Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Vera hanya memutar mata nya, sedangkan Lily mengajak Vera ke kamar utama, kamar itu terhubung dengan kedua kamar milik adiknya Vera. tapi Vera masih akan membawa kedua adiknya tidur di kamarnya dulu, selama mereka belum minta tidur terpisah
Vera cukup puas dengan semua barang yang tersusun rapi, kasur doubel pun di tempatkan di tengah kamar. TV besar. meja rias. meja belajar, dan sofa bed yang berada di kamar itu pun tersusun sesuai keinginan Vera
"Terima kasih Ly" ucap Vera. Lily yang mendengar ucapan terima kasih pun tersenyum bangga
.
"Sama-sama Queen... silahkan bersihkan diri biar Lily yang akan menyiapkan pakaian untuk Queen dan kedua adik" ucap Lily. Vera pun mengangguk dan dia pun langsung mengajak kedua adiknya untuk bersih-bersih dan setelah itu baru tidur
Semua pakaian sudah Lily siapkan. kedua adik Vera pun langsung istirahat, dan sedangkan Vera ingin melihat-lihat terlebih dahulu
"Tidak besok pagi saja Quee?" tanya Lily
"Tidak aku juga belum mengantuk Ly, Oya bagaimana dengan asisten yang akan membantu Mang Hasan dan mang Tubi? apa mereka sudah ada?" tanya Vera
"Urusan mereka sudah selesai, Queen tenang saja mereka sama seperti Jack" ucap Lily
"Apa mereka juga robot?" tanya Vera
"Ya mereka robot, tapi mereka sama seperti manusia pada umumnya... Queen tidak perlu khawatir" jawab Lily
"Panggil mereka kemari, aku ingin melihat siapa yang pantes untuk menemani mang Hasan" ucap Vera
"Sesuai keinginan anda" jawab Lily. Lily pun langsung memanggil kedua manusia robot yang akan menjadi kaki tangan para orang kepercayaan Vera
"Saya Sean... siap menerima tugas dari anda Queen" ucap nya dengan nada tegas dan datar
"Saya Marsel... siap menerima tugas dari anda Queen" ujarnya mereka berdua berdiri di hadapan Vera
Vera tersenyum puas, dia menatap kedua nya dengan dingin dan datar. kedua robot itu berdiri tanpa rasa takut
"Sean.... kau akan menjadi tangan kanan mang Hasan, ikuti semua perintah mang Hasan, mau pun itu kerjaan atau pun apa" ucap tegas Vera
"Dan kau Marsel, mungkin kau dan mang Tubi akan sering pepergian.... tolong jaga beliau, mereka adalah keluarga ku jadi mereka juga tuan kalian mengerti" ucap tegas Vera
"Kami mengerti Queen...." jawab keduanya. Vera mengangguk puas dengan mereka, Mereka pun disuruh kembali ke tempat mereka dan besok pagi mereka akan dikenalkan kepada semua keluarganya. Vera sudah menganggap Mang Hasan Mang Tubi dan istrinya pun sebagai saudara
Vera pun langsung kembali kekamarnya, sedangkan Lily Dia sedang berputar-putar mengelilingi Mansion, dia ingin melihat keamanan para bodyguard yang menjaga kediaman itu
"Kiri kanan ku lihat pohon bunga.... asek" ucap Lily sambil tersenyum bahagia. kalau Vera melihat kelakuan sistemnya pasti Vera akan menggigit kembali pipi tembem milik Lily
...----------------...
Tak terasa, waktu Vera dan adiknya sudah satu Minggu. Vera sudah mengenalkan Sean dan Marsel. mereka juga bekerja dengan baik, awalnya mang Tubi dan Mang Hasan menolak, tapi karena paksaan dari Vera Mereka pun tidak enak jadi menerima tangan kanan mereka dan itu juga mengurangi beban pekerjaan mereka berdua
Saat ini mang Tubi sedang pergi ke kota K, mang Tubi dan Marsel sedang melihat tambang emas milik Vera. Mang Tubi begitu terkejut saat melihat tambang emas yang sangat begitu besar. bahkan tambang itu bisa di bilang jauh. dari kampung atas lingkungan warga
Yang membuat mang Tubi binggung, tidak ada galian tanah, mereka mengambil emas-emas itu dari sungai yang berbentuk bulat di sana. mang Tubi juga bisa melihat pasir yang berada di sungai itu begitu banyak kelap-kelip yang terkena sinar matahari
Bahkan ada batu-batu besar yang ter rendam di sungai itu. mang Tubi bisa melihat batu-batu itu terlihat berbeda
.
"Selamat datang pak Tubi, saya Akbar, saya kepala tambang" ucap lelaki paru baya
"Pak Tubi tidak perlu terkejut, disini adalah dunia emas terbesar. jadi tidak aneh bila tambang ini tak memiliki galian" ucap pak Akbar sambil tersenyum
"Ini sangat luar biasa, saya tidak tahu bos saya mendapatkan nya dari mana? tapi ini sungguh begitu indah, bahkan saya bisa melihat emas-emas itu dengan jelas" ucap mang Tubi
"Hahaha... kalau yang baru melihat pasti terkejut sih, tapi kita tambang yang tidak merusak bumi, kami akan mengambil tanah-tanah itu tapi kami pun akan mengembalikan lagi, dapat satu bulan tanah-tanah itu pasti akan menghasilkan emas kembali, dan batu-batu itu kami juga akan sedikit-sedikit memangkasnya... tapi saya juga suka binggung pangkasan itu akan kembali seperti sedia kala" jawab pak Akbar
"APA? apa semua itu benar?
TBC
Jangan lupa ya like komen gif dan share
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor