Hakikat cinta sesungguhnya akan terungkap dalam kisah ini. Suka, duka, dan lara menyertai drama yang memeluk manja kisah keduanya. Menjaga hati seorang insan hingga raga meninggalkannya. Berawal dari pertemuan di kereta senja kisah seorang wanita pejuang asa untuk agamanya dan seorang abdi negara disatukan dalam ikatan suci keduanya. Prinsip keduanya mengejar asa tidak luput hingga menemukan cinta, menjalani berjuta cerita penuh makna, pelajaran hidup mereka patut untuk dibagikan terkhusus untuk siapapun yang meremehkan kekuatan cinta dan cinta sejati keberadaannya.
Hakikat cinta sesungguhnya tak hanya beradu ketika bersama,
Namun tetap menjaga mahabbah walau tak bersamanya,
Kekuatan cinta bukanlah ketika saling ada,
Namun tetap menjaga rasa cinta dalam hatinya ketika telah tiada,
Hingga ancala dan anila membawa kerinduan keduanya,
Menjadi saksi bisu kekuatan cinta keduanya,
Ketika tak mampu berjumpa menyapa,
Namun tetap disatukan dalam bait pinta dan do'a,
Mengharap kelak disatukan dalam indahnya surga.
Mari membaca novel author, jangan lupa like, komen, vote, dan jadikan novel ini sebagai novel favorit ya... agar tidak tertinggal runtutan ceritanya 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrum Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita Tangguh
Setelah perjumpaan Aisyah dengan Kapten kala itu mereka sudah jarang bertemu. Kini Aisyah fokus pada KKL nya dan Kapten fokus pada tugas militernya.
Wanita Tangguh
Setiap insan memiliki sisi rapuh,
Keadaan memaksa mereka untuk memilih,
Bertahan dengan sejuta alasan atau pergi menyisakan penyesalan,
wanita lambang anindiya penuh perasaan,
Menyesalkan luka walau sekedar serpihan goresan,
Bertahan adalah pilihan sebuah ketangguhan,
Ketangguhan milik jiwa penyabar,
melintasi berjuta lika-liku dengan senyum yang melebar,
Titisan Hawa yang penuh luka,
Menahan rasa tuk menyalahkan Pencipta,
Ketangguhan yang merasuk relung jiwa,
Mengitari buana dengan indahnya menerima,
Wanita tangguh menyisakan gelora,
Gelora yang menggairahkan perjuangan mulia.
Tinta_Aisyah
Bersama Raga yang mendamba, jiwa yang mulia.
Aisyah menghabiskan hari-harinya untuk mengamalkan ilmunya, karena Aisyah selalu mengingat pesan guru SD nya dahulu bahwa:
'ilmu tanpa pengamalan, bagai menuang air dalam gelas tanpa alas. Maksudnya adalah ilmu itu diibaratkan seperti air dan gelas itu diri kita, ketika kita mencari banyak ilmu sedangkan tidak ada niat untuk mengamalkannya maka diri kita akan menjadi seperti gelas tanpa alas. Meskipun ilmu kita masuk ke dalam diri kita namun hanya sebatas membasahi sisi gelas, maksudnya Ilmu tersebut hanya bermanfaat untuk kita. Sedangkan 'Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya', Jadi Ustadz harap kalian kelak bisa mengamalkan ilmu yang telah dicari'.
Aisyah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan memikirkan pasangan sebelum semua urusan perjuangan mengamalkan ilmunya terselesaikan. Aisyah sering sekali mendapat cibiran akibat janjinya itu.
"Aisyah, kenapa kamu sudah dalam usia menikah namun bahkan satu pria pun tidak ada yang dekat dengan mu?", Tanya seorang teman tetangga yang menjadi penjaga toko di ujung jalan.
