NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 34 Permintaan Rujuk

Olivia .......

"Ayo masuk ke dalam dan membuat persiapan untuk pemakaman ayah. Bukankah kita kemari untuk itu."

Aku tersadar, aku harus bisa mengontrol situasi. Aku tidak ingin membiarkan emosi menguasai ku.

Aku mengangguk setuju , dan bersama-sama berjalan menuju ke pintu. Saat kami masuk ke dalam rumah, Sonya berjalan ke luar.

Dia menghindari kontak mata denganku saat kami berpapasan. Namun aku tak bisa menahan diri untuk tidak melewatkan kesempatan untuk memanggilnya saat melihat dia seorang diri. Aku menarik tangannya dengan paksa ketika dia hendak berjalan keluar.

"Bagaimana bisa kamu begitu tak tahu malu?!" tanyaku dengan nada suara mengejek. Sarah mencoba menghentikan ku namun aku tak peduli dan tetap fokus pada Sonya.

Sonya kehilangan kata-kata.

"Setelah hamil dengannya, kamu masih berani menampakkan wajahmu di sini?" aku terkekeh dengan wajah mengejek. "Apakah kamu masih punya harga diri?"

"Kalian berdua sudah bercerai dan kamu pergi entah kemana. Jadi, jangan salahkan aku jika aku mencari kesenangan ku sendiri." ucap Sonya , tidak ada rasa bersalah dalam nada suaranya.

Siapa yang tahu, jika selama ini dia memang sudah mengincar Alex? Dia sangat pandai menyembunyikan semua itu sehingga aku sendiri tidak pernah membayangkan jika akan terjadi seperti ini.

Aku mengatupkan bibir, menahan geram. "Jadi semua itu kamu anggap wajar, huh?!" jika dia tidak merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan, maka tidak ada gunanya berdebat dengannya.

Sonya menganggukkan kepalanya. "Yeah," jawabnya dengan percaya diri. "Dan kamu seharusnya menjauh darinya. Karena sekarang dia milikku!"

Keberanian Sonya membuatku tak bisa berkata-kata lagi. Dia tanpa ragu mengklaim Alexander, yang nyatanya baru saja datang ke rumah dan memohon padaku agar diberikan kesempatan kedua, sebagai prianya. Pria yang sama yang bahkan tidak peduli padanya.

Aku tidak bisa berkata - kata selain tertawa sinis, dingin dan penuh ejekan.

"Jadi, selama ini persahabatan kita tak berarti apa-apa bagimu? Kamu membuangnya begitu saja hanya demi seorang pria?" tanyaku penasaran.

Sonya dulu adalah sahabat yang selalu menolongku. Jika ada seseorang yang bilang ada seorang pria yang datang di kehidupan kami, aku jelas tanpa ragu menyangkalnya.

Dia tidak menghiraukan diriku dan terus berjalan. "Kamu seharusnya kembali ke Australia atau dimana pun kamu tinggal. Tak ada lagi yang menginginkan kehadiranmu. Kamu hanya cemburu padaku. Cemburu padaku dan anakku." pernyataannya membuatku terdiam.

Saat aku berniat membalasnya, Sarah buru-buru menyela. "Olivia, ayo masuk ke dalam. Kamu tidak perlu berdebat dengannya."

Tapi aku tidak mau berhenti sampai di sini saja. Aku sudah telanjur marah dan juga terluka. "Kamu tahu, Sonya? Kamu boleh ambil dia. Kamu boleh mengambil pria yang bahkan tidak sudi untuk menyentuhmu. Pria yang bahkan sudah memohon padaku untuk rujuk kembali. Pria yang juga sudah menghancurkan persahabatan kita."

Ekspresi Sonya melunak, dan untuk sesaat, aku bisa melihat ada sedikit binar persahabatan di matanya seperti dulu, tapi itu hanya sesaat saja, tergantikan dengan topeng kemunafikan nya.

"Kamu yang telah meninggalkannya dan sekarang kamu juga yang mengejarnya kembali. Menjauhlah darinya! Dia milikku sekarang!"

Aku menggigit bibirku, shock dan tak percaya dengan keberaniannya. Mungkin seharusnya aku menghadiahinya sebuah tamparan yang benar-benar valid, sehingga dia tahu dimana seharusnya dia berada, namun aku tidak melakukannya. Aku tidak ingin menodai pemakaman ayahku dan membuat malu keluarga Maxwell. Ayahku, Harris Maxwell, pastinya akan merasa sedih jika aku sampai membuat masalah lagi.

Tanpa berucap sepatah katapun lagi, aku melangkah masuk meninggalkan Alex yang masih berdiri terpaku. Aku seharusnya bahkan tidak perlu berdebat dengan Sonya sebab itu semua hanya buang waktu saja.

Aku membanting pintu tepat di depan Sonya dan berjalan menuju ke arah Alex yang saat itu sedang berdiri di sebelah ibuku. "Kamu seharusnya pergi bersamanya." ucapku tenang, bahkan lebih tenang dari pada saat terakhir kami bertemu.

