NovelToon NovelToon
My Queen

My Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arisha Langsa

" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "

" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.

" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.

" karena kau hanyalah gadis manja" .

Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.

Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.

setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

" Nona..ini minuman anda" seorang pelayan menghampiri Meera menyerahkan satu gelas jus strawberry kesukaan nya.

" Oh ..tidak terimakasih, disini terdapat banyak jenis minuman,saya bisa memilihnya nanti" tolak meera cepat,ia merasa heran mengapa ada minuman khusus dirinya,ya memang di meja hidangan tak tersedia minuman kesukaannya itu, bahkan di sana yang tersaji hampir seratus persen minuman yang mengandung alkohol, seperti anggur merah,teqila,dan beberapa jenis minuman beralkohol lain nya.

" Maaf nona,pangeran melarang anda meminum minuman beralkohol" jawab pelayan tersebut sopan,ia bahkan tak berani menatap langsung wajah Meera, padahal ia sangat ingin melihat secara dekat betapa cantiknya wanita itu.

Mata meera melihat sekeliling, mencari sosok yang di sebutkan oleh pelayan tersebut, hingga akhirnya ia bisa melihat sosok tegap dengan wajah tampan itu berada tak terlalu jauh darinya.

Rafael terlihat tengah berbincang akrab dengan beberapa orang pembisnis pastinya,tak jauh dari nya berdiri Camelia yang terlihat sesekali ikut berbicara atau tertawa kecil di antara mereka.

" Katakan pada nya saya sedang tidak menginginkan minuman ini" ucap Meera dengan tegas menolak pemberian pelayan tersebut.

Menunduk hormat,pelayan tersebut meninggalkan Meera,berjalan menghampiri Rafael yang terlihat sudah terpisah dari orangtuanya yang tadi bersamanya, Rafael terlihat tengah berbicara melalui telepon selulernya.

Meera bisa melihat dengan jelas Rafael langsung membalikkan badannya sesaat setelah pelayan itu menghampiri nya,namun dengan cepat Meera memalingkan wajahnya menatap ke arah berlawanan, yang ternyata ia melihat keberadaan Gio yang tengah mengobrol dengan Damares dan Alexander, mereka terlihat cukup akrab,tapi mengapa saat bertemu di luaran mereka terlihat seperti orang asing yang tak pernah saling mengenal?, pertanyaan itu muncul di benak Meera.

" Minum ini,jangan membantah,ini perintah" ucap Rafael tiba-tiba sudah berada di samping Meera,ia bahkan membawa sendiri gelas berisi jus strawberry tersebut dan menyodorkan nya ke hadapan Meera.

Meera sampai mengusap pelan dada nya karena ia benar-benar sangat terkejut,ia tak pernah menduga Rafael akan menghampiri nya dan membawakan nya sendiri minuman tersebut.

" Maafkan saya pangeran, tapi saya sedang tidak...." ucapan Meera terpotong dengan nada tegas Rafael.

" Minum atau aku akan...." Rafael tak melanjutkan ucapannya yang jelas bernada ancaman, karena Meera telah lebih dulu meraih gelas di tangan nya.

" Baik pangeran,saya akan meminumnya, terimakasih" ucap Meera cepat,ia bahkan langsung sedikit meminumnya menggunakan sedotan.

Rafael terus menatap nya, memastikan wanita di hadapannya itu meminum jus tersebut,interaksi keduanya terus menjadi pusat perhatian para wartawan,seakan merekalah bintang nya di acara malam ini.

Sedangkan di lain sudut, Camelia menatap tak suka pada Meera, bagaimana tidak,tadi Rafael bahkan langsung meninggalkan nya tak peduli sedikitpun saat setelah pelayan yang Rafael utus datang dan menyampaikan penolakan Meera tadi.

Dan amarahnya semakin menjadi saat melihat Rafael menerima uluran tangan Meera untuk berdansa.

" Apakah pangeran yang terhormat ini bersedia berdansa dengan saya?" tanya Meera begitu sopan dan formal, hal yang sebelumnya tak pernah ia lakukan pada Rafael dan Rafael merasakan kesenjangan itu.

Tak menolak, Rafael mengangguk dan menerima uluran tangan Meera, menggenggam lembut tangan mungil tersebut,sebelah tangan nya bergerak pelan melingkar di pinggang ramping Meera.

Deg....

Jantung keduanya berdetak kencang,Meera mengangkat wajahnya menatap wajah tampan Rafael yang tengah menunduk menatap nya, tatapan pria dingin itu berbeda, terlihat begitu sayu dan kacau.

