NovelToon NovelToon
Dendam Maharani

Dendam Maharani

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Dendam Kesumat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maharani, gadis manis tapi pemalu yang menyukai seorang laki-laki anak kepala desa yang tampan bernama Andrean.

cinta yang tulus tapi dibalas oleh sebuah kejahatan.

maharani hanya menuntut tanggung jawab, tapi dia dijebak, lalu di rud*p*ksa oleh Andrean bersama dua rekannya.

maharani di tolong oleh seroang nenek yang kemudian memberinya ilmu kanuragan untuk balas dendam pada orang-orang yang menyakitinya.

akankah para pelaku ditangkap atau berakhir tragis, yuk simak kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

misteri hutan pinus

"Ndre... Apa kau sudah mendengar laporan warga yang anggota keluarganya hilang misterius?" tanya pak Herman disuatu pagi dalam ruangan Andrean.

Andre yang sedang fokus pada kertas ditangannya sedikit mendongak.

"Ada beberapa laporan masuk tapi kebenarannya masih dipertanyakan" sahut Andre biasa saja seolah itu bukan hal yang mengkhawatirkan.

"Ayah cemas ini akan jadi isu yang membuat takut warga..." ucap pak Herman gelisah.

Andre meletakkan kertas laporan yang sudah selesai diperiksanya. Menatap lurus pak Herman yang duduk di sofa kecil seberang meja kerjanya.

"Ayah tidak usah khawatir. Serahkan semua padaku... Aku bisa mengatasinya dan kondisi kampung kita akan kembali kondusif..." ujar Andre meyakinkan.

Pak Herman menghela nafas panjang.

"Oh ya... Apa Bimo sudah ada kabar? ini sudah tiga hari dia menghilang tanpa kabar, bahkan tidak ada surat sakit jika dia memang sakit... Sebagai sahabatnya, kau pasti tahu kemana dia pergi"

Andre nampak gelisah.

Bola matanya bergerak liar kesana-kemari.

"Nanti aku akan singgah kerumahnya... Sekarang aku harus pergi untuk memantau jalan yang diujung kampung... Ada beberapa laporan warga yang mengatakan jika jalan dan kincir irigasi mereka terjadi kendala" Andre berusaha menghindari percakapan perihal Bimo.

Pak Herman tak lagi bisa mencegat karena Andre telah melimpir keluar ruangan.

Dia cukup bangga pada putranya itu karena bertanggungjawab atas pekerjaannya.

Mobil Andre berhenti di depan sebuah pondok usang, bukan tempat yang dia sebutkan tadi pada ayahnya.

Dari luar hanya tercium aroma minuman keras dan bau amis dari sisa-sisa perbuatan maksiat yang mengering.

"Oooiiiii....bangun lo!!!" Andre mengetuk kasar pintu pondok yang terbuka hingga membuat penghuninya terperanjat kaget.

Nonok mengucek-ngucek matanya.

"Bos..." sapa Nonok hormat.

"Mana si Gendeng? Apa tugas kalian sudah selesai?" tanya Andre melirik isi pondok yang hanya di tinggali oleh Nonok saja.

"Anu bos... Sejak dua hari lalu, si Gendeng Tedy nggak kelihatan... Mana uang yang bos kasih masih sama dia separuhnya..." lapor Nonok sedikit kesal.

Alis Andre bertaut.

"Kau jangan bohong!!! Itu motornya ada" ujar Andre menunjuk kearah luar.

"Haahh...." Nonok tak percaya. Dia berlari keluar pondok untuk membuktikan sendiri perkataan Andre.

Mulutnya terperangah karena mendapati motor Tedy memang terparkir tepat di depan pondok.

"Ta~tapi tadi malam nggak ada bos..." ujar Nonok masih yakin akan pendapatnya.

Andre berdecak kasar.

"Terserahlah...!!! Saya mau tahu apa kalian sudah mengeksekusi Bimo?"

"Sudah bos... Dia juga sudah kami kubur dekat danau dimana kekasih bos dulu kami kubur disana" ujar Nonok mengangguk pasti.

