NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32(RRM)

 "Tidak salah,apalagi besok saya harus pergi menghadiri acara penting keluarga." mendengar itu alasannya,Andra pun tak bisa menolaknya.

 "Baiklah tuan,besok akan saya antarkan dokumen ini." jawab Andra yang terpaksa harus menerima perintah dari atasannya.

 Setelah itu Andra kembali ke meja kerjanya dengan ekspresi lelah,"Kamu dimarahin sama bos?" tanya Yogi pada Andra yang terlihat lesu.

 "Aku disuruh sama bos untuk besok mengantarkan dokumen ini."jawab Andra yang langsung meletakkan dokumen itu di meja kerjanya.

 "Tumben bos menyuruh kamu untuk mengantarkan dokumen ini, biasanya bos berangkat sendiri."jawab Yogi sembari mengamati dokumen yang ada di atas meja kerja Andra.

"Alasannya ada acara keluarga,maka dari itu bos kita menyuruh aku kesana."jawab Andra yang langsung mengerjakan tugasnya kembali.

Sedangkan reaksi Yogi hanya menganggukkan kepala mengerti itu adalah pekerjaan penting yang harus andra lakukan.

 Sore hari

 Angel segera pulang dan seperti biasa di setiap dua bulan sekali dia pergi membeli bunga mawar putih yang akan dia bawa ke tempat sesuatu.

 Setelah Angel membeli mawar putih, dia bergegas berangkat ke suatu tempat yang ia kunjungi.

 Akhirnya Angel sampai juga di sebuah tempat pemakaman, Angel berdiri menatap kedua nisan yang nampak begitu bersih dan terawat.

  "Mama, Angel datang.Seharusnya dari kemarin Angel harus datang mengunjungi Mama.Maaf jika Angel baru bisa datang hari ini." ucap Angel dengan ekspresi wajah sedihnya.

 Pandangannya teralihkan pada samping kiri tepat di makam adiknya yang sama menjadi korban dari pembantaian.Angel terdiam menatap makam Mamanya dan adiknya.

 "Semaunya akan kakak balas, tunggu kalian semua" batin Angel yang mengingat siapa dalang dalam penyerangan itu.

 Angel segera pergi dari tempat itu dan melanjutkan perjalanan menuju Markas miliknya.

 Sampai di Markas ,Angel disambut oleh beberapa anak buahnya yang sibuk dengan pekerjaan mereka.

 Lukas datang menyambut Nonanya,"Selamat datang Nona." sapa Lukas yang baru saja menghampiri Nonanya.

 "Ada apa ini,kenapa semua ramai didepan?" tanya Angel pada Lukas.

 "Ada sedikit permasalahan dengan pekerjaan kami di kota B Nona." ucap Lukas yang dengan hati-hati berbicara yang kemungkinan Nonanya akan marah besar.

"Apa kamu bilang!" teriak Angel yang tahu betul jika nantinya Nonanya akan emosi mendengar informasi itu.

 "Siapa lagi orang yang berani menganggu pengiriman itu?" tanya Angel yang terlihat begitu kesal.

 "Tuan Regi Nona." jawab Lukas yang akhirnya memberitahukan dalang pembuat onar itu.

 "Dia lagi,apa dia tak cukup menggangguku lagi." ucap Angel dengan nada menekan ,dan benar saja keduanya sudah lama bermusuhan dalam hal berbisnis.

 Kini terulang kembali untuk kedua kalinya,Angel tak bisa memberikan toleransi lagi pada pria itu.

 "Lalu apa yang harus kita lakukan Nona?" Tanya Lukas yang menunggu jawaban dari Nonanya.

 "Suruh beberapa orang kita untuk mengawasi mereka dan berikan mereka pelajaran.Beraninya mereka menganggu pekerjaan kita." Jawab Angel yang sudah habis kesabaran dia menghadapi pria itu yang secara berani menganggu pekerjaan miliknya.

 "Baik Nona,akan saya perintahkan beberapa orang untuk mengawasi mereka." Jawab Lukas yang mengerti pekerjaan apa yang harus ia lakukan.

 Lukas segera keluar dari ruangan itu yang hanya tersisa Angel yang duduk terdiam,"Beraninya dia menganggu pekerjaanku,kita lihat saja sampai kapan dia bertahan." Batin Angel yang benar-benar muak dengan apa yang pria itu lakukan.

