NovelToon NovelToon
Duda Perjaka Dan Cegilnya

Duda Perjaka Dan Cegilnya

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lisdaa Rustandy

Damian dan Aletha adalah saudara sepupu, bahkan mereka bekerja di kantor yang sama dengan Damian sebagai CEO dan Aletha asisten pribadinya.
Aletha menyukai Damian secara terang-terangan, tetapi Damian sama sekali tak pernah peduli akan hal itu.
Damian pernah menikah, tapi pernikahannya hancur dan berakhir dengan perceraian dengan Damian yang masih perjaka.
Meskipun Damian berstatus sebagai duda, tetapi Aletha tetap menyukainya, bahkan secara terang-terangan mengajak Damian menikah.
Entah takdir atau hanya kebetulan, suatu hari Damian memutuskan untuk menikahi Aletha demi menyelamatkannya dari perjodohan yang dilakukan oleh orang tua Aletha.
Apakah hubungan mereka akan berjalan dengan baik?
Apakah Damian akan mencintai Aletha dan melupakan kenangan pahitnya bersama Bella, mantan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisdaa Rustandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#34

Erik terdiam cukup lama setelah pengakuan itu keluar dari mulut Damian.

Untuk pertama kalinya sejak masuk kamar ini, raut kalem di wajah Erik sedikit retak. Alisnya berkerut, rahangnya mengeras, lalu ia mendecakkan lidah pelan.

"Lesbi?" ulangnya, datar tapi sarat makna. "Lu gak salah sebut dia Lesbi, padahal dia pernah nikah sama lu?"

"Gue ngomong apa adanya, Bang," jawab Damian. "Dan itu fakta yang selama ini gue sembunyikan dari semua orang."

"Sejak kapan?"

"Dari dulu."

"Apa lu tahu itu sejak kalian masih jadi suami istri?"

Damian mengangguk pelan. "Iya, tapi gue tahunya belakangan. Selama pernikahan, gue gak pernah bisa jamah dia. Dia selalu nolak dengan alasan belum siap. Gue curiga, jadi gue ikuti dia pada suatu hari, dan gue... akhirnya tahu kalau dia penyuka sesama jenis."

Erik terlihat cukup terkejut mendengar cerita Damian tentang mantan istrinya. Ia bahkan selalu menganggap Damian beruntung karena berhasil menikahi wanita yang dicintainya dengan mudah.

Tapi ternyata tanpa ia tahu, Damian jauh lebih tidak beruntung darinya karena menikahi wanita yang memiliki orientasi seks menyimpang.

"Jadi, itu alasan lu selalu ngaku kalau lu masih perjaka?" tanyanya.

Damian mengangguk lagi. "Gue gak pernah ngelakuin hal kayak gitu sama siapapun, termasuk Bella, yang pernah jadi istri gue. Makanya, gue bilang kalau gue masih perjaka."

Erik menyandarkan punggung ke meja rias, menghela napas panjang. "Sulit dipercaya, tapi ini nyata. Ternyata, hidup lu rumit juga ya."

"Baru tahu lu?"

"Ya. Soalnya gue pikir hidup lu lebih beruntung segalanya daripada gue. Tahunya..." Erik tidak melanjutkan kalimatnya ,tapi ia kembali mendesah.

"Terus, yang di foto itu?" Erik mengubah topik pembicaraan. "Kalau bukan karena kalian beneran ngeseks malam itu, mana mungkin ada foto kayak gitu, kan?"

"Gue dibius, Bang," potong Damian cepat. Suaranya serak. "Gue masih ingat jelas, malam itu gue datang ke rumah Bella cuma buat bantu dia karena dia bilang butuh bantuan. Dia kasih gue minuman jus, gue sempat nolak, tapi dia maksa. Akhirnya gue minum juga, habis itu gue gak tahu apa yang terjadi. Tapi paginya gue bangun di samping dia, gak pakai apa-apa."

"Dan lebih parahnya lagi, saat gue tahu Bella ambil foto kita dan mengirimkannya ke Aletha," lanjut Damian sesak. "Dia sengaja mau pisahin gue sama Aletha, katanya dia pengen balik lagi sama gue."