"Saya masih banyak tugas mbak, sebelum semuanya terselesaikan Saya merasa belum tenang jika harus berpasangan. Usia menikah belum tentu baik untuk menikah mbak, karena menikah itu bukan tentang tepat usia tapi tentang tepat jiwa raga atas kesiapannya". Jawab Aisyah tegas.
"Baguslah kalau begitu ndhuk, ibu setuju sama pemikiran anak muda seperti kamu ini". Ucap Ibu-ibu bertubuh gemuk dengan rentetan gelang emas imitasi meramaikan tangannya.
"Iya Bu, semoga generasi muda sekarang tidak hanya berkutat pada asmara tapi juga kemaslahatan umat. Pendidikan itu penting kalau di sepelekan bisa berdampak buruk nantinya. Ya sudah ibu-ibu Saya pamit duluan ya... Sudah ditunggu nenek". Jawab Aisyah menanggapi persetujuan ibu-ibu itu, dilanjut berpamitan meninggalkan toko.
"Iya mbak, terima kasih sudah berbelanja. Hati-hati di jalan...". Ucap penjaga toko tersebut disertai anggukan ibu-ibu yang masih mengantri untuk membayar belanjaannya.
Belum jauh langkah Aisyah meninggalkan toko, terdengar gunjingan yang tidak mengenakan hatinya.
"Saya sih ngga percaya sama alasannya Aisyah, paling juga ngga nikah- nikah emang karena ngga laku!". Ujar salah satu Ibu-ibu bertubuh gemuk dengan rentetan gelang emas imitasi meramaikan tangannya.
"Iya bener Bu, sekarang kan banyak malahan anak muda yang menikah di usia muda mereka terlihat bahagia". Sambung Ibu-ibu berambut ikal dan berlipstik tebal menimpali ujaran sebelumnya.
"Iya tuh, wanita kebanyakan cita-cita juga nggak baik kali. Udah sih kalau anak saya udah saya jodohkan saja dengan tentara atau polisi ngga usah repot-repot mikirin ini itu. Apa gunanya sih jadi guru, bayaran ngga seberapa kesel iya!". Jawab penjaga toko ikut larut dalam penggunjingan.
'Astaghfirullahaladziim... Mereka memujiku ketika Aku berada di sana tapi mereka menjelekkan diriku saat aku tidak berada di antara mereka, inilah kenapa aku ingin mengamalkan ilmu ku dan membentuk forum pengajian agar ibu-ibu dan kalangan lainnya dapat belajar ilmu agama dan tidak semena-mena berujar tanpa memikirkan akibatnya. Ya Allah... Beriklan aku kesabaran agar tetap bertahan dalam ketangguhan menghadapi jutaan cobaan... Semoga Aku bisa menyelesaikan misi ku... Aamiin'. Batin Aisyah mendengarkan gunjingan dari ibu-ibu yang berada di toko tersebut, lalu beranjak menuju rumah Kakek.
Tak hanya masalah di sekeliling tempat tinggalnya, namun juga masalah di tempat mengajarnya. Aisyah mendapat kecaman dari seseorang yang tidak suka padanya.
"Pagi Bu Aisyah cantik". Gombal seorang guru laki-laki menggodanya.
Namun tatapan sinis dari wanita di seberang sana mampu menyuarakan kecemburuan yang sedang berkecamuk dalam hatinya.
"Ehem...". Tegur wanita itu, Bu Raline seorang guru bahasa Inggris yang dikenal centil dan pendendam. Banyak siswa yang tidak menyukainya.
Teguran itu sontak membuat Aisyah dan guru laki-laki tersebut langsung mengalihkan pandangannya. Lebih tepatnya Aisyah yang menghindar.
Bu Raline sepertinya sudah cukup kesal dengan keberadaan Aisyah yang melaksanakan KKN karena dengan kecantikan dan kelembutan hatinya Aisyah mampu meluluhkan hati orang-orang yang ada di sekelilingnya. Hati Bu Raline sungguh terbakar api cemburu dan marah, hingga suatu ketika berusaha menjebak Aisyah dengan memasukkan seorang laki-laki suruhan untuk melakukan pelecehan.
