Novel ini menceritakan kisah dari Andini Putri Atmaja, anak tunggal dari Hendra Atmaja, Pengusaha terbesar di kota ini.namun kisah cintanya yang indah di waktu SMA akan hilang dan menjadi kesedihan ketika dia harus menerima perjodohan orang tuanya dengan anak dari sahabat mama dan papanya yang sekaligus sahabat pacarnya.
Akankah Andini akan tetap bersama Cinta pertamanya ataukah dia akan bisa bahagia dengan perjodohan keluarganya???
Ikuti ceritanya ya guys...😄😄
Jangan lupa untuk vote, like dan coment ya 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cintya Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa yang salah
Tak terasa waktu sudah sore, mama bella dan pak wawan pamit untuk pulang. Namun aldo tidak ikut pulang karena mama bella sudah membawakan pakaian ganti untuk pulang.
"al, loe gak ikut balik, loe gak capek, gak istirahat dulu. Dari semalem loe gak tidur kan??"ucap andini.
"enggak din, lagian gue ngapain juga di rumah, toh bentar lagi dita beni dan deva mau kesini. mereka tadi chat gue, katanya mereka mau jengukin loe. "jawab andini.
" loe serius, wuih pada perhatian ya ma gue. " ucap andini senyum senyum sendiri.
" yes dev mau kesini."batin andini
"tuh kan kepedean. Ya namanya temen sakit pasti lah dijenguk. "jawab aldo dengan muka datar.
Mama rara yang mendengar deva akan datang, merasa kesal.
"kamu bilang apa al, deva mau kesini? Ngapain al." kata mama rara.
"ya mau jengukin andini lah tante, masak mau makan disini. "
" terus kamu bolehin andini buat ketemu mantannya itu. "
" Loh gapapa lah tante, lagian deva kan juga sahabat aldo dan andini sekarang. "balas aldo yang gak kalah ngotot.
Pak atmaja yang melihat perdebatan istrinya dan calon menantunya itu berusaha menengahi mereka. Sedangkan andini hanya melihat mama dan aldo berdebat.
" al, loe baik banget deh ma gue. Sampe loe bela belain dev demi gue. " lirih andini dalam hatinya
" mah udahlah gak semua orang yang udah putus tali kasih nya harus musuhan kan, andini kan sebentar lagi tunangan sama aldo. Apa yang mama takutin, kalau mama terlalu parno malah yang ada andini stres lagi.inget kata dokter mah, jangan buat andini terlalu berpikir berat dulu. Lagian aldo dan deva kan sahabatan. Pokoknya nanti papa minta mama harus bersikap baik terhadap semuanya terlebih deva. "ucap pak atmaja dengan bijaknya.
" tapi pah...."
"udah mah, mending nanti kalau mereka udah dateng kita pulang dulu buat mandi dan ganti baju, nanti papa anter mama ke rumah sakit lagi, papa ada meeting sama klien soalnya tadi papa pending. "
" yaudah deh Pah, dan kamu andini jangan deket deket sama dev, kasian aldo. Inget itu. "perintah mama rara
" siap mama ku sayang. "gurau andini.
1 jam berlalu dan waktu sudah mau magrib namun deva, beni dan dita belum juga datang dan akhirnya mama rara dan pak atmaja memutuskan untuk pulang tapi ketika mereka hendak pulang ada yang mengetuk pintu.
" assalamualaikum. "ucap dita beni dan deva.
" walaikumsalam. "
" sore tante om, " kata mereka kompak.
" eh kalian ayo duduk duduk. "jawab pak atmaja yang menyuruh mereka semua untuk duduk.
Mereka yang hendak duduk, tak lupa mencium tangan kedua orang tua andini.
" din kami pulang dulu ya, tante titip andini sama kalian ya. Nanti tante balik lagi kok. "ucap mama rara yang mengikuti saran suami nya untuk bersikap ramah.
" iya mah. "
Kemudian papa mama andini pulang, namun tak lupa mereka mencium kening andini terlebih dulu.
" al, jagain andini ya. "ucap pak atmaja yang membisiki aldo sambil menepuk pundaknya.
" iya om. "jawab aldo
Setelah kepergian orang tua andini, deva yang masih rindu dengan pacarnya itu langsung duduk di sebelah ranjang andini. Sambil mengelus rambut andini. Dan tak lupa deva menciumi terus tangan andini.
" mas mas e, jangan pacaran mulu. Disini ada orang woi. "canda beni.
