NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:731
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 16

Bab 16

09:30

"Ehh.." bianca menggeliat,ia merasakan seluruh tubuhnya sakit dan pegal.

"Aaaaaa..." teriaknya.

"Kenapa-kenapa.."

"Ada bianca.." tanya jonathan sembari memegang kedua bahu bianca.

Sesaat kemudian ia menyadari bahwa telah terjadi sesuatu dengan dirinya dan jonathan tadi malam.

Bianca meraih selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dan berjalan dengan langkah kaki yang aneh.

Didepan cermin wastafel kamar mandi yang luas,ia melihat dirinya sendiri di depan cermin dengan masih berselimut tebal.

"Astagaa..apa-apaan ini.." bathinnya sembari memiringkan kepalanya kekanan dan ke kiri.

"Terlalu banyak tanda merah disini.."

"Jonathaaan.." ucapnya geram.

Bianca lalu masuk kedalam bathtub berendam dengan air hangat.

Meskipun bukan kali pertamanya,tapi ia masih merasakan rasa sakit dan ngilu di area sensitifnya.

Ntah berapa kali bianca dan jonathan melakukan hal intim semalam,yang jelas tidak hanya sekali atau dua kali.

Sedangkan diluar jonathan masih terduduk di kasur bersandar,

Ia tersenyum puas mengingat kejadian bersama bianca.

Ia tidak menyangka akhirnya keinginannya benar terpenuhi.

Jonathan mengambil ponselnya dan melihat beberapa notif setelah itu bangkit dari kasurnya dengan hanya mengenakan celana pendek.

Jonathan berjalan ke dapur,menenggak satu gelas anggur merah yang biasa ia simpan di laci.

Lalu mengambil beberapa buah di kulkas.

"Kamu sudah selesai mandi?.."

Bianca hanya mengangguk karna tentunya di balik rasa kesalnya,ia pun malu.

"Aku akan bersiap sebentar.."

"Jangan lupa di makan.." ucap jonathan sembari meletakkan beberapa buah potong untuk bianca.

"Cuma buah!!.."

"Aku laper.." keluh bianca.

"Iyaa aku bersiap sebentar.."

"Lalu kita keluar cari makan.."

"Aku bisa masak.." ucapnya lalu berdiri le depan kulkas.

"Daripada aku harus keluar dengan keadaan seperti ini.."

Jonathan tau persis yang dimaksud bianca itu apa.

Setelah Mengiyakan permintaan bianca,ia pun bergegas ke kamar untuk mandi.

"Kok bisa kejadian ya.."

"Kita ga ada yang mabuk..apa jangan-jangan minuman yang mamah beri kemarin.."

"Aku harus tanya semua ke mamah.." bathin bianca.

Beberapa saat kemudian masakan pun tersaji di meja makan.

Hidangan dengan dasar daging,juga semangkuk sayur segar.

"Mmm ternyata aku juga laper.." ucap jonathan yang kini keluar dari kamar.

Baju polos berwarna hitam,serta celana pendek berwarna cream tak membuatnya seperti om-om.

Ia terlihat lebih muda dan lebih tampan.

Bahkan bianca pun sampai tak berkedip beberapa detik.

"Ternyata masakan kamu ga kalah enak sama yang di restoran-restoran yang pernah aku makan.." pujinya sehingga bianca sedikit berbangga dengan menampilkan senyum miringnya.

"Setelah ini mau jalan-jalan.."

"Engga!.."

"Aku malu.." sahut bianca.

"Apa kamu fikir aku juga ga punya tanda kepemilikan seperti punyamu.." tegas jonathan sedikit menunjukkan sisi lehernya yang juga ada bekas gigitan bianca.

"Punyaku juga banyak sampai tak terhitung.."

"Apa perlu kita hitung.."

"Jangan.."

"Cukup.." ucap bianca yang terkejut karna jonathan hendek melepas bajunya.

Kini keduanya sudah berada di mall,

Kali ini memang tidak ada tujuan tapi jonathan memaksanya.

Bianca kini berpakaian sedikit tertutup dari biasanya,ia juga mengenakan jaket jiens untuk menutupi sebagian tanda merah di lehernya.

"Kamu mau belanja lagi.." tanya jonathan.

"Engga.."

"Atau mau mampir kesini lagi.."

Bianca terkejut ketika jonathan berkata sedemikian rupa tepat di depan store baju pakaian dalam yang bianca beli tempo hari.

"Aku sudah lihat semua.." bisik jonathan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!