Seorang gadis berusia 23 tahun yang dipaksa menikah dengan ayahnya karna perjodohan, gadis itu bernama Raisa.
Raisa terpaksa menerima perjodohan itu sebab dia tidak bisa menolak keinginan papanya, dia dijodohkan dengan seorang pemuda berusia 29 tahun anak dari sahabat papanya.
pemuda itu bernama Billy, pemuda yang sama sekali belom pernah dia kenal bahkan melihatnya, namun kini akan menjadi suaminya.
pernikahan karna perjodohan tanpa adanya cinta diantara mereka berdua.
Apakah yang akan terjadi dirumah tangga mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani Suaharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 19.
Setelah sampai di taman belakang rumah ini, terlihat sedang ada pesta kecil-kecilan di rumah ini.
Raisa melihat ada sosok Raihan disini, Raihan sedang menikmati segelas minuman dan melihat ke arah sebelah kolam renang, Raisa menghampiri Raihan yang sedang berdiri sendirian.
"Hai Raihan" sapa Raisa berdiri disamping Raihan dan menepuk bahu Raihan.
Raihan terkaget kan melihat kehadiran Raisa malam ini yang terlihat begitu cantik dimatanya.
"Raisa kau ada disini juga!" Tanya Raihan tersenyum melihat Raisa, Raisa membalas senyuman Raihan.
"Iya Han, orang tuaku mengajakku disini, kau sendiri?" tanya Raisa ke Raihan.
"Ini rumahku Sa dan ini acara orang tuaku yang tadi ku ceritakan padamu" kata Raihan menatap Raisa.
"Wah Kebetulan sekali, aku dapat menghadiri acara kamu" kata Raisa tersenyum.
Raisa yang tak menyadari tujuan awalnya kemari Raisa dan Raihan asyik mengobrol dan tiba-tiba mama Raisa memanggilnya, lalu memutuskan obrolannya dengan Raihan.
"Raisa kemarilah!" Panggil Mamanya Raisa.
Raisa Tak Butuh waktu lama menjawab ibunya itu.
"Iya Mah, sebentar!" Raisa menjawab namanya.
"Han mau ikut nggak?" tanya Raisa ke arah Raihan.
"Boleh " kata Raihan tersenyum kepada Raisa.
Mereka berdua mendatangi Mama dan Papa Raisa.
"Hai Tante" salam Raihan mencium punggung tangan Mama dan Papa.
"Kenali Ma Pa ini Raihan" kata Raisa memperkenalkan Raihan keorang tuanya, Raihan tersenyum dengan mereka.
"Sayang ayo kau temui bunda Elis" kata Mama Raisa keanaknya.
"Maaf bu, tadi Saya dengar Bunda Elis?" Tanya Raihan dengan heran.
"Iya nak, benar Bunda Elis, kau mengenalnya?" tanya Mama Raisa.
"Tentu saja Bu, beliau...." belum sempat Raihan menjawab bahwa dia anak Elis, Mama Raihan Elis memanggil Mamanya Raisa Rosalin.
"Hai.. Jeng Rosalin" sapa Mama Raihan yaitu Elis dan Papanya Susanto mendatangi mereka.
Sesampainya di sini Mama Raihan menyadari bahwa anaknya sedang berbincang-bincang dengan keluarga Gunawan.
"Sayang ternyata kau ada disini juga" Kata Mamanya.
"Bukannya tadi kau ada di seberang kolam renang" kata Mama Raihan ulang.
"Iya Ma, tadi aku didatangi Raisa, dan dibawanya kemari, Ohh iya mah, kenalin mah ini Raisa mah yang Raihan sering Ceritakan sama Mama lalu ini Mama Papa Raisa" kata Raihan Mama Raihan yaitu Elis.
Terkaget kan dengan kata-kata anaknya itu.
'Ya Tuhan! anakku ternyata selama ini telah mencintai kembarannya sendiri' batin Mama Raihan.
"Ternyata kalian sudah saling mengenal?" kata Papa Raisa.
"Iya Pah" ucap Raisa.
Raisa dan Raihan pun tersenyum kepada Papa Raisa.
"Hai Jeng rosalin ini anak Jeng yaitu Raihan, Dia sekarang sudah menjadi pemuda yang tampan dan sukses" kata Mama Elis sedangkan memperkenalkan Raihan.
Sedangkan Raihan bingung dengan penuturan Mamanya itu yang berkata bahwa iya adalah anak Jeng rosalin.
"Mah Apa maksud Mama bilang kalau aku ini anak tante rosalin?" tanya Raihan ke mamanya dengan tatapan tajam begitu juga Raisa yang ter bingungkan dengan ini semua.