyum senang.

"Mami!"

Aileen dan Enzi yang sedaritadi sibuk bermain dengan balon hiasan yang ada didalam restoran itu akhirnya menyadari keberadaan Zafana disana.

Keduanya berlari dan langsung memeluk tubuh Zafana yang sedang duduk disamping Damian.

meja yang mereka gunakan itu meja berbentuk bundar jadi posisi mereka duduk mengelilingi meja dengan Alda berada ditengah-tengah Clara dan Damian, lalu disampiang kiri Clara ada Roos dan Alaska dan disamping Damian ada Zafana.

Alda tidak memiliki suami, ia hanya tinggal bersama anaknya yang berusia 5 tahun.

"Hai sayang, lagi apa disana?"tanya Zafana.

"Lagi main balon mami, mami udah lama datangnya?"tanya Aileen.

"Belum lama, sayang"jawab Zafana.

"Papa?"tanya Enzi.

"Papa dikantor, sayang"jawab Zafsna.

"Mereka daritadi nanyain kamu Naa mereka kangen banget sama kamu"ucap Damian.

"Oh ya? Ai sama Enzi kangen sama mami?"tanya Zafana.

Enzi dan Aileen mengangguk, membuat seisi meja terkekeh gemas.

Pada akhirnya sore itu mereka habiskan dengan bercerita panjang lebar mengenai silsilah kekeluargaan yang belum diketahui oleh Zafana, Alaska pun juga dengan Roos.

Roos sendiri rasanya sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh Damian dan yang lainnya.

Gengs yang adegan sama percakapan Zafana sama Roos di kampus jangan terlalu dianggap serius ya🙏 itu cuma buat nambah alur aja kok serius deh 🥺

Dan yang percakapan bahasa Jawa itu, kalau ada pengetikannya yang salah di koreksi aja ya gengs, soalnya aku bukan orang Jawa asli hehe😁

1
Desifa Juni Raya
ini udh selesai apa blom
Desifa Juni Raya
krater oliver ini pemarah emosian
Syahrini Rin
Karya nya bagus dan cukup seru
Reni Anjarwani
lanjut2
Reni Anjarwani
bagus ceritanya up doubel thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!