" eh iya gue lupa. "balas deva sambil menggaruk garuk kepalanya padahal tidak terasa gatal.
Dita yang masih bersalah dengan andini langsung berlari menuju arah andini dan dita langsung memeluk andini dengan erat sehingga andini merasa sakit.
" Dini,,,,, gue kangen loe. "ucap dita sambil memeluk andini
" auuuuu dit..... Iyaa dita tapi lepasin gue dulu,auuu sakit dit. "rintih andini.
Melihat andini yang merasa kesakitan akibat ulah dita, aldo yang semula sibuk dengan ponselnya langsung melirik ke arah andini, dan melihat dita yang memeluk sambil menggoyang goyangkan badan andini.
"DITA....LOE NGAPAIN... LOE UDAH SAKIT JIWA YAAA!!!!!! ANDINI MASIH SAKIT GAK BOLEH BANYAK GERAK. LOE MAU BIKIN DIA CELAKA LAGI HAAHH !!!!"bentak aldo yang membuat dia hampir menangis.
Andini yang melihat sahabat nya hampir menangis justru memarahi aldo.
"loe ngapain bentak temen gue, emangnya loe siapa gue. Deva yang pacar gue aja gak segitunya. "bentak andini ganti.
" yank udahlah mungkin aldo khawatir sama keadaan mu, kan emang dita salah gak liat keadaan kamu yang masih lemah, asal main serobot aja. "sahut deva.
Namun andini hanya memutar kedua matanya karna malas juga berdebat dengan deva, toh baru aja mereka baikan.
Aldo yang mendengar kata kata andini langsung diam, karna ia sadar dia bukan siapa siapa andini.
" oh iya gue lupa din, gue cuma takut aja loe kenapa kenapa, soalnya papa mama loe kan nitipin loe ma gue. "selak aldo.
" ya tapi jangan karna alesan itu loe bisa marahin sahabat gue. Lagian gue gapapa, mungkin dia terlalu seneng aja. Minta maaf gih sama dita."suruh andini.
Akhirnya dengan berat hati aldo menuruti kata kata andini.
"dit gue minta maaf udah bentak loe. "ucap aldo.
" Hmmm. "jawab dita singkat.
Aldo yang sudah malas berada dikamar itu memutuskan untuk keluar mencari angin di taman.
" gue keluar dulu ya, mau cari angin. "
" Wehh gue ikut ya. "sahut beni.
" gak usah loe disini aja, ntar takutnya mama andini dateng dan cuma ada deva, dini dan dita malah curiga. "ucap aldo sambil menutup pintu kamar.
Deva yang merasa tidak enak hati menasehati andini.
" yank kayaknya kamu keterlaluan deh, gak perlu bentak aldo kayak gitu juga. "kata deva.
" lagian yank, dia duluan kok yang bentak dita. "elak andini.
" tapi gimana pun dia udah baik sama kita yank. "kata deva kembali.
" iya din, kayaknya emang gue yang salah, wajar sih aldo marah, karna kemarin waktu dia denger kabar loe kecelakaan gue di marahin habis habisan sama aldo bahkan beni juga. Kalo loe gak percaya tanya aja ma beni."sahut dita.
"bener din, dia marah besar karna gue dan dita biarin loe pulang sendiri. Aldo itu baik din ma loe,dia bela belain bawa dev ke Cafe dan jelasin semua ke dev. Dan waktu dia tau loe pulang sendiri, dia merasa bersalah gitu, apalagi denger loe kecelakaan. Gue minta maaf ya din."ucap beni.
Andini yang mendengar cerita dari deva, dita dan beni begitu terharu dengan sikap aldo.
"al segitu perhatiannya loe ma gue, dan gue bukannya berterima kasih tapi malah nyakitin loe kayak gini.gue udah kasar ma loe. Ntar aja gue minta maaf nya."lamun andini
Dan kini deva beni dita dan andini sedang bercanda canda bersama. Sedangkan aldo lebih memilih menyendiri di taman daripada harus melihat pemandangan yang tidak enak dimatanya.
"kenapa gue harus ngerasain rasa ini lagi. Dulu ririn, terus cindy, dan haruskah terulang dengan andini. Tapi gue sadar rasa gue buat andini itu salah, karna dari awal gue udah tau kalau andini cuma bisa cinta sama deva, dan gak akan ada yang bisa gantiin posisi deva di hatinya, apalagi gue. " batin aldo sambil memandang foto andini.