'"Amarta Adelia Abraham adalah seorang gadis tangguh yang sangat pintar dan kaya raya.
demi mencari cinta sejatinya ,ia rela menyamar menjadi seorang gadis bodoh dan miskin.
"saat di hari pernikahan nya ,iya di tinggalkan
sang kekasih hati.
kekasih yang dikira mau menerimanya apa adanya ternyata sama saja dengan pria lain yang selama ini ia temui ,yang hanya mementingkan harta dan uang .
apakah Amarta akan terpuruk?
oh tentu saja tidak!
Bagaimana kisah selengkapnya ?
yuk kita baca kisahnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrianadevasmitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 NAMA PANGGILAN
Keesokan harinya semua berjalan seperti biasa , tuan Alex bangun pagi dan berangkat ke kantor.
meskipun tuan Andre belum di temukan. Tuan Alex tau bahwa pekerjaan nya tidak bisa di tunda lagi. Ia berpamitan kepada mommy dan Daddy nya, lalu menuju ke kantor dengan mengendarai mobil sport nya.
sementara untuk urusan pencarian tuan Andre, tuan Alex serahkan sepenuhnya pada anak buah nya yang ia tugaskan kusus untuk melakukan pencarian. Ia memberikan kepercayaan Penuh kepada tim tersebut untuk menemukan paman nya secepat mungkin, sementara ia sendiri fokus pada pekerjaan nya di kantor.
Tuan Alex tiba di Kantor dan langsung segera menaiki lift menuju ke ruangannya. Setelah beberapa detik, lift berhenti di lantai yang di tuju, dan pintu terbuka dengan perlahan.
tuan Alex melangkah keluar menuju ruangannya.
siap untuk memulai kerja dengan berbagai tugas dan dan tanggung jawab yang menanti.
Tidak lama kemudian Amarta datang membawa dokumen di tangannya.
"selamat pagi, tuan . Amarta menyapa dengan hormat. Tuan Alex membalas dengan senyum .
Amarta segera duduk di balik meja kerjanya,Yang berada di sebelah meja kerja tuan Alex ia memeriksa beberapa dokumen yang belum ia selesaikan, serta menyiapkan proposal untuk miting dengan PT x x x x.
dengan terampil Amarta menyusun data dan informasi yang di perlukan, memastikan bahwa proposal tersebut siap untuk di bahas dalam pertemuan. Amarta bekerja dengan efisien, menunjukan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya sebagai sekretaris tuan Alex.
Saat Amarta sedang fokus mengerjakan tugasnya , tuan Alex tiba-tiba menggeser tempat duduknya mendekati Amarta, yang sedang fokus mengerjakan tugasnya. Amarta sedikit terkejut lalu menoleh ke arah tuan Alex dengan senyum dan juga gugup karena tiba-tiba tuan Alex sudah ada tepat di sebelahnya.
"ada yang bisa saya bantu, tuan?" Amarta bertanya . Bukannya menjawab pertanyaan Amarta tuan Alex malah semakin mendekat dan mencondongkan badan nya ke arah Amarta , sehingga Amarta reflex sedikit memundurkan bada nya.
"tadi apa yang kamu katakan?" coba ulangi lagi, saya ingin mendengar nya dengan jelas!.
Mak....maksudnya kata-kata saya yang mana tuan?" tanya Amarta dengan gugup.
tuan Alex bukannya menjawab tapi semakin menatap nya dengan tajam.
Amarta menggaruk tengkuknya nya dan berpikir sejenak.
setelah beberapa saat berfikir akhirnya Amarta mengingat dengan jelas apa yang dia ucapkan kepada tuan Alex , Amarta segera mengatakan nya.
"apa yang bisa saya bantu tuan?" tuan Alex malah terlihat semakin marah , sehingga membuat Amarta semakin bingung.
Bukankah sudah ku katakan, jangan memanggil aku tuan. sekarang kita ini pasangan kekasih, bagaimana jika orang lain mendengar nya , pasti mereka akan berpikir kalo kita bukan pasangan kekasih yang sesungguhnya alias pura-pura.
Tapi tuan, kita kan sedang berada di ruangan. jadi tidak ada yang mendengar nya. Tuan Alex mengerutkan kan keningnya. Ia merasa tidak suka dengan Jawaban dari Amarta.
Ya, kita memang sedang berada di ruangan. tapi kalo kamu tidak membiasakan nya nanti bisa-bisanya kamu lupa, Jiak sampai kamu memanggil saya dengan sebutan tuan, jika orang lain mendengar nya pasti akan curiga.
"Mulai sekarang panggil saya dengan sebutan lain!" perintah nya dengan tegas kepada Amarta. "baiklah, ucap Amarta dengan lesu.
jika saya tidak boleh memanggil tuan lalu saya harus memanggil dengan sebutan apa ?"
