NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang

Hubungan Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika cinta harus dipisahkan oleh perjodohan orangtua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan baru

Sejak bertemu kembali dengan Dimas, kehidupan Leya dan Angkasa langsung berubah drastis. Mereka tak lagi diperbolehkan tinggal di apartemen yang sempit. Melainkan, mereka dipaksa harus tinggal bersama Dimas di rumah mewahnya.

Rumah mewah? Ya, bahkan ukurannya jauh dan jauh lebih besar dari ukuran rumah keluarga Hardiman. Disana Meraka bukan hanya punya satu pembantu, tapi ada banyak pembantu yang menghandle banyak pekerjaan.

Tetapi rutinitas Leya masih tetap sama. Ia hanya makan, tidur, dan melakukan aktivitas apa saja yang membuatnya senang. Tapi tentu tidak dengan pekerjaan rumah, yang tentu saja membuat Leya senang. Karena di rumah ayahnya, ia hanya perlu menggerakkan jari... semua yang ia inginkan langsung tersedia.

Leya sempat sedikit protes dengan semua itu. Tapi Dimas dengan tegas berkata jika bukan Leya yang ia manjakan, lantas siapa lagi. Karena semua harta kekayaan yang ia miliki, pasti ia wariskan untuk putri semata wayangnya. Sebab sejak perceraiannya dulu, Dimas enggan menikah lagi.

Sedangkan Angkasa?

Ia bukan jadi menantu menumpang yang di remehkan. Dimas tahu bakat hebat dalam diri Angkasa. Maka dari itu, jabatan Angkasa di perusahaan langsung dinaikkan. Bahkan jika Angkasa sudah mampu, ia berencana untuk menyerahkan semua urusan perusahaan baik yang di dalam negeri maupun yang di luar negri pada Angkasa.

Alasannya jelas! Dimas ingin menghabiskan masa tuanya bersama sang putri dan calon cucunya nanti. Selama ini, ia sudah banyak kehilangan momen bersama anaknya. Maka, disisa usianya ini... ia akan menebus dengan sebaik-baiknya.

"Papa kamu kelewatan sayang!" keluh Angkasa. ia berusaha sampai di rumah dengan wajah lelah dan lesu yang ketara.

Leya mendekat, membawakan secangkir kopi yang sudah dibuatkan oleh pelayan. "Memangnya ada apa dengan Papa sayang?"

"Papa kamu itu licik! Masa semua urusan perusahaan dilimpahkan ke aku semua! Aku jadi tidak punya waktu bersama istriku!" keluhnya.

Pria dewasa itu tanpa malu bermanja pada istrinya. Mencium pipinya dan menghirup aroma tubuh Leya yang sudah menjadi candu untuknya.

"Itu bukan licik tapi strategi!" tiba-tiba Dimas muncul dengan setelan santai dan senyum yang merekah.

Angkasa melayangkan tatapan permusuhan pada ayah mertuanya. "Bilang aja Papa mau memonopoli istriku! tega-teganya memanfaatkan menantu untuk menghandle semuanya!"

Dimas tertawa keras. "Hahaha! tidak salah kamu jadi menantu keluarga Darmono, cerdas! Makanya Papa harus memanfaatkan menantu Papa yang pintar ini dengan sebaik-baiknya!"

Angkasa cemberut, ia tak lagi berkomentar. Pria itu masih sibuk dengan bantal hidup yang membuatnya rindu setiap hari.

"Bagiamana laporan keuntungan semua perusahaan kita?" tanya Dimas kembali ke mode serius.

"Semuanya naik 40% Pa!" jawab Angkasa, masih tidak melepaskan pelukannya pada tubuh sang istri.

"Good! gak salah Papa memilih kamu untuk meneruskan perusahaan kita!" Dimas menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. "Aaaah! berarti sudah saatnya Papa istirahat di rumah!" lanjutnya.

Senyum pria paruh paya itu mengembang lebar. Tapi senyumnya membuat Angkasa kesal bukan kepalang.

"Tapi Papa belum setua itu untuk pensiun Pa! Sebaiknya Papa balik kerja aja ya? aku balik jadi direktur pemasaran aja? Ok!" bujuk Angkasa.

Dimas menggeleng. "Oh no! No! No! Papa tetap mau pensiun. Papa mau menghabiskan waktu bersama putri Papa yang cantik ini!" Dimas mau menyentuh tangan istrinya, tapi ditepis oleh Angkasa.

"Dia istriku Pa!" ucap Angkasa sangit.

Dimas tetap santai. "Iya kamu suaminya, tapi Papa... Ayahnya. Selama kamu bekerja, biarkan Papa yang menemaninya!"

