"Mbak, aku mau beli mainan, boleeeh?"
Seorang pria dewasa yang ditemukannya terbangun dan tiba-tiba merengek sepeti seorang anak kecil. Luaticia atau Lulu sungguh bingung dibuatnya.
Selama sebulan merawat pria itu, akhirnya dia mendapat informasi bahwa sebuah keluarga mencari keberadaan putra mereka yang ciri-ciri nya sama persis dengan pria yang dia temukan.
"Ngaak mau, aku nggak mau di sini. Aku mau pulang sama Mbak aja!" pekik pria itu lantang sambil menggenggam erat baju Lulu.
"Nak, maafkan kami. Tapi Nak, kami mohon, jadilah pengasuhnya."
Jeeeeng
Sampai kapan Lulu akan mengasuh tuan muda tersebut?
Akankah sang Tuan Muda segera kembali normal dan apa misteri dibalik hilang ingatan sang Tuan Muda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali 34
"Apa aku nggak menarik, kok Lulu bilang nggak akan tertarik sama aku? Haaah, bener-bener. Kenapa juga aku mikir kayak gini."
Ditrian memang tertidur tapi itu hanya sebentar saja. Sehingga dia bisa mendengar ucapan Luaticia tentang dirinya.
Eughhh
"Oh sudah bangun. Apa Didit mau pulang aja?" tanya Luaticia saat Ditrian bangun dari pangkuannya.
"Iya Mbak. Kayaknya Didit pengen pulang aja deh. Didit ngerasa pusing,"jawab Ditrian sembari menatap Luaticia dengan wajah memelas.
"Ya udah kalau gitu mari kita pulang,"ucap Luaticia sambil tersenyum. Sudah banyak hal yang dilakukan oleh Ditrian, dan itu cukup untuk hari ini.
Beda pikiran Luaticia beda lagi pikirkan Ditrian. Dia memiliki sebuah ide dan sebuah rencana. Dan rencana itu akan dia lakukan mulai dari sini.
Luaticia lebih dulu memanggil Vindra. Tak lama Vindra datang. Mereka bertiga pun turun dengan lift. Saat lift tersebut sampai di lobi, semua karyawan yang melihat Ditrian mengucapkan salam dan menunjukkan rasa hormat mereka. Namun sebuah hal terjadi membuat semua orang terkejut.
Bruk!
"Ditrian!!"
"Didit!"
Drap drap drap
Luaticia dna Vindra terkejut bukan main ketika melihat Ditrian ambruk di lobi perusahaan. Orang yang melihat berkerumun. Tapi tidak dengan Nela. Resepsionis itu bergerak cepat memanggil ambulan.
"Dit, Didit bangun!!" ucap Luaticia dengan sangat panik. Dia tidak berani mengangkat kepala Ditrian karena takut ada sesuatu yang salah.
"Lu, Ditrian kenapa tiba-tiba pingsan begini?" tanya Vindra. Dia bertanya demikian karena Luaticia lah yang ada bersama Ditrian sejak tadi.
"Nggak tahu, Kak. Tapi tadi dia mengeluh sakit kepalanya. Terus tidur sebentar lalu minta pulang," jawab Luaticia.
Vindra membuang nafasnya kasar. Dia merasa bahwa ini salahnya. Semua ini salahnya karena meninggalkan Ditrian dalam kondisi yang masih belum stabil sepenuhnya.
Bagaimanapun bentuknya Ditrian sekarang, dia masih sakit dan butuh perhatian lebih.
Suara sirine ambulan terdengar begitu sangat nyaring. Petugas pun langsung turun sembari membawa brankar. Awalnya Vindra bertanya-tanya, siapa kiranya yang memanggil ambulan. Tapi dia langsung tahu saat Nela datang mendekat.
"Sebaiknya langsung bawa Pak Ditrian ke rumah sakit, Pak Vindra. Saya akan menghubungi Tuan dan Nyonya Besar,"ucap Nela.
Vindra mengangguk, dia bersama Luaticia ikut naik ke mobil ambulan, membersamai Ditrian.
"Semuanya bubar!"ucap Nela kepada seluruh karyawan yang tadi berkerumun. Tak ada yang berani membantah Nela karena mereka tahu meski Nela mungkin hanya seorang resepsionis tapi wanita itu merupakan orang kepercayaan bos besar.