"Kalau Bella maunya begitu, artinya dia normal, kan?" tanya Erik.

"Gue gak tahu sekarang dia normal apa nggak, tapi gue gak mau balikan sama dia. Gue pernah lihat gimana dia bercinta sama pasangan lesbinya. Itu menjijikan."

Erik menatap Damian tajam, mencoba membaca apakah adiknya berbohong atau tidak. Tapi yang ia lihat hanya kelelahan, rasa bersalah, dan penyesalan yang terlalu nyata untuk dibuat-buat.

"Dan lu gak pernah sempat jelasin apapun ke Aletha kalau itu cuma salah paham?"

Damian menggeleng. "Itulah sebabnya gue frustasi."

Ruangan kembali hening. Hanya suara jam dinding yang berdetak pelan, seolah menghitung waktu yang terus berjalan tanpa peduli pada hati yang tertinggal.

Erik mengusap wajahnya kasar. "Ternyata berat juga masalah lu. Udah coba hubungi dia lagi?"

"Siang malam udah gue coba, tapi hasilnya tetap sama," jawab Damian sambil menunduk. "Aletha mungkin ganti nomornya demi menghindari gue hubungi dia."

Nada suaranya bergetar di akhir kalimat.

"Dia pasti mikir gue udah khianati dia, Bang," lanjut Damian. "Padahal gue baru ngerasa punya tempat pulang. Punya seseorang yang menghargai gue, mencintai gue. Tapi akhirnya... dia pergi tanpa sempat gue jelasin apa-apa."

Erik diam, lalu melangkah mendekat. Kali ini tidak ada tamparan, tidak ada sindiran. Tangannya mendarat di bahu Damian, menekan pelan, gestur canggung tapi tulus dari seorang kakak yang jarang menunjukkan empati secara terang-terangan.

"Tapi lu salah kalau caranya kayak gini, Dam," ucap Erik tenang.

Damian menoleh, menatap kakaknya dengan mata merah. "Salahnya?"

"Salahnya karena lu biarin diri lu hancur perlahan kayak gini," jawab Erik. "Kalau lu benar, kalau lu gak selingkuh, maka lu harus buktiin. Cari Aletha sampai ketemu, bahkan ke ujung dunia sekalipun, lu jangan nyerah. Jangan cuma karena lu gak tahu jejaknya, lu nyerah, diam rebahan kayak mayat hidup. Itu sama aja lu gak berniat buat kembalikan Aletha ke hidup lu."

Damian terdiam.

Erik benar, setelah tak mendapatkan jejak apapun tentang Aletha ia memilih menyerah. Bukan terus mencarinya hingga habis rasa penasaran.

Damian merasa ditampar keras oleh sang kakak. Ia terlalu mudah menyerah, tanpa menyadari bahwa dirinya ternyata sangat lemah.

"Dengerin gue, Dam," lanjut Erik. "Aletha itu istri lu. Kalau dia pergi karena salah paham, berarti tugas lu buat nyari dia, jelasin semuanya, dan minta maaf. Mau dia nerima atau enggak, itu urusan belakangan. Intinya, lu jangan nyerah gitu aja. Aletha masih butuh penjelasan. Entah di mana dia sekarang, dia tetap butuh penjelasan itu."

"Tapi gue harus cari dia ke mana, Bang?" sahut Damian putus asa.

"Gue yakin Aletha masih di Indonesia," jawab Erik yakin. "Kita bisa cari dia terus. Gak cuma di kota ini, tapi keluar kota juga. Kalau dia udah gak ada di Indonesia, kita bisa cari dia ke luar negeri."

Damian menatap kakaknya. "Lu mau bantu gue?"

Erik berkacak pinggang. "Lu kira gue ngajakin lu main detektif-detektifan? Ya jelas gue mau bantu."

Damian menelan ludah. Harapan kecil yang hampir padam itu, pelan-pelan seperti disulut kembali.

"Serius, Bang?" tanyanya ragu.

"Ya."

