NovelToon NovelToon
Sahabatku Cinta Pertamaku

Sahabatku Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Diam-Diam Cinta / Romansa-Teen school
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Akiva Az-Zahra

Elin dan Evan adalah dua sahabat karib. Mereka berdua bersahabat saat mereka berdua masih kecil hingga dewasa.

Dan pada akhirnya Elin menaruh suka terhadap Evan. Dan tanpa di sangka Evan pun juga menaruh perasaan lebih terhadap Elin. Saat mengetahui Elin suka pada Evan, Evan pun menyatakan perasaannya pada Elin. Tapi Elin menolak lantaran Evan cowok playboy. Elin tidak ingin persahabatan mereka berdua hancur saat mereka putus di kemudian hari.

Diantara persahabatan mereka hadir pula Susanti dan Rio diantara kisah mereka berdua. Siapakah Susanti itu? dan siapakah Rio itu?...

Penasaran dengan cerita persahabatan dan cinta mereka berdua?... Ayo baca cerita kisah mereka berdua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akiva Az-Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Evan pulang dari rumah sakit.

Setelah beberapa hari Evan di rawat di rumah sakit, akhirnya Evan sudah di perbolehkan untuk pulang.

Elin mendorong Evan di temani adiknya Yuni dan juga Vicky pacarnya Yuni. Sementara orang tua Evan menyelesaikan semua segala administrasi serta obat-obatan yang perlu di tebus buat Evan. Setelah selesai mengurus semuanya mereka pun segera pulang.

Saat mereka berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan berjalan keluar rumah sakit mereka bertemu dengan Rio yang bersama dengan Rania.

"Sudah boleh pulang Van?" tanya Rio.

"Iya kak Rio. Evan sudah lebih baik dan sudah diperbolehkan untuk pulang." Jawab Elin.

"Syukurlah..." Ucap Rio.

"Kak Rio ko' kesini lagi dan bareng sama Rania?" tanya Elin lagi.

"Iya, aku kesini mau jenguk Evan sekalian nganter Rania ke sini." Jawab Rio.

"Ciye...ciye..ciye... Nganterin, apa nganterin?..." ledek Elin.

Evan pun ikut tersenyum.

Sementara Rio menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Rania di sebelahnya Rio pun tertunduk dan juga tersipu malu.

"Apaan si?! Rania jadi malu tuh." Elak Rio sambil melirik ke arah Rania.

Elin cekikikan. "Apa jangan-jangan kalian berdua sudah jadian?"

"Belum... Tapi mungkin sebentar lagi." Jawaban Rio asal-asalan.

Elin mengangguk-angguk sambil tersenyum.

Evan tersenyum pula.

Sementara Yuni, dan Vicky serta kedua orang tua Evan tersenyum.

"Ya sudah kak, kita do'akan semoga saja kalian berdua cepet jadian." Kata Elin.

Rania di sebelahnya Rio semakin tersipu malu

"Kami pamit pergi dulu ya Rio, Aku ingin cepet pulang dan pengen cepet-cepet istirahat di rumah." Kata Evan.

"Ya sudah, semoga lo cepet sembuh Van." Ucap Rio.

Kemudian Evan, Elin, Yuni, Vicky dan juga orang tuanya pamit untuk pulang.

Rio kembali mengantarkan Rania sampai ruangannya.

Saat di perjalan menyusuri koridor Rio berbincang-bincang dengan Rania.

"Jangan masukkan ke hati ya, tentang ucapan Elin. Elin memang suka banget menggoda dan asal banget bicara."

"Enggak apa-apa ko' mas Rio. Aku juga sudah mengenal Elin, dia anaknya seperti apa? tapi yang pasti Elin memang anaknya baik sekali." Kata Rania.

"Rania."

"Iya mas."

Tanpa berkata apa-apa Rio langsung menggandeng tangan Rania. Rania sontak kaget.

"Mas Rio?" ucapnya pelan. Rania pun menghentikan langkahnya.