Greb...

" Ka-kak" pekik Meera lirih saat tiba-tiba Rafael menariknya lebih dekat lagi pada tubuh pria itu,bisa Meera rasakan tubuh mereka menempel,tak tersisa sedikitpun ruang,hanya kain pakaian mereka yang menjadi penghalang satu-satunya,Meera bahkan bisa dengan jelas mendengar detak jantung pria itu, bagaimana tidak wajah Meera berada tepat di dada bidang Rafael.

" Tetap lah seperti ini selamanya" bisik Rafael,tubuh keduanya terus bergerak lembut mengikuti irama musik dansa, mereka tak menyadari bahwa semua mata menatap mencuri-curi lihat pada mereka.

" Aku tak bisa berjanji, maafkan aku" jawab Meera jujur.

Mendengar jawaban Meera,tubuh Rafael terasa menegang,rahang nya mengeras,ia bahkan berani mengecup berulang kali puncak kepala Meera, membuat gadis cantik itu tak terasa telah menitikkan air matanya di dada bidang Rafael.

" Maaf..."

" Maaf.."

" Maaf..." hanya kata itu yang Rafael bisikkan di puncak kepala Meera, Rafael bisa merasakan tubuh Meera yang bergetar.

" Ku mohon..Jangan menangis lagi Ra..please ..." pinta Rafael lembut,bahkan suara nya terdengar parau.

Mendengar permohonan Rafael,Meera mengangkat wajahnya,mereka saling menatap, Rafael bahkan sedikit menunduk menyatukan kening mereka, hingga hidung mancung keduanya saling bersentuhan.

" Jangan menjauhi ku,jangan mengabaikan panggilan telepon dan pesan dari ku,ini perintah dan kamu harus mematuhinya" ucap Rafael,namun dengan nada lembut dan penuh permohonan,bukan nada tegas sebagaimana seseorang memberikan perintah.

" Jangan memakai pakaian yang terlalu terbuka seperti kemarin saat ke kantor,kau akan semakin menjadi pusat perhatian" tambah Rafael terdengar begitu posesif.

Meera tak menjawab sepatah katapun,ia hanya menatap wajah tampan Rafael yang begitu dekat dengan wajahnya.

Musik berhenti, menandakan sesi dansa telah berakhir dan berakhir pula lah acara resmi nya, tinggal melanjutkan dengan acara santai,saking berinteraksi dan mengobrol.

Meera dengan cepat mendorong dada bidang Rafael agar menjauh,ia memundurkan langkahnya ke belakang,menunduk hormat setelah Rafael melepaskan kedua tangannya dari pinggang ramping Meera.

" Terimakasih atas waktunya dan kesediaan pangeran berdansa dengan saya " ucap Meera kembali pada mode formal dan Rafael sangat tidak menyukai itu,ia lebih suka Meera yang memperlakukan seperti biasa.

Dengan langkah cepat Meera menghampiri kedua orang tuanya yang terlihat sedang mengobrol dengan beberapa pejabat kerajaan, mereka terlihat akrab.

sedangkan di lain tempat,dua orang pemuda tengah berdebat hebat, bahkan hampir saling memukul jika saja Damares dan Alexander tidak datang dan bergerak tepat waktu.

" Gue ingatkan sekali lagi,jangan coba-coba lo dekati dia" ancam Rafael tegas.

" Lo ga ada hak ngelarang,kalian ga lagi punya hubungan apapun,gue ga pernah berusaha deketin dia kalau memang dia wanita lo,tapi sekarang lo udah ngelepas nya, itu artinya siapapun bebas mendekatinya,ingat ya gue ga pernah berniat merebut apapun dari lo, dari dulu bahkan selamanya,tapi terkecuali untuk dia" balas pria yang memiliki wajah hampir serupa tampan nya dengan Rafael.

" Lo..." geram Rafael marah, sedangkan lawan debatnya sudah melangkah meninggalkan Rafael dan kedua sahabatnya.

Setelah merasa cukup tenang,Rafael kembali masuk ke acara jamuan tersebut,ia memilih duduk di kursi yang sedikit lebih jauh,ia merasa butuh ketenangan, matanya terus menatap Meera.

" Matamu saat melihat nya seakan dia adalah makanan kesukaan mu,penuh minat" bisik seseorang tiba-tiba di telinga nya.

" Dia calon ratu ku ayah" jawab Rafael tenang,ia sudah tau siapa yang berbisik di samping nya.

