NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Istri Sang Miliarder

Terpaksa Menjadi Istri Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Hidup Arumi hancur saat ayahnya terjerat utang besar kepada keluarga konglomerat Wijaya. Untuk melunasi utang tersebut, ia terpaksa menikah dengan Renard, sosok miliarder dingin yang dikenal kejam dan penuh rahasia. Bagi Renard, Arumi hanyalah alat untuk memenuhi tuntutan keluarga. Namun, di balik topeng arogan dan gengsinya, Renard menyimpan sisi lembut yang ia sembunyikan dari dunia, termasuk hobi rahasia yang tidak sengaja terbongkar oleh Arumi. Tanpa Renard sadari, Arumi adalah sosok penyelamat masa kecil yang selama ini ia cari. Mampukah Arumi mencairkan hati sang miliarder sebelum masa kontrak pernikahan mereka berakhir dan rahasia masa lalu terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Langkah Pertama dan Rencana Hari Esok

Hari-hari setelah runtuhnya sekat kontrak berjalan dengan ritme yang jauh lebih tenang namun bertenaga di Mansion Wijaya. Tidak ada lagi kecanggungan yang menggantung saat berpapasan di koridor, tidak ada lagi kebohongan yang harus dijaga di depan para pelayan.

Rumah besar yang dulunya terasa seperti sangkar emas yang dingin, kini perlahan dipenuhi kehangatan yang nyata.

Siang itu, Arumi duduk di sudut ruang tengah yang menghadap langsung ke taman belakang.

Di atas meja kaca di depannya, sebuah laptop perak menyala, menampilkan lembar kerja digital yang dipenuhi tabel analisis, target audiens, dan kalkulasi biaya.

Sebelum badai kebangkrutan menghantam keluarganya, Arumi sempat merintis usaha kecil yang lahir dari kecintaannya pada hewan—bisnis independen penyediaan dan pengemasan ulang (repack) pakan kucing premium, yang ia padukan dengan strategi pemasaran digital secara mandiri.

Usaha kecil itulah yang sempat membantunya bertahan dan membayar biaya kuliah di masa-masa paling sulit.

Kini, dengan status baru dan dukungan penuh dari Renard, Arumi merasa ini saat yang tepat untuk membangkitkan kembali impiannya yang sempat mati suri.

Jemari lentiknya bergerak lincah di atas keyboard, menyusun rencana kampanye media sosial dan metrik performa digital untuk merek dagangnya. Ia begitu larut dalam dunianya sendiri hingga tidak menyadari suara langkah kaki yang mendekat dari arah lobi utama.

Sebuah bayangan tinggi besar perlahan menaungi meja kerjanya. Sebelum Arumi sempat mendongak, aroma maskulin berkarakter cedarwood yang sangat ia kenali memenuhi indra penciumannya.

Sesaat kemudian, sepasang lengan kokoh terulur dari belakang, melingkar lembut di pundaknya, sementara sebuah kecupan ringan mendarat di pelipisnya.

"Serius sekali. Aku bahkan berdiri di sini hampir dua menit dan istriku sama sekali tidak menyadarinya," bisik Renard, suara baritonnya yang berat terdengar begitu dekat di telinga Arumi, mengirimkan desir hangat yang akrab ke dadanya.

Arumi tersenyum lebar, menyandarkan punggungnya ke dada bidang Renard yang terasa seperti sandaran paling kokoh di dunia. "Maaf, aku sedang tanggung menyusun konsep penjenamaan ulang (rebranding) untuk bisnis pakan kucingku. Aku ingin memperbaiki struktur harganya dan mengoptimalkan konten visual di TikTok agar jangkauannya lebih luas."

Renard memiringkan kepalanya sedikit, menatap layar laptop Arumi dengan sepasang mata elangnya yang tajam.

Sebagai seorang CEO yang biasa memimpin negosiasi bernilai triliunan rupiah, melihat tabel bisnis kecil milik Arumi tentu terasa seperti melihat mainan anak-anak.

Namun, tidak ada sedikit pun binar meremehkan di mata pria itu. Sebaliknya, ada guratan rasa kagum dan bangga yang sangat nyata.

Renard melepaskan pelukannya perlahan, lalu mengambil posisi duduk di kursi kosong tepat di sebelah Arumi. Ia menarik laptop tersebut sedikit mendekat ke arahnya, memindai kalkulasi biaya pengemasan yang telah disusun Arumi secara mendetail.

"Formulasi margin keuntunganmu sudah cukup bagus untuk skala UMKM," komentar Renard serius, beralih fungsi menjadi seorang mentor bisnis yang andal.

"Tetapi jika kamu ingin melakukan scaling up ke pasar yang lebih luas, kamu tidak bisa hanya mengandalkan penjualan ritel konvensional. Kamu harus mulai mengunci kontrak dengan distributor bahan baku utama untuk memangkas harga pokok penjualan."