 Angel pun pergi dari tempat itu dan kembali ke Mansion miliknya.Sampai di Mansion,ia langsung istirahat setelah seharian ia bekerja

Posisi Angel duduk santai ditempat tidurnya, tiba-tiba saja ingatan mengingat sosok pria yang ia kenali.

 "Andra." Ucap lirih Angel yang mengingat wajah pria itu,Angel tiba-tiba sedikit tersenyum mengingat apa yang ia lakukan bersama Andra.

 "Apa mungkin,aku menerima kehadiran dia.Dengan posisiku sekarang seperti ini." Batin Angel yang meragukan perihal cinta yang membuat otaknya semakin gila.

 "Aku harus mencobanya." Gumam lirih Angel yang masih mengingat apa yang dikatakan oleh Lina.Ia tak ingin membuang waktu dan menyelesaikan itu semuanya,apalagi dia tak ingin terlalu terjerat dengan masalah percintaan yang membuat dirinya bodoh.

 Pagi hari

 Angel sudah terlihat rapi dengan baju kerja, posisi dia sekarang ini sudah ada di dalam mobil bersama asisten pribadinya.

 "Nona."

 "Ada apa?"Tanya balik Angel kepada Milano.

 "Saya hanya ingin memberitahukan jika untuk dokumen milik perusahaan N&C company nanti siang akan dikirim oleh tuan Santo." mendengar informasi itu,Angel hanya menganggukkan kepala.

 "Baiklah, nanti aku akan mengecek dokumen itu."jawab Angel yang seperti biasa setiap paginya selalu pekerjaan menumpuk hingga ia harus menyelesaikan satu persatu.

 Akhirnya Angel sampai juga di perusahaannya dan langsung menuju ruang kerja yang berada di lantai 10.

 Siang hari

 Kesibukan Angel masih sama seperti biasa dengan setumpuk pekerjaan yang sudah menumpuk di meja kerjanya.Sedangkan di posisi Andra sekarang dia sudah ada didepan perusahaan Anxel company,ia mencoba masuk dengan membawa dokumen yang akan nantinya dia berikan pada seseorang .Andra mendekati bagian resepsionis,dan menunggu arahan dari petugas.

 "Silakan Anda naik ke lantai 10,tuan Milano sudah menunggu Anda." Ucap wanita itu yang langsung mengarahkan untuk segera naik lift menuju lantai 10.

 Andra naik lift menuju lantai 10,dan benar saja lantai itu terlihat sepi dan hanya ada beberapa ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat dan jujur saja perusahaan yang ia datangi lebih besar daripada perusahaan tempat dia bekerja saat ini.

 Tiba-tiba saja ada seorang pria mendekati Andara,"Anda siapa?" Tanya Milano yang langsung bertanya.

 "Perkenalkan nama saya Andra,saya orang yang diperintahkan tuan Santo untuk mengantarkan dokumen penting ini." Andra langsung menyerahkan dokumen itu dan melihat langsung dokumen yang dibawa oleh pria itu.

 "Lalu dimana tuan Santo?" Tanya Milano lagi.

 "Kebetulan tuan sedang ada acara penting,jadi saya mengganti tuan Santo untuk mengantarkan dokumen penting ini." Mendengar alasan itu, Milano terlihat begitu marah.

 "Jika sekali lagi tuan Santo beralasan lain lagi,jangan harap kami akan menerima dokumen ini lagi " Ucap Milano yang terlihat marah dengan alasan yang dikatakan oleh pria itu.

 "Maaf tuan." Jawab Andra yang menundukkan kepala,merasa bersalah.

 "Silakan Anda masuk di pintu itu ." Ucap Milano yang menunjukkan kearah pintu paling pojok.

 "Baik tuan." Jawab Andra yang mencoba memilih sabar.

 Akhirnya Andra menuju ruangan itu,sebelum itu Andra mengetuk dan masuk setelah ada suara dari dalam ruangan.

 Dalam ruangan itu tampak rapi dengan beberapa buku yang tertata rapi di lemari buku dan Andra melihat ada sosok wanita berdiri didepan jendela kaca dengan posisi membelakangi dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!