Namun ibuku bahkan tidak memberi Alex kesempatan untuk menjawab pertanyaan ku, "Alex tidak akan pergi ke mana-mana, " ucapnya penuh pembelaan, dia menarik Alex ke dekatnya.

Senyum lebar terkembang di wajah Alex. Astaga, aku tak mengerti mengapa ibuku begitu membela Alex. Apa yang dia lihat dari mantan suamiku itu?

Merasa putus asa menghadapi ibu dan Alex, aku memutuskan untuk menjauh dan memilih bergabung bersama David, yang sejak tadi, menonton seluruh drama kami. "Maafkan aku, kamu harus melihat semua itu." aku meminta maaf pada David karena merasa bersalah telah menyeretnya ke dalam masalahku. Dan membuatnya terjebak dalam situasi yang kurang nyaman.

Bibir David melengkung membentuk sebuah senyum. "It's okay. Lumayan, menghibur." ucapnya sambil terkekeh, dan aku menarik napas lega.

"Apakah kamu mau makan sesuatu?" Aku menanyai David karena aku baru ingat, sejak tiba tadi, aku belum menawarinya sepotong makanan pun.

David mengangguk, "Boleh juga," jawabnya.

Mendengar itu, aku pergi ke dapur untuk melihat apa yang tersedia di dapur. Saat aku sedang menerawang melihat-lihat makanan apa yang disediakan oleh ibuku, tiba - tiba pintu dapur terbuka dan menampakkan sosok Alex yang melangkah masuk ke dapur.

Aku langsung memasang wajah masam saat dia berjalan mendekatiku. Mau apa dia,? Pikirku.

"Ada apa?" tanyaku kesal, darahku kembali naik ke ubun-ubun karena marah atau frustasi. Berani sekali dia mendekatiku setelah peristiwa tadi. Apa dia salah minum obat?

"Aku ingin memastikan bahwa kita baik-baik saja." saat itu dia melangkah maju mendekatiku. Apa dia sudah nggak waras? Bagaimana mungkin semua akan baik-baik saja setelah apa yang dia lakukan?

"Alexander, aku sudah tidak peduli dengan hal itu. Aku tidak ingin menjadi baik. Menjauhlah dariku!" wajahku berubah serius. "Lagi pula, Sonya bilang aku harus menjauhi prianya."

Alexander tertawa. "Aku bukan prianya Sonya." ucapnya. "Aku ingin memperbaiki hubungan kita. Aku ingin kamu kembali lagi padaku. Aku ingin tahu tentang anak-anakku. Dan aku ingin kita mulai membina sebuah keluarga."

Dia pikir semua bisa berjalan sesuai dengan keinginannya. Dia terlalu menganggap semua itu bisa di atur semudah dia membalikkan telapak tangan. Sepertinya akulah yang harus melupakan semua yang telah terjadi, dan mengabaikan fakta bahwa dialah orang yang telah menghamili sahabatku.

"Aku tak masalah menjadi ibu tunggal. Saya sudah melakukannya selama bertahun-tahun."

"Kamu seharusnya tidak menyembunyikan anak-anak itu dariku." ucapan Alex seolah-olah menyalahkan diriku. Dia memang benar, tapi aku melakukannya karena terpaksa. Aku melakukan apa yang harus kulakukan.

"Kamu tak seharusnya berpikir sebelum menghamili sahabatku." potongku cepat, membuat Alex terpana sebelum menarik napas panjang.

"Semua itu hanya sebuah kecelakaan. Saat itu aku mabuk dan Sonya mengambil keuntungan dari ku saat aku mabuk."

1
Anonim
kalau jatuh cinta lagi OLIVIA MASOKIS
Wayan Suryani
olivia TDK tau malu dulu SDH di selingkuhin msh saja cinta Alex dasar janda gatal
kasian davit
Anonim
carol anjing keluarga Dajjal LAKNATULLAH
Anonim
MASOKIS ANJING CUIHHH
Minaaida
Tolong kasih vote dong 🙏🏻🙏🏻
Indah Onyell17
olivia nya jgn di buat lembek thorr jadikan dia wanita yg tegas kasian juga david yg nunggu in masa alex lagii
Nasyya
udalah rujuk aja kalian 😍👍🏻👍🏻
Anonim: dih rujuk? MASOKIS sekali
total 1 replies
Nasyya
sonya penghianat 😏
Minaaida
Please, kasih vote dong /Sob/
Ramdani Radiansyah: buat si Olivia dapet hal yang lebih baik dari pada si Alex dan buat si Sonya menyesal di tambah kesialan terus menerus sampe mati thor
total 1 replies
Nasyya
aahh sedih😢 apakah oliv dan alex ngak bisa kembali bersatu lagi thor
Nasyya
yampun aq pikir sonya akan sama asisten nya alex, wah ternyata….🤭🙈
eva
lanjut
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nasyya
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nasyya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!