NovelToon NovelToon
Sebuah Perjalanan

Sebuah Perjalanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Anak Genius / Kehidupan alternatif / Murid Genius
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: Banyu Aji

menceritakan tentang perjalanan anak manusia yang lahir dengan sebuah cerita tentang perjalanannya.. selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Banyu Aji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pedang naga pesing

..

"mulai saat ini kamu adalah sahabatku, dan jangan sekali - kali kamu memanggilku dengan sebutan tuan. Aku bukan tuanmu. panggil saja aku jaka kendi. Dan apakah kamu mempunyai nama?." tanya jaka kendi.

"namaku adalah cakra krokodil brakot.. Bangsa naga biasa memanggilku dengan sebutan naga bumi pembantai iblis." jawab naga hitam.

"buseeet, namamu itu terlalu ribet. Bagaimana kalau aku ganti saja namamu menjadi naga pesing?." ucap jaka jendi.

"naga pesing?." tanya naga hitam merasa ada yang aneh dengan nama itu.

"ya.. Naga pesing.. Karena kamu adalah seekor naga yang sangat menyukai aroma pesing. Bagaimana?." ucap jaka kendi.

"emmm.. Gimana yah?. Oke lah .. Nama itu adalah nama yang sangat bagus.. Baru kali ini aku mendapatkan sebuah hadiah nama dari tuan baruku, eh maksudku sahabat baruku." ucap naga hitam.

akhirnya mereka membuat sebuah kesepakatan dengan tanpa suatu paksaan apapun.. merasa sudah cukup, jaka kendi lalu mengeluarkan pedang gledek yang telah sempurna itu dari dalam tubuhnya dan saat ini pedang itu ada dalam genggaman tangan kanannya..

"masuklah naga pesing.. Kamu akan menemaniku mengarungi alam semesta ini untuk menumpas kejahatan.." perintah jaka kendi kepada naga pesing.

"asiaaaaaaaaap." jawab naga pesing kemudian ia menghilang dari hadapan jaka kendi dan masuk kedalam pedang gledek yang telah sempurna.

..

"keluarlah dari persembunyianmu ratna dewi." ucap jaka kendi.

Mendengar suara itu, ratna dewi kemudian melangkah keluar dari persembunyiannya di balik pohon nangka..

"aku sangat tidak menyangka kamu dapat menundukkan naga hitam itu sayang." ucap ratna dewi sembari melangkah mendekati jaka kendi.

"bukankah itu semua juga tidak lepas dari dirimu yang selalu membimbingku di dalam jurang itu?. Sebenarnya aku juga sangat tidak menyangka kalau ilmu pelangi penggelitik sukma yang aku pelajari itu mampu untuk melumpuhkannya." ucap jaka kendi.

"iya aku juga baru menyadari betapa khasiat dari jamur - jamur aneh yang kamu konsumsi setiap harinya bisa membuatmu seperti ini.. walaupun tingkat kependekaranmu masih phoenix, namun dengan ilmu - ilmu yang kamu miliki, kamu sudah setara dengan para dewa sayang." ucap ratna dewi.

"aku juga tak terlalu memikirkan tingkat kependekaranku ratna dewi. Yang aku tahu, aku di takdirkan oleh yang maha kuasa untuk memiliki sedikit kekuatan yang akan selalu aku gunakan di jalan yang benar." ujar jaka kendi.

"memang itu yang aku harapkan darimu jaka kendi. Aku pun merasa senang sekali bisa berjumpa dengan jaka kendi kecil dan menemaninya hingga saat ini tiba waktunya kita akan berpisah.. Aku akan sangat merindukanmu sayang." ucap ratna dewi.

"berpisah.?" tanya jaka kendi kaget mendengar kata perpisahan dari mulut ratna dewi.

"ya sayang, aku akan kembali ke langit.. karena memang janjiku kepada para dewa adalah akan mengakhiri persembunyianku jika memang sudah ada yang memiliki pedang gledek dan menyempurnakannya.. Karena pedang itu adalah pedang bersejarah bagiku sayang.. Itu adalah pedang kesayangan ayahku.. Jadi aku harus memastikan bahwa, penerus dari pemilik pedang gledek adalah orang yang tepat.. Dan aku rasa, ayahku akan sangat bahagia jika ia tau penerusnya adalah dirimu sayang.. " jelas ratna dewi.

"tapi aku sudah mengganti nama pedang pusaka ini menjadi pedang naga pesing." ucap jaka kendi.

"iya tidak apa - apa.. Itu adalah nama yang keren." ucap ratna dewi.

"apakah kamu akan menikah di langit sana ratna dewi?." tanya jaka kendi.

"tidak, aku akan menunggumu di sana.." ucap ratna dewi.

"menungguku?." tanya jaka kendi

ratna dewi membalas pertanyaan jaka kendi dengan sebuah anggukan pelan disertai muka yang mulai memerah lalu bergelinanglah air mata dari kedua matanya..

hingga saat ini air mata yang keluar dari kedua mata ratna dewi masih mengalir deras karena tidak ada yang membendungnya..

Jaka kendi dengan kepolosan dan keluguannya kini hanya berdiri melongo kebingungan melihat ratna dewi yang sangat aneh kali ini..

Ratna dewi melangkah mundur dengan perlahan sambil melambaikan tangan kanannya kepada jaka kendi..

