NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

Feng Yan Vs Leluhur Chiang

Di salah satu tebing di puncak gunung tiga orang leluhur lain turut memandangi Feng Yan dengan tatapan penuh kekaguman.

"Siapa pemuda yang bermain bersama Chiang Itu? Apa dia murid sekte?"

"Kau bertanya seolah-olah kami mengetahuinya."

"Hahaha, benar juga" ucap leluhur tadi sambil menepok jidatnya.

"Sepertinya kita terlalu lama tidak keluar, ada pemuda seperti ini bahkan tidak mengetahuinya." ucap leluhur yang lain.

"Bagaimana jika kita turun sebentar ke kota untuk minum-minum setelah ini?"

"Bukan ide yang buruk"

Hahaha

Tiga orang itu tertawa bersama tanpa melepaskan pandangan dari pemuda yang kini

Telah selesai melakukan ritual kenaikan ranah.

Feng Yan membuka kedua mata dan melepaskan energi yang sudah tidak bisa ia tampung lagi.

Wussss

Gelombang energi dari tubuh pemuda itu bisa dirasakan oleh banyak orang.

"Pantas saja saudari Yuan sangat menyukai pemuda itu, lagi pula dia masih terlihat tampan walau memiliki bekas luka."

"Tapi kenapa ia tidak menghilangkan bekas luka itu?" jawab murid perempuan lain saling berbicara.

Feng Yan yang sudah berdiri menatap ke arah leluhur Chiang yang masih mengawang di udara.

"Terima kasih senior leluhur memberiku waktu, kuharap anda tidak menyesalinya."

"Hahaha, bocah tengik. Kuakui kau memang jenius, tapi kau belum pantas untuk sombong di depanku."

"Katakan siapa nama guru yang melatihmu?"

"Feng Lan Ying" ucap pemuda itu datar. Ia sengaja tidak mengatakan nama marga Huang atau marga Yun pada leluhur Chiang.

Berkerut kening leluhur mendengar ucapan pemuda yang tengah memasang kuda-kuda untuk menyerangnya.

Memundurkan kaki kanan ke belakang dan menekuknya cukup rendah, lalu Feng Yan menghempaskan pedang balok ke arah belakang. Sekuat tenaga pemuda itu melemparkan pedang balok ke arah leluhur sekte.

Doom

Letupan kecil tertinggal saat senjata itu melesat sangat cepat kearah leluhur sekte.

Disusul dengan melesatnya Feng Yan ke arah yang sama.

Ujung runcing pedang balok berpendar cahaya seperti komet. Diikuti oleh Feng Yan dengan Pukulan Taring Naga.

Leluhur Chiang Menjulurkan telapak

Tangan kedepan, dan muncullah sebuah tapak energi di depan pria tua itu menangkis pedang balok kayu besi.

Booom

Energi yang ada pada pedang balok beradu dengan energi telapak tangan milik Leluhur.

Namun kekuatan dari pedang balok belum berhasil menghancurkan telapak energi.

Feng Yan sedikit menekuk tubuhnya ke belakang menambah momentum untuk pukulan Taring Naga.

Kepala naga di ujung kepalan tinju pemuda itu menganga lebar menunjukkan taring tajam.

Sekali lagi dalam waktu kejapan mata dentuman kembali terjadi.

Boooom

Kali ini tapak energi berhasil di hancurkan, dan pedang balok yang sudah kembali di genggaman ia pukulkan ke arah kepala leluhur Chiang.

Tangan kedepan, dan muncullah sebuah tapak energi di depan pria tua itu menangkis pedang balok kayu besi.

Booom

Energi yang ada pada pedang balok beradu dengan energi telapak tangan milik Leluhur.

Namun kekuatan dari pedang balok belum berhasil menghancurkan telapak energi.

Feng Yan sedikit menekuk tubuhnya ke belakang menambah momentum untuk pukulan Taring Naga.

Kepala naga di ujung kepalan tinju pemuda itu menganga lebar menunjukkan taring tajam.

