Bagian Kedua Kembar Pratomo dari Generasi Ke Delapan
Mandaka Pratomo adalah seorang arsitek jenius yang hobi berpetualang ke daerah konflik untuk membangun rumah sakit sesuai permintaan Opanya, Mamoru Bradford. Hingga suatu hari, Mandaka hendak menyelesaikan satu tugas lagi di pinggiran negara Sudan, mobilnya terkena tembakan roket. Mandaka dan pengawalnya dari Black Scorpio, Carole Laurent selamat dan mereka harus berjibaku untuk bisa kembali ke markas. Perjalanan keduanya tidak mudah apalagi mereka tidak pernah akur dari awal bertemu. Siapa sangka, lama-lama mereka saling tergantung satu sama lainnya.
Generasi Kedelapan Klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Madrid
Madrid Spanyol
"Jadi kamu kemarin mengawal Mandaka Pratomo? Dia sepupu Akira kan?" ucap Princess Mariana yang sedang bersiap untuk acara kerajaan.
"Saya tidak kenal pangeran Akira, princess," jawab Carole.
"Ah iya ya. My bad. Apakah kalian pacaran?" kerling Princess Mariana.
"I beg you pardon?"
"Aku melihat kemarin kamu menerima telepon dari Mandaka. Kalian tampak serius," senyum Princess Mariana.
"Oh, ya bisa dibilang begitu." Carole tidak tahu harus bilang apa karena ya, Mandaka sudah meminta dirinya untuk menikah.
"You're so lucky. Kamu sangat beruntung. Asal kamu tahu, kalau kamu dicintai oleh salah satu anggota klan Pratomo, maka dia akan mencintaimu secara ugal-ugalan! Itu serius, Carole. Aku sudah suka Akira dari kecil, hanya saja ... Dia menganggap aku hanya sahabatnya. Sekarang, lihat bagaimana dia dan Amina. Terlihat Akira sangat ugal-ugalan memperlihatkan kemesraannya ke gadis itu. Mana mereka mau menikah bulan depan ...." Princess Mariana tampak murung.
"I'm so sorry, princess. Itu yang namanya bukan jodoh, mungkin," jawab Carole.
"Bagaimana dengan Mandaka? Dia mencintaimu ugal-ugalan?" tanya princess Mariana kepo.
Carole tampak berpikir. "Tidak ... Manda lebih menyebalkan!"
***
Khartoum Sudan
"Hattssyyiiingggg!"
Mandaka mengusap hidungnya dan melanjutkan acara gosok giginya.
"Siapa yang ghibahin gue?" gumam Mandaka sambil berpikir.
"Kamu baik-baik saja, Manda?" tanya Binturong. "Apa kamu kena flu?"
"Tidak juga. Ini lebih ke arah ... Kena debu sih," jawab Mandaka yang kemudian berkumur.
"Sarapan sudah siap!" panggil Eagle Eye. "Kita final inspection hari ini dan jika oke semuanya, maka kita kembali ke markas. Kamu berangkat ke New York dari Khartoum atau dari markas?"
Mandaka yang berjalan menuju ruang tamu merangkap ruang serbaguna, melihat sarapan sederhana sudah disipakan oleh Eagle Eye.
"Aku dari markas. Opa Moru sudah mengirimkan pesawat ke Black Scorpio," jawab Mandaka sambil duduk di kursi.
"Berarti dari rumah sakit, kita langsung pulang ya?" senyum Binturong.
"Dan semoga hasilnya baik." Mandaka meminum kopinya.
***
Madrid Spanyol
Princess Mariana tampil bersama Ratu Adonia dan suaminya, pangeran Aditya untuk menyambut kedatangan Raja Arsyanendra dan Ratu Violet yang didampingi oleh Pangeran Akira dan Lady Amina. Kunjungan kenegaraan ini sekaligus memberikan undangan pernikahan Akira dan Amina secara pribadi.
