NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang

Pewaris Yang Hilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Petualangan
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: alfa 2015

Yusuf adalah seorang pemuda desa yang pintar,sopan dan baik hati. suatu hari dia mendapatkan beasiswa universitas di kota. Ibu dan ayahnya sangat senang, akan tetapi di samping kebahagiaan nya, tersimpan sebuah misteri tentang dirinya.

saat dia menanyakan hal itu, mereka hanya mengetahui bahwa ia adalah anak kecil yang ditemukan di sungai. "siapa sebenarnya aku? dan kenapa aku tak ingat sama sekali?" perjalanan nya pun dimulai.

namun saat tiba di kota, ia menemukan banyak sekali rintangan dan halangan dari beberapa orang yang merendahkannya. apakah Yusuf, seorang pemuda desa dapat bertahan dari semua ini dan menemukan kebahagiaan yang ia cari?

simak terus kisah Yusuf mencari keberadaan orang tua nya dan jati dirinya yang sebenarnya.

kritik dan saran sangat membantu untuk saya. terimakasih 😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfa 2015, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bernyanyi

Yusuf mulai memainkan biola nya. Perlahan lahan alunan biola yang dimainkan nya terdengar sangat indah dan merdu, lalu diiringi oleh suara gitar yang dipetik Faisal. Seketika semua orang diam menyaksikan penampilan mereka berdua. Saat hitungan ke tiga,Yusuf  pun mulai bernyanyi..

“kamu yang telah mengisi hari hariku...terima kasihku selalu buat kutersenyum...aku bahagia ditakdirkan bersamamu...Tuhan, satukanlah kami sampai waktu memisahkan...”

Semua orang pun terkejut bukan main, ketika mendengar suara merdu dari nya. Perlahan lahan mereka pun menikmati musik yang dimainkan, sedangkan Sabrina tidak henti-henti nya menatap Yusuf yang sedang

bermain biola, layaknya musisi terkenal dan bernyanyi sangat merdu.. membuat nya terbawa suasana.

Yusuf yang menyadari ada seseorang yang memperhatikan nya sedari tadi, lalu mengalihkan pandangan nya kearah orang itu... dan ia pun lanjut bernyayi...

“Kau malaikat tak bersayap yang aku cinta...kau malaikat yang selalu menerangiku... aku sayang kamu... aku cinta kamu... Tuhan, tolong satukanlah kita”

Sabrina yang mendengar lirik tersebut dan melihat tatapan nya yang penuh makna itu tersipu malu, wajah nya memerah merona, jantung nya berdegup kencang.

Tak berselang waktu lama, Yusuf pun akhirnya selesai dengan lagu nya, lalu secara bersamaan, semua orang pun bersorak serta bertepuk tangan untuk nya... Cahaya, Zahran dan Pak Sebas pun merasa senang, karena bisa  membantu kakak nya itu.

“Bagaimana, nona muda?” tanya Yusuf kepada adik nya, setelah turun dari panggung.

“Hmm... lumayan, lumayan” ujar Cahaya dengan datar.

“Wow...OMG... kamu hebat banget, kawan... selama ini, aku belum pernah mendengar kamu bernyanyi” puji Faisal, sambil menghelus pundak nya.

“Kalau begitu, kamu bisa jadi penyanyi di kafeku...soal gaji, nanti kita bicarakan” sambung Ramzy melengkapi ucapan Faisal.

“Terimakasih atas tawaran mu, tapi... aku tidak bisa” ucap Yusuf dengan ramah.

“Yah... padahal susah mendapat penyanyi sepertimu” keluh Ramzy yang gagal membujuk nya.

“Maaf” sahut nya.

“Tidak apa apa... aku mengerti, kalau kamu berubah pikiran...beritahu saja” ucap Ramzy, sambil merangkul pundak nya.

“Yusuf... sepertinya ada yang menunggumu” seru Faisal memberikan isyarat kepada nya.

Yusuf pun melihat kearah belakang Faisal, dari jauh terlihat seorang perempuan sedang berdiri menunggu nya. Ia pun berpamitan dengan mereka dan pergi menghampiri perempuan tersebut.

“Kamu kenapa ?” tanya Yusuf, ketika melihat raut wajah nya yang masih merah merona.

“Tidak apa apa, kok... ngomong ngomong .. selamat ya... ternyata suara kamu bagus sekali” ucap Sabrina, sambil memegang puncuk jilbab nya dan menundukkan pandangan nya.

“Hei... kenapa sekarang kamu menjadi pemalu?” ejek Yusuf, yang ingin menggoda nya.

