NovelToon NovelToon
ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:536k
Nilai: 4.7
Nama Author: FRESH NAZAR

BACAAN 18+ Harap tidak dibaca oleh yang di bawah umur tersebut.
Pernikahan Saras yang indah berubah mengerikan karena suaminya Aidan ternyata seorang monster galak. Lebih parah lagi Aidan dan Papanya menyimpan rahasia kelam terhadap Mama Aidan. Tapi kenapa Saras yang hidup tersiksa akhirnya bisa meraih bahagia? Yuk, baca biar gak penasaran....
PERINGATAN: Beberapa tokoh di novel ini tidak biasa. Jangan baper dengan tingkah Aidan dan Papanya yang raja tega. Masih ada tokoh Nerissa, Jhon dan Emaknya Jhon yang rada gila tapi lucu. Baca sampai habis biar tau serunya Emak si Jhon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FRESH NAZAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34. Kutukan Heru Sebelum Meregang Nyawa

Nerissa dan Lia menunggu jawaban Jhon.

“Yang menjawab barusan adalah Pak Argajaya, suami ibu!” Ujar Jhon ke Lia.

“Haah? Yang benar?” Lia kaget.

“Benar Bu. Itu suara pak Argajaya. Saya sudah hapal suaranya. Ibu ingat enggak waktu saya bawa mobil jemput ibu di belakang hotel? Kita ketemu Pak Argajaya kan?”

Lia mengingat.

“Oh, waktu saya datang ke pernikahan Aidan? Lalu saya dijemput kamu dan kamu menyampaikan pesan dari Nerissa ke Argajaya?”

“Iya. Waktu itu Pak Argajaya  sempat marah ke saya. Saya belagak bod*h aja waktu dia marah. Tapi saya jadi ingat suaranya. Yang menerima telpon tadi  adalah Pak Argajaya!”

“Berarti hand phone Heru dipegang Pak Argajaya?” Bu Wicaksono ikut nimbrung bicara. “Ya, Allah, itu artinya Heru sudah ketahuan!”

Nerissa memiringkan bibirnya tak enak hati. “Saya duga, sekarang ini pak Argajaya sedang menginterogasi Heru. Kalau Heru buka suara, maka kita semua yang ada disini  ketahuan. Argajaya bisa mengerahkan puluhan orang buat menyerang kita! Kita bisa habis!”

Bu Wicaksono menggeleng sedih. “Enggak. Saya tau tabiat Heru. Dia teguh pendirian dan gak mau menjelekkan orang lain. Saya yakin… Heru gak akan membuka rahasia kita ke pak Argajaya.”

Semua jadi terdiam. Memikirkan kemungkinan itu.

Lia tiba-tiba menangis sesenggukan. “Hu hu hu hu……”

“Lho, kenapa kak?” Nerissa mendekati kakaknya.

Bu Wicaksono juga heran. Ia mendekati Lia dan memegang bahu Lia yang masih menangis tersedu.

“Kenapa Bu lia? kok jadi sedih?”

“Hu hu hu hu…” Lia masih menangis.

“Kenapa, Kak? Bilang ada apa? kakak mengkhawatirkan Heru?” Nerissa mengarahkan wajah Lia agar menatap wajahnya.

Lia  mengangguk. Sambil masih menangis ia bicara. “Hu hu hu  hu….kau tau kenapa aku jadi depresi berat?Karena  aku sangat shock kala melihat Argajaya menyiksa seorang anak buahnya yang dianggapnya membangkang. Anak buahnya itu....”

Lia tersedu kembali. ia penuh emosi ketika bercerita. Ketiga  orang di dekat Lia membiarkan perempuan itu kembali menangis.

Masih  menangis Lia memaksakan dirinya ngomong. “Aku melihat anak buahnya  itu mati disiksa Argajaya. Dia sempat minta tolong agar aku menyelamatkan dirinya. Aku tak berani melepasnya karena takut dihajar Argajaya. Tapi…. Aku benar-benar shock kala dia meregang nyawa. Dia mati  tepat di hadapanku dengan mata menatapku seolah bertanya. Kenapa aku enggak menolongnya?"

Suasana jadi sunyi.

Hu hu hu hu…” Hanya tangis Lia yang kembali terdengar.