"Kamu cukup memeluknya saja sebentar nanti saya akan mengambil beberapa foto, lakukan saja gerakan seakan-akan kamu memeluknya dan menciumnya, Paham?". Arahan Bu Raline pada pria itu.
"Paham Bu, tapi untuk akting seperti ini fulus nya yang mulus biar saya maksimal melakukannya Bu!". Pinta laki-laki bayaran itu.
"Tenang saja, itu perkara mudah untuk saya. Lakukan saja dengan maksimal. Akan ada bonus untuk keberhasilan mu". Ujar Bu Raline enteng.
Setelah semuanya dipersiapkan tepat pukul 15.00 WIB yang merupakan jam pulang sekolah Aisyah sedang berjalan menuju parkiran tiba-tiba seseorang memeluknya dengan erat.
"Hei... lepaskan !!!". Teriak Aisyah berusaha memberontak namun laki-laki tersebut cukup erat memeluknya kurang lebih tiga puluh detik dekapan erat itu tak bisa dilepaskan oleh Aisyah.
"Tenanglah... Nona!". Ucap pria tersebut.
"Tolong... Tolong... Siapapun tolong Saya...". Teriak Aisyah meminta tolong.
Tidak ada yang bisa menolong Aisyah karena posisinya sekarang di lorong dekat gudang yang dikenal sangat sepi apalagi di jam-jam semua pegawai dan warga sekolah sudah pulang. Rasanya Aisyah ingin menangis saat itu.
Setelah melepaskan pelukan itu tiba-tiba laki-laki tersebut mencium kening Aisyah yang membuat Aisyah sangat marah.
"Kurang ajar!!! Berani-beraninya anda melakukan hal keji seperti ini kepada Saya !!! apa tujuan Anda ha?". Tanya Aisyah dipenuhi rasa sesal, marah, dan tidak terima. Namun sialnya laki-laki itu pergi berlari begitu saja.
Sedangkan di ujung sana ada yang merasakan kepuasan menyaksikan itu semua.
Aisyah pulang dengan matanya yang sembab dan hatinya begitu hancur. Rasanya ingin mengakhiri hidup kala itu, namun masih berpikir akan cita-citanya. Akhirnya Aisyah pulang langsung membersihkan diri dan melaksanakan salat taubat. Air matanya tak bisa berhenti keluar, untungnya Kakek dan Nenek sedang menginap di Bali karena ada acara penting di sana, sehingga Aisyah sendiri di rumah.
Keesokan paginya beredar lagi foto hasil jepretan Bu Raline untuk memfitnah Aisyah dalam foto tersebut tertulis keterangan, 'Mahasiswi KKL mesum di sekolah tempat KKL, keluarkan Dia dari sekolah ini !!!'.
Sungguh itu sangat memalukan dan membuat Aisyah di panggil kepala sekolah untuk dimintai keterangan.
"Mbak Aisyah, Saya lihat Anda begitu agamis dan tata krama serta sopan santunnya sangat baik. Kenapa Anda berperilaku seperti orang yang tidak berpendidikan seperti itu?". Tanya kepala sekolah tersebut.
"Mohon maaf pak, Saya benar-benar tidak ada maksud demikian dan juga laki-laki itu Saya benar-benar tidak mengenalnya, saya dijebak pak... Tolong jangan berpikir demikian". Jawab Aisyah memohon.
"Apa buktinya kalau semua itu hanya fitnah?". Tanya kepala sekolah tersebut.
"Silahkan bapak cek Cctv yang ada di lorong dekat gudang, bahkan saya berusaha memberontak saat itu pak...". Jelas Aisyah.
"Baiklah Saya akan mencoba untuk memeriksanya". Ujar Kepala sekolah tersebut.