“Apaansih, tidak jelas kamu...” celetuk Sabrina tersipu malu..

“Hmm... (melirik wajah nya dengan tajam) oh ya, bagaimana? Aku yang menang kan...” tanya Yusuf, ketika mengingat perkataan nya sebelum menaiki panggung.

“Ya kamu yang menang deh... apa permintaan mu? Jangan yang aneh aneh ya” tegas nya, sambil mengalihkan pandangan nya.

“Memang nya kenapa kalau aku meminta yang aneh ?” tanya Yusuf, sambil perlahan mendekat pada nya dan membuat Sabrina terkejut, lalu kembali menatap nya.

Sekarang wajah mereka berjarak lima senti. Mereka pun saling memandang satu sama lain, jantung mereka perlahan berdegub kencang tidak beraturan, hembusan nafas mereka pun terdengar, seketika suasana nya menjadi

sepi, seakan kini dunia menjadi milik mereka berdua, Sabrina secara spontan menutup mata nya.

“Aw...” keluh nya karena barusan hidung nya dicubit oleh Yusuf.

“Nanti saja, soal permintaan ku itu... tapi sebelum nya, aku ingin bertanya kepada mu, apakah akhir akhir ini kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang ?” tanya Yusuf penasaran.

“Hmm.. belum, tapi ada satu orang yang aku sukai...entah bagaimana perasaan nya kepadaku” jawab Sabrina, menyinggungkan senyuman kepada nya.

“Siapa ? apakah dia dekat denganmu ?” tanya Yusuf ingin tahu.

“Tidak tahu juga, tapi.. sepertinya dia belum menyadarinya, memang nya kenapa kamu bertanya begitu ?” tanya Sabrina membalikkan keadaan.

“Tidak ada apa apa, kok... hanya ingin tahu saja” sahut Yusuf, sambil menggaruk garuk kepala nya.

“Oh iya, sepertinya acara nya sudah mau selesai, kamu masih ingin di sini atau pulang ?” tanya Yusuf, yang ingin mengajaknya pulang, karena ia pun sudah bosan berada di sini.

“Seperti nya kamu benar, aku ingin pulang saja” jawab Sabrina, yang juga sependapat dengan nya.

“Baiklah, kita pamitan sama mereka dulu, lalu aku antar kamu keluar” ajak nya sambil menuntun nya menemui para sahabat nya. Mereka berdua pun berpamitan pulang dan melangkah keluar dari kafe.

“Kamu tidak apa apa, kalau aku pulang duluan..padahal kita bisa pulang bareng” ucap Sabrina, yang berdiri di samping mobil sport nya.

“Tidak apa apa, sebentar lagi jemputanku akan datang kok” balas nya, sambil tersenyum kepada nya.

“Baiklah, kalau begitu sampai bertemu kembali... ngomong ngomong, di ujian nanti, aku tidak akan kalah darimu lagi... diluar kita berteman tapi kalau dikampus, kita saingan...ingat itu” tegas Sabrina sambil memasuki mobil nya.

“Baiklah, kita lihat saja nanti...” sahut Yusuf dengan percaya diri. Sabrina pun melajukan mobil nya dan pergi meninggalkan nya, lalu menghilang dari pandangan Yusuf.

Lima belas menit kemudian...

Terdengar suara klason mobil yang berada di samping nya. Yusuf pun kemudian masuk ke dalam dan duduk di samping supir, Pak Sebas. Ia pun langsung menancap gas nya.

“Bagaimana aa ? akting ku bagus kan...” tanya Cahaya, sambil memegang kepala jok kakak nya.

“Iya bagus sekali... sini deh, aa ingin membisikan sesuatu kepada mu” pinta Yusuf.

Cahaya pun mendekatkan wajahnya kearah kakak nya lalu ia pun mencubit hidung nya dengan kencang... hingga hidung Cahaya berubah menjadi merah. Cahaya pun mengeluh kesakitan.

“Itu adalah hukuman dari aa, karena sikap mu barusan..” ejek nya tanpa melihat kearah nya.

“Aduh.. itu kan, karena aa diam diam datang bersama wanita, kalau tidak salah nama nya...Sabrina, bukan nya dia anak dari Ceo yang terkenal itu...” gerutu Cahaya masih mengusap hidung nya itu.

“Iya benar, memang dia anak dari Ceo itu... dan sekarang hubungan aa dengan nya sudah membaik” timpal nya sambil tersenyum.

“Tuh kan... artinya, aku berhasil dong membantu aa, tapi aa malah mencubit hidungku, lihat... aku jadi kelihatan seperti badut, tahu” gerutu Cahaya sambil becermin di kaca kecil yang ia bawa.

“Hmph..” dengus Yusuf, sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada nya.

"Ih aa... masa aku doang yang dihukum..tuh anak tidak dihukum apa" keluh Cahaya sambil menunjuk samping nya.

"Lho... itu kan, teteh yang rencanain, aku dari tadi diam saja tuh" timpal Zahran, yang merasa difitnah.

"Cahaya...jangan menyalahkan orang" sahut kakak nya.

"Aa.." gerutu Cahaya., yang tidak terima.

*****

Akhirnya mereka pun sampai di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi, lalu satpam yang menjaga gerbang tersebut membuka gerbang nya. Mobil pun masuk ke pekarangan istana yang megah dan mewah. Setelah mobil sampai di depan pintu masuk, Pak Sebas turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil majikan muda nya.

“Selamat datang tuan muda dan nona muda” sapa para pelayan yang menyambut kedatangan mereka.

“Tuan muda dan nona muda, anda sudah ditunggu oleh nyonya dan tuan sepuh di meja makan” ucap salah seorang pelayan menyampaikan pesan untuk mereka.

Mereka bertiga pun bergegas menuju ruang makan agar tidak dimarahi oleh kakek.

“Kalian sudah pulang.. ayo cepat duduk dan makan” pinta kakek dengan tegas.

Mereka bertiga pun menarik kursi mereka, lalu duduk dengan tegap. Mereka membalikkan piring, lalu mengambil makanan yang ada di depan mereka terlebih dahulu, dengan porsi secukupnya.

“Albi.. silahkan kamu yang memimpin do’a nya” pinta kakek, lalu Albi pun menuruti nya.

Mereka pun berdo’a bersama, lalu menikmati hidangan. Itulah tatakrama yang diajarkan oleh kakek.

Setelah makan bersama, Albi pun pergi ke kamar nya yang berada di lantai tiga, ia pergi menggunakan lift. Istana yang ditempati nya itu memiliki lima lantai. Kamar Zahran berada di samping kamar Albi, sedangkan kamar bunda, Cahaya dan kakek berada di lantai dua.

Albi masuk ke kamar nya yang begitu luas, lalu merebahkan tubuh nya di atas rajang yang nyaman. Malam ini ia merasa sangat lelah, setelah menemani adik adik nya pergi dan menghadiri pesta teman nya.

Albi melihat ke langit langit dinding, dia masih tidak menyangka bahwa dirinya adalah cucu dari presedir terkaya di dunia, ranjang nya yang begitu nyaman dibandingkan ranjang yang ada di kampung dan rumah Pak Heru yang sebelumnya ia tempati. Selain itu, di dalam kamar nya masih ada fasilitas lainnya seperti, televisi, dua sofa panjang, balkon yang luas, meja rias dan masih banyak lagi.

Betapa banyak kemewahan yang ia miliki sekarang, tetapi tidak membuat nya untuk hanyut di dalam nya, ia tetap bersemangat melakukan aktivitas yang sebelumnya ia lakukan. Ia pun beranjak dari ranjang nya dan membersihkan diri nya di kamar mandi.

Setelah dari kamar mandi, ia melaksanakan sholat malam dan membaca Al qur’an sampai pukul sembilan. Setelah itu, ia pergi tidur.

Bersambung.... Sambil nunggu cerita selanjutnya, yuk like & comment agar penulis semangat bikin ceritanya.

1
Tamima II
bagaimana dengan orang tua angkat yang di kampung...???
lansung tidak tersentuh cerita nya seharusnya dia pun di kabarin bahwa sudah bertemu orang tua nya sendiri seakan akan lupa diri
Tamima II
yusup tidak ingat orang tua angkat nya...???
Tamima II
💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰
Tamima II
lanjuuutt thor💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Tamima II
💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪
Irex Owan
Luar biasa
Karyo Yodiana
lanjut thor
Karyo Yodiana: bagus, penasaran
total 1 replies
Karyo Yodiana
bagus banget
Budi Azka
Luar biasa
Bayu Setiadi
taiiiii,,novel sampah!!!!

pertama aja yg bagus,,kesini malah kayak begini..

MC goblog!!!tolol dipelihara,,kambing pelihara biar laku dijual!!!
Bisma Bisma
Luar biasa
swek lord
kaya sinetron cokkk
swek lord
payahhhhhhhh
swek lord
lu cowok apa bukan cok,,
swek lord
nama kota sama sekolah apa cok,,apa cuma inisial B
Setiawan Iwan
Lumayan bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!