*

“Papa mana?” Aidan bertanya ke pembantu.

Saat itu Aidan dan Saras baru tiba di rumah sehabis berbulan madu. Supir dan beberapa pembantu tergopoh-gopoh menurunkan koper dan tas mereka dari dalam mobil.

“Bapak di villa di Puncak, katanya ada urusan penting. Sudah dua hari  Bapak disana.” Sahut seorang ibu pembantu.

“Sudah dua hari…” Aidan mengulang kalimat itu. Sepertinya ia memikirkan sesuatu.

“Apa Papa pergi sama security ke villa?” Aidan bertanya lagi ke pembantu tadi.

“Iya. ada 5 orang security yang ikut bapak. Termasuk Pak Sam sama Mas Heru…”

“Heru…? Aidan terperanjat. “Heru ikut ke Puncak?”

“Iya, Tuan. Mas Heru juga ikut ke Puncak.”

“Kalau gitu aku terus ke villa di Puncak.” Aidan menatap Saras.

Saras kaget. “Kamu kan masih capek sayang? Kita penerbangan dari Mila ke Jakarta aja habis waktu 18 jam lebih? Apa kamu gak  mau istirahat dulu?”

“Gak usah sok perhatian!” Sahut Aidan jutek.

DEEGG!

Saras gak enak hati dijutekin lagi. Tapi ia sudah mulai kebal dengan kejutekan  Aidan yang kadang muncul tak terduga.

“Aku tau kamu capek. Tapi terserah kalau urusan di Puncak memang mengharuskan kamu kesana.”

“Heh! Kamu gak usah ngatur aku!” Aidan mendadak emosi. Ia mendorong Saras dengan jengkel.

Tubuh Saras  terhuyung, tak menyangka bakal didorong.

BUUKK! Saras jatuh. Ia meringis kesakitan.

“Ibu…” Seorang pembantu perempuan segera membantu Saras berdiri. Sejak resmi jadi Nyonya Aidan, Saras mulai dipanggil ibu oleh beberapa pembantu di rumah itu.

“Sudah biarin. Dia bisa berdiri sendiri!” Aidan masih sengit.

Saras mangkel. Tapi dia bangun lalu membersihkan bajunya yang kotor akibat jatuh tadi.

“Jaya, kamu gak usah masukin mobil ke garasi!” Aidan menyuruh supir. “Kita langsung pergi sekarang juga ke Puncak!”

“Siap, Boss….” Supir tak membantah. Langsung masuk  ke mobil dan kembali menyalakan mesin.

Aidan masuk ke mobil. Sudah di dalam mobil ia menurunkan jendela mobil dan berteriak ke Saras. “Kalau kamu capek, sana tidur…….!”

Saras diam tak menjawab. Ia menyibukkan diri membantu mengarahkan pembantu membawa tas ke dalam rumah.

Sementara mobil mundur hendak  keluar. Seorang pembantu lain buru-buru membukakan pintu gerbang.

BRRRMM! Mobil keluar ke jalan. Langsung menderu ngebut dari Jakarta menuju Puncak.

*

Hari biasa, jika jalanan tidak macet perjalanan Jakarta – Puncak bisa ditempuh dalam 1,5 jam saja. Tapi jangan ditanya jika sedang macet. Perjalanan Jakarta – Puncak bisa memakan waktu  5 hingga 10 jam.

Saat itu jalan kawasan Puncak tidak macet. Mobil yang dikendarai Jaya tiba di Cipanas dalam waktu kurang dari satu setengah jam.

Aidan langsung keluar mobil.

Pak Argajaya sudah di depan villa. Ia  menyambut anaknya dan memeluknya.

“Papa harap bulan madumu menyenangkan dan istrimu segera hamil.”

“Amin,” Angguk Aidan. “Aku juga membelikan oleh-oleh buat Papa. Tapi nanti saja aku kasih kalau urusan si Heru ini selesai.”

“Betul.” Angguk pak Argajaya. “Heru ini termasuk yang nyebelin. Sudah disiksa masih ngengkel aja gak mau bilang!”

Lalu Aidan dan Pak Argajaya hendak turun ke ruang bawah tanah.  Sam dan anak buahnya mengikuti.