Terserah kamu saja yang penting jangan panggil saya dengan sebutan tuan, jika kamu mengulanginya saya akan menghukum mu.
baik pak ... Jawab Amarta dengan tegas.
Tuan Alex yang mendengar itu sangat tidak suka , ia melotot dan seketika memprotesnya.
"kenapa kamu memanggil saya bapak?" memangnya saya sudah tua. ucap tuan Alex dengan kesal.
Amarta yang bingung harus memanggil dengan sebutan apa, ia pun berpikir dengan keras .
saat Amarta masih bingung memikirkannya tiba-tiba tuan Alex memberikan saran.
"mungkin kamu bisa memanggil saya dengan sebutan, sayang , Honey, baby atau darling," Amarta pun terkejut dan melongo mendengar saran itu, tidak tau bagaimana harus bereaksi
Amarta pun melongo mendengar saran dari tuan alex. Ta...tapi . Sebelum Amarta melanjutkan ucapan nya tuan Alex sudah memotong ucapannya.
Tidak ada tapi-tapian. ucapnya dengan tegas , " saya tidak suka di bantah, kamu pilih salah satu dari beberapa panggilan yang saya sebutkan atau aku akan menghukum mu.perintahnya tidak mau di bantah.
"sayang?" Amarta mengulangi mencoba memahami konteks nya. Tuan Alex tersenyum, menanti reaksi Amarta.
"apa.....apa maksudnya?" Amarta bertanya, suaranya sedikit bergetar. Tuan Alex mendekatkan wajahnya ke Amarta , membuat Amarta merasa jantungnya berdebar kencang.
"memanggilku sayang, honey, baby atau darling," tuan Alex mengulangi suaranya lembut dan menggoda. Amarta merasa pipinya memanas, tidak tau bagaimana harus bereaksi. Apakah tuan Alex ingin benar-benar dia memanggilnya dengan sebutan yang begitu intim?
Tuan Alex kembali mendekatkan wajahnya ke Amarta, membuat Amarta merasa jantungnya mau lepas."Ciba saja, sayang" tuan Alex menggoda suaranya sangat sexi dan penuh arti. Amarta merasa pipinya kembali memanas, ia merasa sangat deg-degan tidak tau harus berbuat apa.
"sayang?" Amarta mencoba mengucapakan kata itu, suaranya pelan dan tak pasti. Tuan Alex tersenyum, mata mereka bertemu, dan Amarta merasa ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Tuan Alex mengulurkan tangan dan menyentuh pipi Amarta, membuat Amarta merasa seperti tersengat listrik. "ya, seperti itu," tuan Alex berbisik , suaranya penuh kelembutan. Amarta merasa dirinya terhisap ke dalam aura tuan Alex, tidak bisa menolak apa yang sedang terjadi.
"apa yang akan kamu lakukan?" Amarta bertanya, suaranya pelan dan tak pasti. Tuan Alex tersenyum, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Amarta. Amarta merasa seperti dunia berhenti berputar, hanya ada tuan Alex dan dirinya di ruangan itu.
Tuan Alex mencium Amarta dengan lembut,
Membuat Amarta seperti meleleh. tanpa sadar Amarta membalas ciuman tuan Alex. Merasa ada sesuatu yang tumbuh di antara mereka. Ciuman itu berlangsung cukup lama
Setelah beberapa saat, tuan Alex melepaskan ciumannya dan menatap Amarta dengan penuh kasih. Amarta merasa seperti tersesat dalam mata tuan Alex . Tidak bisa menolak Perasaan yang tumbuh di antara mereka
"kamu baik-baik saja?" tuan Alex bertanya. Amarta yang mendapat pertanyaan itu segera tersadar, ia merasa sangat malu mengingat apa yang baru saja mereka lakukan.
Rasanya ia nggih menggali tanah atau menggali lubang semut, lalu masuk ke dalamnya untuk bersembunyi agar ia bisa menghindari tuan Alex.
Aduh... Apa yang telah aku lakukan, kenapa aku bodoh sekali. Monolognya dalam hati.
pasti setelah ini tuan Alex akan mengira aku gampangan , bagaimana ini rasanya aku malu sekali .
Tuan Alex tersenyum dan memeluknya dengan erat,
"apa yang akan terjadi selanjutnya nya?"
PEMIRSAH nantikan di bab selanjutnya ya !!!
autor jadi tambah swmangat/Pray/
ayo Amarta jng ada Damai, baik boleh tp bodoh jangan.
kl mau Damai berarti Amarta bodoh di fitnah dng photo editan dng tujuan merusak nm baik gila sih.
terima kasih, maaf bila menyinggung
"Dengar boleh percaya jangan" ..