NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Wangi karamel dari gula merah yang terbakar memberikan sensasi manis yang membuat perut langsung lapar.

"Aromanya sudah sangat tajam, saatnya membuka pintu," ucap Reza melihat ke arah depan.

"Lyra, buka pintunya sekarang."

Lyra berjalan cepat dan memutar kenop pintu utama kedai.

Pemandangan di luar adalah tanah lapang berbatu dengan pepohonan kering raksasa di sekelilingnya.

Suhu udara dari luar terasa cukup panas dan kering.

Asap panggangan dari dapur langsung tersedot keluar dan terbawa oleh angin gurun.

Mereka bertiga menunggu di dalam kedai selama sekitar setengah jam.

Suara langkah kaki yang sangat berat terdengar mendekat dari arah luar bebatuan.

Langkah itu tidak hanya satu, melainkan dua orang yang berjalan secara bersamaan.

Garro, prajurit singa merah yang pernah datang sebelumnya, muncul di ambang pintu.

Bulu surai singanya kini terlihat jauh lebih lebat dan berwarna keemasan menyala.

Di samping Garro berdiri seorang pria bertubuh jauh lebih besar dengan corak loreng harimau di kulitnya.

Pria harimau itu memiliki bekas luka sayatan melintang di mata kirinya yang buta.

"Selamat pagi Tuan Reza yang mulia," sapa Garro menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Selamat pagi Garro, silakan masuk," balas Reza dari balik panggangan satenya.

"Siapa teman yang kau bawa hari ini?"

Garro melangkah masuk perlahan diikuti oleh pria harimau tersebut.

Pria harimau itu langsung mematung saat merasakan aura buasnya menghilang total setelah melewati pintu.

"Garro, kekuatan garis keturunan harimau rajaku tersegel," geram pria harimau itu sedikit panik.

"Tenanglah Ketua Kael, ini adalah aturan pelindung di kedai suci ini," bisik Garro menenangkan ketua sukunya.

"Saya sudah bilang tempat ini tidak bisa diukur dengan akal sehat kita."

Pria bernama Kael itu menatap sekeliling ruangan dengan pandangan penuh kewaspadaan.

Matanya berhenti saat melihat Lyra yang berdiri di dekat meja makan pelanggan.

"Seorang setengah peri menjadi pelayan di pinggiran Hutan Kematian?" gumam Kael tidak percaya.

"Tuan pemilik kedai ini pasti memiliki kekuatan yang menentang langit."

Lyra tersenyum sopan dan membungkukkan badannya menyambut mereka berdua.

"Selamat datang para pejuang tangguh," sapa Lyra dengan nada ramah.

"Silakan duduk di meja yang paling besar ini."

Garro dan Kael menarik kursi kayu panjang dan duduk berhadapan.

Hidung harimau Kael langsung mengendus udara dengan sangat rakus.

"Aroma daging bakar ini sungguh membuat perutku meronta," kata Kael menelan ludah.

"Bahkan monster buas buruanku tidak pernah berbau seharum ini."

"Sate badak raksasanya hampir matang, Tuan-tuan," seru Reza membalik tusukan besi di panggangan.

"Bao, tolong siapkan piring kayu memanjang untuk wadah sate ini."

"Siap Bos," jawab Bao mengambil dua nampan kayu panjang dari rak.

Bao meletakkan nampan kayu itu di meja konter dengan gerakan yang sangat tenang.

Kael menatap pemuda berambut hitam itu dengan mata tunggalnya yang tajam.

"Pria muda di dapur itu terlihat biasa saja, tapi posturnya tidak memiliki celah sama sekali," bisik Kael pada Garro.

"Jika kita bertarung dengan tangan kosong di luar, aku tidak yakin bisa menang melawannya."

Garro mengangguk setuju karena dia juga merasakan aura kedisiplinan yang kental dari Bao.

Reza mengangkat empat tusuk sate raksasa yang sudah berwarna kecokelatan mengkilap.

Daging badak tanah itu kini terlihat sangat empuk karena proses pemanggangan perlahan.

Dia meletakkan dua tusuk sate besi itu ke atas masing-masing nampan kayu milik Bao.

Sebagai pelengkap, Reza menaburkan potongan bawang merah segar dan cabai rawit di atas daging tersebut.

"Tolong antarkan ini ke meja mereka, Bao," perintah Reza mematikan sebagian api panggangan.

Bao mengangkat kedua nampan kayu berat itu dengan masing-masing tangannya.

Pemuda itu berjalan mantap tanpa membuat piring itu goyah sedikit pun.

"Ini pesanan Anda berdua, sate badak tanah bumbu kecap manis," ucap Bao meletakkan makanan itu di meja.

"Berhati-hatilah karena tusuk besinya masih menyerap panas api."

"Terima kasih anak muda," jawab Garro langsung menatap daging itu dengan lapar.

Kael tidak membuang waktu dan langsung memegang ujung daging dengan tangan kosongnya.

Dia mengabaikan panas dari daging tersebut dan menggigit potongan pertama dengan taringnya.

Daging badak yang terkenal sekeras batu itu langsung putus tergigit dengan mudah.

Sari daging yang gurih bercampur dengan karamel kecap manis dan ketumbar meledak di lidahnya.

"Luar biasa," teriak Kael mengunyah dengan sangat kasar dan cepat.

"Daging badak ini sangat lembut dan bumbunya meresap sampai ke inti sumsumnya."

Ketua suku harimau itu terus melahap potongan demi potongan tanpa memberi jeda napas.

Rasa pedas dari irisan cabai rawit sesekali menyengat lidahnya dan menambah nafsu makannya.

Garro juga makan dengan tidak kalah rakusnya di seberang meja.

Kedua manusia hewan itu terdengar seperti monster kelaparan yang sedang mengoyak mangsa mereka.

Lyra menatap mereka dari sudut ruangan dengan perasaan sedikit ngeri namun takjub.

"Mereka bakalan makan besinya itu juga tidak ya Bos?" bisik Lyra pada Reza yang baru bergabung di depan konter.

"Tidak, mereka tahu itu tusukan besi yang keras," jawab Reza menahan tawa.

"Tapi kecepatan makan mereka memang selalu luar biasa."

Hanya dalam waktu lima menit, dua puluh potong daging raksasa itu habis masuk ke perut mereka.

Kael menjilat sisa kecap manis di jarinya dan menghela napas yang sangat panjang.

Keringat deras tiba-tiba mengucur dari dahi ketua suku harimau tersebut.

1
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Yuliana Tunru
terima.lasih crezy up haro ini tjorrr💪💪💪
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!