“Gak usah ikut turun. Kalian jaga di depan villa aja.” Pak Argajaya memberi  kode dengan tangannya agar Sam dan anak buahnya tak ikut.

Sam mengangguk. “Siap, Boss….” Lantas ia dan para security lainnya berjaga di depan bangunan villa.

TLAAK!

Aidan membuka pintu ruang bawah tanah. Tterus masuk ruangan bersama Pak Argajaya.

Tampak Heru berdiri lunglai cuma mengenakan celana dalam. Kedua tangan Heru masih terbentang lebar  diikat tali yang disambungkan ke langit-langit ruangan. Di wajah dan sebagian  tubuhnya  terlihat darah yang sudah mengering.

“Jadi ini penghianatnya?!” Aidan geram menatap Heru.

Heru sudah terlalu lemas. Bahkan ia sebenarnya sudah tak kuat berdiri. Tapi tali yang menahan kedua tangannya yang membuat Heru terpaksa masih berdiri di ruangan itu.

Aidan berdiri di depan heru.  Menatap jengkel. Lalu tiba-tiba.

BUUKK!

Sebuah tendangan Aidan telak mendarat mengenai tubuh Heru.

Heru terjengkang. Mengaduh kesakitan. Ia sudah tak kuat menjerit.

“Oke. Kamu gak mau bilang ke Papaku siapa yang sudah menyuruh kamu menghianati kami. Tapi sekarang kamu harus bilang ke aku, siapa orang itu?!”

Aidan  mengeluarkan sebuah pisau kecil tajam dari pinggangnya.

SRRRTT! Ia menggores dada Heru dengan pisau.

Heru menjerit. Darah mulai keluar dari luka di dadanya.

Pak Argajaya menyeringai sadis ke Heru. “Kau tau? Anakku lebih tega menyiksa orang dari pada aku? Makanya bilang, siapa orang yang sudah menyuruhmu berhianat?!”

Heru menguatkan dirinya bicara. “A.. ku gak akan bilang siapa orang itu. Tapi aku cuma mau bilang kalian terlalu sering berbuat jahat ke orang lain. Kalian merampas harta orang dengan cara yang kejam. Aku doakan kalian akan hidup sengsara di sisa umur kalian...!”

BERSAMBUNG…….

HALLO READERS. Ditunggu like dan komen kalian di buku ini. kalian bisa juga membaca buku TERPAKSA MENIKAHI BIG BOSS. karya Fresh Nazar di Noveltoon. Bacaan yang akan membuatmu terhibur dan ngakak gak habis-habis. Selamat membaca. Love U.

1
Fitri Yuli
Lumayan
Ani Mendur
biasa jo
Irfan Idris
si Aidan hiperseks
玫瑰
lucu nya 🤭🤣😂😂😂
玫瑰
🤣🤣
玫瑰
Setuju
玫瑰
materialistic..huh
玫瑰
setelah membaca komen dan rekomen dari NT,aku singgah di sini.
Kalee Chan
yaa Alloh gustii...
kui si emak ganggu wae.
sak.e cah cah.. lgi panas panass.e diganggu.. gek Rasane wiiih Ra karuan.. sabaaar yaa narissa.🤭🤭
Jro Ratih
judul sm cerita nggak nyambung banget....
Balqis Shopp
klau aku jadi rama... setelah kejadian itu biar saras di buang sama adian dan mau balikan ke Rama lagi ..gue ogah... biar nangis darah juga saras nya gak sudi balikan termasuk cewe matre ihh benci 🤬
Suryani
lanjut
Umisah Asther
Q suka karyamu thor
choirunissa
mulai bqcq
@Ani Nur Meilan
mampir lagi Dan like

sambil nunggu Boss Barton Up lagi 🤗🤗🤗
Yani mulyani
giru trus bosenn
Yani mulyani
ga ada romantis" nya ..sllu d skip...konflik trus isinya
Yani mulyani
harusnya tadi pendarahan pas d dorong sama c aiden jd biar dia merasa bersalah...bkn don rama ..jd kan nyalahin rama ...
Yani mulyani
knp selalu ada kata JREENG sihhh galfok jd ga enak bacanya
Istri pangeran
sebel jg nih wanita keriput...napa ggu org mlulu kyk gak ada kerjaan
emang dl gak pernah gituan gitu??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!