Erik menatapnya lurus. "Gue gak suka lihat adik gue jadi bangkai hidup gara-gara cewek. Tapi kalau cewek itu istri lu, dan lu beneran cinta… ya, gue bantu."

Damian menghembuskan napas panjang, matanya berkaca-kaca. Ia meraih tangan kakaknya dan menggenggamnya. "Makasih, Bang…"

"Tapi ada satu syarat," potong Erik.

Damian mengangkat wajahnya. "Apa?"

"Sekarang lu mandi, makan, dan balik ke kantor lagi," kata Erik tanpa kompromi. "Jangan sampai lu hancurin bisnis keluarga kita cuma karena frustasi. Ingat, Aletha butuh hidupnya terjamin. Kalau dia balik ke lu, lu juga gak mau Aletha hidup susah sama lu yang bangkrut, kan?"

Damian terdiam beberapa detik… lalu mengangguk pelan. "Oke, Bang. Gue janji bakal balik lagi ke kantor. Demi Aletha, gue siap lakuin apapun."

Erik tersenyum kecil. Lega melihat adiknya memiliki semangat hidup lagi.

Damian bangkit, pergi ke kamar mandi menuruti perintah sang kakak.

Ia berjanji, mulai hari ini akan terus berusaha tanpa menyerah, sebelum benar-benar bisa menemukan Aletha.

Di bawah guyuran shower, Damian berkata dalam hati,

"Aku akan terus mencarimu, Aletha... Aku gak akan membiarkan hubungan kita hancur dengan mudah. Cintamu terlalu tulus untuk aku lepaskan..."

*****

1
Ai Oncom
Suka.. ceritanya bagus..
amilia amel
akhirnya lepas juga status gadis dan jaka😅😅😅
amilia amel
sabar ya Damian, Aletha masih mengumpulkan keberaniannya
amilia amel
sekarang giliran kamu yang bersabar
amilia amel
senengnya....
akhirnya kesalahpahaman Aletha dan Damian berakhir
semoga setelah ini mereka berdua hidup bahagia walaupun ada kerikil kerikil kecil yang menghadang
amilia amel
sudah ada petunjuk dari Erik, kamu selidiki yang selanjutnya ya Al....
biar tau kebenaran ucapan Damian dan Erik
amilia amel
bilang aja kalo sebenarnya Bella itu punya kelainan seksual
bukan untuk menyebarkan aib tapi terlebih untuk membuat Aletha percaya apalagi saat pernikahanmu yang pertama usai pun kamu masih jejaka
amilia amel
Aletha...
dengarkan Damian dulu
baru ambil keputusan
amilia amel
bicara berdua ada baiknya, selesaikan masalah dengan kepala dingin Aletha
amilia amel
bicara berdua ada baiknya, selesaikan masalah dengan kepala dingin Aletha
amilia amel
jangan lama lama updatenya mbak
amilia amel
lanjuttt.....
amilia amel
tak bisa berkomentar dulu😓😓
amilia amel
Aletha berubah itu karena perbuatanmu sendiri, ciba kemarin-kemarin kamu bisa menjaga jarak sama Bella tentu Aletha nggak akan sakit hatinya
amilia amel
berjuang bersama meskipun terpisah dan bertemu kembali dengan versi terbaik dari masing-masing
tapi jangan lama-lama ya mbak🤭🤭🤭
amilia amel
gitu dong dam....
harus ada yang nyentik Damian dulu biar dia sadar
cinta Aletha terlalu berharga untuk diperjuangkan
amilia amel
bener Dam..... ujurlah sama bang Erik
siapa tahu bang Erik bisa bantu ato paling nggak beban hatimu agak berkurang
amilia amel
alvin tipe kakak sepupu yang baik
amilia amel
sip Aletha.... tenangkan diri dam hatimu dulu
baru setelah kamu siap menghadapi Damian, balik lagi dengan kondisi terbaikmu
amilia amel
benar Aletha, pergilah....
tenangkan hatimu dulu meskipun akan sulit tapi kamu gadis yang tangguh
kami kuat Aletha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!