"aku akan menunggumu sayang.. Aku akan menunggumu jaka kendi.." ucap ratna dewi sebelum akhirnya tubuhnya kini menghilang seolah tersedot oleh sebuah portal aneh berwarna putih..

..

Wessss..

..

Jaka kendi baru tersadar setelah ratna dewi menghilang bak di telan angin..

Kini ia telah berpisah dengan sesosok perempuan cantik yang telah menemaninya dan membimbingnya selama bertahun - tahun..

Sebuah kata terakhir yang keluar dari mulut ratna dewi kini terngiang - ngiang di kepala jaka kendi..

Kepalanya yang memikirkan kata - kata itu kini mulai mengirimkan sebuah rasa yang lain menuju ke dalam hatinya .. Sebuah rasa yang lebih besar dari sekedar merasa kehilangan.. rasa yang baru pertama kali jaka kendi rasakan seumur hidupnya.. Hanya jaka kendi sendiri lah yang mampu mengartikan perasaan itu..

"aku tidak akan membiarkanmu menunggu lama ratna dewi." ucap jaka kendi pelan.

Kemudian jaka kendi berjalan perlahan menuruni puncak gunung paku bumi menuju ke gua tempat kakek trabas beristirahat..

Sesampainya disana jaka kendi celingukan kesana kemari karena tidak terdeteksi lagi akan adanya aura kehidupan disana..

panik dengan keadaan itu kemudian jaka kendi mengaktifkan energi dari dalam tubuhnya untuk mengetahui dimana kakeknya berada..

Namun hingga radius beberapa kilometer tetap saja jaka kendi tidak menemukan aura kehidupan dari kakeknya itu..

"kemana kakek pergi, apa dia turun gunung ke pemukiman?." gumam jaka kendi.

Baru saja jaka kendi ingin melangkah keluar dari pintu gua, perhatiannya kini tertuju pada sebuah pohon rambutan di samping pintu gua itu yang telah terkelupas kulitnya..

Pada batang pohon rambutan yang terkelupas kulitnya itu ada sebuah tulisan seperti di ukir menggunakan sebuah golok yang jika dibaca berbunyi :

"jangan cari kakek, kakek sedang mengembara bersama munaroh."

"hahaha... Kakek ku yang satu ini memang unik." ucap jaka kendi sambil tersenyum geli setelah membaca apa yang ada pada batang pohon yang telah terkelupas kulitnya itu.

"baiklah naga pesing, kali ini kita akan mulai perjalanan kita dari atas sana.. Bersiaplah untuk bersenang - senang sahabatku.." ucap jaka kendi pada angin yang menerpa rambutnya..

"pedang naga pesing..!!" teriak jaka kendi dan tiba - tiba saja pedang naga pesing kini sudah ada dalam genggamannya..

Dengan memegang gagang pedang naga pesing dengan kedua tangannya, jaka kendi menempelkan pedang naga pesing di dadanya lalu memejamkan matanya.

Tring..

Setelah membuka matanya, jaka kendi dibuat sangat terkejut karena kini didepan matanya sedang terjadi sebuah pertarungan antara dua orang berbaju biru cerah dengan kekuatan yang hampir setara..

kedua orang itu seperti sedang bermain tembak - tembakan dengan sambaran petir..

bagi mereka berdua, petir itu seperti percikan air di dalam kolam yang tidak berpengaruh apa - apa jika terkena sambarannya..

tret derrrr..

Trett.. Dorrrr...

Jaka kendi yang melihat pemandangan itu semakin bingung karena ia belum bisa memastikan.. Apakah mereka berdua sedang berlatih, atau memang mereka berdua memang sedang bertarung sungguhan..

Lama sekali mereka bertarung hingga membuat jaka kendi yang melihat dari kejauhan merasa sangat bosan.. Hingga akhirnya jaka kendi melompat dan mendarat tepat ditengah - tengah kedua orang itu yang tengah beradu serangan petir jarak jauh..

Rett.. Darrrr.. Dorrr..

Tak terhindarkan kini tubuh jaka kendi yang sedang berdiri di tengah - tengah kedua orang itu menjadi samsak karena terkena beberapa sambaran petir yang di luncurkan oleh kedua orang tersebut..

"siapa kamu." ucap salah satu dari mereka.

"maaf tuan - tuan, bukan aku bermaksud lancang.. Tapi aku sudah sangat bosan sekali melihat kalian berdua beradu serangan petir jarak jauh ini.." ucap jaka kendi sambil bergantian memandang kedua orang itu.

"sepertinya dia bukan orang sembarangan." gumam salah satu dari mereka.

"apakah kamu mau melawan kita.?" ucap salah satu dari mereka.

sekali lagi jaka kendi terkejut karena belum apa - apa dia sudah mendapatkan tantangan dari salah satu dari mereka.

"baik.. Majulah kalian berdua.. Namun aku harap kalian jangan bermain - main seperti tadi." ucap jaka kendi.

kini malah kedua orang itu yang dibuat terkejut oleh pernyataan dari jaka kendi. Karena pertarungan yang mereka berdua lakukan dengan sekuat tenaga barusan, diangggap bermain - main oleh jaka kendi.

1
Ilham
lanjut BG jangan sampai melenceng dari agam BG cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!