NovelToon NovelToon
Forget Hate, Remember Love

Forget Hate, Remember Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Gadis Amnesia / Orang Disabilitas
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Joy Jasmine

"Kakak, aku haus. Ambilin minum, dong!"

"Aku enggak sedih lagi, karena punya suami sebaik Kakak."

"Kakak udah maafin aku. Tapi Kakak enggak peluk aku."

Juan tak pernah mengira hidupnya akan berubah seperti ini.

Istri yang dulu bersikap dingin, tidak peduli, bahkan pernah meremehkannya karena kelumpuhannya, kini justru terus menempel di sisinya.

Sebuah kecelakaan telah merenggut sebagian ingatan Ailin.

Wanita itu melupakan tahun-tahun penuh kebencian di antara mereka. Melupakan luka yang pernah tercipta. Melupakan alasan mengapa ia begitu membenci suaminya.

Yang tersisa hanyalah Ailin dengan kepribadian ceria, banyak bicara, penuh perhatian, dan tanpa sadar terus membuat jantung Juan berdebar.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Juan kembali memiliki harapan.

Namun harapan itu datang bersama ketakutan.

Karena cepat atau lambat, ingatan Ailin akan kembali.

Dan saat hari itu tiba...

Akankah wanita itu tetap memilihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joy Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 ~ Semakin Gelisah

"Pa...." Kean menatap sang ayah dengan wajah memelas, berharap Juan akan membelanya. Namun balasan sang ayah membuat harapan itu pupus sudah.

"Mamamu benar, kamu harus belajar makan sendiri, Kean!"

"Hmph!" Anak lelaki itu menarik piringnya mendekat ke dada. Wajahnya memerah menahan tangis, namun tangannya justru sibuk menusuk bakpao itu dengan sendok.

Melihat sang putra yang kesulitan, Ailin yang awalnya memilih makan bubur hangat akhirnya mengambil sebuah bakpao.

"Kakak, ternyata bakpao lebih enak dimakan pakai tangan begini, ya?" tanya wanita itu pada sang suami. Juan mengangguk, tanpa sadar tersenyum tipis saat menyadari niat tersembunyi sang istri.

Sementara Kean diam-diam memperhatikan. Anak itu lalu menaruh sendoknya, mengambil sepotong bakpao dengan tangan dan memasukkannya ke dalam mulut.

Beberapa saat kemudian, bakpao di tangan Kean habis tanpa ia sadari. Namun anak itu masih memasang wajah cemberut.

"Kakak hebat!" seru Lian sambil bertepuk tangan kecil. "Kakak bisa makan sendili."

Kean mendengus pelan. "Aku memang bisa," balasnya dengan wajah sedikit bangga.

"Kalau memang bisa, kenapa tadi minta disuapi?" celetuk Lulu tanpa menahan senyum.

"Aku cuma lagi malas."

"Iya, iya." Lulu mengangguk asal. "Tadi sampai hampir nangis juga gara-gara malas."

"Aku enggak nangis!"

"Matanya saja merah."

"Itu... itu karena kepedesan!"

"Tapi Kakak tadi belum mulai makan. Pedasnya dali mana?" Pertanyaan polos sang adik membuat Kean mengambil sepotong bakpao miliknya dan membungkam mulut Lian.

"Makan saja!" ujarnya dengan kesal, namun Lian justru terlihat menikmati.

"Hmm, enak," gumam anak perempuan itu sembari mengangguk-angguk.

Semua orang di meja makan menahan tawa.

Bahkan sudut bibir Juan ikut terangkat.

Ailin hanya menunduk, melanjutkan sarapannya tanpa ikut menggoda. Namun diam-diam ia merasa lega. Setidaknya usahanya pagi ini tidak sia-sia. Kean akhirnya mau mencoba makan sendiri.

.

.

.

Sementara di Kota Yunhai. Seorang gadis muda berdiri di depan pintu. Ia mengetuk, lalu membuka setelah mendengar suara dari dalam.

"Ada apa Tuan memanggil saya?" tanyanya saat berdiri tegak di depan Renzhi.

"Kamu tolong atur jadwal saya seminggu kedepan! Pastikan saya memiliki luang di akhir minggu!"

"Tapi, Tuan. Jadwal Anda sudah sangat padat."

"Kamu atur saja! Saya mau ambil cuti tiga hari. Kamu bicara dengan mereka dan alihkan sebisa kamu."

Gadis itu terdiam sejenak, lalu mengangguk patuh. "Baik, Tuan," balasnya sebelum berpamitan keluar ruangan.

Saat hampir mencapai pintu, seseorang tiba-tiba masuk dan menabrak bahunya.

"Jalan itu pakai mata!" bentak wanita itu, memandang bawahan sang kekasih dengan tatapan merendahkan.

"Maaf, Nona." Gadis bernama Anran Lu itu cepat-cepat menyingkir, tidak ingin mencari masalah dengan menyinggung kekasih sang tuan yang temperamen itu. Atau ia akan menghadapi masalah besar.

Namun saat pintu-pintu benar-benar tertutup, ia menggerutu pelan. "Benar-benar pasangan yang merepotkan!"

Ia mengusap kepala pelan, cukup frustasi dengan jadwal yang telah ia susun rapi dengan susah payah. Kini harus diatur ulang lagi.

Sementara di dalam ruangan, wanita itu mendekat pada Renzhi. "Kamu kenapa enggak pecat dia, sih? Aku enggak suka. Coba lihat pakaiannya, jelas-jelas berusaha mencari perhatian darimu."

Renzhi menghela napas dalam, kedua matanya melirik pakaian yang dikenakan sang kekasih. Jauh lebih pendek dan ketat dibanding dengan sang sekretaris. Namun ia tak mengatakannya. "Dia kerjanya bagus, sekarang mencari sekretaris yang berkompeten itu susah."

"Aku bisa menggantikannya."

"Kamu enggak punya pengalaman di bidang ini!"

Yuna Qin membulatkan kedua matanya. "Kamu bentak aku?!"

"Maaf. Aku sedang khawatir dengan Ailin. Dia kecelakaan." Renzhi menghela napas kasar, wajahnya menunjukkan kegelisahan yang jelas.

Sedangkan Yuna membulatkan kedua matanya. "Dia selamat, kan?"

Renzhi mengerutkan kening. Ada sesuatu dalam nada bicara Yuna yang membuatnya tidak nyaman. Namun ia hanya mengangguk. "Dia enggak papa. Tapi kehilangan ingatan."

Saat itu wajah Yuna yang cukup tegang berubah lebih tenang perlahan. "Syukurlah. Melihat wajahmu sekusut itu, aku sampai mengira sesuatu yang lebih buruk terjadi."

Renzhi hanya mengangguk pelan. Namun entah mengapa, sejak percakapan itu berakhir, hatinya justru semakin gelisah.

.

.

.

1
falea sezi
🤣🤣 ngakak
Manda
🤣🤣🤣
falea sezi
g lanjut kah
Joey: Lanjut dong😁
Bentar lagi update kok ✨
total 1 replies
falea sezi
baru nyimak klo bagus q ksih hadiah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!