Arumi menopang dagunya dengan tangan, menatap Renard dengan pandangan berbinar penuh kekaguman. "Lalu, bagaimana dengan strategi pemasarannya? Aku berencana mengoptimalkan performa akun digitalnya terlebih dahulu."

"Gunakan pendekatan komunikasi interaktif," jawab Renard, jemari tangannya bergerak mengetuk meja kaca dengan ritme konstan.

"Jangan hanya jualan produk. Jual ceritanya. Bagikan edukasi tentang nutrisi hewan secara konsisten. Konsumen era digital sekarang jauh lebih loyal pada merek yang memiliki nilai fungsional dan emosional. Jika kamu butuh tim riset pasar untuk memetakan perilaku konsumen digital, aku bisa meminta divisi pemasaran Wijaya Group untuk membantumu."

Arumi buru-buru menggelengkan kepalanya sembari memegang tangan Renard. "Tidak perlu, Renard. Aku ingin membangun ini dengan kekuatanku sendiri. Kamu sudah memberikan dukungan moral yang luar biasa, dan itu lebih dari cukup untukku. Aku tidak mau dunia luar mengira aku sukses hanya karena mendompleng nama besar suamiku."

Renard menatap tangan Arumi yang menggenggamnya, lalu membalikkan telapak tangannya untuk menyatukan jemari mereka, meremasnya dengan lembut. "Keras kepala seperti biasa. Tapi... itulah salah satu alasan yang membuatku jatuh cinta padamu. Baiklah, melangkahlah sendiri, aku akan mengawasimu dari belakang. Jika kamu butuh teman diskusi, ruang kerjaku selalu terbuka dua puluh empat jam untukmu."

Obrolan bisnis yang hangat itu terjeda saat Bi Sumi melangkah masuk dari arah dapur, membawa sebuah nampan berisi dua cangkir teh kamomil hangat dan sebuah kotak beludru besar berwarna biru tua.

"Nyonya Arumi, Tuan Muda... ini ada titipan paket dari perancang busana yang dikirimkan lewat kurir khusus tadi siang," ujar Bi Sumi dengan senyuman penuh arti, meletakkan kotak beludru tersebut dengan sangat hati-hati di atas meja sebelum mengundurkan diri.

Renard mengangguk pelan, lalu menggeser kotak mewah tersebut ke hadapan Arumi. "Bukalah. Ini adalah lookbook dan beberapa sampel kain untuk gaun resepsi pernikahan kita nanti."

Arumi membuka tutup kotak beludru tersebut dengan tangan yang sedikit gemetar.

Di dalamnya, terdapat selembar sketsa gaun pengantin yang luar biasa indah hasil rancangan desainer ternama tanah air, lengkap dengan potongan kain brokat premium, sutra satin, dan detail payet yang berkilau lembut saat terkena cahaya matahari siang.

"Renard... ini terlalu mewah," gumam Arumi pelan, menatap sketsa gaun bersiluet A-line dengan potongan leher yang sangat anggun dan bersahaja tersebut.

"Tidak ada kata terlalu mewah untuk pernikahan kita yang sesungguhnya, Arumi," potong Renard tegas, namun nadanya terdengar begitu lembut.

Pria itu mengusap punggung tangan Arumi dengan ibu jarinya. "Aku sudah meminta pihak perencana pernikahan (wedding planner) untuk mengosongkan jadwal di bulan depan. Konsepnya akan sepenuhnya mengikuti keinginanmu. Kita tidak akan mengundang media, tidak ada kepentingan korporat. Hanya ada keluarga, kerabat dekat, dan orang-orang yang tulus mendoakan kita."

Arumi menatap sketsa gaun di depannya, lalu beralih menatap wajah Renard.

Air mata haru yang hangat kembali menggenang di pelupuk matanya, membuat pandangannya sedikit kabur. Setelah sekian lama hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan akan penilaian dunia, ia akhirnya sampai di sebuah titik di mana ia dicintai dengan begitu ugal-ugalan dan dihormati sepenuhnya sebagai seorang wanita.

"Terima kasih, Renard... untuk semuanya," bisik Arumi tulus, memajukan tubuhnya untuk memeluk leher suaminya dengan erat.

Renard membalas dekapan itu dengan kekuatan yang sama, membenamkan wajahnya di celah leher Arumi, menghirup dalam-dalam aroma vanila yang selalu berhasil menjadi candu baginya.

Puing-puing masa lalu yang kelam kini telah sepenuhnya bersih, digantikan fondasi masa depan yang kokoh yang mereka bangun di atas kejujuran rasa.

Dan di bawah langit siang yang cerah, langkah pertama menuju hari esok yang indah telah resmi mereka pijak bersama.

1
Rakha Al Badri Yasin
bagus😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!