"Jangan sebut perempuan itu lagi. Awas kalau sampai ada yang tahu jika saya dalang hilangnya Rani... Mulut kalian bisa ku robek hingga kalian tidak bisa bicara lagi" titah Andre dingin mengancam.

Nonok mengangguk cepat. "Paham bos....!!"

"Bagus... Sekarang cari si Tedy... Saya ada kerjaan buat kalian" Usai memerintah, Andre kembali melajukan mobilnya meninggalkan pondok.

"Baik bos...." angguk Nonok. Dia langsung berlari keluar pondok mencari keberadaan rekannya Tedy.

Mau seperti apapun Nonok mencari Tedy, tetap batang hidung pria itu tak terlihat. Bahkan dia sudah berkeliling pondok tetap tak ada Tedy.

Sementara yang dicari jasadnya kini sudah berada didasar telaga didalam gua angker.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mobil Andre melaju dengan kecepatan sedang.

Hingga pada saat melewati hutan pinus, ban mobilnya meledak tiba-tiba hingga membuatnya sedikit oleng.

Andre mengumpat kasar.

Dengan sekuat tenaga, dia menutup pintu mobil.

"Br*ngs*k....!!! Pakai bocor lagi!!" umpatnya saat melihat ban belakang yang kempes.

Andre merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel pintarnya.

Dia sedang menghubungi seseorang yang bisa membantunya.

Andre harus bersabar karena bantuan yang ia harapkan akan datang sedikit terlambat.

Kuduknya tiba-tiba meremang.

Sayup-sayup dia mendengar suara merdu perempuan yang sedang bernyanyi.

Andre mengucek kedua matanya.

Ada seorang perempuan cantik berdiri tepat didepan mobilnya.

Perempuan yang mengenakan kain jarik berwarna merah dipadu dengan kebaya warna senada. Rambut hitam panjang sebahu yang tergerai menambah kesan ayu di wajah manisnya.

Andre berjalan mendekati.

Senyumnya ramah.l menyapa.

"Nona... Sedang apa disini?" tanya Andre ramah.

Perempuan itu tersenyum kecil.

"Aku tersesat mas... Bolehkah kamu bantu aku dan mengantarku pulang?" sahutnya dengan suara lembut mendayu.

"Boleh... Dimana rumahmu? Biar aku antar"

"Disana mas... Melewati hutan ini...." tunjuknya ke arah hutan pinus.

Andre mengikuti tunjuk si gadis.

"Ayo mas antar... Kita jalan kaki saja karena ban mobil mas bocor dan mas tidak bawa ban serap" ujar Andre.

"Ayo mas... Aku takut kalau jalan sendirian.."

Baru saja Andre memasuki hutan pinus, sebuah suara memanggilnya.

"Bos Andre...!!" teriak Nonok heran.

Andre menoleh kesumber suara dan mendapati Nonok datang dengan ban serap yang dia peluk dibagian depan boncengan motornya.

"Sebentar ya, itu orang yang antar ban mobil mas sudah sampai. Kamu tunggu disini, nanti mas antar pakai mobil..." Andre berjalan meninggalkan gadis itu menatap dingin keduanya.

"Bos mau kemana?" tanya Nonok.

"Mau antar perempuan cantik... Katanya dia tersesat dan rumahnya di balik hutan pinus itu" tunjuk Andre.

"Haaah...??Perempuan? Mana?" Nonok celingak-celinguk kesegala arah tapi tak mendapati siapapun selain mereka.

"Itu disana! Apa kau tidak lihat?" lagi Andre meyakinkan Nonok jika ada perempuan cantik yang berdiri di tepi jalan menuju hutan.

Kuduk Nonok bergidik ngeri. Ia jadi teringat ucapan tukang bengkel tempat dia mengambil ban milik Andre yang dititip disana.

Orang-orang bergosip perihal sosok perempuan yang kerap membuat tersesat dan korbannya tidak pernah kembali lagi setelah masuk kedalam pinus tersebut.