Sekali lagi dalam waktu kejapan mata dentuman kembali terjadi.

Boooom

Kali ini tapak energi berhasil di hancurkan, dan pedang balok yang sudah kembali di genggaman ia pukulkan ke arah kepala leluhur Chiang.

Melihat kejadian itu.

Sementara Raja Kota yang dulunya murid dari sekte langsung terbang dengan senjata pusaka miliknya. Ia tidak sendiri, tapi bersama tiga orang lainnya.

Zhao YunZhi memiliki perasaan tidak nyaman juga terbang dengan pedang pusaka yang ia miliki ke sekte Bintang Abadi." Adik, kuharap kau tidak ada hubungannya dengan kejadian ini"

"Hmm, ternyata bocah itu masih bisa melawan" ucap salah satu leluhur yang menyaksikan dari gunung saat memperhatikan kabut debu dari tengah arena.

Sementara Ya Fei dan Yu Ri sepertinya tidak mampu lagi berdiri karena kaki mereka sudah terasa lemas.

"Saudari Zhi, ini sudah diluar kemampuanku. Kuharap kau segera datang kesini" Ya Fei hanya bisa berdoa demi keselaman adik temannya.

"Bocah, apa kau sudah mati!!!"

"Huahahaha"

Belum hilang kabut debu dari pandangan, seekor naga energi meraung kearah Leluhur sambil meliuk-liuk denga garang.

Naga itu cukup besar hingga bisa terlihat dari dua kota terdekat. "Siapa yang berani menyerang sekte Bintang Abdi." hiruk pikuk orang-orang kota.

Melihat bayangan naga mendekati dirinya, leluhur memutar kedua tangan di depan dada dan sebuah lingkaran rune sihir muncul dihadapan pria tua itu. Sebuah tinju besar muncul dari dalam lingkaran rune dan memukul kepala naga.

Duaaar

Kali ini ledakan lebih besar terjadi hingga membuat dua Cincin yang yang menegelilingi gunung bergetar hebat.

"Chiang Tanru kurang ajar, ini terlalu berlebihan" geram leluhur di atas gunung.

Syut...syutt syutt

Feng Yan menembakkan banyak panah-panah energi ke arah leluhur dari lantai arena.

"Anehnya lagi, dari awal adik kecil ini tidak menggunkan kekuatan berkah nama" jawab leluhur lainnya.

Kembali ke pertarungan Feng Yan melawan leluhur.

Kali ini Feng Yan sudah mengambang di udara berkat Busur pusaka yang pernah ia tunjukkan pada Liu Yaoshan dulu.

"Kakek Peot, kenapa tidak bertarung dengan serius?!" orang-orang tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa saat mendengar ucapan pemuda gila yang dari kepalanya sudah terlihat megeluarkan darah segar.

"Hahaha, apa kau benar-benar ingin mati bocah?"

"Akan kuturuti kemauanmu" selesai berbicara leluhur membuat gerakan tangan di depan dada.

Dua buah lengan raksasa muncul di belakan tubuh pria tua. Tangan raksasa itu ternyata bisa memanjang mengejar Feng Yan yang terus saja terbang dengan Busur sambil terus mengitari leluhuru.

"Sial, aku tidak bisa mendekat." sibuk menghindari satu lengan, Feng Yan dikejutkan oleh satu tangan lagi yang hampir

Mencengkram tubuhnya.

Terpaksa pemuda itu berlari di lereng gunung.

Duaarrr

Tinju raksasa mengenai gunung hingga membuat seluruh sekte bergetar.

"Leluhur, sekte bisa hancur olehmu!" teriak master sekte pada leluhur.

"Cih, pemuda ini membuatku kesal saja"

Chiang Tanru sangat kesal, walau ia tidak menggunakan kekuatan aslinya. Ternyata pemuda yang ia hadapi cukup lincah.

1
azizan zizan
sombong tapi tolol... sampai musuh mau bunuh diri dengan ledakkan pun tidak tahu...tolol ya memang tolol naif ya memang naif di tambah bambu bodoh lagi si athornya...
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!