"Maaf kan mas Rio, Rania." Ucap Rio merasa bersalah. "Maaf, karena mas telah lancang menggandeng tangan kamu." Ucap Rio lagi sambil melepaskannya tangan Rania.

"Tidak apa-apa mas, Rania cuma kaget saja." Kata Rania menunduk malu.

"Gadis ini semakin cantik saja bila wajahnya bila tersipu malu," gumam Rio dalam hati.

"Mas Rio nganterin Rania sampai sini saja. Ruangan Rania sudah dekat ko' kak." Kata Rania masih dengan tertunduk malu.

"Baiklah Rania, mas akan nganterin kamu sampai sini saja. Tapi nanti mas pulangnya mas Rio jemput ya?."

"Enggak usah mas." Jawab Rania cepat. "Rania bisa pulang di jemput sama supirnya Rania mas, mas Reno enggak usah menjemput Rania. Rania takut ngerepotin mas Rio."

"Enggak Rania, Mas malah seneng. Mas ingin ngajak kamu jalan-jalan dan mas ingin bilang sesuatu ke kamu." Kata Rio memaksa.

"Tapi mas Rio..." Sebelum Rania meneruskan perkataannya. Rio menyentuh bibirnya Rania yang merah itu dengan telunjuknya.

"Aku tidak ingin penolakan, yang pasti nanti aku akan menjemputmu Rania." Kata Rio sambil berkata sedikit pelan didekat telinga Rania.

Seerrr...

Seakan darah Rania mengalir kencang. Baru pertama kali ia berhadapan dengan seorang lelaki yang berbicara begitu dekat dengan dirinya. Rania tidak tahu harus bagaimana lagi. Ia hanya bisa diam tanpa ada penolakan sama sekali.

"Aku jemput kamu nanti Rania. Hubungi aku jika kamu nanti sudah pulang." Perkataan Rio menyadarkan dirinya kembali.

Rio pun berjalan pergi meninggalkan Rania. Sementara Rania masih terpaku di tempatnya.

Terus terang Rania tidak tahu harus bagaikan setiap Rio mendekatinya, perasaan malu dan juga yang lainnya bercampur aduk jadi satu. Walaupun sebenarnya dalam hati yang paling dalam ia merasa senang. Dan pada saat awal pertemuan mereka tanpa sadar Rania pun juga punya rasa terhadap Rio.

Rania masih menatap Rio dari kejauhan sampai Rio hilang di balik koridor rumah sakit yang berbelok.

"Rania ayo kita segera keruangan, ada pasien yang harus kita periksa." Ajak temen Rania yang sama-sama suster perawat yang kemudian membuyarkan pandanganya.

Rania pun pergi keruangan dan segera memenuhi tugasnya sebagai seorang suster rumah sakit.

Sementara di lain tempat Evan pulang bersama dengan Elin, kedua orang tuanya dan juga Yuni serta Vicky.

Akhirnya beberapa menit perjalan pulang akhirnya mereka sampai juga di rumah Evan.

Evan turun menggunakan kursi roda, karena Evan untuk sementara waktu tidak boleh berjalan agar perutnya yang sakit tidak terasa sakit.

"Akhirnya sampai juga di rumah," kata Evan sambil tersenyum senang.

Elin mengantarkan Evan menuju kamarnya. Untuk sementara waktu Evan harus tidur di kamar bawah, karena tidak mungkin Evan harus tidur di kamarnya yang berada di lantai atas.

"Kak Elin, kak Evan. Yuni sama Vicky pulang dulu ya?" pamit Yuni sama Vicky pada Elin dan Evan.

"Iya Yun, terimakasih buat kalian berdua karena sudah nemenin dan sudah nganterin kita untuk pulang." Ucap Evan.

"Iya kak Evan. Semoga cepat sembuh, kami akan menunggu kak Evan melamar kak Elin. Karena kami sudah tidak sabar lagi pengen cepet-cepet menikah juga, ya kan Yun?" kata Vicky sambil menyenggol tangan Yuni.