" Tidak lagi setelah pengumuman yang kau buat pagi tadi " jawab tuan Xavier pelan.

" Aku hanya mengakhirinya menjadi calon ratu negara ini,bukan calon ratu di istana ku" jawab Rafael santai.

Raja Xavier tertawa kecil seraya mengusap lembut punggung sang putra " berusahalah, karena untuk kali ini usahamu akan lebih sulit pastinya" ucap raja Xavier tenang.

" Aku punya cara sendiri untuk mendapatkan wanita ku,ayah tenang saja,urus urusan negara ayah ini, aku tak sedikitpun berminat" jawab Rafael yakin.

1
KIM TAMIE
kenyang tamparan maut khan EL 🤭.
abis digampar Meera, sekarang bapaknya Meera, btw gpp namanya juga usaha, kerahkan seluruh usaha dan sabarmu ya EL
Ganbatte 💪
Leha Leha
Thor bz ke Tk up😭
Siti Naimah
lhoh apa urusan nya kok si Rafael sampai memukul gio? ya salah sendiri kenapa mutusin Meera.. akhir nya jadi sewot sendiri 🤭
Siti Naimah
kenapa sih Rafael kok masih aja mengganggu hidup nya Meera?kan dia sendiri yang mutusin Meera?
harus konsekuen dong dengan pilihan nya...ya sana jalan aja atau berkencan sama si Camelia..kan ngebet banget sama pangeran 😄
Siti Naimah
sukurin lho Rafael...makanya memutuskan apa2 harus dipikir mendalam dulu.jika alasannya Meera itu gadis manja kan bisa belajar untuk menjadi dewasa?mau dapat ganti seperti si Camelia itu?🤭
Siti Naimah
betul banget Meera...kamu harus mengambil sikap tegas.. tunjukkan bahwa kamu kuat dan bisa mandiri 👍
Siti Naimah
iih..si camel kok kayak gak rela Meera mau menemui pangeran? kelihatan banget kalau si camel hatinya gak baik.yakin si Rafael mau membuang Meera dan memilih si Camelia?🤣
Siti Naimah
kebayang betapa panasnya hati Rafael 🤭
Siti Naimah
kira2 pihak mana ya yang mencelakai Meera? semoga cepat ketahuan dan ketangkep
KIM TAMIE
selamat berjuang EeLLLLLL.
ini pasti akan sedikit lebih sulit.
Meeramu sudah berubah, dia bukan lagi Meera yg dulu
Siti Naimah
lhoh katanya Rafael berencana mau putus sama Meera? hla kok begitu Meera coba dekat dikit sama yg Laen kok udah merasa panas sih? gak boleh egois dong
Siti Naimah
walah2 pangeran Rafael..sok2 an kamu mau putusin Meera..bisa2 berubah jadi linglung lho...apalagi jika Meera bakal dideketin sama cowok2 kece...terus elo dapat ganti cewek yg tidak lebih baik dibanding Meera....
merana deh🤣
Siti Naimah
begitu kejamnya sosial media...
Meera kamu harus semakin kuat..
belajar menghadapi tantangan hidup
yg tentu tidak mudah.. yakinkan diri bahwa kamu kuat kamu bisa💪💪
KIM TAMIE
bagus Meera, jangan mau dikendalikan dia, dia udah bukan siapa2 elu lagi
Leha Leha
Ingat kan di culik meera dgn Rafael thor Rupanye lg ade perasaan
Leha Leha
Jgn lama Lama up thor 🙏🙏🙏bg la lebih episode kesian org tunggu tunggu tiap minit di buka tgk Tk ade
Siti Naimah
kenapa minum obat kok mendadak dihaluskan?kan jadi terasa pahit.. mending langsung ditelan aja jadi ga terasa pahit nya
Siti Naimah
oh memelas banget keadaan hatinya Meera..ternyata Rafael kirim bunga bukan atas kemauan sendiri..tapi atas suruhan bundanya.makanya Meera pandai2lah menata hatimu agar jangan sampai patah.kamu masih muda perjalanan hidup masih panjang
KIM TAMIE
anak gadis orang mau lu bawa kemana EeLLLLL
KIM TAMIE: Hahaha...sesuai harapan readers ya kak 😂
total 2 replies
Siti Naimah
gayamu Rafael...mau putus hubungan sama Meera...nanti nyesel lho. apalagi jika dapat ganti yang tidak sesuai dengan ekspektasinya..bisa nyahok🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!