Dhea dan Drake yang baru saja bangun dari tidur mereka lalu menikmati sarapan, amat sangat terkejut mendapat panggilan dari Nela. Terlebih ketika Nela mengatakan bahwa Ditrian jatuh pingsan dan sedang dibawa ke rumah sakit.
"Bang, ayo kita langsung ke sana,"pinta Dhea. Drake mengangguk dan bergegas menuju ke rumah sakit yang disebutkan oleh Nela.
Sepanjang perjalan menuju ke rumah sakit, Dhea terus mengucapkan doa agar putranya baik-baik saja. Sedangkan Drake, dia yakin bahwa Ditrian akan baik-baik saja. Yang diingatnya tentang laporan kesehatan Ditrian semuanya baik tanpa ada yang bermasalah.
"Tenanglah, aku yakin dia tidak apa-apa,"ucap Drake menenangkan istrinya.
Sesampainya di depan gedung gawat darurat, Drake dan Dhea segera masuk ke dalam. Drake bahkan meminta tolong kepada security untuk memarkirkan mobilnya. Beruntung dia memang kenal dengan keamanan rumah sakit sehingga mudah meminta pertolongan.
"Ditrian?" Dhea menyebut namanya anaknya ketika melihat Vindra.
"Ada di dalam sama Luaticia. Tapi dokter bilang langsung suruh nemuin dia pas Opa dan Oma udah datang," jawab Vindra.
Dhea dan Drake saling pandang. Kening mereka juga berkerut, mendengar ucapan Vindra.
"Ayo Oma, Opa, cepet. Tadi Dokter Dika bilang gitu ke aku, suruh cepet ke sana kalau Oma dan Opa udah dateng,"ujar Vindra sambil berjalan lebih dulu.
Drake dan Dhea pasrah mengikuti keinginan cucu mereka. Meski dalam benar keduanya bertanya-tanya tentang sesuatu yang menurutnya janggal.
Tok tok tok
"Dokter Dika, ini Vindra datang sama Opa dan Oma,"ucap Vindra di luar ruangan dokter yang tadi menangani Ditrian.
"Oh ya, masuk aja Vind,"sahut Doter Dika. Dia langsung berdiri untuk menyambut Drake dan Dhea. Dengan senyum yang begitu lebar, Dokter Dika menyalami Dhea dan Drake.
"Kalian duduklah,"ucapnya ramah.
Drake semakin bingung, wajah Dokter Dika nampak sangat tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
"Wajah kalian kaku amat sih. Tenang aja apa. Vindra juga, kenapa pada serius amat,"ucap Dokter Dika yang mengetahui wajah ketiga orang itu begitu tegang.
"Dok, Ditrian sebenernya kenapa?" tanya Drake tanpa basa-basi. Dia segera ingin tahu terkait yang terjadi pada Ditrian. Bagaimana bisa Ditrian pingsan, Drake ingin tahu sepenuhnya.
"Hahaha, kalian nggak perlu khawatir. dia baik-baik saja kok. Tapi aku memang ada yang perlu disampaikan ke kalian. Ini adalah permintaan Ditrian,"ucap Dokter Dika.
Semakin penasaran saja Drake, Dhea dan Vindra dibuat dokter tersebut. Terlebih dia bicara tidak langsung selesai dan masih sepotong-potong.
"Katakan cepet, Dokter. Jangan setengah-setengah ngomongnya,"ucap Dhea yang sudah tidak sabar.
"Hahaha iya iya. Begini, Ditrian ngomong ke aku untuk meminta kalian memanggil awak media. Dia ingin kalian bilang bahwa hilangnya Ditrian selama sebulan itu karena sebuah kecelakaan. Dimana kecelakaan tersebut membuatnya kehilangan ingatan."
"APA???"
Dhea, Drake dan juga vindra terkejut bukan main mendengar ucapan Dokter Dika. Mereka bertiga saling pandang. Dan seketika isi kepala merka pun selaras.
"Ditrian kembali."
TBC
mual aku dgn ucapan manis Steven ke Daria 🤢
masakan calon menantu enakan Mama Dhea dan Papa Drake 😁