NovelToon NovelToon
TENTANG KITA YANG NGGAK SENGAJA

TENTANG KITA YANG NGGAK SENGAJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author: grayen

Berawal dari tabrakan di koridor sekolah saat terlambat, hidup Alya yang tenang mendadak berubah jadi penuh drama gara-gara Raka, si kapten basket populer yang hobi mengganggunya. Situasi makin kacau saat foto candid Alya tak sengaja masuk ke story Instagram Raka dan membuat satu sekolah gempar.

Namun, dari benci jadi chattingan. Di balik sikap usil Raka, Alya pelan-pelan menemukan sisi rapuh cowok itu yang tersembunyi dari dunia.

Sayangnya, saat benih perasaan mulai tumbuh, kehadiran Kevin—murid baru yang mendekati Alya—menyalakan api cemburu Raka. Ditambah rumor sekolah dan kesalahpahaman masa lalu, Alya mulai ragu dengan perasaan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon grayen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Mantan

Hari Senin berjalan seperti biasa.

Bel berbunyi, guru mulai mengajar, dan suasana kelas kembali dipenuhi keluhan soal tugas yang semakin banyak.

Alya sedang merapikan buku di mejanya ketika Nadya menyenggol pelan lengannya.

“Lya, lihat deh.”

“Apa?”

Nadya mengangguk ke arah koridor.

Seorang siswi dari kelas sebelas sedang berdiri di depan kelas mereka. Rambutnya diikat rapi, wajahnya cantik, dan senyumnya terlihat percaya diri.

“Dia nyari siapa?”

Belum sempat Alya menebak, siswi itu bertanya kepada salah satu teman sekelas.

“Maaf, Raka ada?”

“Iya, bentar.”

Tak lama kemudian, Raka keluar dari kelas.

Begitu melihat siswi itu, wajahnya tampak sedikit terkejut.

“Celine?”

Siswi itu tersenyum lebar.

“Lama nggak ketemu.”

---

Alya yang melihat dari dalam kelas hanya memperhatikan sebentar sebelum kembali membuka bukunya.

Namun Nadya justru penasaran.

“Lo kenal dia?”

Alya menggeleng.

“Nggak.”

“Cantik ya.”

“Iya.”

“Kayaknya akrab sama Raka.”

Alya tidak menjawab.

Entah kenapa, ada rasa aneh yang tiba-tiba muncul di dadanya.

---

Di luar kelas, Raka dan Celine mengobrol singkat.

“Lo pindah ke sini?” tanya Raka.

“Iya. Papa dipindahin kerja lagi, jadi gue masuk sekolah ini mulai hari ini.”

“Pantes nggak pernah ngabarin.”

“Biar jadi kejutan.”

Raka terkekeh.

“Berhasil sih.”

“Masih suka main basket?”

“Masih.”

“Bagus. Berarti nggak banyak berubah.”

Tak lama kemudian, guru memanggil semua siswa untuk masuk kelas.

Sebelum pergi, Celine berkata,

“Nanti istirahat kita ngobrol lagi ya.”

“Boleh.”

---

Saat jam istirahat, kabar tentang siswi baru itu langsung menyebar.

Dion menghampiri Raka yang sedang duduk di kantin.

“Bro.”

“Hm?”

“Siapa tuh?”

“Teman lama.”

“Teman?”

Raka menghela napas sambil tersenyum pasrah.

“Iya... mantan.”

Dion langsung membulatkan mata.

“Serius?”

“Iya. Waktu SMP.”

“Terus sekarang ketemu lagi?”

“Kayaknya gitu.”

“Wah... bakal seru nih.”

“Apanya yang seru?”

“Drama kehidupan.”

Raka hanya menggeleng sambil tertawa kecil.

---

Di sisi lain kantin, Alya, Nadya, dan Kevin sedang makan siang.

Beberapa siswi di meja sebelah terdengar sedang bergosip.

“Itu loh, siswi baru tadi.”

“Katanya mantannya Raka.”

“Pantes ngobrolnya akrab.”

Alya yang sedang minum langsung berhenti.

“Mantan?”

Nadya ikut mendengar.

“Pantesan tadi kelihatannya dekat.”

Alya mencoba tetap santai.

“Oh... gitu.”

Namun sejak mendengar kata itu, selera makannya tiba-tiba menghilang.

---

Sepulang sekolah, Raka membantu Celine mencari ruang administrasi karena ia masih belum hafal letak gedung.

“Lo masih baik kayak dulu ya,” kata Celine sambil tersenyum.

“Ya masa berubah jadi jahat.”

Mereka sama-sama tertawa.

Di saat yang bersamaan, Alya baru keluar dari ruang multimedia.

Dari kejauhan, ia melihat Raka dan Celine berjalan berdampingan sambil mengobrol.

Entah apa yang mereka bicarakan, tapi keduanya tampak menikmati percakapan itu.

Alya berhenti melangkah.

Nadya yang berada di sampingnya ikut melihat.

“Itu...”

“Iya.”

“Mau nyamperin?”

Alya menggeleng pelan.

“Nggak usah.”

---

Malam harinya, Raka mengirim pesan seperti biasa.

> Raka:

Udah sampai rumah?

Alya membaca pesan itu cukup lama sebelum membalas.

> Alya:

Udah.

Beberapa detik kemudian muncul balasan.

> Raka:

Kok singkat banget?

Alya menarik napas pelan.

Ia ingin menjawab seperti biasanya.

Bercanda.

Mengirim foto langit.

Atau menceritakan hal-hal kecil yang terjadi hari itu.

Namun bayangan Raka berjalan bersama Celine terus muncul di kepalanya.

Akhirnya ia hanya membalas,

> Alya:

Capek. Mau istirahat dulu.

> Raka:

Oke. Selamat istirahat ya.

> Alya:

Makasih.

Percakapan mereka berakhir jauh lebih cepat dari biasanya.

Raka memandangi layar ponselnya sambil mengernyit.

Ia merasa ada yang berbeda, tetapi tidak tahu penyebabnya.

Sementara Alya meletakkan ponselnya di samping bantal.

Ia menatap langit-langit kamar sambil tersenyum kecil, meski senyum itu terasa dipaksakan.

Lucu juga, pikirnya.

Selama ini ia selalu meyakinkan Raka untuk tidak cemburu pada Kevin.

Sekarang justru dirinya yang mulai merasakan hal yang sama.

Bukan karena tidak percaya.

Melainkan karena takut.

Takut kalau seseorang dari masa lalu ternyata bisa kembali mengisi ruang yang selama ini perlahan ia tempati.

Dan tanpa disadari, kedatangan mantan Raka menjadi awal dari ujian baru bagi hubungan mereka yang belum sempat diberi nama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!