Namun semuanya memihak pada Bu Raline saat itu, karena Cctv di lorong ternyata tidak berfungsi dengan baik dan tidak bisa menampilkan kejadian kemarin. Dengan terpaksa Aisyah dikeluarkan oleh pihak sekolah. Begitu juga dengan pihak kampus, Aisyah terancam gagal sarjana. Namun berkat usaha dan ketangguhannya menghadapi semua masalah ini Aisyah berhasil menyelesaikan masalah ini.
"Yah, benar Jaket itu sepertinya buatan pribadi ada angka 200220 di bagian belakangnya, aku bisa mencari tahu semuanya". Gumam Asiyah mengingat kejadian itu. Beruntungnya teman-teman dari Kakeknya membantu Aisyah menyelidiki hal tersebut, namun Hamdan kali ini tidak bisa membantu karena sedang menghadiri kegiatan di Yogyakarta.
"Asiyah teman Kakek berhasil menemukan orang yang sesuai ciri-ciri yang kamu beritahukan, Dia sudah diamankan di Kantor kepolisian daerah. Nanti sore kita ke sana untuk mengetahui detail kejadiannya". Ujar Kakek serius walaupun baru saja tiba pagi kemarin namun Kakek memilih mengurusi masalah Aisyah daripada dirinya yang membutuhkan istirahat.
"Iya Kek, terima kasih yah... Kakek udah mau bantuin Aisyah sampe lupa istirahat... Maafin Aisyah Kek... Ngrepotin Kakek terus". Ucap Aisyah wajahnya kini rumit untuk digambarkan.
"Iya Aisy, ini kewajiban Kakek menjagamu. Kakek harap kelak suami mu juga tentara seperti Kakek agar ada yang menjagamu dimana pun". Jawab Kakek diakhiri pesan dan ditanggapi anggukan oleh Aisyah.
............
"Semuanya sudah jelas, masalah kali ini menemui titik terang dan sekarang Kami akan melakukan penangkapan kepada Ibu Raline sebagai pelaku utama kejahatan pencemaran nama baik ini". Ujar seorang polisi yang tengah melakukan wawancara terhadap laki-laki bayaran Bu Raline yang disaksikan oleh Aisyah dan Kakek.
"Baik pak, lakukan secepatnya". Ujar kakek.
Semuanya berlalu begitu singkat, Bu Raline mendekam di tahanan bersama rekan kejahatannya. Sedangkan Aisyah melanjutkan KKN dan dapat melanjutkan perjuangannya menyelesaikan sarjananya.
'Semua masalah itu sulit, namun yang lebih sulit adalah jika diri kita menganggap semua masalah itu lebih sulit dan rumit, sugesti memegang peran yang amat penting dan berpengaruh dalam diri untuk menghadapi berbagai keadaan sulit. Anggaplah semua masalah itu sulit namun pikirkanlah bahwa semua kerumitan masalah yang sulit memiliki kemudahan untuk menyelesaikannya. Ketangguhan adalah kunci memecahkan semua persoalan, karena dengan ketangguhan kita akan melanjutkan berjuta perjuangan dengan lebih sabar dan penuh kedewasaan'.
Tinta_Aisyah
apa author gadis...sehingga penggambaran pasutri kurang pas, walau nikah dijodohkan ..tapi gk segitunya jg keles, apa lagi author menggambarkan seorang yg agamis dan keluarga ponpes, harusnya tahu bgmn hub suami dan istri itu. ini belagak gk tahu ....
thor ..coba amati kehidupan guru di sekitarmu ..biar cerita gk terlalu mengarang bebas ..
Aisyah jgn terlalu dibik tdk tahu apa² lah ..bikin dewasa dikit kenapa....
dan maaf, byk yg saya skip....krn bertele-tele...🙏
yg novel, biasa saja...soalnya jadi bertele-tele ....kurang pas kalau dicampur aduk ..