Dea Kanita putri gadis remaja berusia 18tahun dia adalah putri bungsu dari keluarga Wijaya yaitu Adison Wijaya dan Rianti Wijaya
Dea menyukai Abang dari sahabatnya yaitu Rion jovian tapi karna tak pernah mendapat respon dari Rion akhir nya dia berusaha untuk tak peduli lagi dengan perasaan nya,,
lalu bagaimana dengan Rion setelah Dea tak lagi mengganggu dan mengusili nya,yuk ikuti kisah ini agar tau kelanjutannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beibe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season2. 34
Di kantin banyak yang mengerubungi meja tempat Darel dan kawan-kawan duduk.siapa lagi kalau bukan para siswi yang mencari perhatian Darel.
"Darel, cewek idaman Lo noh. Sendirian di pojokan..."ucap sandi sa'at melihat Kalea duduk sendiri di pojok kantin.
"Lo berdua diam disini..."perintah Darel sedang kan dia sudah berdiri dari duduknya hendak menghampiri Kalea. Sandi dan Erik terkekeh lalu mengamati gerak-gerik mereka berdua. yang satu ogah-ogahan di datengin cowok tampan tapi ngeselin. Yang satu nya,lagi nggak perduli kalau yang di datengin sangat tidak mengharapkan kedatangan nya...
"sendirian aja, di temenin Wowo Loh nanti...."ucap Darel. Lalu duduk di kursi yang ada di depan Kalea.
"iya, elo Wowo nya...."jawab Kalea ketus... apalagi sa'at melihat para cewek yang tadi caper sama Darel. Melirik nya, sinis....
"masa Wowo ganteng gini....."ucap Darel menyugar rambut nya,ke belakang. Kalea memutar matanya malas..
"Lo ngapain sih kesini. Gue nggak mau jadi sasaran amukan cewek cewek Lo itu..."ucap Kalea sebal...
"cewek mana yang berani gangguin Lo.. bilang sama gue biar itu jadi urusan gue..."ucap Darel mengeraskan suara nya...
cewek cewek itu berhenti melirik ke meja Kalea setelah mendengar ucapan Darel...
"CK...Lo nambah-nambahin masalah aja tau nggak...."Kalea beranjak dari tempat duduk nya, karena dia sudah selesai makan.....
"yahhhh....di tinggalin..."celetuk sandi dan Erik di belakang Darel... Darel hanya melirik sekilas lalu memperhatikan langkah Kalea....
Tak lama Darel cs juga beranjak dari kantin. Karena sebentar lagi mereka masuk kelas....
Di kelas Kalea sedang membaca buku sebelum guru masuk kelas. Darel duduk tepat di belakang Kalea.
Tak lama buk guru masuk dan memberikan beberapa keterangan tentang pelajaran yang akan mereka kerjakan...
Darel menarik-narik ujung rambut Kalea di tengah-tengah fokus nya, mereka belajar Darel malah asik mengusili Kalea. Ini udah yang kesekian kalinya, Darel menarik rambut Kalea...
"CK, jangan ganggu gue belajar.."Kalea, berdecak menoleh ke belakang dan menatap sinis Darel yang duduk di belakangnya...
"kenapa sih dari tadi nengok ke belakang Mulu. pengen lihat gue terus ya,..."ucap Darel Menaik turun kan alis nya. Menggoda Kalea sangat lah menyenangkan. apalagi kalau gadis itu sudah menggembungkan pipinya karena menahan emosi. dan itu Sangat lah menggemaskan menurut Darel....
"dih ege tuh temen Lo...."sahut Erik yang duduk di belakang Darel sedang kan sandi dusu di barisan tengah sebelah Darel. Sandi hanya mengendikkan bahunya acuh, lalu melanjutkan pelajaran nya....
Teng teng teng......
bell berbunyi tanda nya, pelajaran hari ini berakhir. sudah waktunya pulang...
Di parkiran Kalea perlahan menjalankan motor nya, tiba-tiba dia di cegat beberapa cewek sama-sama kelas XII tapi beda kelas...
Ckiitttt....
Kalea ngerem mendadak saking terkejutnya...
"astaghfirullah Lo pada ngapain sih ngadang jalan gue, ketabrak tapi mampus Lo pada..."pada dasarnya Kalea, bukan lah gadis yang lemah dan diam saja sa'at ada yang merundung nya....
"heh,Lo nggak usah caper ya, sama Darel, dia itu punya gue...."sengak gadis berbedak tebal yang menghadang motor nya, berdua dengan teman nya....
"ambil neng ambil. Gue nggak pernah tuh caper sama cowok yang Kata Lo punya Lo itu. Emang Lo nggak bisa ngeliat ya, kalau selama ini Darel yang selalu datengin gue...."balas Kalea dia sudah sangat muak dengan gadis yang bernama Sarah yang selalu mencari masalah dengan nya....
Kalea menggas motor nya, membuat Sarah langsung minggir....
"sejak kapan gue, punya Lo.."tiba-tiba suara dingin terdengar di belakang nya. Sarah menoleh dan dia terkejut melihat Darel cs sudah berdiri di belakang nya... Sarah hanya diam dengan kepala tertunduk....
"sekali lagi gue ngeliat Lo ganggu Kalea awas Lo. Gue nggak peduli kalau Lo itu perempuan..."ancam Darel..
Mereka bertiga melangkah ke motor masing-masing..
"sial an gara-gara tuh cewek. Awas aja Lo Kalea. Gue nggak akan diam aja."Sarah mengepalkan tangannya.
Erik bergidik melihat Sarah..."itu habis berapa dempul tuh, sampe belang gitu sama leher warna nya....."Erik terheran-heran di buat nya....
"ngapa Lo mau nanggung beliin dempul nya..."sahut sandi...
"dih ogah. Gue mah suka yang natural..."jawab Erik.
"iyalah, yang natural.Erik, kan nggak modal..."sahut Darel..lalu memakai helm nya...di tertawai sandi.
"bukan nggak modal. ya,kali duitnya cuma buat beli dempul doang..."jawab Erik. Mendapat cibiran dari kedua teman nya.. mereka melajukan motornya ke rumah Darel....
Di rumah Kalea dia langsung mengganti pakaian nya,dan langsung membantu ibu nya membuat kue. Kalea berasal dari keluarga sederhana, meskipun begitu mereka selalu hidup berkecukupan... ayah nya, adalah seorang guru di sekolah tempat dia belajar. Dan ibu nya, punya usaha bakery kecil-kecilan....
"makan dulu nak, nanti baru bantuin ibu..."ucap ibu Kalea...
"lea, udah makan tadi Bu..."jawab Kalea. Lanjut mencetak bolu panggang mini. yang di masukan ke dalam cetakan karakter...