NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Petani Sultan

Sistem Check-in Petani Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Siska melangkah dengan ringan namun langkahnya seketika terhenti total begitu Arga membuka pintu gembok pagar seng tersebut.

Mulut Siska terbuka lebar dan matanya tidak berkedip menatap hamparan kebun yang kini terlihat sangat berbeda dari kunjungannya kemarin siang.

Area tanah kosong yang kemarin siang masih dipenuhi semak dan bebatuan keras kini telah berubah menjadi petak-petak tanah hitam yang sangat subur.

Di atas petak-petak tanah itu tumbuh ribuan helai daun sawi hijau dan daun bawang merah yang berbaris sangat rapi seperti hasil cetakan mesin.

"M-mas Arga, apa yang terjadi dengan kebun Anda semalam." Siska menunjuk hamparan tanaman baru itu dengan jari yang sedikit gemetar karena kaget.

"Kemarin siang tempat ini masih kosong melompong, bagaimana mungkin Anda bisa menyulapnya menjadi perkebunan seindah ini hanya dalam satu malam."

Siska menoleh menatap wajah Arga mencoba mencari jawaban logis dari otak pemuda desa di depannya ini.

"Saya bekerja lembur sendirian semalaman suntuk Nona Siska, saya menggarap tanah ini dan langsung menanam bibit baru." Arga menjawab dengan ekspresi sedatar mungkin untuk menyembunyikan bantuan magis dari sistemnya.

"Sendirian, menggarap lahan seluas ini sendirian dalam satu malam." Siska menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"Bahkan dengan traktor mesin pun Anda butuh waktu seharian penuh untuk membuat petak serapi ini Mas Arga." Siska benar-benar dibuat takjub oleh dedikasi dan kekuatan fisik Arga.

"Begitulah rahasia dapur seorang petani Nona, kami punya cara sendiri untuk bekerja dalam diam." Arga tersenyum penuh misteri menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Siska berjalan perlahan mendekati petak tanaman bawang merah dan menghirup udara di sekitarnya.

"Aroma tanah di sini sangat unik, wangi dan segar sekali tidak ada bau pupuk kandang sama sekali."

"Dan tanaman baru ini, apakah ini sayuran ajaib baru yang akan Anda tawarkan kepada restoran saya Mas." Insting bisnis Siska kembali mengambil alih rasa herannya.

"Tepat sekali Nona, ini adalah Bawang Merah Penambah Darah dan Sawi Penguat Tulang."

"Keduanya memiliki khasiat penyembuhan tingkat tinggi yang tidak kalah gila dari cabai naga kemarin." Arga mempromosikan barang barunya dengan sangat meyakinkan.

Siska menelan ludahnya dengan susah payah membayangkan berapa banyak keuntungan yang akan diraup restorannya jika memiliki monopoli atas semua bahan makanan ini.

"Mas Arga, saya rasa draf kontrak yang kita tandatangani kemarin harus segera direvisi total hari ini juga." Siska berbalik menatap Arga dengan pandangan sangat serius.

"Saya ingin restoran saya menjadi pembeli tunggal dan eksklusif untuk seluruh hasil panen dari kebun ini apa pun jenis tanamannya."

"Saya berani menjamin pendanaan dan pembelian tanpa batas asalkan Anda tidak menjual satu helai daun pun ke pihak restoran lain." Siska mengajukan tawaran monopoli yang sangat agresif.

Arga tertawa pelan mendengar kepanikan dan antusiasme Siska yang takut kehilangan tambang emasnya.

"Tenang Nona Siska, selama pembayaran Anda lancar dan tidak pernah menawar harga saya, maka saya jamin hanya truk Anda yang boleh masuk ke pekarangan rumah saya." Arga memberikan janji yang membuat Siska menghembuskan napas lega.

Arga kemudian berjalan mengambil keranjang anyaman spasialnya yang disembunyikan di dekat sumur.

Dia menyerahkan keranjang itu kepada Siska yang langsung melongok ke dalamnya.

"Ini panen tomat kristal ronde kedua Nona, totalnya ada seratus lima puluh buah dan ukurannya jauh lebih besar dari kemarin."

Mata Siska berbinar terang melihat tumpukan tomat merah bercahaya di dalam keranjang bambu tersebut.

"Luar biasa Mas Arga, kualitasnya bahkan lebih baik dari panen pertama." Siska segera memanggil anak buahnya yang berjaga di luar pagar.

Tiga orang pria kekar masuk membawa kotak-kotak plastik berlapis busa dan memindahkan tomat-tomat itu dengan sangat hati-hati layaknya memindahkan barang pecah belah peninggalan sejarah.

Siska kemudian membuka tas selempangnya dan mengeluarkan buku cek yang sama seperti kemarin.

"Seratus lima puluh buah dikali seratus ribu rupiah, berarti total transaksi kita pagi ini adalah lima belas juta rupiah." Siska menuliskan angka tersebut di atas kertas cek dengan cepat.

"Ini pembayaran lunas untuk tomat hari ini Mas Arga, silakan dicek kembali nominalnya." Siska menyerahkan robekan cek tersebut sambil tersenyum puas.

Arga menerima cek bernilai lima belas juta rupiah itu dan menyimpannya langsung ke dalam saku kemejanya.

"Terima kasih Nona Siska, uang ini sangat berarti untuk modal ekspansi kebun saya selanjutnya."

Proses pemuatan barang ke dalam truk pendingin selesai dalam waktu kurang dari dua puluh menit.

Siska kembali menjabat tangan Arga sebelum masuk ke dalam mobil MPV hitamnya.

"Saya akan kembali dua hari lagi untuk melihat hasil panen bawang dan sawi ajaib Anda Mas Arga, sampai jumpa." Siska melambaikan tangan dari balik kaca mobil yang perlahan naik.

Truk pendingin dan mobil mewah itu pun melaju keluar dari pekarangan rumah Arga beriringan menembus jalanan desa yang berdebu.

Saat Arga sedang melambaikan tangan ke arah mobil yang menjauh matanya menangkap dua sosok manusia yang sedang berdiri mengintip dari balik semak-semak di seberang jalan.

Sosok pertama bertubuh tambun dengan perut buncit dan sosok kedua bertubuh kurus kering memakai topi caping.

Itu adalah Pak Bowo dan Kardi yang sengaja bersembunyi untuk memantau efek boikot yang mereka sebarkan kemarin.

Arga sengaja tidak mengalihkan pandangannya dan menatap lurus ke arah semak-semak tempat mereka bersembunyi.

Dia mengangkat tangannya yang memegang kertas cek lima belas juta rupiah itu lalu mengibaskannya pelan ke udara seolah sedang mengipasi wajahnya.

Senyum mengejek yang sangat lebar dan merendahkan terlukis jelas di wajah tampan Arga.

Di balik semak-semak itu wajah Pak Bowo langsung berubah menjadi ungu karena tekanan darahnya naik drastis melihat ejekan terang-terangan dari Arga.

"Bos Bowo, bukannya warga sudah dilarang bekerja di rumah si Arga, tapi kenapa panen sayurnya malah semakin banyak sampai diangkut truk besar begitu." Kardi bertanya dengan polosnya menyiram bensin ke dalam kobaran emosi majikannya.

"Tutup mulut bodohmu itu Kardi, aku juga punya mata dan bisa melihatnya sendiri." Pak Bowo membentak kasar sambil memukul kepala Kardi dengan topi capingnya.

Napas Pak Bowo memburu keras menahan rasa frustrasi yang luar biasa mencekik dadanya.

Dia pikir dengan memutus tenaga kerja warga desa Arga akan mati kelelahan dan gagal panen minggu ini.

Namun kenyataannya pemuda sombong itu malah berhasil mendatangkan truk pendingin raksasa dari kota yang memborong sayurannya.

"Anak ini benar-benar tidak normal, dia pasti menggunakan sihir hitam untuk mempekerjakan tuyul atau jin di ladangnya." Pak Bowo mulai mencampuradukkan rasa irinya dengan pemikiran mistis yang tidak masuk akal.

"Kita tidak bisa membiarkannya terus merajalela Bos, kalau begini terus pamor Bos Bowo sebagai orang terkaya desa akan hancur total." Kardi kembali memprovokasi karena dia juga menyimpan dendam pada kebun Arga.

"Aku tahu Kardi, kalau siasat warga dan pemerintah desa tidak mempan maka kita harus menghancurkan jalur distribusinya dari luar." Pak Bowo menyeringai licik menunjukkan gigi kuningnya yang kotor.

"Mobil-mobil kota itu harus melewati jembatan kayu di ujung desa untuk keluar masuk kemari kan."

"Kita akan menyabotase jembatan itu dan membuat mobil pembelinya terperosok, biar kapok mereka datang ke desa ini lagi." Pak Bowo membisikkan rencana kotor barunya dengan suara gemetar penuh kedengkian.

Sementara itu di teras rumahnya Arga sudah berbalik dan masuk ke dalam rumah mengabaikan dua tikus kotor yang bersembunyi di seberang jalan.

Dia tidak peduli dengan rencana apa pun yang sedang disusun oleh Pak Bowo di luar sana.

Bagi Arga sistem di dalam kepalanya adalah pelindung mutlak yang tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh akal busuk manusia fana.

Arga mengambil secangkir teh hangat dan duduk di ruang tamu merencanakan daftar belanjaan baru dari Toko Sistem untuk menghabiskan sisa tanah kosong di kebunnya.

Kerajaan bisnis petani sultannya kini sudah tidak bisa dibendung lagi oleh siapa pun di desa kecil ini.

1
irena
hancurkan wiratama sampai ke akarnya thor.. Arga dilawan
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
irena
seru banget thor.. kapok si baskoro... klo perlu kasih jadi gembel si baskoro kusuma
Cherlly: iya kaka nanti tunggu bab selanjut nya ya kaka😍
total 1 replies
Cherlly
sangat menarik dan kejutan tk terduga oleh sistem
Gege
emas dunia 1 gram sudah 2.7juta paling murah Thor...🤣
Gege
duit Baru ratusan juta kok bangun villa mewah..🤣
Cherlly: ya kaka, kan itu uang dr awal dia dapet sistem di kumpulin sampe bisa bangun villa mewah,dan masih ada lanjutaan bab yg mengejutkan si pembaca😊
total 1 replies
Gege
perasaan masih ratusan juta belom milyaran kok disebut milyarder Thor..🤣
Sayekti 0519
waah ... udah bisa bantu bikin rumah sakit khusus kanker gratis,mesjid panti.kan udah punya pohon uang
Sayekti 0519
lah rumah nya g d bagusin,klw d dobrak orang jahat gmana??
Cherlly: dia kan punya sistem yg bisa menghasil kan uang dan bisa buat beli rumah baru kaka
nanti di tunggu bab selanjut nya kaka semakin seru nanti nya,saya lagi mikir untuk bab selanjut nya biar lebih menarik😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!