Yuni tersenyum sambil menggandeng tangan Vicky.

"Apaan sih lo!" Elak Elin.

"Kalian berdua tenang saja, pasti kakak akan segera melamar Elin." Kata Evan sambil mencium punggung tangan Elin.

"Idiih... Kak Evan, bikin kita berdua jadi iri." Cibir Yuni.

Sementara Elin menepis tangannya Evan. "Apaan sih, malu tahu!" Elak Elin.

"Nggak usah malu-malu gitu dong kak Elin?" cibir Yuni lagi.

Elin memiringkan bibirnya ke kiri.

Evan tersenyum melihat tingkah Elin.

Sementara Vicky dan juga Yuni tertawa cekikikan.

"Ya sudah kak, kami pulang dulu. Untuk kak Elin masih bisa tinggal di sini merawat kak Evan. Nanti Yuni bilang ke mama kalau kak Elin akan nginep di sini sampai kakak sembuh." Ujar Yuni.

"Emangnya aku baby susternya apa?" Elin ngedumel.

"Jadi, kamu nggak mau merawat gue?" kata Evan.

"Enggak! gue nggak mau." Elak Elin sambil nyengir.

"Kalau tante yang minta, apa kamu akan menolaknya Elin?" Suara Melly menengahi pembicaraan mereka.

"Tante?" kata Elin.

Tante Melly pun merangkul Elin. Sambil tersenyum pada Elin.

"Iya deh, untuk Tante Elin bersedia." Kata Elin pasrah dengan permintaan Tante Melly.

"Terimakasih mi." Ucap Evan.

"Tapi, awas jika sampai kamu berani macam-macam sama Elin. Belum saatnya tahu!" kata mami Evan sambil menjitak anaknya.

"Sakit mi!" kata Evan sambil memegangi kepalanya.

Lalu mereka semua tertawa bersamaan.

Lalu Yuni dan Vicky pun berpamitan pada mereka untuk pulang.

Sedangkan untuk sementara waktu Elin harus tinggal di rumah Evan untuk mengurus Evan.

************

1
Nety Manurung
sangat bagus ceritanya
Erlinda
Sukses terus kak🖤

Salam dari INSEPARABLE🌻
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Kembali memberikan like nya. Maaf agak telat tapi saya selalu mendukung kakak. Semangat terus ya.
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Elisabeth Ratna Susanti
suka😍
Beby Na21
Terus semangat berkarya kakak😄

salam dari ....

#Rindu With Me

#Suamiku kakak sahabatku
Radin Zakiyah Musbich
aq mampir ❤️❤️❤️

jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:

"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊

ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
Diandra Attarilham Awaluddin
lama banget up nya thor
Kiva trepes: maaf kak novelnya sudah tamat
total 1 replies
Lina Marhayana Simanullang
mana kelanjutan ceritanya saya mau baca dong
Lina Marhayana Simanullang
mana episode selanjutnya kog nga ada
Lina Marhayana Simanullang
mana kelanjutan ceritanya
Lina Marhayana Simanullang
saya suka plotnya
Lina Marhayana Simanullang
jln ceritanya bagus
Ftl03
Like dari Little Rainbow.. semangat terus Thor.. jgn lupa mampir dan tinggalkan jejak.. mari saling mendukung...
Susi Ana
lanjut
Sri Harlina
lanjut thor
Velma Asmara
lanjut...
Sarah Manik
lanjutan cerita nya Uda ada belum
YonhiarCY (Hiatus): hai kak😇 lirik ceritaku juga yuk😇

My Destiny is Mr Zhao😇

ditunggu kehadirannya ya kak😇 langsung cek profilku saja oke😉
total 1 replies
DeputiG_Rahma
like DEBU mendarat thor...

maaf nih baru mampir lagi🤧🤧🤧
Sarah Manik
di tunggu lanjutan cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!