Angkasa misuh-misuh sendiri. Ia kesal, marah tapi tak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan Dimas tertawa puas menyambut kebebasannya.

"Mas Angkasa sama Papa sama kucing dan anjing aja!" timpal Leya yang sejak tadi terus menertawakan kelucuan keduanya.

"Papa kamu itu kejam!" sungut Angkasa.

"Bukan kejam tapi baik. Mana ada mertua kejam tapi menyerahkan seluruh perusahaan miliknya ke tangan menantunya sendiri!" sambung Dimas membela diri.

Angkasa melengos. Ia sangat kesal dengan ayah mertuanya. Karena gara-gara pria itu, ia tidak bisa lagi pulang di sore hari. Bahkan tak jarang ia sering lembur dan ketika pulang istrinya sudah tertidur.

---

Jika disana kehidupan Leya dan Angkasa semakin membaik.

Di rumah keluarga Hardiman yang terjadi justru sebaliknya. Sejak Leo kembali ke Indonesia, tak terhitung berapa banyak masalah yang pria itu lakukan.

Mulai dari sering bolos kuliah, mabuk-mabukan, main perempuan, bahkan beberapa kali ia masuk ke kantor polisi karena memukul orang di dalam club malam.

Tetapi meskipun begitu Hardiman masih tetap membelanya. Saat Sukma sudah sakit kepala melihat tingkah putranya yang makin tidak bisa dikendalikan. Hardiman tetap jadi orang pertama yang membela dan memanjakan Leo, hingga pria itu tumbuh jadi sosok yang tidak berguna.

"Astaga Leo!" Sukma sakit kepala, ini sudah yang ketiga kalinya ia menebus Leo di kantor polisi.

Pria berusia 27 tahun itu tetap santai. Bahkan tidak ada penyesalan dan rasa bersalah diwajahnya. Karena sudah membuat seorang pria babak belur, hanya karena tidak sengaja terkena tumpahan minuman.

"Apa sih Ma berisik tau gak! Udah cepat tebus aku. Aku mau pulang terus tidur!" titahnya sudah menguap beberapa kali.

Sukma sudah tidak tahan menghadapi sikap Leo yang makin keterlaluan. Tapi sayangnya, ia tidak bisa berbuat apa-apa!

Setelah berdamai dengan keluarga korban yang membuatnya kembali mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak. Akhirnya mereka bisa pergi dari kantor polisi.

"Leya udah ketemu Papa?" tanya Leo saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.

Sukma terkejut. "kamu tahu dari mana?"

"Aku lihat postingannya di sosmed. Papa udah pulang kok gak cari aku juga? Masa cuma cari Leya doang?" protes Leo, tapi sayangnya Sukma tidak bisa menjelaskan apapun. "Papa katanya orang kaya ya? Bakan lebih kaya dari keluarga kita? Besok aku mau cari Papa, aku mau mau minta bagian. Enak aja Leya mau nguasai semuanya!"

Pikiran licik sudah tertanam dalam otak Leo. Sejak ia tahu jika adiknya bertemu lagi dengan ayah kandungnya, dan tenyata Dimas bukan orang miskin melainkan kaya raya. Leo sudah menyusun rencana untuk minta warisan. Tak tanggung-tanggung, pria itu ingin meminta setengah dari total seluruh harta kekayaannya.

"Jangan pernah temui dia!" sahut Sukma melarang.

"Kenapa gak boleh? Aku juga anak Papa! Enak sakali dia pergi bertahun-tahun meninggalkan kita. Sekarang, setelah kembali dalam keadaan kaya raya, masa hanya Leya yang menikmatinya!" sungutnya marah.

"Dengarkan Mama Leo! Pokoknya kamu gak boleh menemui mereka, titik!" suara Sukma meninggi.

Tetapi bukan Leo namanya jika ia mau mendengarkan nasehat. Pria egois itu hanya mau mendengarkan dirinya sendiri.

"Mama gak berhak ikut campur. Pokoknya besok aku mau menemui Papa dan minta warisan setengah dari harta kekayaannya! Enak aja bocah itu mau nguasai semuanya!"

Tanpa mendengarkan larangan dari sang Ibu, Leo keluar dari mobil saat mereka sudah sampai di rumah.

1
chiara azmi fauziah
thor lg seru2 mlah bersambung mudah2an leya bahagiah bertemu bapak kandungnya happy terus leya semangat thot ceritany makin seru
Bunda SB: terima kasih kakak
total 1 replies
Dina Mariana
UP ya lama bget kk🤭
Bunda SB: nanti di up lagi ya kak
total 1 replies
Jhesika Cika
bagus cta ny
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!