Mereka berdiri menanti kedatangan sahabat dan juga kepala negara yang sama-sama disegani di Eropa dan dunia. Arsyanendra dan Adonia adalah raja dan ratu yang vokal untuk kasus genosida. Bahkan Arsyanendra sudah siap mengirimkan kekuatan militernya jika ada pelaku genosida masuk ke negaranya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Adonia ditambah kedua raja dan ratu itu memiliki Perdana Menteri yang tegas dan pemberani.
Carole sendiri berdiri agak di belakang Mariana, ingin tahu seperti apa keluarga kerajaan Belgia itu secara langsung karena selama ini, dia hanya melihat dari televisi dan tab.
Tak lama mobil kerajaan yang membawa keluarga Kerajaan Belgia pun tiba. Pengawal dan bodyguard pun sigap membukakan pintu saat mobil bewarna hitam itu tiba di depan pintu masuk istana.
Seorang pria lengkap dengan jas hitam dan Bros lambang kerajaan, menempel di jas sebelah kirinya. Rambut pirangnya tertata rapih dengan ada uban disana. Wajahnya yang tegas dan bersahaja itu ditunjang kematangan usia, membuat aura Arsyanendra sebagai raja Belgia. tidak diragukan lagi. Mata birunya tajam seperti elang tapi langsung melembut saat istrinya,Violet, datang mendekatinya. Keduanya pun berjalan ke arah Ratu Adonia dan pangeran Aditya.
Carole bisa melihat warna mata Ratu Violet, sama dengan namanya, yaitu warna ungu. Mereka saling bersalaman dan tertawa bersama saat Carole melihat seorang pria dengan rambut hitam kecoklatan mengenakan jas hitam dan berjalan bersama dengan seorang gadis cantik dibalut gaun bewarna baby pink dengan layer di bagian bawah.
Carole harus mengkondisikan bibirnya yang nyaris melongo karena tidak menduga jika pangeran Akira setampan itu dan lady Amina secantik itu. Dibandingkan Princess Mariana, Lady Amina itu memiliki kecantikan yang lembut dan tampak sabar dalam menghadapi segala sesuatu. Princess Mariana itu lebih mirip pangeran Akira dan mereka sama-sama memiliki ego tinggi. Sementara Lady Amina, terlihat dia sangat mampu menangani ego Akira.
Pantas kalau pangeran Akira lebih memilih Lady Amina.
"Ayo kita semua ke ruang tamu," ajak Ratu Adonia.
Carole bisa melihat bagaimana mata princess Mariana tampak cemburu ke arah Amina, sementara gadis berdarah Palestina itu tetap memberikan senyum manis.
Siapapun pasti bakalan naksir berat ke pangeran Akira. Sudah tampan, berkharisma dan setia dengan pasangannya. Carole melirik ke arah princess Mariana yang berusaha menutupi rasa cemburunya.
Semoga tidak ada gegeran hari ini.
Carole pun berjalan di belakang princess Mariana yang sedang asyik mengobrol dengan pangeran Akira. Tiba-tiba pria itu berhenti dan menoleh ke arah belakang dimana Carole berjalan di belakang Mariana.
"Kamu ... Carole kan?"
Carole tergagap. "I ... Iya. Saya Carole, yang mulia."
"Ah pantas aku merasa pernah lihat kamu dimana ... Rupanya di foto-foto yang dikirimkan Daka," senyum Akira. "Bagaimana kabar Daka?'
"Oh, Daka baik. Sekarang di Khartoum untuk pemeriksaan terakhir sebelum ke New York," jawab Carole sambil tersenyum.
"Oh syukurlah." Akira berjalan lagi bersama Amina dan Mariana.
Carole pun berjalan lagi mengikuti para anggota kerajaan dua negara itu.
Kok bisa mengenali aku?
***
Yuhuuuu up Pagi Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
sprti biasa,tiap end pst ngarep bonchap....tp kl ga jg ga pa2 sih,yg pnting happy ending....aku ska glau soalny....
Ttp smngt y kk....😘😘😘