"Oi... Jangan kau lihatin terus..! Dia milikku!!" titah Andre mengibas wajah Nonok yang tiba-tiba bengong.

"Nggak ada siapa-siapa bos. Bos Andre salah lihat mungkin" ucap Nonok.

"Kau yang salah lihat...! Jelas-jelas dia masih berdiri disana dengan senyum manisnya... Pokoknya kau jangan coba-coba menidurinya sebelum saya!! Paham!!" titah Andre memberi ultimatum.

Mau berapa kalipun Nonok melirik tetap matanya tak menangkap bayangan siapapun.

Tapi dia malah semakin merinding karena hawa yang aneh. Ditambah aroma amis dan busuk yang semakin kuat merasuki hidungnya.

"Nanti kita bahas bos. aku akan bantu ganti ban mobil bos dulu..." Nonok segera mencari dongkrak guna mengganti ban mobil Andre segera dan pergi dari sana.

Dia tidak ingin berada lama-lama didaerah tersebut.

Sementara itu, Rani yang memang berdiri diantara rimbunnya pohon pinus terus menatap dingin kearah keduanya.

Dia sengaja hanya menampakkan diri pada Andre saja.

Sosok hitam legam berdiri di belakang Rani.

Matanya yang merah ikut menatap kedua manusia yang sibuk dengan ban mobilnya.

"Tinggalkan mereka...!" titahnya pada Rani.

"Tapi mereka laki-laki yang telah membuat ku seperti ini!" tukas Rani menolak perintah makhluk tersebut.

"Aku hanya memperingatkan mu! Kau bisa melakukannya lain kali... Ada banyak hal yang membuatnya akan tetap kembali kemari. Tapi sekarang, kau harus meninggalkan mereka karena sebentar lagi akan banyak warga yang datang kemari"

Rani tak membantah lagi.

Dan keduanya menghilang seiring asap tebal yang entah datang dari mana.

Andre yang tadi sempat lengah karena membantu Nonok dibuat kehilangan oleh sosok Rani yang tak lagi terlihat dimanapun.

Baru saja Andre akan menyusul masuk kedalam hutan, terdengar deru mesin mobil yang menuju kearah mereka.

Pak Herman datang bersama beberapa warga kampung.

"Kau tak apa Ndre?" tanyanya.

Meski sedikit terkejut, Andre tetap menyahut dengan sopan.

"Kenapa ayah disini? dan bersama beberapa warga" melirik kearah beberapa orang yang ikut dengan pak Herman.

"Meri istri mu... Dia mendadak mulas... Bidan desa bilang, Meri akan melahirkan... Ayo cepatlah...!" ajak pak Herman menuntun Andre ke mobilnya.

"Kenapa tidak menelpon saja? Kenapa harus susah-susah menyusul kemari?"

"Ayah sudah menghubungi mu ratusan kali tapi sepertinya ponselmu mati. Ya, sudah ,ayo kita pulang. Titip mobilmu pada si Nonok..." ucap pak Herman yang kenal dengan Nonok karena beberapa kali bertemu di bengkel saat perbaikan mobil.

Langkah Andre terhenti.

"Kenapa?" tanya pak Herman heran.

"Bukankah kandungan Meri baru menginjak 6 bulan, kenapa bisa sudah mau lahiran?" ucap Andre tersadar.

"Ayah juga tak tahu. Tadi ibumu dan ibu mertuamu yang mengabari kalau Meri sedang mulas-mulas. Kata bidan, itu tanda-tanda mau lahiran. Dan Meri katanya juga sudah pembukaan 2...." jelas pak Herman sesuai dengan apa yang ia dapat infonya.

Meski dilanda kebingungan, Andre akhirnya ikut pak Herman pulang.

"Ya sudah...!! Nok, bawa mobil saya kerumah!" Andre menyerahkan kunci kepada Nonok yang langsung diangguki laki-laki itu.

bersambung....

1
Astuti Puspitasari
Mbahe iku jahat apa ngga ya kok makan janin /Grimace/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!