NovelToon NovelToon
Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Romantis / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Violet Aolani, mahasiswi tengil yang tak kenal kata mundur, nekat mengejar Arden Elio Bayu, CEO kaku yang hidupnya sedingin es. Di mata Arden, Violet hanyalah anak kecil yang mengganggu; namun bagi Violet, Arden adalah takhta yang harus ia taklukkan. Ini adalah kisah tentang "badai" muda yang meruntuhkan tembok beku sang penguasa korporat dengan keberanian yang nyaris lancang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabut dingin dan akhir sang predator

Arden memeriksa magasin senjatanya—hanya untuk berjaga-jaga—sementara Danantya memantau sensor panas dari tabletnya. Di kursi belakang, Violet dan Evara sudah tidak lagi memakai gaun seksi semalam. Mereka mengenakan jaket tactical hitam dan celana kargo, namun ketengilan mereka tetap tidak hilang meski suasananya serius.

"Tuan Bos, kalau nanti Arjuna nangis pas kita tangkap, boleh nggak aku foto terus aku jadiin stiker WhatsApp?" bisik Violet sambil memasang earpiece.

Arden menoleh, menatap tunangannya dengan tatapan datar namun penuh proteksi. "Fokus, Violet. Tetap di belakangku dan Danantya. Jika terdengar suara gaduh, langsung tiarap."

"Ih, Tuan Bos protektif banget. Padahal aku udah bawa semprotan merica dosis tinggi yang bisa bikin mata orang berasa dikasih bon cabe seember," balas Violet bangga.

Strategi Pengepungan

Lavanya dan Julian Vance tetap berada di mobil komando sebagai mata-mata udara menggunakan drone senyap. Sementara itu, Kenzo dan Avyana bertugas menutup jalur pelarian di gerbang belakang.

"Julian, geser drone-nya ke arah balkon kiri. Aku melihat ada pergerakan," ucap Lavanya dengan nada tenang yang sangat berwibawa.

"Roger, my moon. Kamu benar, ada dua orang penjaga di sana," jawab Julian. Ia menoleh ke arah Lavanya dan tersenyum. "Setelah ini selesai, aku benar-benar harus membawamu ke London. Ketajaman matamu itu sangat diperlukan di sana."

Penyerbuan dan Kejutan Violet

Atas aba-aba Arden, tim keamanan bergerak masuk. Suasana pecah saat pintu depan vila didobrak. Danantya bergerak seperti bayangan, melumpuhkan penjaga di lobi dengan gerakan bela diri yang efisien.

Evara yang mengikuti di belakang Danantya tidak tinggal diam. Saat seorang penjaga mencoba memukul Danantya dari arah samping, Evara dengan sigap menendang tulang kering pria itu dan menyemprotkan cairan mericanya tepat di wajah sang penjaga.

"Mampus lo! Rasain nih bumbu dapur!" teriak Evara.

Danantya sempat terpana melihat keganasan Evara. "Bagus, Evara. Tapi lain kali jangan terlalu dekat, baunya bisa kena matamu sendiri."

"Santai, Kak Danan! Demi keamanan bibir Kakak, aku bakal jadi tameng!" balas Evara vulgar, membuat Danantya hanya bisa geleng-geleng kepala di tengah baku hantam.

Konfrontasi Terakhir: Arden vs Arjuna

Arden sampai di kamar utama di lantai dua. Di sana, Arjuna berdiri di dekat jendela, tampak berantakan dan putus asa. Ia memegang sebuah korek api, berniat membakar tumpukan dokumen yang tersisa.

"Sudah berakhir, Arjuna," ucap Arden dingin.

Arjuna tertawa sinis. "Kau pikir kau menang karena kau lebih hebat? Kau hanya beruntung punya gadis bodoh yang rela mati untukmu."

Violet muncul dari belakang Arden, ia melangkah maju dengan tangan bersedekap. "Heh, muka pucat! Yang bodoh itu kamu. Udah tahu dokumen aslinya ada di kantor polisi, malah mau bakar kertas fotokopian di sini. Itu kertas tagihan listrik ya yang kamu pegang?"

Arjuna tertegun melihat keberanian Violet. Saat ia lengah, Arden menerjangnya dan mengunci tangannya ke belakang. Klik. Borgol besi terpasang dengan sempurna.

Kemenangan dan Kehangatan di Balik Kabut

Setelah polisi membawa Arjuna dan anak buahnya, matahari mulai terbit di ufuk timur Bogor. Cahayanya menembus kabut, menciptakan suasana yang dramatis.

Arden berdiri di balkon vila, membiarkan angin dingin menerpa wajahnya. Violet datang dan memeluknya dari belakang, menyusupkan tangannya ke dalam jaket Arden.

"Tuan Bos... dingin ya? Mau aku angetin nggak?" bisik Violet dengan nada menggoda.

Arden berbalik, menarik Violet ke dalam dekapannya. "Kamu hampir membuat jantungku copot tadi, Violet. Jangan pernah memprovokasi orang bersenjata seperti itu lagi."

"Tapi kan berhasil, Tuan Bos. Sekarang nggak ada lagi yang ganggu kita. Kita bisa fokus kuliah, fokus kerja, dan fokus... bikin anak?" celetuk Violet tanpa filter, membuat wajah Arden yang tadinya serius mendadak memerah sampai ke telinga.

"Violet Aolani! Kita bahkan belum menikah!"

"Ya makanya, cepetin dong nikahnya. Aku udah pengen banget 'makan' Tuan Bos secara legal," balas Violet sambil tertawa renyah, lalu ia berjinjit dan mencium bibir Arden di bawah sinar matahari pagi.

Pasangan Lain di Kejauhan

Di halaman bawah, Evara sedang duduk di kap mobil sambil mengobati luka lecet di tangan Danantya. "Kak Danan, gara-gara nolongin aku tadi jadi luka kan. Sini aku tiupin, atau mau aku 'obatin' pakai cara lain yang lebih enak?"

Danantya menghela napas, namun ia tidak menarik tangannya. "Cara apa lagi, Evara?"

Evara membisikkan sesuatu ke telinga Danantya yang membuat pria itu hampir tersungkur dari kap mobil. "EVARA! Jaga bicaramu! Kita masih di depan kantor polisi!"

Sementara itu, Kenzo dan Avyana tampak duduk berdua sambil memandangi sketsa yang dibuat Avyana tentang vila tersebut, dan Lavanya sedang asyik mendengarkan Julian bercerita tentang sejarah kastil di Inggris.

Badai telah berlalu. Namun bagi mereka, petualangan yang sesungguhnya baru saja dimulai: petualangan menjalani hidup sebagai pasangan yang saling melengkapi antara si kaku dan si tengil.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!